Katarak tidak pernah dan tidak dapat menyebabkan rasa nyeri. Katarak hanya memengaruhi kualitas penglihatan. Kondisi ini muncul nyaris tanpa diketahui dan hampir selalu berjalan dengan sangat lambat. Biasanya proses keopakan berjalan dengan stabil, tetapi kadang-kadang terjadi percepatan yang singkat yang diikuti dengan periode panjang dimana tidak terlihat perubahan yang nyata. Banyak katarak yang mengubah cara berbagai gelombang cahaya melewati lensa, sehingga cahaya merah dan kuning bisa lewat dengan lebih mudah daripada cahaya biru. Sekali lagi, efeknya bertahap dan tidak mudah dikenali, tetapi setelah pembedahan katarak pasien biasanya menyatakan kegembiraannya dengan menyebutkan betapa terangnya warna langit atau betapa terangnya benda-benda berwama biru.
Efek lain dari meningkatkan kepadatan di dalam lensa adalah meningkatnya daya untuk membelokkan sinar cahaya. Ini dikenal sebagai peningkatan indeks refraksi lensa mata. Efeknya membuat jarak pandang penderitanya semakin lama semakin pendek. Ini memungkinkan mereka, paling tidak untuk sementara waktu, dapat membaca tanpa kacamata baca dan bahkan mungkin menimbulkan ilusi bahwa penglihatan mereka membaik. Tetapi, kemampuan untuk melihat secara rinci hampir selalu disertai dengan mengabumya benda-benda yang jauh letaknya. Penderita yang berada dalam situasi ini sering membeli serentetan kacamata minus yang semakin lama semakin tinggi ukurannya dan membuang uang yang cukup besar dalam upaya untuk dapat melihat lebih jelas yang pada akhimya ternyata sia-sia. Tidak ada yang salah dalam hal ini kecuali bahwa hal ini membuat tabungan Anda menyusut.
Gejala katarak yang paling penting adalah hilangnya kejelasan penglihatan yang progresif di bagian tengah bidang penglihatan. Keadaan ini sangat mengganggu dan melumpuhkan, terutama jika keopakan (keputihan) lensa mata menyebabkan menyebarnya cahaya. Beberapa orang mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada matanya ketika mereka harus berhenti mengemudi di malam hari karena tidak dapat menahan silaunya kilauan lampu mobil yang menuju ke arahnya. Beberapa, sebaliknya, tidak menyadari efek ini dan hanya menganggap bahwa mereka tidak bisa melihat sebaik dulu. Begitu protein lensa mata mengalami pemadatan dan serat-serat menjadi tidak teratur, tidak ada cara untuk memperbaiki kebeningan lensa. Satu-satunya pengobatan adalah melepaskan lensa yang sudah buram dan menggantinya dengan lensa plastik kecil yang sampuma secara optik yang ditanamkan dengan penuh perhitungan untuk memfokuskan mata dengan benar.
Pustaka
Antioksidan Oleh Dr. Robert Youngson
Sumber: http://artikelkedokteran.net/gejala-katarak.html
Artikel Terkait:
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 April 2011
Kamis, 17 Februari 2011
Infeksi Mata Konjungtivitis
Inflamasi konjungtiva mata yang disebabkan oleh proses infeksi, iritasi fisik, atau respons alergi dikenal sebagai konjungtivitis. Pada inflamasi, konjungtiva menjadi merah, bengkak, dan nyeri ditekan. Konjungtivitis akibat infeksi bakteri kadang-kadang disebut mata merah (pink eye). Mata merah dapat terjadi sendiri, atau dapat terjadi bersamaan dengan infeksi telinga. Konjungtivitis viral sering disebabkan oleh infeksi adenovirus. Konjungtivitis bakterial dan viral sangat menular. Konjungtivitis alergi terjadi sebagai bagian dari reaksi inflamasi terhadap alergen lingkungan. Stimulasi fisik oleh benda asing di mata juga akan mengiritasi dan menginflamasi konjungtiva sehingga menyebabkan inflamasi dan nyeri.
Gambaran Klinis
Diagnosis
Komplikasi
Penatalaksanaan
Daftar Pustaka Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin
Source: http://fkunhas.com/infeksi-mata-konjungtivitis-20110206985.html
Artikel Terkait:
Gambaran Klinis
- Konjungtiva merah dan bengkak. Pada konjungtivitis infeksi atau alergi, kedua mata biasanya terkena.
- Fotofobia (aversi terhadap cahaya).
- Rabas purulen adalah karakteristik konjungtivitis bakterial. Infeksi dan rabas sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata yang lain. Mata mungkin tertutup oleh selaput kehijauan.
- Rabas encer dan jernih adalah karakteristik konjungtivitis viral. Konjungtivitis viral sering menyertai infeksi saluran napas atas.
- Rasa panas dan gatal pada mata adalah karakteristik konjungtivitis alergi.
- Konjungtivitis akibat benda asing dikaitkan dengan ketidaknyamanan dan perasaan seperti ada pasir atau kerikil halus pada mata. Biasanya dengan benda asing, hanya satu mata yang terkena.
Diagnosis
- Diagnosis ditegakkan setelah riwayat dan pemeriksaan fisik. Kultur dapat diperlukan pada beberapa keadaan.
- Benda asing pada mata harus divisualisasi dengan menggunakan lampu khusus, yang disebut lampu Wood.
Komplikasi
- Infeksi bakteri tertentu (gonore, beberapa jenis konjungtivitas klamidia) dan infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika tidak diobati.
- Benda asing di mata dapat menyebabkan abrasi kornea dan pem-bentukan jaringan parut.
- Konjungtivitas dapat menjadi gejala awal penyakit sistemik berat, yaitu penyakit Kawasaki. Penyakit ini adalah salah satu vaskulitis yang tersebar luas yang memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk jantung, otak, sendi, Kati, dan rnata. Penyakit ini dimulai secara akut dengan demam tinggi, yang diikuti secara singkat dengan konjungtivitis bilateral yang signifikan karena tidak adanya rabas dan prosesnya yang lama. Ruam dan pembengkakan tangan dan kaki menyertai gejala awal ini. Diagnosis dini penting untuk mencegah kerusakan pada arteri koroner. Terapi untuk penyakit Kawasaki mencakup penggunaan aspirin dan globulin gama.
Penatalaksanaan
- Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan tetes mata atau krim antibiotik, tetapi sering sembuh dalam waktu sekitar dua minggu walaupun tanpa pengobatan. Karena konjungtivitis bakterial sangat menular di antara anggota keluarga dan teman sekolah, diperlukan teknik mencuci tangan yang baik dan pemisahan handuk bagi individu yang terinfeksi. Anggota keluarga tidak boleh bertukar bantal atau seprai.
- Konjungtivitas yang juga berhubungan dengan otitis media diobati dengan antibiotik sistemik. Kompres hangat pada mata dapat mengeluarkan rabas.
- Konjungtivitis viral biasanya diobati dengan kompres hangat. Teknik mencuci tangan yang baik diperlukan untuk mencegah penularan.
- Konjungtivitis alergi diobati dengan menghindari alergen apabila mungkin. Antihistamin atau tetes mata yang mengandung steroid dapat digunakan untuk mengurangi gatal dan inflamasi.
- Konjungtivitis yang disebabkan iritan diobati dengan mengeluarkan benda asing, diikuti dengan penggunaan obat antibakteri.
Daftar Pustaka Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin
Source: http://fkunhas.com/infeksi-mata-konjungtivitis-20110206985.html
Artikel Terkait:
Rabu, 20 Januari 2010
Penyakit Mata
- Ablasio Retina
- Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis)
- Blefaritis
- Canaliculitis
- Cedera Bola Mata
- Cedera Mata
- Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)
- Dakriostenosis
- Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)
- Endoftalmitis
- Entropion & Ektropion
- Episkleritis
- Gangguan Saraf Optik
- Glaukoma
- Hordeolum (Stye)
- Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
- Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea
- Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea
- Infeksi Mata Konjungtivitis
- Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)
- Iritis Trauma dan Iritis Kimia
- Kalazion
- Kanker yang Mempengaruhi Retina
- Katarak
- Kelainan Pembuluh Darah Retina
- Kelainan Refraktif
- Kelainan Saraf Optikus
- Kemunduran/Degenerasi Makula
- Keratitis Pungtata Superfisialis
- Keratitis Ulserativa Perifer
- Keratokonjungtivitis Sikka
- Keratokonjungtivitis Vernalis
- Keratokonus
- Keratomalasia
- Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)
- Konjungtivitis
- Mata & Penglihatan
- Melanoma Koroid
- Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)
- Optic Neuritis
- Patah Tulang Orbita
- Pelepasan Retina
- Pembengkakan Kelopak Mata
- Pembengkakan Rongga Mata
- Retinitis Pigmentosa
- Retinopati Diabetikum
- Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)
- Selulitis Orbitalis
- Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)
- Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
- Trakoma
- Trichiasis
- Trombosis Sinus Kavernosus
- Tumor Jinak Konjungtiva
- Tumor Kelopak Mata
- Ulkus Kornea
- Uveitis (Radang Uvea)
Jumat, 08 Januari 2010
Iritis Trauma dan Iritis Kimia
DEFINISI
Iritis (juga dikenal sebagai iridocyclitis atau uveitis) adalah peradangan pada lapisan dalam mata berpigmen (uvea), iris, atau keduanya.
Iritis bisa terjadi setelah trauma benda tumpul pada mata atau terbakar bahan kimia, biasanya dalam 3 hari. Meskipun begitu, iritis bisa juga terjadi tanpa luka.
Gejala bisa termasuk sobekan, mata merah, dan sakit sekali pada mata. Biasanya orang mengalami beberapa penglihatan buram atau rasa sakit ketika terkena sinar yang terang (photophobia).
DIAGNOSA
Dokter mendasari diagnosa pada riwayat orang tersebut, gejala-gejala, dan hasil pemeriksaan lampu slit.
PENGOBATAN
Iritis diobati dengan meneteskan ke dalam mata obat yang memperbesar pupil. Obat tersebut menenangkan otot pada bagian berwarna mata (iris), yang kejang terasa sakit sekali. Obat-obatan ini disebut cycloplegics dan termasuk cyclopentolate dan homatropine. Kortikosteroid tetes mata biasanya cukup untuk menghilangkan rasa sakit, tetapi bila diperlukan, orang tersebut bisa juga menggunakan acetaminophen.
