Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Mei 2010

Sindroma Klinefelter

DEFINISI
Pada sindroma Klinefelter, bayi laki-laki terlahir dengan kelebihan 1 kromosom X (digambarkan sebagai 47,XXY). Pria dan wanita biasanya memiliki 2 kromosom seks. Wanita mendapatkan 2 kromosom X, 1 dari ibu, 1 dari ayah. Pria mendapatkan 1 kromosom X dari ibu dan 1 kromosom Y dari ayah. Pria dengan sindroma Klinefelter biasanya memiliki kelebihan kromosom X sehingga mereka memiliki 3 kromosom seks, yaitu 2 kromosom X dan 1 kromosom Y. Sindroma ini ditemukan pada 1 diantara 700 bayi baru lahir.

Jumlah kromosom pada pria & wanita


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
Gejalanya berupa:
- Pembesaran buah dada (ginekomastia)
- Rambut wajah dan rambut tubuh yang jarang dan tipis
- Bentuk tubuhnya lebih bundar
- Testis (buah zakar) kecil dan tidak mampu menghasilkan sperma
- Cenderung lebih mudah mengalami obesitas (kegemukan)
- Cenderung memiliki tubuh yang lebih tinggi.

Biasanya tidak terjadi keterbelakangan mental, tetapi banyak yang mengalami gangguan berbahasa. Pada masa kanak-kanak, mereka seringkali mengalami keterlambatan dalam berbicara dan mungkin mengalami kesulitan dalam belajar membaca dan menulis. Jika tidak diobati, gangguan berbahasa ini bisa menyebabkan kegagalan di sekolah dan mengurangi rasa percaya diri. Pengobatan terhadap gangguan berbahasa sebaiknya dilakukan pada awal masa kanak-kanak.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil analisa kromosom (kariotip).

Diagnosis bisa ditegakkan pada berbagai keadaan:
  • Bayi masih berada dalam kandungan.
    Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan amniosintesis (analisa cairan ketuban). Prosedur ini tidak dilakukan secara rutin, tetapi hanya dilakukan jika terdapat riwayat keluarga dengan kelainan genetik atau jika usia ibu lebih dari 35 tahun.
  • Pada awal masa kanak-kanak.
    Diduga suatu sindroma Klinefelter jika seorang anak laki-laki terlambat berbicara dan mengalami kesulitan dalam membaca serta menulis. Anak laki-laki dengan XXY tampak lebih tinggi dan kurus, serta pasif dan pemalu.
  • Remaja.
    Remaja laki-laki merasa malu ketika menyadari bahwa payudaranya agak membesar, karena itu mereka berobat ke dokter.
  • Dewasa.
    Diagnosis biasanya merupakan akibat dari adanya kemandulan. Pada pemeriksaan fisik, testis tampak lebih kecil. Untuk memperkuat diagnosis sindroma ini, dilakukan pemeriksaan kadar hormon gonadotropin.

PENGOBATAN
Efek yang utama dari sindroma Klinefelter adalah pada fungsi testis. Testis menghasilkan hormon pria testosteron dan jumlah hormon ini pada penderita sindroma Klinefelter menurun. Pada saat penderita berusia 10-12 tahun, perlu dilakukan pengukuran testosteron dalam darahnya secara periodik (misalnya setiap tahun). Jika kadarnya rendah (sehingga tidak terjadi perubahan seksual yang seharusnya dialami setiap anak laki-laki pada masa pubertas) atau jika timbul gejala yang disebabkan oleh gangguan metabolisme hormon, maka dilakukan pengobatan dengan pemberian hormon testosteron.

Yang paling sering digunakan adalah depotestosteron, yang merupakan hormon testosteron sintetis, disuntikkan 1 kali/bulan. Sejalan dengan pertambahan umur penderita, secara bertahap dosisnya perlu ditingkatkan dan diberikan lebih sering. Hasil dari pengobatan adalah perkembangan fisik dan seksual yang normal, yaitu berupa pertumbuhan rambut kemaluan, penambahan ukuran penis dan skrotum (kantung zakar), pertumbuhan janggut, suara menjadi lebih dalam serta otot lebih berisi dan lebih kuat.

Keuntungan lain yang diperoleh dari terapi testosteron adalah:
- Pikiran lebih jernih
- Lebih bertenaga
- Tremor tangan berkurang
- Pengendalian diri yang lebih baik
- Dorongan seksual lebih besar
- Lebih mudah menyesuaikan diri di sekolah dan tempat bekerja
- Lebih percaya diri.

Pria dewasa mampu menjalani fungsi seksual yang normal (ereksi dan ejakulasi), tetapi tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang normal.

Sindroma Down

DEFINISI
Sindroma Down (Trisomi 21, Mongolisme) adalah suatu kelainan kromosom yang menyebabkan keterbelakangan mental (retardasi mental) dan kelainan fisik.


