Tampilkan postingan dengan label Gangguan Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Payudara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Januari 2010

Nipple Discharge

DEFINISI
Nipple Discharge adalah cairan yang keluar dari puting susu. Sekitar 20% wanita mengeluarkan cairan yang menyerupai susu atau cairan jernih secara spontan.
Ketika melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), akan keluar cairan dari payudara pada 50-60% wanita kulit putih dan wanita kulit hitam, serta 40% wanita Asia-Amerika.


PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
  • Abses payudara (paling sering ditemukan pada wanita menyusui)
  • Cedera pada payudara
  • Obat-obatan (misalnya simetidin, metildopa, metoklopramid, pil KB, fenotiazin, reserpin, antidepresi trisiklik atau verapamil)
  • Prolaktioma (tumor di dalam otak yang menghasilkan prolaktin). Prolaktin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa, yang memicu pertumbuhan kelenjar susu dan pembentukan air susu.
  • Papiloma intraduktal (tumor jinak yang tumbuh di dalam saluran payudara)
  • Ektasia duktus (pelebaran dan pengerasan saluran payudara akibat penuaan dan kerusakan).
Nipple discharge yang bukan karena keganasan, hampir separuhnya disebabkan oleh papiloma dan sisanya disebabkan oleh perubahan fibrokista atau ektasia duktus. Nipple discharge yang merupakan keganasan hanya sekitar 10% dan hampir selalu unilateral.


GEJALA
Cairan yang seperti susu (keruh, berwarna keputihan, encer dan tidak lengket) adalah jenis cairan yang paling sering ditemukan dan kebanyakan disebabkan oleh laktasi (pembentukan air susu) atau menigkatnya mekanisme perangsangan puting susu akibat sentuhan, pengisapan atau iritasi pakaian selama melakukan olah raga atau aktivitas lainnya.

Jika cairannya mengandung darah atau encer (serosa) penyebabnya adalah papiloma atau infeksi.

Biasanya cairan yang jernih, seperti susu, kuning atau hijau, dan keluar dari kedua puting susu, bukan merupakan pertanda dari kanker payudara. Cairan yang mengandung darah atau encer, terutama jika hanya keluar dari salah satu puting susu, merupakan cairan yang abnormal; tetapi hanya sekitar 10% cairan abnormal yang bersifat ganas.

Cairan dari puting susu perlu mendapat perhatian khusus jika:
  • Berwarna kemerahan atau encer disertai warna merah, pink atau coklat
  • Lengket dan warnanya bening atau berwarna coklat sampai hitam (mengkilat)
  • Keluar secara spontan tanpa harus memijat puting susu
  • Sifatnya menetap
  • Hanya keluar dari salah satu puting susu (unilateral)
  • Cairan selain air susu.
DIAGNOSAPemeriksaan diagnostik untuk nipple discharge meliputi:
  • Biopsi payudara (jika ditemukan benjolan)
  • Sitologi cairan
  • CT scan kepala (untuk mencari tumor hipofisa)
  • Mammografi
  • Kadar prolaktin serum
  • Transillumination
  • USG payudara
  • Galaktogram atau duktogram (untuk membantu menemukan papiloma intraduktal).
PENGOBATANPengobatan standar untuk nipple discharge yang tidak dipengaruhi oleh hormon adalah pemotongan saluran. Pemotongan saluran biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal dan prosedurnya dilakukan melalui sayatan kecil di daerah areola (daerah berwarna kecoklatan yang mengelilingi puting susu).

Selasa, 12 Januari 2010

Sistosarkoma Filodes

DEFINISI
Sistosarkoma Filodes adalah sejenis tumor jinak payudara yang relatif jarang terjadi dan bisa berkembang menjadi keganasan. Tumor ini jarang menyebar ke daerah lainnya, tetapi setelah pembedahan cenderung kembali tumbuh di tempat yang sama.
1% dari tumor pada payudara merupakan tumor filodes. Biasanya tumor ini menyerang wanita yang berusia 50 tahun.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
Tumor ini memiliki batas yang tegas, licin dan mudah digerakkan. Ukurannya relatif besar, rata-rata memiliki garis tengah 5 cm. Kulit diatasnya tampak mengkilat dan agak transparan sehingga pembuluh darah dibawahnya terlihat.

Penyebaran tumor (metastase) paling sering terjadi ke paru-paru, tulang, jantung dan hari. Jika tumor telah menyebar, penderita akan merasakan sesak nafas, lelah dan nyeri tulang. Gejala-gejala dari penyebaran tumor biasanya muncul dalam beberapa bulan, tetapi bisa juga baru terjadi dalam waktu 12 tahun setelah pengobatan. Kebanyakan penderita yang mengalami metastase akan meninggal dalam waktu 3 tahun setelah pengobatan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan biopsi payudara.


PENGOBATAN
Biasanya dilakukan pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya dalam jumlah yang cukup besar (eksisi luas).

Jika tumornya besar atau menunjukkan keganasan, maka dilakukan mastektomi simplek (pengangkatan seluruh payudara dengan meninggalkan otot di bawahnya dan kulit yang cukup untuk menutup luka operasi).

Senin, 11 Januari 2010

Penyakit Paget Pada Puting Susu

DEFINISI
Penyakit Paget Pada Puting Susu adalah sejenis kanker payudara yang pertama kali muncul sebagai luka terbuka pada puting susu yang berkeropeng dan bersisik atau sebagai cairan yang keluar dari puting susu.