Iritis (juga dikenal sebagai iridocyclitis atau uveitis) adalah peradangan pada lapisan dalam mata berpigmen (uvea), iris, atau keduanya.
Iritis bisa terjadi setelah trauma benda tumpul pada mata atau terbakar bahan kimia, biasanya dalam 3 hari. Meskipun begitu, iritis bisa juga terjadi tanpa luka.
Gejala bisa termasuk sobekan, mata merah, dan sakit sekali pada mata. Biasanya orang mengalami beberapa penglihatan buram atau rasa sakit ketika terkena sinar yang terang (photophobia).
DIAGNOSA
Dokter mendasari diagnosa pada riwayat orang tersebut, gejala-gejala, dan hasil pemeriksaan lampu slit.
PENGOBATAN
Iritis diobati dengan meneteskan ke dalam mata obat yang memperbesar pupil. Obat tersebut menenangkan otot pada bagian berwarna mata (iris), yang kejang terasa sakit sekali. Obat-obatan ini disebut cycloplegics dan termasuk cyclopentolate dan homatropine. Kortikosteroid tetes mata biasanya cukup untuk menghilangkan rasa sakit, tetapi bila diperlukan, orang tersebut bisa juga menggunakan acetaminophen.
Cedera Bola Mata
DEFINISI
Kebanyakan luka (pencabikan) di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan kecil. Meskipun begitu, beberapa luka yang melewati putih mata (sklera) atau kubah transparan pada permukaan mata (kornea), menembus interior mata. Beberapa luka dianggap bola mata yang pecah (globe). Globe bisa juga pecah oleh pukulan keras. Beberapa pencabikan bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk penglihatan. Mereka juga cenderung mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis).
GEJALA
Kebanyakan orang dengan globe pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar menyimpang dan pupil kemungkinan tajam seperti tetesan air mata. Kadangkala cairan keluar dari mata.
DIAGNOSA
Evaluasi dengan segera oleh seorang ahli mata (dokter medis yang spesialisasinya pada gangguan mata) diperlukan.
Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya mempengaruhi selaput lendir tipis yang melindungi kornea (conjunctiva). Bahkan sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi kemungkinan infeksi di dalam mata. Infus antibiotik diberikan. Salep harus dihindari. Perisai pelindung (baik produk komersil atau bagian bawah mangkuk kertas) dibalutkan sepanjang mata untuk menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan isi mata melalui pencabikan. Jika diperlukan, muntah bisa dikendalikan dengan obat-obatan yang mengobati mual. Tetes mata diberikan untuk membesarkan pupil, yang bisa membantu mencegah jaringan luka parut yang terbentuk pada bagian berwarna mata (iris) dan bisa mengurangi luka dan kepekaan terhadap sinar yang seringkali terjadi setelah luka. Obat-obatan untuk nyeri diberikan secara infus atau, jika operasi perbaikan tidak diperlukan, diberikan melalui mulut.
PENGOBATAN
Bahkan setelah semua kemungkinan pengobatan medis dan operasi, luka serius bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau seluruh. Sangat jarang, setelah pencabikan bola mata (atau operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang (sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya sebagian penglihatan atau bahkan kebutaan jika dibiarkan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil, dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter seringkali mengangkat mata rusak yang tidak dapat diubah untuk mencegah sympathetic ophthalmia.
Kebanyakan luka (pencabikan) di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan kecil. Meskipun begitu, beberapa luka yang melewati putih mata (sklera) atau kubah transparan pada permukaan mata (kornea), menembus interior mata. Beberapa luka dianggap bola mata yang pecah (globe). Globe bisa juga pecah oleh pukulan keras. Beberapa pencabikan bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk penglihatan. Mereka juga cenderung mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis).
GEJALA
Kebanyakan orang dengan globe pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar menyimpang dan pupil kemungkinan tajam seperti tetesan air mata. Kadangkala cairan keluar dari mata.
DIAGNOSA
Evaluasi dengan segera oleh seorang ahli mata (dokter medis yang spesialisasinya pada gangguan mata) diperlukan.
Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya mempengaruhi selaput lendir tipis yang melindungi kornea (conjunctiva). Bahkan sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi kemungkinan infeksi di dalam mata. Infus antibiotik diberikan. Salep harus dihindari. Perisai pelindung (baik produk komersil atau bagian bawah mangkuk kertas) dibalutkan sepanjang mata untuk menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan isi mata melalui pencabikan. Jika diperlukan, muntah bisa dikendalikan dengan obat-obatan yang mengobati mual. Tetes mata diberikan untuk membesarkan pupil, yang bisa membantu mencegah jaringan luka parut yang terbentuk pada bagian berwarna mata (iris) dan bisa mengurangi luka dan kepekaan terhadap sinar yang seringkali terjadi setelah luka. Obat-obatan untuk nyeri diberikan secara infus atau, jika operasi perbaikan tidak diperlukan, diberikan melalui mulut.
PENGOBATAN
Bahkan setelah semua kemungkinan pengobatan medis dan operasi, luka serius bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau seluruh. Sangat jarang, setelah pencabikan bola mata (atau operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang (sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya sebagian penglihatan atau bahkan kebutaan jika dibiarkan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil, dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter seringkali mengangkat mata rusak yang tidak dapat diubah untuk mencegah sympathetic ophthalmia.
Mata & Penglihatan
DEFINISI
Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.
STRUKTUR & FUNGSI
Mata memiliki struktur sebagai berikut:
Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH
Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.
STRUKTUR PELINDUNG
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.
KEBUTAAN
Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan. Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan. Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.
Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman penuh. Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.
Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.
Penyebab kebutaan
Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
- cahaya tidak dapat mencapai retina
- cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
- retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
- kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
- otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.
Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:
Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.
STRUKTUR & FUNGSI
Mata memiliki struktur sebagai berikut:
- Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.
- Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
- Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
- Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
- Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
- Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
- Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
- Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
- Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
- Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).
Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
- Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa.
- Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.
Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
- Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris
- Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.
OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH
Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.
- Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak
- Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
- Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita.
STRUKTUR PELINDUNG
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.
- Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.
- Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.
- Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.
- Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung.
Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
KEBUTAAN
Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan. Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan. Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.
Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman penuh. Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.
Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.
Penyebab kebutaan
Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
- cahaya tidak dapat mencapai retina
- cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
- retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
- kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
- otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.
Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:
- Katarak
- Kelainan refraksi
- Ablasio retina
- Retinitis pigmentosa
- Diabetes
- Degenerasi makuler
- Sklerosis multipel
- Tumor kelenjar hipofisa
- Glaukoma
- Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil akibat stroke, tumor atau penyakit lainnya.
Melanoma Koroid
DEFINISI
Melanoma Koroid adalah tumor pada lapisan koroid mata. Melanoma maligna pada koroid merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan.
PENYEBAB
Melanoma merupakan jenis kanker yang sangat agresif dan bisa cepat menyebar. Melanoma bisa disebabkan oleh pemaparan sinar matahari yang berlebihan. Yang paling sering terkena adalah orang-orang yang berkulit terang dan bermata biru. Mata bisa merupakan organ tumor yang utama atau mungkin juga kanker berasal dari organ tubuh lainnya.
GEJALA
Pada stadium awal, melanoma biasanya tidak menyebabkan gangguan penglihatan, tetapi pada akhirnya tumor bisa menyebabkan ablasio retina dan gangguan penglihatan.
Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah:
- mata merah dan nyeri
- luka kecil pada iris atau konjungtiva
- perubahan warna iris
- gangguan penglihatan pada salah satu mata
- mata menonjol.
Atau mungkin juga tidak ada gejala sama sekali.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan mata dengan menggunakan oftalmoskop.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- USG mata
- CT scan tulang tengkorak
- MRI kepala.
PENGOBATAN
Jika berukuran kecil, tumor bisa diatasi dengan laser atau terapi penyinaran. Jika tumor berukuran besar, mata harus diangkat. Jika mata tidak diangkat, tumor bisa menyebar ke rongga mata (orbita) dan ke organ lainnya (melalui pembuluh darah), menyebabkan kematian. Jika tumor telah menyebar, dilakukan kemoterapi.
PENCEGAHAN
Untuk mengurangi pemaparan sinar matahari, hendaknya gunakan kaca mata hitam jika berada di luar rumah/ruangan.
Melanoma Koroid adalah tumor pada lapisan koroid mata. Melanoma maligna pada koroid merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan.
PENYEBAB
Melanoma merupakan jenis kanker yang sangat agresif dan bisa cepat menyebar. Melanoma bisa disebabkan oleh pemaparan sinar matahari yang berlebihan. Yang paling sering terkena adalah orang-orang yang berkulit terang dan bermata biru. Mata bisa merupakan organ tumor yang utama atau mungkin juga kanker berasal dari organ tubuh lainnya.
GEJALA
Pada stadium awal, melanoma biasanya tidak menyebabkan gangguan penglihatan, tetapi pada akhirnya tumor bisa menyebabkan ablasio retina dan gangguan penglihatan.
Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah:
- mata merah dan nyeri
- luka kecil pada iris atau konjungtiva
- perubahan warna iris
- gangguan penglihatan pada salah satu mata
- mata menonjol.
Atau mungkin juga tidak ada gejala sama sekali.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan mata dengan menggunakan oftalmoskop.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- USG mata
- CT scan tulang tengkorak
- MRI kepala.
PENGOBATAN
Jika berukuran kecil, tumor bisa diatasi dengan laser atau terapi penyinaran. Jika tumor berukuran besar, mata harus diangkat. Jika mata tidak diangkat, tumor bisa menyebar ke rongga mata (orbita) dan ke organ lainnya (melalui pembuluh darah), menyebabkan kematian. Jika tumor telah menyebar, dilakukan kemoterapi.
PENCEGAHAN
Untuk mengurangi pemaparan sinar matahari, hendaknya gunakan kaca mata hitam jika berada di luar rumah/ruangan.
Uveitis (Radang Uvea)
DEFINISI
Uveitis adalah peradangan pada uvea.
Uvea (disebut juga saluran uvea) terdiri dari 3 struktur:
Sebagian atau seluruh uvea bisa mengalami peradangan. Peradangan yang terbatas pada iris disebut iritis, jika terbatas pada koroid disebut koroiditis.