Penyakit Trisomi
Penyakit Angka kejadian Kelainan Keterangan Prognosis
Trisomi 21
(Sindroma Down
1 dari 700 bayi baru lahir Kelebihan kromosom 21 Perkembangan fisik & mental terganggu, ditemukan berbagai kelainan fisik Biasanya bertahan sampai usia 30-40 tahun
Trisomi 18
(Sindroma Edwards)
1 dari 3.000 bayi baru lahir Kelebihan kromosom 18 Kepala kecil, telinga terletak lebih rendah, celah bibir/celah langit-langit, tidak memiliki ibu jari tangan, clubfeet, diantara jari tangan terdapat selaput, kelainan jantung & kelainan saluran kemih-kelamin Jarang bertahan sampai lebih dari beberapa bulan; keterbelakangan mental yang terjadi sangat berat
Trisomi 13
(Sindroma Patau)
1 dari 5.000 bayi baru lahir Kelebihan kromosom 13 Kelainan otak & mata yang berat, celah bibir/celah langit-langit, kelainan jantung, kelainan saluran kemih-kelamin & kelainan bentuk telinga Yang bertahan hidup sampai lebih dari 1 tahun, kurang dari 20%; keterbelakangan mental yang terjadi sangat berat


PENYEBAB
Penyebabnya adalah ekstra tiruan pada kromosom ke 21.


GEJALA
Anak-anak yang menderita sindroma Down memiliki penampilan yang khas:
- Pada saat lahir, ototnya kendur
- Bentuk tulang tengkoraknya asimetris atau ganjil
- Bagian belakang kepalanya mendatar
- Lesi pada iris mata yang disebut bintik Brushfield
- Kepalanya lebih kecil daripada normal (mikrosefalus) dan bentuknya abnormal
- Hidungnya datar, lidahnya menonjol dan matanya sipit ke atas
- Pada sudut mata sebelah dalam terdapat lipatan kulit yang berbentuk bundar (lipatan epikantus)
- Tangannya pendek dan lebar dengan jari-jari tangan yang pendek dan seringkali hanya memiliki 1 garis tangan pada telapak tangannya
- Jari kelingking hanya terdiri dari 2 buku dan melengkung ke dalam
- Telinganya kecil dan terletak lebih rendah
- Diantara jari kaki pertama dan kedua terdapat celah yang cukup lebar
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan (hampir semua penderita sindroma Down tidak pernah mencapai tinggi badan rata-rata orang dewasa)
- Keterbelakangan mental.

Pada bayi yang menderita sindroma Down sering ditemukan kelainan jantung bawaan. Kematian dini seringkali terjadi akibat kelainan jantung. Kelainan saluran pencernaan, seperti atresia esofagus (penyumbatan kerongkongan) dan atresia duodenum (penyumbatan usus 12 jari), juga sering ditemukan. Mereka juga memiliki resiko tinggi menderita leukemia limfositik akut.


DIAGNOSA
Diagnosis sindroma Down dapat ditegakkan ketika bayi masih berada dalam kandungan dan tes penyaringan biasanya dilakukan pada wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun. Kadar alfa-fetoprotein yang rendah di dalam darah ibu menunjukkan resiko tinggi terjadinya sindroma Down pada janin yang dikandungnya. Dengan pemeriksaan USG bisa diketahui adanya kelainan fisik pada janin.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dengan bantuan stetoskop akan terdengar murmur (bunyi jantung tambahan).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
- Analisa kromosom (pada 94% kasus menunjukkan adanya 3 tiruan dari kromosom ke 21)
- Rontgen dada (untuk menunjukkan adanya kelainan jantung)
- Ekokardiogram
- EKG
- Rontgen saluran pencernaan.


PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk sindroma Down. Pendidikan dan pelatihan khusus bisa dilakukan di sekolah luar biasa. Kelainan jantung tertentu mungkin harus diperbaiki melalui pembedahan. Gangguan pendengaran dan penglihatan diatasi sebagaimana mestinya.


PROGNOSIS

Anak-anak dengan sindroma Down memiliki resiko tinggi untuk menderita kelainan jantung dan leukemia. Jika terdapat kedua penyakit tersebut, maka angka harapan hidupnya berkurang; jika kedua penyakit tersebut tidak ditemukan, maka anak bisa bertahan sampai dewasa.

Beberapa penderita sindroma Down mengalami hal-hal berikut:
- Gangguan tiroid
- Gangguan pendengaran akibat infeksi telinga berulang dan otitis serosa
- Gangguan penglihatan karena adanya perubahan pada lensa dan kornea
- Pada usia 30 tahun menderita demensia (berupa hilang ingatan, penurunan kecerdasan dan perubahan kepribadian).
Bisa terjadi kematian dini, meskipun banyak juga penderita yang berumur panjang.