PENYEBAB
Penyebab uveitis:
GEJALA
Gejala awal pada uveitis mungkin tidak terlalu berat. Penglihatan menjadi kabur atau penderita melihat bintik-bintik hitam yang melayang-layang. Pada iritis biasanya timbul nyeri hebat, kemerahan pada sklera (bagian putih mata) dan fotofobia (peka terhadap cahaya).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).
PENGOBATAN
Pengobatan harus segera diberikan untuk mencegah kerusakan menetap. Hampir selalu diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Obat lainnya diberikan untuk mengatasi penyebabnya (misalnya anti-infeksi diberikan untuk membasmi bakteri atau parasit).
Uveitis adalah peradangan pada uvea.
Uvea (disebut juga saluran uvea) terdiri dari 3 struktur:
- Iris : cincin berwarna yang melingkari pupil yang berwarna hitam
- Badan silier : otot-otot yang membuat lensa menjadi lebih tebal sehingga mata bisa fokus pada objek dekat dan lensa menjadi lebih tipis sehingga mata bisa fokus pada objek jauh
- Koroid : lapisan mata bagian dalam yang membentang dari ujung otot silier ke saraf optikus di bagian belakang mata.
Sebagian atau seluruh uvea bisa mengalami peradangan. Peradangan yang terbatas pada iris disebut iritis, jika terbatas pada koroid disebut koroiditis.
PENYEBAB
Penyebab uveitis:
- Spondilitis ankilosis
- Sindroma Reiter
- Artritis rematoid juvenil
- Pars planitis
- Toksoplasmosis
- Infeksi sitomegalovirus
- Nekrosis retinal akut
- Toksokariasis
- Histoplasmosis
- Tuberkulosis
- Sifilis
- Sindroma Behcet
- Oftalmia simpatetik
- Sindroma Vogt-Konayagi-Harada
- Sarkoidosis
- Sarkoma atau limfoma.
GEJALA
Gejala awal pada uveitis mungkin tidak terlalu berat. Penglihatan menjadi kabur atau penderita melihat bintik-bintik hitam yang melayang-layang. Pada iritis biasanya timbul nyeri hebat, kemerahan pada sklera (bagian putih mata) dan fotofobia (peka terhadap cahaya).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).
PENGOBATAN
Pengobatan harus segera diberikan untuk mencegah kerusakan menetap. Hampir selalu diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Obat lainnya diberikan untuk mengatasi penyebabnya (misalnya anti-infeksi diberikan untuk membasmi bakteri atau parasit).
Cedera Mata
DEFINISI
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
LUKA TUMPUL
Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan). Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata hitam. Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.

Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata. Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.
Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran. Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam. Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring. Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya asetazolamid). Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat. Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING
Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan oleh benda asing. Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan. Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda tersebut bisa dibuang oleh dokter. Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep antibiotik selama beberapa hari. Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan plester. Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR
Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar. Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata. Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata. Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata.
Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air. Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata). Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
LUKA TUMPUL
Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan). Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata hitam. Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.

Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata. Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.
Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran. Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam. Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring. Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya asetazolamid). Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat. Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING
Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan oleh benda asing. Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan. Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda tersebut bisa dibuang oleh dokter. Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep antibiotik selama beberapa hari. Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan plester. Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR
Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar. Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata. Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata. Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata.
Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air. Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata). Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.
Kelainan Refraktif
DEFINISI
Dalam keadaan normal, mata menghasilkan gambaran yang jelas karena cahaya yang masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa, sehingga terfokus ke retina. Retina mengirimkan gambaran yang terbentuk ke otak melalui saraf optikus. Bentuk kornea tetap, tetapi bentuk lensa berubah agar terfokus pada objek yang memiliki jarak yang berlainan dari mata.
Pada kelainan refraktif, cahaya tidak dibiaskan sebagaimana mestinya sehingga gambaran yang terbentuk terlihat kabur.
GEJALA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan, pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut afakia.
DIAGNOSA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan, pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut afakia.
PENGOBATAN
Kacamata & Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak memperbaiki kelainan refraktif dengan cara menambah atau mengurangi kekuatan fokus pada kornea dan lensa. Kekuatan yang diperlukan untuk memfokuskan gambaran secara langsung ke retina diukur dalam dioptri. Pengukuran ini juga dikenal sebagai resep kacamata.
Pada miopia, kornea dan lensa terlalu banyak memiliki kekuatan fokus, sehingga cahaya yang dibiaskan bertemu pada suatu titik di depan retina. Kacamata dan lensa kontak mengatasi keadaan ini dengan cara mengurangi kekuatan fokus mata yang alami dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina. Untuk miopia, resepnya adalah negatif, misalnya -4,25 dioptri.
Pada hiperopia, kacamata dan lensa kontak menambah kekuatan fokus, sehingga kebika memasuki mata, cahaya lebih banyak dibiaskan. Proses ini memindahkan titik fokus ke retina sehingga pandangan menjadi jelas. Untuk hiperopia, resepnya adalah positif, misalnya +4,25 dioptri.
Pada astigmata, bentuk lensa pada kacamata menggantikan lengkung kornea yang ganjil dan memfokuskan cahaya pada suatu titik di retina.
Kacamata
Cara yang mudah untuk memperbaiki kelainan refraktif adalah dengan menggunakan kacamata. Lensa plastik untuk kacamata lebih ringan tetapi cenderung meregang, sedangkan lensa kaca lebih tahan lama tetapi mudah pecah. Kedua jenis lensa tersebut bisa diberi warna atau diberi bahan kimia yang secara otomatis menggelapkan lensa jika penderita berada di bawah sinar. Lensa juga bisa dilapisi untuk mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang sampai ke mata.
Bifokus adalah kacamata yang digunakan untuk mengatasi presbiopia. Kacamata ini memiliki 2 lensa, yaitu untuk membaca dipasang di bawah dan untuk melihat jarak jauh di pasang di atas. Jika penglihatan jarak jauh masih baik, bisa digunakan kacamata untuk baca yang dijual bebas. Tidak ada latihan atau obat-obatan yang bisa memperbaiki persbiopia.
Lensa kontak
Banyak yang mengira bahwa dengan menggunakan lensa kontak maka penglihatan menjadi lebih alami. Lensa kontak memerlukan perawatan yang lebih teliti, bisa merusak mata dan pada orang-orang tertentu tidak dapat memperbaiki penglihatan sebaik kacamata. Lanjut usia dan penderita artritis mungkin akan mengalami kesulitan dalam merawat dan memasang lensa kontak.
Macam-macam lensa kontak:
Lanjut usia biasanya lebih menyukai lensa yang lunak karena perawatannya lebih mudah dan ukurannya lebih besar. Lensa ini juga tidak mudah lepas atau debu atau kotoran lainnya tidak mudah masuk ke bawahnya. Selain itu lensa kontak yang lunak memberikan kenyamanan ketika pertama kali dipakai, meskipun memerlukan perawatan yang cermat.
Kebanyakan lensa kontak harus dilepas dan dibersihkan setiap hari. Atau bisa digunakan lensa sekali pakai, ada yang diganti setiap 1-2 minggu sekali atau ada juga yang diganti setiap hari. Lensa sekali pakai tidak perlu dibersihkan dan disimpan karena setiap kali diganti dengan yang baru.
Setiap jenis lensa kontak memiliki resiko yaitu komplikasi yang serius, termasuk ulserasi kornea akibat infeksi yang bisa menyebabkan kebutaan. Resiko ini bisa dikurangi dengan mengikuti aturan pemakaian dari pembuat lensa kontak dan petunjuk dari dokter mata.
Jika timbul rasa tidak nyaman, air mata yang berlebihan, perubahan penglihatan atau mata menjadi merah, sebaiknya lensa segera dilepas dan periksakan mata ke dokter mata.
Cara membaca resep kacamata
Contoh 1.
Resep diatas dibaca sebagai berikut:
Mata kanan positif 2,50; positif 1,00; axis 180. Mata kiri positif 1,75; positif 1,5; axis 180.
Kolum sferis menunjukkan miopia atau hiperopia. Kolum silindris menunjukkan astigmata. Kolum axis menunjukkan orientasi dalam derajat dari bidang horisontal. Angka silindris menunjukkan perbedaan dioptri antara lengkung kornea terrendah dan lengkung kornea tercuram.
Kekuatan lensa diukur dalam satuan dioptri, yang berdasarkan kepada banyaknya cahaya yang akan dibiaskan melalui lensa. Jika kekuatan lensa meningkat, maka ketebalan lensapun bertambah.
Terdapat 3 jenis lensa:
Contoh 2.
Resep ini dibaca sebagai berikut:
Mata kanan minus 1,25; minus 2,5; axis 90. Mata kiri minus 0,75; minus 2,25; axis 90.
Artinya mata kanan menderita miop sebesar 1? dioptri, astigmata sebesar 2? dioptri dengan orientasi silindris 90?. Mata kiri menderita miop sebesar ? dioptri, astigmata sebesar 2? dioptri dengan orientasi silindris 90?. Diperlukan kacamata bifokus dengan kekuatan lensa sebesar +1? untuk membantu membaca.
Pembedahan & Terapi Laser
Pembedahan dan terapi laser bisa digunakan untuk memperbaiki miopia, hiperopia dan astigmata. Tetapi prosedur tersebut biasanya tidak mampu memperbaiki penglihatan sebaik kacamata dan lensa kontak. Sebelum menjalani prosedur tersebut, sebaiknya penderita mendiskusikannya dengan seorang ahli mata dan mempertimbangkan keuntungan serta kerugiannya.
Pembedahan refraktif biasanya dijalani oleh penderita yang penglihatannya tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak dan penderita yang tidak dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak.
Dalam keadaan normal, mata menghasilkan gambaran yang jelas karena cahaya yang masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa, sehingga terfokus ke retina. Retina mengirimkan gambaran yang terbentuk ke otak melalui saraf optikus. Bentuk kornea tetap, tetapi bentuk lensa berubah agar terfokus pada objek yang memiliki jarak yang berlainan dari mata.
Pada kelainan refraktif, cahaya tidak dibiaskan sebagaimana mestinya sehingga gambaran yang terbentuk terlihat kabur.
GEJALA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
- Miopia
Mata miopik lebih panjang daripada normal, sehingga cahaya terfokus di depan retina. Objek pada jarak pendek tampak jelas, tetapi objek pada jarak jauh terlihat kabur. Pada miopia, objek pada jarak jauh terlihat kabur karena mata terlalu panjang dan gambaran terfokus di depan retina bukan tepat pada retina.
Miopia merupakan kelainan yang diturunkan dan seringkali ditemukan pada anak-anak ketika mereka berusia 8-12 tahun. Antara usia 13-19 tahun, ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat, miopia semakin memburuk. Antara usia 20-40 tahun, biasanya terjadi sedikit perubahan.
Jika sifatnya ringan maka disebut miopia rendah, jika berat disebut miopia tinggi. Miopia tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya pelepasan retina. Penderita miopia harus memeriksakan matanya secara teratur guna mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada retina. Jika retina lepas, maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah pembedahan. - Hiperopia
Mata hiperopik lebih pendek daripada normal. Cahaya dari objek jarak dekat (misalnya ketika membaca buku), tidak dapat terfokus secara jelas pada retina. Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur.
Hiperopia juga diturunkan. Bayi dan anak-anak cenderung mengalami hiperopia ringan. Sejalan dengan pertumbuhan dan bertambah panjangnya mata, hiperopia semakin berkurang. - Astigmata
Kornea merupakan jendela mata. Kornea yang normal berbentuk bundar dan licin, seperti halnya bola basket. Pada astigmata, kornea lebih melengkung ke satu arah, berbentuk oval.
Astigmata menyebabkan distorsi atau pandangan kabur pada objek jarak dekat maupun jarak jauh. Penglihatan penderita hampir menyerupai penglihatan di rumah kaca, dimana seseorang terlihat terlalu tinggi, terlalu lebar atau terlalu kurus.
Astigmata bisa ditemukan bersama-sama dengan miopia maupun hiperopia. - Presbiopia
Pada usia muda, lensa mata masih lunak dan lentur, sehingga bentuknya bisa berubah-ubah guna memfokuskan objek dekat dan objek jauh. Setelah berusia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku. Lensa tidak dapat dengan mudah merubah bentuknya sehingga lebih sulit untuk membaca pada jarak dekat. Hal ini merupakan suatu keadaan yang normal, yang disebut dengan presbiopia. Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia, hiperopia maupun astigmata.


Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan, pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut afakia.
DIAGNOSA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
- Miopia
Mata miopik lebih panjang daripada normal, sehingga cahaya terfokus di depan retina. Objek pada jarak pendek tampak jelas, tetapi objek pada jarak jauh terlihat kabur. Pada miopia, objek pada jarak jauh terlihat kabur karena mata terlalu panjang dan gambaran terfokus di depan retina bukan tepat pada retina.
Miopia merupakan kelainan yang diturunkan dan seringkali ditemukan pada anak-anak ketika mereka berusia 8-12 tahun. Antara usia 13-19 tahun, ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat, miopia semakin memburuk. Antara usia 20-40 tahun, biasanya terjadi sedikit perubahan.
Jika sifatnya ringan maka disebut miopia rendah, jika berat disebut miopia tinggi. Miopia tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya pelepasan retina. Penderita miopia harus memeriksakan matanya secara teratur guna mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada retina. Jika retina lepas, maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah pembedahan. - Hiperopia
Mata hiperopik lebih pendek daripada normal. Cahaya dari objek jarak dekat (misalnya ketika membaca buku), tidak dapat terfokus secara jelas pada retina. Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur.
Hiperopia juga diturunkan.
Bayi dan anak-anak cenderung mengalami hiperopia ringan. Sejalan dengan pertumbuhan dan bertambah panjangnya mata, hiperopia semakin berkurang. - Astigmata
Kornea merupakan jendela mata. Kornea yang normal berbentuk bundar dan licin, seperti halnya bola basket. Pada astigmata, kornea lebih melengkung ke satu arah, berbentuk oval.
Astigmata menyebabkan distorsi atau pandangan kabur pada objek jarak dekat maupun jarak jauh. Penglihatan penderita hampir menyerupai penglihatan di rumah kaca, dimana seseorang terlihat terlalu tinggi, terlalu lebar atau terlalu kurus. Astigmata bisa ditemukan bersama-sama dengan miopia maupun hiperopia. - Presbiopia
Pada usia muda, lensa mata masih lunak dan lentur, sehingga bentuknya bisa berubah-ubah guna memfokuskan objek dekat dan objek jauh. Setelah berusia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku. Lensa tidak dapat dengan mudah merubah bentuknya sehingga lebih sulit untuk membaca pada jarak dekat. Hal ini merupakan suatu keadaan yang normal, yang disebut dengan presbiopia. Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia, hiperopia maupun astigmata.
Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan, pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut afakia.
PENGOBATAN
Kacamata & Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak memperbaiki kelainan refraktif dengan cara menambah atau mengurangi kekuatan fokus pada kornea dan lensa. Kekuatan yang diperlukan untuk memfokuskan gambaran secara langsung ke retina diukur dalam dioptri. Pengukuran ini juga dikenal sebagai resep kacamata.
Pada miopia, kornea dan lensa terlalu banyak memiliki kekuatan fokus, sehingga cahaya yang dibiaskan bertemu pada suatu titik di depan retina. Kacamata dan lensa kontak mengatasi keadaan ini dengan cara mengurangi kekuatan fokus mata yang alami dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina. Untuk miopia, resepnya adalah negatif, misalnya -4,25 dioptri.
Pada hiperopia, kacamata dan lensa kontak menambah kekuatan fokus, sehingga kebika memasuki mata, cahaya lebih banyak dibiaskan. Proses ini memindahkan titik fokus ke retina sehingga pandangan menjadi jelas. Untuk hiperopia, resepnya adalah positif, misalnya +4,25 dioptri.
Pada astigmata, bentuk lensa pada kacamata menggantikan lengkung kornea yang ganjil dan memfokuskan cahaya pada suatu titik di retina.
Kacamata
Cara yang mudah untuk memperbaiki kelainan refraktif adalah dengan menggunakan kacamata. Lensa plastik untuk kacamata lebih ringan tetapi cenderung meregang, sedangkan lensa kaca lebih tahan lama tetapi mudah pecah. Kedua jenis lensa tersebut bisa diberi warna atau diberi bahan kimia yang secara otomatis menggelapkan lensa jika penderita berada di bawah sinar. Lensa juga bisa dilapisi untuk mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang sampai ke mata.
Bifokus adalah kacamata yang digunakan untuk mengatasi presbiopia. Kacamata ini memiliki 2 lensa, yaitu untuk membaca dipasang di bawah dan untuk melihat jarak jauh di pasang di atas. Jika penglihatan jarak jauh masih baik, bisa digunakan kacamata untuk baca yang dijual bebas. Tidak ada latihan atau obat-obatan yang bisa memperbaiki persbiopia.
Lensa kontak
Banyak yang mengira bahwa dengan menggunakan lensa kontak maka penglihatan menjadi lebih alami. Lensa kontak memerlukan perawatan yang lebih teliti, bisa merusak mata dan pada orang-orang tertentu tidak dapat memperbaiki penglihatan sebaik kacamata. Lanjut usia dan penderita artritis mungkin akan mengalami kesulitan dalam merawat dan memasang lensa kontak.
Macam-macam lensa kontak:
- Lensa kontak yang kaku (keras) adalah lempengan tipis yang tebuat dari plastik keras
- Lensa yang dapat ditembus gas terbuat dari silikon dan bahan lainnya, lensa ini kaku tetapi memungkinkan penghantaran oksigen yang lebih baik ke kornea
- Lensa kontak hidrofilik yang lunak terbuta dari plastik lentur yang lebih lebar dan menutupi seluruh kornea
- Lensa non-hidrofilik yang paling lunak terbuat dari silikon.
Lanjut usia biasanya lebih menyukai lensa yang lunak karena perawatannya lebih mudah dan ukurannya lebih besar. Lensa ini juga tidak mudah lepas atau debu atau kotoran lainnya tidak mudah masuk ke bawahnya. Selain itu lensa kontak yang lunak memberikan kenyamanan ketika pertama kali dipakai, meskipun memerlukan perawatan yang cermat.
Kebanyakan lensa kontak harus dilepas dan dibersihkan setiap hari. Atau bisa digunakan lensa sekali pakai, ada yang diganti setiap 1-2 minggu sekali atau ada juga yang diganti setiap hari. Lensa sekali pakai tidak perlu dibersihkan dan disimpan karena setiap kali diganti dengan yang baru.
Setiap jenis lensa kontak memiliki resiko yaitu komplikasi yang serius, termasuk ulserasi kornea akibat infeksi yang bisa menyebabkan kebutaan. Resiko ini bisa dikurangi dengan mengikuti aturan pemakaian dari pembuat lensa kontak dan petunjuk dari dokter mata.
Jika timbul rasa tidak nyaman, air mata yang berlebihan, perubahan penglihatan atau mata menjadi merah, sebaiknya lensa segera dilepas dan periksakan mata ke dokter mata.
Cara membaca resep kacamata
Contoh 1.
| Sferis | Silindris | Axis | |
| OD | +2,50 | +1,00 | 180 |
| OS | +1,75 | +1,50 | 180 |
Resep diatas dibaca sebagai berikut:
Mata kanan positif 2,50; positif 1,00; axis 180. Mata kiri positif 1,75; positif 1,5; axis 180.
Kolum sferis menunjukkan miopia atau hiperopia. Kolum silindris menunjukkan astigmata. Kolum axis menunjukkan orientasi dalam derajat dari bidang horisontal. Angka silindris menunjukkan perbedaan dioptri antara lengkung kornea terrendah dan lengkung kornea tercuram.
Kekuatan lensa diukur dalam satuan dioptri, yang berdasarkan kepada banyaknya cahaya yang akan dibiaskan melalui lensa. Jika kekuatan lensa meningkat, maka ketebalan lensapun bertambah.
Terdapat 3 jenis lensa:
- Lensa Cembung (konveks)
Lensa ini bagian tengahnya lebih tebal, sedangkan ujungnya lebih tipis.
Cahaya dibiaskan ke 1 titik. Lensa cembung digunakan pada kacamata untuk hiperopia dan pada resep diberi tanda positif (+). - Lensa Cekung (konkaf)
Lensa ini memiliki bagian tengah yang lebih tipis dan cahaya dibiaskan secara tersebar. Lensa ini digunakan untuk mengkoreksi kelainan miopia dan memiliki tanda negatif (-). - Lensa Silindris
Lensa ini salah satu sisinya lebih melengkung dibandingkan dengan sisi yang lainnya. Lensa silindris digunakan untuk memperbaiki astigmata.