PENCEGAHAN
Pada keluarga yang memiliki riwayat sindroma Down dianjurkan untuk menjalani konsultasi genetik. Sindroma Down bisa diketahui pada kehamilan awal dengan melakukan pemeriksaan kromosom terhadap cairan ketuban atau vili korion.

Resiko terjadinya sindroma Down ditemukan pada:
- keluarga yang pernah memiliki anak yang menderita sindroma Down
- ibu hamil yang berusia diatas 40 tahun.

Rabu, 26 Mei 2010

Chondrodysplasias

DEFINISI
Chondrodysplasias adalah sekelompok gangguan langka dari tulang rawan yang menyebabkan kerangka berkembang secara abnormal. Pada chondrodysplasias, piring pertumbuhan, yang berisi tulang rawan, tidak membuat sel tulang baru. Dengan begitu, pertumbuhan tulang dihalangi.


GEJALA
Masing-masing tipe chondrodysplasia menghasilkan gejala berbeda. Chondrodysplasias biasanya menyebabkan postur tubuh pendek (dwarfism). Beberapa menyebabkan memperpendek lebih pada lengan bagian bawah daripada lengan bagian atas (beranggota badan pendek dwarfism); yang lain memperpendek lebih pada lengan bagian atas daripada lengan bagian bawah. Beberapa anak dan orang dewasa mempunyai lengan pendek, kaki, dahi besar, bentuk hidung yang aneh (hidung pelana), dan punggung melengkung. Kadang-kadang, sendi tidak berkembang sesuai kapasitas untuk jangkau penuh dari gerakan.


DIAGNOSA
Seorang dokter biasanya membuat diagnosa berdasarkan gejala, pemeriksaan badan, dan X-ray tulang. Kadang-kadang gen abnormal bertanggung jawab untuk chondrodysplasias bisa diketahui, biasanya oleh pemeriksaan darah. Analisa gen paling membantu karena meramalkan penyakit terlebih dahulu sebelum kelahiran. Diagnosa pada jenis yang paraht sebelum kelahiran juga mungkin memakai metode lain; pada beberapa kasus, janin secara langsung bisa dilihat dengan scope fleksibel (fetoscopy), atau ultrasound dilakukan.


PENGOBATAN
Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengganti sendi yang terbatas dengan parah untuk bergerak dengan yang buatan.

Senin, 24 Mei 2010

Limfogranuloma Venereum

DEFINISI
Limfogranuloma Venereum adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis.


PENYEBAB
Bakteri Chlamydia trachomatis, yang merupakan bakteri yang hanya tumbuh di dalam sel. Chlamydia trachomatis penyebab limfogranuloma venereum berbeda dengan Chlamydia trachomatis lainnya yang menyebabkan uretritis dan servisitis.


GEJALA
Gejala mula timbul dalam waktu 3-12 hari atau lebih setelah terinfeksi. Pada penis atau vagina muncul lepuhan kecil berisi cairan yang tidak disertai nyeri. Lepuhan ini berubah menjadi ulkus (luka terbuka) yang segera membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderitanya.

Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu atau kedua selangkangan. Kulit di atasnya tampak merah dan teraba hangat, dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang (sinus) di kulit yang terletak di atas kelenjar getah bening tersebut. Dari lubang ini akan keluar nanah atau cairan kemerahan, lalu akan membaik; tetapi biasanya meninggalkan jaringan parut atau kambuh kembali.

Gejala lainnya adalah demam, tidak enak badan, sakit kepala, nyeri sendi, nafsu makan berkurang, muntah, sakit punggung dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. Akibat penyakit yang berulang dan berlangsung lama, maka pembuluh getah bening bisa mengalami penyumbatan, sehingga terjadi pembengkakan jaringan. Infeksi rektum bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan adanya antibodi terhadap bakteri penyebabnya.


PENGOBATAN
Pemberian doksisiklin, eritromisin atau tetrasiklin per-oral (melalui mulut) selama 3 minggu akan mempercepat penyembuhan. Setelah pengobatan, dilakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bahwa infeksi telah sembuh.


PENCEGAHAN
Cara yang paling baik untuk mencegah penularan penyakit ini adalah abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang diketahui menderita penyakit ini). Untuk mengurangi resiko tertular oleh penyakit ini, sebaiknya menjalani perilaku seksual yang aman (tidak berganti-ganti pasangan seksual atau menggunakan kondom).

Minggu, 23 Mei 2010

Uretritis Non-Gonokokus & Servisitis Klamidialis

DEFINISI
Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis merupakan penyakit menular seksual yang biasanya disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Ureaplasma urealyticum (pada laki-laki), tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau virus herpes simpleks. Infeksi ini disebut non-gonokokus untuk menunjukkan bahwa infeksi ini bukan disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang menyebabkan gonore.