Contoh 2.
| Sferis | Silindris | Axis | |
| OD (mata kanan) | -1,25 | -2,50 | 90 |
| OS (mata kiri) | -0,75 | -2,25 | 90 |
| +1,50 add |
Resep ini dibaca sebagai berikut:
Mata kanan minus 1,25; minus 2,5; axis 90. Mata kiri minus 0,75; minus 2,25; axis 90.
Artinya mata kanan menderita miop sebesar 1? dioptri, astigmata sebesar 2? dioptri dengan orientasi silindris 90?. Mata kiri menderita miop sebesar ? dioptri, astigmata sebesar 2? dioptri dengan orientasi silindris 90?. Diperlukan kacamata bifokus dengan kekuatan lensa sebesar +1? untuk membantu membaca.
Pembedahan & Terapi Laser
Pembedahan dan terapi laser bisa digunakan untuk memperbaiki miopia, hiperopia dan astigmata. Tetapi prosedur tersebut biasanya tidak mampu memperbaiki penglihatan sebaik kacamata dan lensa kontak. Sebelum menjalani prosedur tersebut, sebaiknya penderita mendiskusikannya dengan seorang ahli mata dan mempertimbangkan keuntungan serta kerugiannya.
Pembedahan refraktif biasanya dijalani oleh penderita yang penglihatannya tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak dan penderita yang tidak dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak.
- Keratotomi Radial & Keratotomi Astigmatik
Keratotomi adalah suatu prosedur pembedahan yang digunakan untuk mengatasi miopia dan astigmata. Pada keratotomi radial (KR), dibuat sayatan radial (jari-jari roda) pada kornea, biasanya sebanyak 4-8 sayatan.
Keratotomi astigmatik (KA) digunakan untuk memperbaiki astigmata alami dan astigmata setelah pembedahan katarak atau pencangkokan kornea. Pada keratotomi astigmatik dibuat sayatan melengkung.
Karena kornea hanya memiliki ketebalan 0,5 mm, maka kedalaman sayatan harus ditentukan secara tepat. Lokasi sayatan ditentukan setelah dilakukan analisa terhadap bentuk kornea dan ketajaman penglihatan penderita.
Pembedahan bertujuan mendatarkan kornea, sehingga kornea bisa lebih memfokuskan cahaya yang masuk ke retina. Dengan pembedahan ini penglihatan penderita menjadi lebih baik dan sekitar 90% penderita yang menjalani pembedahan bisa mengemudi tanpa bantuan kacamata maupun lensa kontak.
Efek samping:
- penglihatan berubah-ubah (kadang jelas, kadang kabur), terutama pada beberapa bulan pertama setelah pembedahan
- kornea menjadi lemah, lebih mudah robek jika terpukul secara langsung
- infeksi
- kesulitan dalam memasang lensa kontak
- silau jika melihat cahaya
- nyeri yang bersifat sementara.
Komplikasi:
- katarak
- nyeri yang bersifat menetap
- infeksi serius
- robekan akibat sayatan
- hilangnya penglihatan. - Keratektomi Fotorefraktif
Prosedur pembedahan laser ini bertujuan untuk kembali membentuk kornea. Digunakan sinar berfokus tinggi untuk membuang sebagian kecil kornea sehingga bentuknya berubah. Dengan merubah bentuk kornea, maka cahaya akan lebih terfokus ke retina dan penglihatan menjadi lebih baik.
Masa penyembuhan dari terapi laser ini lebih lama dan lebih terasa nyeri dibandingkan dengan pembedahan refraktif. - Laser In Situ Keratomileusis (LASIK)
LASIK tidak terlalu sakit dan penyembuhan penglihatannya lebih baik dibandingkan dengan keratektomi fotorefraktif.
Glaukoma
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.
Terdapat 4 jenis glaukoma:


PENYEBAB
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran.
Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.
Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.
Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata. Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

GEJALA
GLAUKOMA SUDUT TERBUKA
Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.
Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.
Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:
- penyempitan lapang pandang tepi
- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).
Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.
Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.
Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.
Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.
Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

GLAUKOMA SEKUNDER
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:
GLAUKOMA KONGENITALIS
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
DIAGNOSA
Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:
PENGOBATAN
Glaukoma sudut terbuka
Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.
Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).
Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).
Glaukoma sudut tertutup
Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).
Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.
Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).
Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.
Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.
Glaukoma sekunder
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.
Glaukoma kongenitalis
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.
PENCEGAHAN
Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka. Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.
Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.
Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.
Terdapat 4 jenis glaukoma:
- Glaukoma Sudut Terbuka
- Glaukoma Sudut Tertutup
-
Glaukoma Kongenitalis - Glaukoma Sekunder.


PENYEBAB
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran.
Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.
Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.
Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata. Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

GEJALA
GLAUKOMA SUDUT TERBUKA
Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.
Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.
Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:
- penyempitan lapang pandang tepi
- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).
Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.
Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.
Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.
Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.
Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

GLAUKOMA SEKUNDER
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:
- Infeksi
- Peradangan
- Tumor
- Katarak yang meluas
- Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.
GLAUKOMA KONGENITALIS
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
DIAGNOSA
Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:
- Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
- Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.
Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan tonometri.
Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan.
Kadang glaukoma terjadi pada tekanan yang normal. - Pengukuran lapang pandang
- Ketajaman penglihatan
- Tes refraksi
- Respon refleks pupil
- Pemeriksan slit lamp
- Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.
PENGOBATAN
Glaukoma sudut terbuka
Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.
Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).
Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).
Glaukoma sudut tertutup
Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).
Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.
Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).
Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.
Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.
Glaukoma sekunder
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.
Glaukoma kongenitalis
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.
PENCEGAHAN
Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka. Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.
Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.
Katarak
DEFINISI
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan.


PENYEBAB
Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.
Katarak bisa disebabkan oleh:
Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal dominan) atau bisa disebabkan oleh:
- Infeksi kongenital, seperti campak Jerman
- Berhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.
Faktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah:
- penyakit metabolik yang diturunkan
- riwayat katarak dalam keluarga
- infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.
Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan.
Katarak pada dewasa dikelompokkan menjadi:
Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun. Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya.
Banyak penderita katarak yang hanya mengalami gangguan penglihatan yang ringan dan tidak sadar bahwa mereka menderita katarak.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya katarak adalah:
- kadar kalsium darah yang rendah
- diabetes
- pemakaian kortikosteroid jangka panjang
- berbagai penyakit peradangan dan penyakit metabolik.
- faktor lingkungan (trauma, penyinaran, sinar ultraviolet).
GEJALA
Semua sinar yang masuk ke mata harus terlebih dahulu melewati lensa. Karena itu setiap bagian lensa yang menghalangi, membelokkan atau menyebarkan sinar bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Beratnya gangguan penglihatan tergantung kepada lokasi dan kematangan katarak.
Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai gangguan penglihatan yang muncul secara bertahap.
Gangguan penglihatan bisa berupa:
- kesulitan melihat pada malam hari
- melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata
- penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari).
Gejala lainnya adalah:
- sering berganti kaca mata
- penglihatan ganda pada salah satu mata.
Kadang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata (glaukoma), yang bosa menimbulkan rasa nyeri.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
PENGOBATAN
Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegitannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar.
Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan.
Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.
Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.
Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.
PENCEGAHAN
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan.


PENYEBAB
Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.
Katarak bisa disebabkan oleh:
- Cedera mata
- Penyakit metabolik (misalnya diabetes)
- Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).
Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal dominan) atau bisa disebabkan oleh:
- Infeksi kongenital, seperti campak Jerman
- Berhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.
Faktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah:
- penyakit metabolik yang diturunkan
- riwayat katarak dalam keluarga
- infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.
Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan.
Katarak pada dewasa dikelompokkan menjadi:
- Katarak immatur : lensa masih memiliki bagian yang jernih
- Katarak matur : lensa sudah seluruhnya keruh
- Katarak hipermatur : ada bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lainnya.
Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun. Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya.
Banyak penderita katarak yang hanya mengalami gangguan penglihatan yang ringan dan tidak sadar bahwa mereka menderita katarak.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya katarak adalah:
- kadar kalsium darah yang rendah
- diabetes
- pemakaian kortikosteroid jangka panjang
- berbagai penyakit peradangan dan penyakit metabolik.
- faktor lingkungan (trauma, penyinaran, sinar ultraviolet).
GEJALA
Semua sinar yang masuk ke mata harus terlebih dahulu melewati lensa. Karena itu setiap bagian lensa yang menghalangi, membelokkan atau menyebarkan sinar bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Beratnya gangguan penglihatan tergantung kepada lokasi dan kematangan katarak.
Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai gangguan penglihatan yang muncul secara bertahap.
Gangguan penglihatan bisa berupa:
- kesulitan melihat pada malam hari
- melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata
- penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari).
Gejala lainnya adalah:
- sering berganti kaca mata
- penglihatan ganda pada salah satu mata.
Kadang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata (glaukoma), yang bosa menimbulkan rasa nyeri.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
- Pemeriksaan mata standar, termasuk pemeriksaan dengan slit lamp
- USG mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak.
PENGOBATAN
Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegitannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar.
Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan.
- Pengangkatan lensa
Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa:
- Pembedahan ekstrakapsuler : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya.
Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi).
- Pembedahan intrakapsuler : lensa beserta kapsulnya diangkat. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan. - Penggantian lensa
Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat.
Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler, biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.
Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.
Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.
Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.
PENCEGAHAN
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.
Kanker yang Mempengaruhi Retina
DEFINISI
Kanker yang mempengaruhi retina secara umum mulai pada choroid, lapisan padat pembuluh darah yang menyuplai retina. Choroid terjepit di antara retina dan sclera (bagian putih mata luar). Karena retina bergantung pada choroid untuk persediaan darah dan menopangnya, kerusakan pada choroid oleh kanker mungkin mempengaruhi pandangan.
Kanker yang mempengaruhi retina secara umum mulai pada choroid, lapisan padat pembuluh darah yang menyuplai retina. Choroid terjepit di antara retina dan sclera (bagian putih mata luar). Karena retina bergantung pada choroid untuk persediaan darah dan menopangnya, kerusakan pada choroid oleh kanker mungkin mempengaruhi pandangan.