PENYEBAB
Chlamydia trachomatis menyebabkan sekitar 50% infeksi uretra yang bukan disebabkan gonore pada laki-laki dan infeksi leher rahim (serviks) penghasil nanah yang bukan disebabkan gonore pada wanita. Uretritis lainnya disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum, yang merupakan suatu bakteri yang menyerupai mikoplasma. Chlamydia merupakan bakteri kecil yang hanya bisa berkembangbiak di dalam sel. Ureaplasma adalah bakteri yang sangat kecil, dengan dinding sel yang tidak terlalu kuat, tetapi bisa berkembangbiak di luar sel.


GEJALA
Biasanya antara 4-28 hari setelah berhubungan intim dengan penderita, seorang pria akan mengalami perasaan terbakar yang ringan ketika berkemih. Biasanya akan keluar nanah dari penis. Nanahnya bisa jernih atau agak keruh, tetapi lebih encer daripada nanah gonore. Pada pagi hari, lubang penis sering tampak merah dan melekat satu sama lain karena nanah yang mengering. Kadang-kadang penyakit ini dimulai lebih dramatis. Timbul rasa sakit waktu berkemih, frekuensi berkemih menjadi lebih sering dan dari uretra keluar nanah.

Meskipun kebanyakan penderita wanita tidak menunjukkan gejala, beberapa diantaranya mengalami urgensi (desakan) berkemih yang lebih sering, rasa nyeri ketika berkemih, nyeri di perut bagian bawah, nyeri pada saat berhubungan intim dan keluarnya lendir kekuningan dan nanah dari vagina. Hubungan seksual melalui mulut atau dubur dengan penderita bisa menyebabkan infeksi tenggorokan atau infeksi dubur. Infeksi ini menyebabkan rasa nyeri dan keluarnya lendir dan nanah yang berwarna kekuningan.


KOMPLIKASI
  1. Pria.
    - Epididimitis : infeksi pada epididimis, yang bisa menyebabkan nyeri pada buah zakar
    - Striktur uretra : penyempitan uretra, yang bisa menyebabkan penyumbatan aliran air kemih.

  2. Wanita.
    - Infeksi saluran telur, bisa menyebabkan nyeri, kehamilan ektopik (di luar kandungan) dan kemandulan
    - Infeksi pembungkus hati dan daerah di sekeliling hati, bisa menyebabkan nyeri perut bagian atas

  3. Pada pria dan wanita.
    - Konjungtivitis : infeksi pada bagian putih mata, bisa menyebakan nyeri mata dan belekan.

  4. Pada bayi baru lahir.
    - Konjungtivitis, bisa menyebabkan nyeri mata dan belekan
    - Pneumonia, bisa menyebabkan demam dan batuk.

DIAGNOSA
Pada kebanyakan kasus, infeksi oleh Chlamydia trachomatis bisa didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan cairan dari penis atau leher rahim di laboratorium. Infeksi Ureaplasma urealyticum tidak dapat didiagnosis secara spesifik dengan pemeriksaan medis yang biasa. Karena pembiakannya sulit dan teknik diagnostik yang lainnya mahal, maka diagnosis infeksi Chlamydia atau Ureaplasma sering ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas disertai bukti yang menunjukkan tidak adanya gonore.


PENGOBATAN
Biasanya diberikan antibiotik tetrasiklin atau doksisiklin per-oral (melalui mulut), minimal selama 7 hari atau diberikan azitromisin dosis tunggal. Tetrasiklin tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.


PROGNOSIS

Pada sekitar 60-70% penderita, jika tidak diobati, infeksi Chlamydia trachomatis akan membaik dalam waktu 4 minggu. Pada sekitar 20% penderita, infeksi kembali kambuh setelah penderita menjalani pengobatan.

Rabu, 06 Januari 2010

Cara Baru Pengobatan Impotensi Dengan Gelombang Suara

Pengobatan Impotensi
Mengaliri gelombang suara ke dalam tubuh bisa menjadi cara baru untuk meningkatkan kehidupan seks pria yang memiliki masalah impotensi. Terapi bisa meningkatkan performa dengan merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru di daerah genital, dan bebas rasa sakit. Sebuah percobaan sederhana yang melibatkan 20 pria yang menggunakan Viagra atau obat-obatan sejenis untuk masalah impotensi, 15 diantaranya mengatakan telah sembuh dari impotensi dengan bantuan gelombang suara tanpa menggunakan obat-obatan lagi. Dan tak satu pun dari para sukarelawan melaporkan adanya rasa sakit atau efek samping dari pengobatan.

Terapi baru tersebut menggunakan teknik Lithotripsy, suatu teknik yang dikembangkan lebih dari 20 tahun yang lalu untuk pengobatan batu ginjal. Gelombang suara yang dipancarkan melalui kulit, dan walaupun melewati jaringan tanpa membahayakan tubuh, gelombang suara berada pada tekanan yang tepat untuk menghancurkan batu ginjal menjadi partikel-partikel kecil seperti pasir yang kemudian keluar dari tubuh bersama urin.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa jenis terapi gelombang suara tampaknya memiliki efek yang menyehatkan bagi pembuluh darah. Memicu pelepasan zat penting yang disebut Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), yang mengirim sinyal bagi pembuluh darah baru untuk mulai tumbuh. Akibatnya, terapi gelombang suara juga menarik minat dari ahli jantung untuk mencari cara baru mengobati penyakit jantung.

Saat ini, peneliti dari AS dan Jepang sedang menyelidiki apakah mengalirkan gelombang suara ke arah jantung akan membantu pertumbuhan pembuluh darah baru yang sehat. Jika memang benar, hal ini dapat memberikan harapan bagi penderita penyakit jantung tanpa menjalani operasi.

Menurut penelitian di Israel, manfaat yang sama dapat membantu pria yang mengalami masalah impotensi. Beberapa ahli kesehatan sekarang yakin ada hubungan erat antara impotensi dan penyakit jantung, dan bahwa masalah-masalah seksual sering kali terdapat sinyal adanya penyumbatan pembuluh darah di daerah jantung yang mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.

Dokter di Rambam Medical Centre di Haifa - Israel, merekrut 20 pria dengan usia rata-rata 56 tahun untuk ambil bagian dalam penelitian. 20 pria tersebut mengalami masalah impotensi ringan hingga sedang dan sudah menjalani pengobatan selama rata-rata 3 tahun. Selama tiga minggu pengobatan pada penelitian, gelombang suara intensitas rendah berulang kali dialirkan ke 5 titik tertentu di area genital, menggunakan perangkat genggam. Kemudian dinilai keparahan penyakit pria pada skala 30 titik yang disebut International Index of Erectile Function, yang banyak digunakan untuk mengukur masalah impotensi. Semakin rendah skor, semakin besar masalah impotensi.

Sebelum penelitian, para pria tersebut memiliki rata-rata nilai antara 12 dan 20 poin, yang berarti mereka mengalami disfungsi seksual ringan hingga sedang. Tetapi setelah perawatan, nilai mereka meningkat sekitar 5 sampai 10 poin, menjadi rata-rata 17 sampai 30 poin. Para ahli mengatakan bahwa peningkatan 5 poin saja merupakan perbaikan yang signifikan.

Dalam 10 tahun terakhir, Viagra dan obat-obatan serupa seperti Cialis dan Levitra telah mengubah cara pengobatan impotensi, namun sekitar 30% pria yang menggunakannya tidak mengalami adanya kemajuan. Bagi 30% pria tersebut, satu-satunya pilihan lain adalah menyuntikkan obat langsung ke penis, atau menggunakan pompa manual untuk meningkatkan suplai darah ke organ genital. Dr. Yoram Vardi, yang memimpin penelitian mengatakan "Viagra dan sejenisnya bukan merupakan obat. Bila penderita berhenti minum, maka mereka kembali memiliki masalah impotensi. Dengan gelombang suara, pengobatan terjadi secara biologis, sehingga pasien kembali normal tanpa membutuhkan pengobatan lagi setelahnya".

Dr. John Dean, presiden dari International Society for Sexual Medicine (ISSM), mengatakan temuan itu menarik dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Kamis, 24 Desember 2009

Virus Flu Babi H1N1 (Swine Flu)

Virus Flu Babi H1N1 (Swine Flu)
Flu babi, juga dikenal sebagai influenza tipe A subtipe H1N1, adalah penyakit yang menyerang manusia. Penularan penyakit ini berasal dari penderita lain, bukan dari babi.

Penyakit ini awalnya dijuluki flu babi karena virus yang menyebabkan penyakit ini berasal dari babi. Virus ini sendiri mengandung gen dari virus flu pada babi, burung, dan manusia. Meskipun kebanyakan orang menyebut virus ini sebagai virus flu babi H1N1, para ilmuwan masih berdebat tentang nama apa yang tepat untuk virus tersebut.

Virus flu babi yang menyebar di antara babi tidak sama dengan virus flu manusia. Flu babi jarang menulari manusia, dan langka terjadi kasus manusia yang terkena dampak virus flu babi terutama yang kontak langsung dengan babi. Tapi wabah flu babi saat ini berbeda. Ini disebabkan karena virus flu babi tipe baru yang telah mengalami mutasi sehingga memungkinkan untuk menyebar dari manusia ke manusia, dan terjadi di antara mereka yang tidak pernah kontak dengan babi.