- Choroidal Melanoma
Choroidal melanoma adalah kanker yang berasal dari sel yang menghasilkan zat warna (melanocytes) choroid. Choroidal melanoma adalah kanker yang paling sering berasal dari mata. Paling sering terjadi pada orang dengan warna kulit putih dan mata biru. Pada tahap awal, kanker biasanya tidak mengganggu pandangan. Kemudian, hal itu dapat menyebabkan pandangan kabur atau kehilangan pandangansecar menyeluruh karena pelepasan retinal. Metastases ke bagian badan lain mungkin terjadi.
Diagnosa awal adalah penting, karena kemungkinan penyembuhan choroid melanoma berhubungan dengan ukuran tumor. Diagnosa dibuat menggunakan ophthalmoscope, scaning ultrasound, dan potret serial.
Jika melanoma kecil, pengobatan dengan laser, radiasi, atau penanaman bahan radioaktif dapat memelihara pandangan dan menyelamatkan mata. Jika kanker besar, mata harus disingkirkan. Jika kanker besar tidak dihilangkan, bisa menjalar secara langsung ke dalam rongga mata (orbit) atau lewat aliran darah (metastasize) ke organ lain, menyebabkan kematian. - Choroidal Metastases
Choroidal metastases adalah kanker yang sudah menjalar ke mata dari bagian badan lain. Karena suplai darah terbaik di choroids, sering menjadi tempat datangnya kanker dari penyebaran bagian badan lain. Pada wanita, kanker payudara adalah penebab yang paling sering. Pada laki-laki, kanker paru-paru atau prostat adalah penyebab yang paling umum.
Sering kali, kanker tidak menimbulkan gejala dan tidak ditemukan selama pemeriksaan mata rutin. Penyakit dengan gejala, gejala pertama berkurang pandangan dan adanya kilasan cahaya. Pelepasan Retinal dan kehilangan pandangan hebat mungkin terjadi.
Diagnosa kadang-kadang dibuat selama pemeriksaan mata rutin dengan ophthalmoscope. Diagnosa dibantu oleh scanning ultrasound. Penegasan diagnosa mungkin melibatkan menggunakan sebuah jarum kecil untuk mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi). Pengobatan biasanya dengan terapi kemoterapi dan radiasi.
Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
DEFINISI
Arteri retinal pusat, saluran utama yang menyuplai darah untuk retina, bisa menjadi betul-betul mampet karena penyakit atherosclerosis atau partikel, seperti gumpalan darah, yang masuk peredaran darah dan menghalangi saluran (emboli). Radang pembuluh darah adalah juga mungkin menyebabkan retinal arteri tersekat. Pada orang dengan glaukoma, penyakit gula, atau tekanan darah tinggi, berbagai proses mungkin terjadi, yang bisa menyebabkan tersekatnya vena.
Jika arteri pusat retinal mampet, mata yang terkena mengalami kehilangan pandangan mendadak tetapi tanpa rasa sakit. Tersekatnya vena retinal pusat menyebabkan vena yang penuh dan mengembang di depan saraf optik. Kehilangan jarak pandang dari yang ringan hingga hebat karena arteri retinal pusat tersekat. Kekambuhan sering terjadi.
Selain kehilangan pandangan yang parah, komplikasi dari arteri atau vena retinal pusat tersekat termasuk pendarahan ke dalam mata dan glaukoma disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal di selaput pelangi dan sudut, di mana cairan dialirkan dari mata.
DIAGNOSA
Menggunakan ophthalmoscope, seorang dokter bisa melihat perubahani di pembuluh darah dan tanda lain berkurangnya suplai darah ke retina, seperti kepucatan retina pada kasus arterial yang tersekta atau vena yang penuh dan pembengkakan di depan saraf optic pada kasus vena tersekat. Tindakan Fluorescein angiography dimana seorang dokter menyuntikkan pewarna ke dalam urat darah dan lalu memotret retina membantu menentukan banyak sedikitnya kerusakan pada retina dan membantu rencana pengobatan oleh dokter. Doppler ultrasound memindai kadang-kadang mungkin dipergunakan untuk memeriksa darah mengalir di saluran darah.
PENGOBATAN
Pengobatan sesegera sering diberikan dalam percobaan menghilangkan penghalangan arteri retinal. Tetapi, pengobatan jarang efektif. Tekanan di dalam mata bisa dikurangi dengan memijat kelopak mata tertutup sebentar-sebentar dengan jari. Alternatif lain, satu prosedur yang disebut paracentesis chamber anterior mungkin membantu menurangi tekanan di dalam mata. Pada prosedur ini, tetes mata diteteskan di mata untuk membuat mata mati rasa, lalu jarum dimasukkan ke dalam bilik anterior mata untuk meyedot sedikit cairan, sehingga secara cepat mengurangi tekanan di mata.
Mengurangi tekanan di dalam mata dengan pijatan atau paracentesis chamber anterior dapat mengeluarkan gumpalan darah atau penyumbat lain dan dapat memasuki cabang bilik yang lebih kecil, sehingga mengurangi area kerusakan pada retina. Umumnya tidak ada terapi obat yang disetujui. Pengobatan laser mungkin digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah abnormal jika mereka berkembang ke selaput pelangi atau sudut.
Arteri retinal pusat, saluran utama yang menyuplai darah untuk retina, bisa menjadi betul-betul mampet karena penyakit atherosclerosis atau partikel, seperti gumpalan darah, yang masuk peredaran darah dan menghalangi saluran (emboli). Radang pembuluh darah adalah juga mungkin menyebabkan retinal arteri tersekat. Pada orang dengan glaukoma, penyakit gula, atau tekanan darah tinggi, berbagai proses mungkin terjadi, yang bisa menyebabkan tersekatnya vena.
Jika arteri pusat retinal mampet, mata yang terkena mengalami kehilangan pandangan mendadak tetapi tanpa rasa sakit. Tersekatnya vena retinal pusat menyebabkan vena yang penuh dan mengembang di depan saraf optik. Kehilangan jarak pandang dari yang ringan hingga hebat karena arteri retinal pusat tersekat. Kekambuhan sering terjadi.
Selain kehilangan pandangan yang parah, komplikasi dari arteri atau vena retinal pusat tersekat termasuk pendarahan ke dalam mata dan glaukoma disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal di selaput pelangi dan sudut, di mana cairan dialirkan dari mata.
DIAGNOSA
Menggunakan ophthalmoscope, seorang dokter bisa melihat perubahani di pembuluh darah dan tanda lain berkurangnya suplai darah ke retina, seperti kepucatan retina pada kasus arterial yang tersekta atau vena yang penuh dan pembengkakan di depan saraf optic pada kasus vena tersekat. Tindakan Fluorescein angiography dimana seorang dokter menyuntikkan pewarna ke dalam urat darah dan lalu memotret retina membantu menentukan banyak sedikitnya kerusakan pada retina dan membantu rencana pengobatan oleh dokter. Doppler ultrasound memindai kadang-kadang mungkin dipergunakan untuk memeriksa darah mengalir di saluran darah.
PENGOBATAN
Pengobatan sesegera sering diberikan dalam percobaan menghilangkan penghalangan arteri retinal. Tetapi, pengobatan jarang efektif. Tekanan di dalam mata bisa dikurangi dengan memijat kelopak mata tertutup sebentar-sebentar dengan jari. Alternatif lain, satu prosedur yang disebut paracentesis chamber anterior mungkin membantu menurangi tekanan di dalam mata. Pada prosedur ini, tetes mata diteteskan di mata untuk membuat mata mati rasa, lalu jarum dimasukkan ke dalam bilik anterior mata untuk meyedot sedikit cairan, sehingga secara cepat mengurangi tekanan di mata.
Mengurangi tekanan di dalam mata dengan pijatan atau paracentesis chamber anterior dapat mengeluarkan gumpalan darah atau penyumbat lain dan dapat memasuki cabang bilik yang lebih kecil, sehingga mengurangi area kerusakan pada retina. Umumnya tidak ada terapi obat yang disetujui. Pengobatan laser mungkin digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah abnormal jika mereka berkembang ke selaput pelangi atau sudut.
Pelepasan Retina
DEFINISI
Pelepasan retina adalah pemisahan retina dari lapisan dasar pada pembuluh darah.
Ketika retina lepas, terpisah dari bagian persediaan darahnya, mencegahnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hingga retina terpasang kembali, hal tersebut bisa rusak secar permanent.
Pelepasan bisa dimulai pada area yang kecil, biasanya sebagai akibat robekan retina jika bagian kecil tersebut tidak menempel kembali, seluruh retina bisa lepas. Sobekan retina yang bisa menyebabkan pelepasan retina lebih mungkin terjadi pada orang rabun ayam parah (miopi) atau yang telah mengalami operasi katarak. Sobekan juga lebih mungkin terjadi setelah luka mata. Cairan atau darah dari kerusakan pembuluh darah bisa menumpuk antara retina dan jaringan di bawahnya, lebih lanjut memperburuk penglihatan.
GEJALA
Pelepasan retina tidak terasa sakit. Orang biasanya melihat benda kecil, mengambang (floater) atau sorotan cahaya terang yang berlangsung lebih dari satu detik. Hilangnya penglihatan di pinggir biasanya pertama kali terjadi, dan kehilangan penglihatan menyebar sebagaimana perkembangan pelepasan tersebut. Hilangnya penglihatan menyerupai tirai atau kerudung yang jatuh melintangi garis penglihatan. Jika macula menjadi terlepas, penglihatan dengan segera memburuk, dan segala sesuatu menjadi buram.
Seorang dokter meneliti retina melalui ophthalmoscope dan biasanya pelepasan bisa dilihat. Jika pelepasan tidak terlihat, ultrasound scan pada mata bisa menunjukkannya.
PENGOBATAN
Seseorang yang mengalami hilangnya penglihatan dengan tiba-tiba harus mengunjungi ahli mata dengan segera. Tergantung pada pelepasan tersebut, operasi laser atau operasi pembekuan (cryopexy) kemungkinan digunakan untuk memperbaiki retina tersebut. Operasi laser menutup lubang pada retina. Terapi pembekuan menyebabkan sebuah goresan terbentuk, yang menahan retina tetap di tempat.