Untuk membedakan antara virus flu babi yang menginfeksi babi dan virus influenza A subtipe H1N1 yang telah mewabah pada manusia selama bertahun-tahun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menamai virus ini dengan sebutan "Virus H1N1 2009". Nama yang lain yaitu "novel H1N1" atau nH1N1, "quadruple assortant H1N1", dan "H1N1 Pandemik 2009".

Gejala

Gejala flu babi H1N1 seperti gejala flu biasa yaitu demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri tubuh, sakit kepala, menggigil, dan kelelahan. Kadang-kadang disertai dengan diare dan muntah-muntah. Hampir semua orang yang terserang flu setidaknya muncul dua dari gejala-gejala tersebut. Namun gejala ini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Itu berarti bahwa diagnosa flu babi tidak bisa dipastikan hanya berdasar pada gejala-gejala saja.

Untuk penanganan ketika gejala-gejala tersebut muncul adalah segera dilakukan tes laboratorium, meskipun hasil negatif tidak berarti Anda tidak memiliki flu. Akurasi dari tes tergantung pada kualitas bahan dan peralatan laboratorium, metode pengumpulan sampel, dan juga kemungkinan kontaminasi dari sampel penderita lain pada saat pengujian. Hanya tes laboratorium yang dapat memastikan apakah penderita terserang flu babi atau bukan.

Seperti flu musiman, pandemi flu babi dapat menyebabkan gejala neurologis pada anak-anak. Kejadian ini jarang terjadi, tapi bisa menjadi sangat parah dan seringkali fatal. Termasuk gejala kejang atau perubahan pada status mental (kebingungan, gangguan kognitif atau perubahan perilaku). Tidak jelas mengapa gejala ini terjadi, meskipun ada kemungkinan disebabkan oleh Sindrom Reye. Sindrom Reye biasanya terjadi pada anak-anak dengan penyakit virus yang diobati dengan Aspirin (sesuatu yang harus selalu dihindari).

Pengobatan

Virus flu babi H1N1 peka terhadap antivirus Tamiflu dan Relenza. Obat antivirus ini paling efektif bila diberikan pasien dalam waktu kurang dari 48 jam setelah awal gejala flu. Namun virus resisten terhadap obat tersebut bila lebih dari 48 jam.

Obat antivirus ketiga, Peramivir, dapat digunakan hanya pada pasien yang dirawat dengan flu yang parah. Peramivir adalah jenis narkoba suntikan yang telah disetujui untuk digunakan dalam keadaan darurat.

Tidak semua penderita memerlukan perawatan dengan obat tersebut. Kebanyakan penderita yang datang dengan flu babi H1N1 pulih sepenuhnya tanpa pengobatan antivirus. Tapi CDC merekomendasikan pengobatan untuk penderita dengan resiko komplikasi flu parah yang datang dengan gejala mirip flu. Karena sangat penting untuk segera memberikan obat ini setelah gejala muncul.

Pencegahan

Untuk pencegahan CDC merekomendasikan langkah-langkah berikut :
  1. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin.
  2. Hindari kontak dengan orang-orang yang memiliki gejala mirip flu, setidaknya jaga jarak sekitar 6 meter.
  3. Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata.
  4. Jika terdapat gejala flu seperti demam ditambah batuk atau sakit tenggorokan atau gejala flu lainnya, segera periksakan ke dokter.
  5. Kenakan masker jika harus kontak dekat dengan orang yang sakit, meskipun tidak ada bukti definitif bahwa masker dapat mencegah penularan flu.
  6. Orang yang menderita atau yang diduga menderita flu babi harus memakai masker, ketika berada di ruang umum.
  7. Ibu menyusui dengan gejala flu babi, sementara harus berhenti memberikan ASI kepada anaknya, dan anak harus diberi makan oleh orang lain.

Senin, 02 November 2009

Gejala dan Tindakan Pengobatan

Gejala-gejala Klinis
Adapun manifestasi klinisnya yaitu :
  1. Lepuh
  2. Gelembung yang berisi cairan
  3. Kemerahan pada kulit
  4. Luka lecet
  5. Bintil padat atau bintil bernanah yang kemerahan dengan rambut di tengahnya.
  6. Rasa nyeri sendi
  7. Mengigil
  8. Sakit kepala
  9. Muntah
  10. Demam
  11. Kelesuan
  12. Gatal
  13. Rasa terbakar

Pemeriksaan Fisik
  1. Pada inspeksi terlihat kemerahan pada kulit, gelembung berisi air, luka lecet, lepuh dan bintil bernanah yang kemerahan dengan rambut di tengahnya.
  2. Pada palpasi ditemukan beberapa penderita suhu tubuhnya meningkat, terasa nyeri saat di tekan pada daerah yang terkena infeksi dan teraba infiltrat di sub kutan.

Pemeriksaan Diagnostik
  1. Pemeriksaan darah tepi.
  2. Dermatografisme putih. Penggoresan pada kulit normal akan menimbulkan tiga respon, yakni berturut-turut akan terlihat garis merah ditempat penggoresan selama 15 detik, warna merah disekitarnya selama beberapa detik, dan edema timbul setelah beberapa menit. Penggoresan pada pasien yang atopik akan bereaksi berlainan. Garis merah tidak disusul warna kemerahan, tetapi kepucatan selama 2 detik sampai 5 menit, sedangkan edema tidak timbul.
  3. Percobaan histamin. Jika histamin fosfat disuntikkan pada lesi, eritema akan berkurang dibandingkan orang lain sebagai kontrol. Kalau obat tersebut disuntikkan parentral, tampak eritema yang bertambah pada kulit yang normal.
  4. Kultur dan tes resistensi dilakukan pada kasus-kasus kronis dan sukar sembuh. Hasil tes resistensi hanya bersifat menyokong, in vito tidak selalu sesuai dengan in vitro.
  5. Pemeriksaan langsung. Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan pewarna gram, terlihat gambar gram positif, sel ragi, blastospora atau hifa semu.
  6. Biopsi eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan HE.

Penatalaksanaan

Pada penatalaksaan umum faktor higiene bayi dan lingkungan harus diperhatikan.
  1. Menghindari faktor pencetus/ predisposisi
  2. Diberikan kompres terbuka.
  3. Sistemik
  4. Penisilin G prokain dan semisintetiknya
    • Penisilin G prokain 1,2 juta unit per hari i.m. dosis anak 10.000 unit/kgBB/hari.
    • Ampisilin 4 x 500 mg, 1 jam sebelum makan. Dosis anak 50-100 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis.
    • Amoksisilin 4 x 500 mg, dapat diberikan setelah makan. Dosis anak 25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis.
    • Golongan β-laktam, contohnya oksasilin, kloksasilin, dikloksasilin, flukoksasilin. Dosis kloksasilin 3 x 250 mg per hari sebelum makan. Dosis flukloksasilin untuk anak-anak adalah 6,25-12,5 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis.
  5. Linkomisin dan klindamisin. Dosis linkomisin 3 x 500 mg sehari. Klindamisin 4 x 150 mg sehari per oral karena diabsorpsi lebih baik. Dosis linkomisin untuk anak-anak adalah 30-60mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis, sedangkan klindamisin 8-16 mg/kgBB/hari atau sampai 20 mg/kgBB/hari pada infeksi berat, dibagi dalam 3-4 dosis
  6. Eritromisin 4 x 500 mg sehari per oral. Efektivitasnya kurang dibandingkan linkomisin/klindamisin. Eritromisin cepat menyebabkan resistensi dan sering menimbulkan gangguan pada traktus gastrointestinal, antara lain sering memberikan rasa tidak enak di lambung. Dosis anak 30-50mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis.
  7. Sefalosforin misalnya sefadroksil 2 x 500 mg sehari per oral. Dosis untuk anak 25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis.
  8. Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna, obat ini tidak diserap oleh usus.
  9. Antihistamin sebagai kompetitif histamin. Dapat digunakan golongan sedasi (klasik) maupun nonsedasi (AH baru).

Topikal
  1. Bentuk salep atau krim kombinasi basitrasin dan neomisin, kortikosteroid.
  2. Solusio mupirosin 5 %
  3. Garam fusidat 2 %
  4. Pada lesi yang eksudatif atau penuh krusta perlu diberikan kompres terbuka, contohnya larutan permanganas kalikulus 1/5000, larutan rivanol 1 % dan yodium povidon 7,5 % yang dilarutkan 10 kali. Yang terakhir ini lebih efektif, hanya pada sebagian kecil mengalami sensitisasi karena yodium. Rivanol mempunyai kekurangan karena mengiritasi kulit.
  5. Larutan ungu gentian ½-1% untuk selaput lendir, 1-2% untuk kulit, dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari.Nistatin berupa krim, salep dan emulsi.Amfoterisin B
  6. Grup azol antara lain :
    • Mikanazol 2% berupa krim atau bedak.
    • Klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dan krim.
    • Tiokonazol, bufanazol, isikonazol.
    • Siklopirokzolamin 1 % larutan, krim.
    • Antimikotik lain yang berspektrum luas.
  7. Belerang endap (sulfur presipitatum) 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Pada bayi sulfur presipitatum 5% dalam minyak sangat aman dan efektif. Kekurangannya adalah pemakaian tidak boleh kurang dari 3 hari karena tidak efektif terhadap stadium telur, berbau, mengotori pakaian dan dapat menimbulkan iritasi.Emulsi benzil-benzoat 20-25% efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama 3 kali. Obat ini sulit diperoleh, sering menimbulkan iritasi dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
  8. Krotamiton 10% dalam krim atau losio mempunyai efek sebagai antiskabies dan antigatal. Harus dijauhkan dari mata, mulut dan uretra. Krim (eurax) hanya efektif pada 50-60% pasien. Digunakan selama 2 malam berturut-turut dan dibersihkan selama 24 jam pemakaian terakhir.
  9. Krim permetin 5% merupakan obat yang paling efektif dan aman karena sangat mematikan untuk parasi S. Scabiei dan memiliki toksisitas rendah pada manusia.