Jika retina tersebut terpasang kembali dalam 2 sampai 7 hari, kemungkinan penglihatan biasanya akan bertambah baik. Jika retina telah terlepas untuk jangka waktu yang lama atau jika pendarahan atau goresan telah terjadi, kemungkinan penglihatan bertambah baik akan berkurang.
Pelepasan retina adalah pemisahan retina dari lapisan dasar pada pembuluh darah.
Ketika retina lepas, terpisah dari bagian persediaan darahnya, mencegahnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hingga retina terpasang kembali, hal tersebut bisa rusak secar permanent.
Pelepasan bisa dimulai pada area yang kecil, biasanya sebagai akibat robekan retina jika bagian kecil tersebut tidak menempel kembali, seluruh retina bisa lepas. Sobekan retina yang bisa menyebabkan pelepasan retina lebih mungkin terjadi pada orang rabun ayam parah (miopi) atau yang telah mengalami operasi katarak. Sobekan juga lebih mungkin terjadi setelah luka mata. Cairan atau darah dari kerusakan pembuluh darah bisa menumpuk antara retina dan jaringan di bawahnya, lebih lanjut memperburuk penglihatan.
GEJALA
Pelepasan retina tidak terasa sakit. Orang biasanya melihat benda kecil, mengambang (floater) atau sorotan cahaya terang yang berlangsung lebih dari satu detik. Hilangnya penglihatan di pinggir biasanya pertama kali terjadi, dan kehilangan penglihatan menyebar sebagaimana perkembangan pelepasan tersebut. Hilangnya penglihatan menyerupai tirai atau kerudung yang jatuh melintangi garis penglihatan. Jika macula menjadi terlepas, penglihatan dengan segera memburuk, dan segala sesuatu menjadi buram.
Seorang dokter meneliti retina melalui ophthalmoscope dan biasanya pelepasan bisa dilihat. Jika pelepasan tidak terlihat, ultrasound scan pada mata bisa menunjukkannya.
PENGOBATAN
Seseorang yang mengalami hilangnya penglihatan dengan tiba-tiba harus mengunjungi ahli mata dengan segera. Tergantung pada pelepasan tersebut, operasi laser atau operasi pembekuan (cryopexy) kemungkinan digunakan untuk memperbaiki retina tersebut. Operasi laser menutup lubang pada retina. Terapi pembekuan menyebabkan sebuah goresan terbentuk, yang menahan retina tetap di tempat.
Jika retina tersebut terpasang kembali dalam 2 sampai 7 hari, kemungkinan penglihatan biasanya akan bertambah baik. Jika retina telah terlepas untuk jangka waktu yang lama atau jika pendarahan atau goresan telah terjadi, kemungkinan penglihatan bertambah baik akan berkurang.
Kamis, 07 Januari 2010
Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)
DEFINISI
Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) adalah kerusakan pada retina sebagai akibat tekanan darah tinggi.
PENYEBAB
Ketika tekanan darah menjadi tinggi, seperti pada hipertensi, retina menjadi rusak. Bahkan hipertensi ringan bisa merusak pembuluh darah retinal jika segera diobati dalam setahun. Hipertensi merusak pembuluh darah kecil pada retina, menyebabkan dinding mereka menebal dan dengan demikian mempersempit pembuluh darah terbuka dan mengurangi suplai darah menuju retina.
Potongan kecil pada retina bisa menjadi rusak karena suplai darah tidak tercukupi. Sebagaimana perkembangan Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy), darah bisa bocor ke dalam retina. Perubahan ini menyebabkan kehilangan penglihatan secara bertahap, terutama sekali jika mereka mempengaruhi macula, bagian tengah retina.
DIAGNOSA
Dokter membuat diagnosa Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) menggunakan ophthalmoscope untuk melihat penampakan khusus pada retina pada seseorang dengan tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah sangat tinggi, dokter kemungkinan bisa melihat perubahan lain pada mata, seperti pembengkakan pada bagian depan saraf mata.
PENGOBATAN
Tujuan pengobatan Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) adalah untuk merendahkan tekanan darah. ketika tekanan darah tinggi adalah berat dan mengancam nyawa, pengobatan kemungkinan diperlukan segera untuk menyelamatkan penglihatan dan menghindari komplikasi lain, termasuk stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan serangan jantung.
Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) adalah kerusakan pada retina sebagai akibat tekanan darah tinggi.
PENYEBAB
Ketika tekanan darah menjadi tinggi, seperti pada hipertensi, retina menjadi rusak. Bahkan hipertensi ringan bisa merusak pembuluh darah retinal jika segera diobati dalam setahun. Hipertensi merusak pembuluh darah kecil pada retina, menyebabkan dinding mereka menebal dan dengan demikian mempersempit pembuluh darah terbuka dan mengurangi suplai darah menuju retina.
Potongan kecil pada retina bisa menjadi rusak karena suplai darah tidak tercukupi. Sebagaimana perkembangan Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy), darah bisa bocor ke dalam retina. Perubahan ini menyebabkan kehilangan penglihatan secara bertahap, terutama sekali jika mereka mempengaruhi macula, bagian tengah retina.
DIAGNOSA
Dokter membuat diagnosa Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) menggunakan ophthalmoscope untuk melihat penampakan khusus pada retina pada seseorang dengan tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah sangat tinggi, dokter kemungkinan bisa melihat perubahan lain pada mata, seperti pembengkakan pada bagian depan saraf mata.
PENGOBATAN
Tujuan pengobatan Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) adalah untuk merendahkan tekanan darah. ketika tekanan darah tinggi adalah berat dan mengancam nyawa, pengobatan kemungkinan diperlukan segera untuk menyelamatkan penglihatan dan menghindari komplikasi lain, termasuk stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan serangan jantung.
Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
DEFINISI
Endophthalmitis adalah infeksi dalam mata.
PENYEBAB
Endophthalmitis disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam mata atau telah memasuki mata melalui luka bedah atau luka. Infeksi di dalam darah berasal dari pemberian obat-obatan secara infus, abses (kumpulan nanah), atau operasi apa saja di dalam tubuh. infeksi biasanya disebabkan bakteri, namun jamur atau protozoa bisa juga bertanggungjawab. Virus bisa juga menyebabkan infeksi mata meluas, namun hal ini biasanya bukan endophthalmitis.
GEJALA
Gejala-gejala kemungkinan parah dan termasuk rasa sakit, kemerahan pada putih mata, sangat peka terhadap sinar terang, dan kehilangan penglihatan sebagian atau total. Diagnosa berdasarkan gejala-gejala, pemeriksaan pada mata, perawatan, dan kadangkala antibody atau tes DNA. Perawatan kemungkinan dilakukan dari aqueos humor (cairan di bagian depan mata ; juga disebut aqueous) dan vitreous humor (gel seperti zat di dalam bagian belakang pada mata) untuk menentukan organisme mana yang bertanggungjawab dan obat-obatan mana yang lebih aktif melawan organisme.
PENGOBATAN
Endophthalmitis adalah sebuah keadaan medis darurat. Pengobatan cepat biasanya dibutuhkan jika penglihatan harus dipelihara. pengobatan biasanya dimulai secepatnya, sebuah penundaan bahkan beberapa jam bisa menghasilkan kehilangan penglihatan dalam kasus berat. Antibiotik diberikan ; pilihan antibiotik bisa disesuaikan berdasarkan organisme mana yang ditemukan menjadi penyebab endophthalmitis. Kortikosteroid bisa juga diberikan. Operasi kemungkinan dibutuhkan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dari dalam mata; yang mana bisa mempengaruhi kesempatan untuk menghentikan infeksi.
Endophthalmitis adalah infeksi dalam mata.
PENYEBAB
Endophthalmitis disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam mata atau telah memasuki mata melalui luka bedah atau luka. Infeksi di dalam darah berasal dari pemberian obat-obatan secara infus, abses (kumpulan nanah), atau operasi apa saja di dalam tubuh. infeksi biasanya disebabkan bakteri, namun jamur atau protozoa bisa juga bertanggungjawab. Virus bisa juga menyebabkan infeksi mata meluas, namun hal ini biasanya bukan endophthalmitis.
GEJALA
Gejala-gejala kemungkinan parah dan termasuk rasa sakit, kemerahan pada putih mata, sangat peka terhadap sinar terang, dan kehilangan penglihatan sebagian atau total. Diagnosa berdasarkan gejala-gejala, pemeriksaan pada mata, perawatan, dan kadangkala antibody atau tes DNA. Perawatan kemungkinan dilakukan dari aqueos humor (cairan di bagian depan mata ; juga disebut aqueous) dan vitreous humor (gel seperti zat di dalam bagian belakang pada mata) untuk menentukan organisme mana yang bertanggungjawab dan obat-obatan mana yang lebih aktif melawan organisme.
PENGOBATAN
Endophthalmitis adalah sebuah keadaan medis darurat. Pengobatan cepat biasanya dibutuhkan jika penglihatan harus dipelihara. pengobatan biasanya dimulai secepatnya, sebuah penundaan bahkan beberapa jam bisa menghasilkan kehilangan penglihatan dalam kasus berat. Antibiotik diberikan ; pilihan antibiotik bisa disesuaikan berdasarkan organisme mana yang ditemukan menjadi penyebab endophthalmitis. Kortikosteroid bisa juga diberikan. Operasi kemungkinan dibutuhkan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dari dalam mata; yang mana bisa mempengaruhi kesempatan untuk menghentikan infeksi.
Ablasio Retina
DEFINISI
Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya.
Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.
Ablasio bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi katark atau penderita cedera mata.
Pada ablasio lainnya, retina tidak robek tetapi terpisah dari jaringan di bawahnya. Pemisahan ini terjadi jika gerakan cairan di dalam bola mata menarik retina atau jika cairan yang terkumpul diantara retina dan jaringan di bawahnya mendorong retina.
PENYEBAB
Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa.
Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa terjadi akibat:
Selama proses terlepasnya retina, perdarahan dari pembuluh darah retina yang kecil bisa menyebabkan kekeruhan pada bagian dalam mata yang dalam keadaan normal terisi oleh humor vitreus. Jika terjadi pelepasan makula, akan terjadi gangguan penglihatan pusat lapang pandang.
Faktor resiko terjadinya ablasio retina adalah:
- Rabun dekat
- Riwayat keluarga dengan ablasio retina
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Trauma.
GEJALA
Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya, serta menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio.
Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
PENGOBATAN
Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio.