Pencegahan

Cara mencegah penyakit kulit ini yaitu cukup dengan menjaga higiene kulit misalnya memandikan secara teratur, yaitu dua kali sehari, rajin mengganti popok, memilih bahan pakaian yang lembut seperti bahan katun yang gampang menyerap keringat, mencegah kontak dengan penderita serta menjaga udara kamar agar tetap sejuk dan nyaman.

Ruangan dengan ventilasi udara cukup sangat dianjurkan, terutama di kota-kota besar yang panas dan pengap. Usahakan kamar balita diberi jendela lebar sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam ruangan lancar.



Artikel terkait:
Baca juga:
- Kegemaran bayi
- JENIS PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA
- Infeksi Kulit akibat Virus
- PENYAKIT MULUT DAN GIGI
- Tips-tips perawatan bayi
- PENYAKIT THT
- Grafik berat badan bayi
- PENYAKIT KULIT
- Bahasa tubuh bayi
- PENYAKIT KELAMIN
- Gejala dan tindakan pengobatan
- PENYAKIT MENULAR DARI SATWA LIAR
- Infeksi parasit pada kulit
- TIPS-TIPS KESEHATAN
- Penyakit kulit menular
- DUNIA BAYI

Jumat, 21 November 2008

Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan Kepribadian Antisosial
Gangguan Kepribadian Antisosial sering disebut Psikopat atau Sosiopat, dan sering dikaitkan dengan penyalahgunaan obat dan perilaku kriminal. DSM IV mengharuskan orang berusia sedikitnya 18 tahun untuk didiagnosis gangguan ini, dimana penderita gangguan ini sering telah menampakkan gejala pada usia sebelum 15 tahun.

Survey di Amerika Serikat lebih dari 3,5% populasi memenuhi kriteria Gangguan Kepribadian Antisosial, dengan perbandingan pria 4 kali lebih banyak daripada wanita dan orang kulit putih lebih banyak dibandingkan dengan orang kulit hitam.

Penelitian-penelitian tentang gangguan ini banyak dilakukan pada populasi penjara karena penderita hampir selalu berhubungan dengan kriminal dan penyalahgunaan obat dan alkoholisme.

Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Antisosial adalah :
  • Bersikap tidak perduli dengan perasaan orang lain, kacau, sadistik, dan ugal-ugalan.
  • Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap, dan tidak perduli terhadap norma, peraturan, dan kewajiban sosial.
  • Tidak mampu untuk mempertahankan hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya.
  • Mudah frustasi dan bertindak agresif, termasuk tindak kekerasan.
  • Tidak mampu untuk menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman, terutama dari hukuman.
  • Sangat cenderung untuk menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang dapat diterima, untuk perilaku yang telah membawa penderita dalam konflik sosial.
Termasuk : Kepribadian Amoral, Asosial, Psikopatik dan Sosiopatik.
Tidak termasuk : Gangguan Tingkah Laku, Gangguan Kepribadian Emosional Tidak Stabil.

Psikodinamika Gangguan Kepribadian Antisosial

Penyebab dari gangguan ini selalu dimulai dengan tidak adanya cinta orang tua yang akan mengarahkan pada tidak adanya kepercayaan (lack of basic trust), kemudian menjadi gejala antisosial yang melalui suatu proses pembelajaran (reinforcement). Pada penderita ditemukan tingkat kecemasan yang rendah, sehingga mereka lebih berani mengambil resiko dan sesuatu yang menggetarkan.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Antisosial

Sekitar 25% seluruh penderita Gangguan Kepribadian Antisosial mendapat pengobatan, tetapi tidak ada yang efektif. Problem utama dari pengobatan adalah bahwa pasien tidak merasa bersalah dan tidak ada keinginan untuk berubah.

Beberapa terapi perilaku mencoba untuk mengarahkan penderita dengan mengandalkan pada isu moral dalam pengobatan, dan dicoba untuk membuat komunikasi terapoitik, tetapi hingga saat ini tidak ada atau sedikit hasilnya.

link : Kesehatan dan Gangguan Jiwa >> Gangguan Kepribadian >> Gangguan Kepribadian Antisosial