Dengan kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya. Teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di belakang retina.
Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel.
PENCEGAHAN
Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata. Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali.
Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya.
Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.
Ablasio bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi katark atau penderita cedera mata.
Pada ablasio lainnya, retina tidak robek tetapi terpisah dari jaringan di bawahnya. Pemisahan ini terjadi jika gerakan cairan di dalam bola mata menarik retina atau jika cairan yang terkumpul diantara retina dan jaringan di bawahnya mendorong retina.
PENYEBAB
Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa.
Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa terjadi akibat:
- Trauma
- Proses penuaan
- Diabetes berat
- Penyakit peradangan, tetapi ablasio retina sering kali terjadi secara spontan.
Selama proses terlepasnya retina, perdarahan dari pembuluh darah retina yang kecil bisa menyebabkan kekeruhan pada bagian dalam mata yang dalam keadaan normal terisi oleh humor vitreus. Jika terjadi pelepasan makula, akan terjadi gangguan penglihatan pusat lapang pandang.
Faktor resiko terjadinya ablasio retina adalah:
- Rabun dekat
- Riwayat keluarga dengan ablasio retina
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Trauma.
GEJALA
Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya, serta menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio.
Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
- Oftalmoskopi direk dan indirek
- Ketajaman penglihatan
- Tes refraksi
- Respon refleks pupil
- Gangguan pengenalan warna
- Pemeriksaan slit lamp
- Tekanan intraokuler
- USG mata
- Angiografi fluoresensi
- Elektroretinogram.
PENGOBATAN
Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio.
Dengan kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya. Teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di belakang retina.
Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel.
PENCEGAHAN
Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata. Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali.
Kemunduran/Degenerasi Makula
DEFINISI
Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.
Makula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina. Makula merupakan bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang.
Ada 2 macam degenerasi makula:
PENYEBAB
Degenerasi terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada epitel pigmen retina. Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh darah di belakang retina).
Fungsi dari epitel pigmen retina adalah sebagai penyaring yang menentukan zat gizi dari koroid yang sampai ke retina. Bagian dari darah yang berbahaya bagi retina dibuang/dijauhkan dari retina oleh epitel pigmen retina.
Kerusakan pada epitel pigmen retina mempengaruhi metabolisme pada retina,
Terjadi penipisan retina sehingga memungkinkan masuknya bahan yang berbahaya dari darah ke dalam retina dan menyebabkan kerusakan serta pembentukan jaringan parut.
Dengenerasi makula terjadi pada usia lanjut, cenderung diturunkan, lebih banyak ditemukan pada orang kulit putih dan tampaknya lebih sering ditemukan pada perokok.
GEJALA
Secara tiba-tiba ataupun secara perlahan akan terjadi kehilangan fungsi penglihatan tanpa rasa nyeri. Kadang gejala awalnya berupa gangguan penglihatan pada salah satu mata, dimana garis yang sesungguhnya lurus terlihat bergelombang.
Degenerasi makula menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat (misalnya kehilangan kemampuan untuk membaca atau mengemudi), tetapi jarang menyebabkan kebutaan total. Penglihatan pada tepi luar dari lapang pandang dan kemampuan untuk melihat warna biasanya tidak terpengaruh, yang terkena hanya penglihatan pada pusat lapang pandang.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai retina:
PENGOBATAN
Jika di dalam atau di sekeliling makula ditemukan pertumbuhan pembuluh darah baru, dilakukan fotokoagulasi laser untuk menghancurkannya.
Tidak ada pengobatan khusus untuk degenerasi makula. Pemberian seng bisa memperlambat perkembangan penyakit.
Pada stadium awal, bisa dilakukan pembedahan laser untuk membekukan pembuluh darah koroid yang merembes ke retina.
Pilihan pengobatan lainnya adalah terapi fotodinamik, dimana pengobatan laser dilakukan setelah penyuntikan zat warna untuk menambah kepekaan pembuluh darah yang merembes terhadap sinar laser.
PENCEGAHAN
Jika ada anggota keluarga yang menderita degenerasi makula, sebaiknya para perokok segera berhenti merokok.
Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.
Makula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina. Makula merupakan bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang.
Ada 2 macam degenerasi makula:
- Degenerasi makula atrofik (kering) : terdapat endapan pigmen di dalam makula tanpa disertai pembentukan jaringan parut, darah atau perembesan cairan lainnya
- Degenerasi makula eksudatif (basah) : perembesan cairan membentuk endapat yang seringkali dikelilingi oleh daerah perdarahan yang kecil. Pada akhirnya endapan ini akan mengkerut dan meninggalkan jaringan parut.
PENYEBAB
Degenerasi terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada epitel pigmen retina. Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh darah di belakang retina).
Fungsi dari epitel pigmen retina adalah sebagai penyaring yang menentukan zat gizi dari koroid yang sampai ke retina. Bagian dari darah yang berbahaya bagi retina dibuang/dijauhkan dari retina oleh epitel pigmen retina.
Kerusakan pada epitel pigmen retina mempengaruhi metabolisme pada retina,
Terjadi penipisan retina sehingga memungkinkan masuknya bahan yang berbahaya dari darah ke dalam retina dan menyebabkan kerusakan serta pembentukan jaringan parut.
Dengenerasi makula terjadi pada usia lanjut, cenderung diturunkan, lebih banyak ditemukan pada orang kulit putih dan tampaknya lebih sering ditemukan pada perokok.
GEJALA
Secara tiba-tiba ataupun secara perlahan akan terjadi kehilangan fungsi penglihatan tanpa rasa nyeri. Kadang gejala awalnya berupa gangguan penglihatan pada salah satu mata, dimana garis yang sesungguhnya lurus terlihat bergelombang.
Degenerasi makula menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat (misalnya kehilangan kemampuan untuk membaca atau mengemudi), tetapi jarang menyebabkan kebutaan total. Penglihatan pada tepi luar dari lapang pandang dan kemampuan untuk melihat warna biasanya tidak terpengaruh, yang terkena hanya penglihatan pada pusat lapang pandang.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai retina:
- Ketajaman penglihatan
- Tesa refraksi
- Respon refleks pupil
- Pemeriksaan slit lamp
- Fotografi retina
- Angiobrafi fluoresensi.
PENGOBATAN
Jika di dalam atau di sekeliling makula ditemukan pertumbuhan pembuluh darah baru, dilakukan fotokoagulasi laser untuk menghancurkannya.
Tidak ada pengobatan khusus untuk degenerasi makula. Pemberian seng bisa memperlambat perkembangan penyakit.
Pada stadium awal, bisa dilakukan pembedahan laser untuk membekukan pembuluh darah koroid yang merembes ke retina.
Pilihan pengobatan lainnya adalah terapi fotodinamik, dimana pengobatan laser dilakukan setelah penyuntikan zat warna untuk menambah kepekaan pembuluh darah yang merembes terhadap sinar laser.
PENCEGAHAN
Jika ada anggota keluarga yang menderita degenerasi makula, sebaiknya para perokok segera berhenti merokok.
Retinitis Pigmentosa
DEFINISI
Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.
PENYEBAB
Retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Beberapa bentuk penyakit ini diturunkan secara dominan, hanya memerlukan 1 gen dari salah satu orang tua; bentuk yang lainnya diturunkan melalui kromosom X, hanya memerlukan 1 gen dari ibu.
Penyakit ini terutama menyerang sel batang retina yang berfungsi mengontrol penglihatan pada malam hari. Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap.
GEJALA
Gejala awal seringkali muncul pada awal masa kanak-kanak.
Sel batang pada retina (berperan dalam penglihatan pada malam hari) secara bertahap mengalami kemunduran sehingga penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada malam hari menurun. Lama-lama terjadi kehilangan fungsi penglihatan tepi yang progresif dan bisa menyebabkan kebutaan.
Pada stadium lanjut, terjadi penurunan fungsi penglihatan sentral.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata dengan oftalmoskop.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
PENGOBATAN
Belum ada pengobatan yang efektif untuk retinitis pigmentosa. Pemakaian kaca mata gelap untuk melindungi retina dari sinar ultraviolet bisa mempertahankan fungsi penglihatan.
Meskipun masih dalam perdebatan, penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemberian antioksidan (misalnya vitamin A palmitat) bisa menunda perkembangan penyakit ini.
Penderita dianjurkan untuk berkunjung secara teratur kepada spesialis mata untuk memantau terjadinya katarak atau pembengkakan retina.
PENCEGAHAN
Penyuluhan genetik bisa membantu menemukan adanya resiko retinitis pigmentosa dalam suatu keluarga.
Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.
PENYEBAB
Retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Beberapa bentuk penyakit ini diturunkan secara dominan, hanya memerlukan 1 gen dari salah satu orang tua; bentuk yang lainnya diturunkan melalui kromosom X, hanya memerlukan 1 gen dari ibu.
Penyakit ini terutama menyerang sel batang retina yang berfungsi mengontrol penglihatan pada malam hari. Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap.
GEJALA
Gejala awal seringkali muncul pada awal masa kanak-kanak.
Sel batang pada retina (berperan dalam penglihatan pada malam hari) secara bertahap mengalami kemunduran sehingga penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada malam hari menurun. Lama-lama terjadi kehilangan fungsi penglihatan tepi yang progresif dan bisa menyebabkan kebutaan.
Pada stadium lanjut, terjadi penurunan fungsi penglihatan sentral.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata dengan oftalmoskop.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
- Ketajaman penglihatan
- Tes refraksi
- Gangguan pengenalan warna
- Respon refleks pupil
- Pemeriksaan slit lamp
- Tekanan intraokuler
- USG mata
- Fotografi retina
- Angiografi fluoresensi
- Elektroretinogram.
PENGOBATAN
Belum ada pengobatan yang efektif untuk retinitis pigmentosa. Pemakaian kaca mata gelap untuk melindungi retina dari sinar ultraviolet bisa mempertahankan fungsi penglihatan.
Meskipun masih dalam perdebatan, penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemberian antioksidan (misalnya vitamin A palmitat) bisa menunda perkembangan penyakit ini.
Penderita dianjurkan untuk berkunjung secara teratur kepada spesialis mata untuk memantau terjadinya katarak atau pembengkakan retina.
PENCEGAHAN
Penyuluhan genetik bisa membantu menemukan adanya resiko retinitis pigmentosa dalam suatu keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)