Penyakit Paget jarang terjadi dan hanya meliputi 1% dari semua kanker payudara. Biasanya terjadi pada wantia yang berusia 50 tahun.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Pada penyakit Paget, tumor mulai tumbuh di dalam saluran air susu pada puting susu.


GEJALA
Kulit pada puting susu dan areola (daerah berwarna coklat di sekelilling puting susu) tampak merah dan meradang serta membentuk keropeng dan borok, juga mengalami perdarahan. Luka terbuka pada puting susu ini tidak sembuh-sembuh dan disertai gatal-gatal dan perih, biasanya unilateral (hanya satu puting susu yang terkena).

Puting susu tertarik ke dalam dan mungkin akan keluar cairan dari puting susu. Pada payudara bisa ditemukan benjolan atau mungkin juga tidak ada benjolan.


DIAGNOSA
Gambarannya menyerupai eksim, dermatitis atau psoriasis, karena itu untuk membedakan penyakit Paget dari beberapa penyakit tersebut dilakukan pemeriksaan berikut:
  • Biopsi kulit dan jaringan payudara di bawahnya
  • Sitologi kerokan kulit
  • Mammogram.

PENGOBATAN
Jika kanker hanya ditemukan pada puting susu dan tidak ditemukan pada payudara, maka dilakukan pengangkatan puting susu dan jaringan di sekitarnya atau dilakukan terapi penyinaran.

Jika ditemukan suatu massa jauh di dalam payudara, maka dipertimbangkan untuk menjalani terapi pembedahan, penyinaran dan kemoterapi.

Pembedahan merupakan pengobatan yang utama pada penyakit Paget. Mastektomi (pengangkatan payudara) dilakukan jika kankernya luas atau telah menyebar keluar dari puting susu. Jika kankernya terletak di dekat puting susu dan hanya melibatkan sejumlah kecil daerah dibawahnya, maka dilakukan pembedahan breast-conserving (menyisakan jaringan payudara sebanyak mungkin). Jadi yang diangkat hanya puting susu, areola dan jaringan dibawahnya serta sebagian kecil jaringan normal di sekitarnya.

Pada beberapa penderita, perlu dilakukan pengobatan lanjutan yang bisa berupa kemoterapi, obat penghambat hormon (tamoxifen) maupun terapi penyinaran.

Setelah menjalani pembedahan breast-conserving biasanya dianjurkan untuk menjalani terapi penyinaran terhadap jaringan payudara yang tersisa. Pada kemoterapi digunakan obat anti-kanker untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Infeksi & Abses Payudara

DEFINISI
Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara).


PENYEBAB
Infeksi payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang banyak ditemukan pada kulit yang normal (Staphylococcus aureus). Bakteri seringkali berasal dari mulut bayi dan masuk ke dalam saluran air susu melalui sobekan atau retakan di kulit (biasanya pada puting susu).

Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui dan paling sering terjadi dalam waktu 1-3 bulan setelah melahirkan. Sekitar 1-3% wanita menyusui mengalami mastitis pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Pada wanita pasca menopause, infeksi payudara berhubungan dengan peradangan menahun dari saluran air susu yang terletak di bawah puting susu. Perubahan hormonal di dalam tubuh wanita menyebabkan penyumbatan saluran air susu oleh sel-sel kulit yang mati. Saluran yang tersumbat ini menyebabkan payudara lebih mudah mengalami infeksi.


GEJALA
Gejalanya berupa:
- nyeri payudara
- benjolan pada payudara
- pembengkakan salah satu payudara
- jaringan payudara membengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan dan teraba hangat
- nipple discharge (keluar cairan dari puting susu, bisa mengandung nanah)
- gatal-gatal
- pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang sama dengan payudara yang terkena
- demam.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Jika tidak sedang menyusui, bisa dilakukan mammografi atau biopsi payudara.


PENGOBATAN
Dilakukan pengompresan hangat pada payudara selama 15-20 menit, 4 kali/hari. Diberikan antibiotik dan untuk mencegah pembengkakan, sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara yang terkena.

Jika terjadi abses, biasanya dilakukan penyayatan dan pembuangan nanah, serta dianjurkan untuk berhenti menyusui.

Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya acetaminophen atau ibuprofen). Kedua obat tersebut aman untuk ibu menyusui dan bayinya.


PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya mastitis bisa dilakukan beberapa tindakan berikut:
  • Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan
  • Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran, kosongkan payudara dengan cara memompanya
  • Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan/luka pada puting susu
  • Minum banyak cairan
  • Menjaga kebersihan puting susu
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui.

Fibroadenoma

DEFINISI
Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali ditemukan pada remaja putri.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
Benjolan mudah digerakkan, batasnya jelas dan bisa dirasakan pada SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yan gkuat yang ditemukan di dalam tulang rawan, urat daging dan kulit).






SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
  2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
  3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri.
    Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
  5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.
    Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
  6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.
Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaa fisik. Benjolan cenderung berbentuk bundar dan memiliki pinggiran yang dapat dibedakan dengan jaringan payudara di sekitarnya, sehingga seringkali teraba seperti ada kelereng di dalam jaringan payudara.

Untuk membantu menegakkan diagnosa biasanya dilakukan aspirasi jarum atau biopsi.


PENGOBATAN
Fibroadenoma seringkali berhenti tumbuh atau bahkan mengecil dengan sendirinya. Pada kasus seperti ini, tumor biasanya tidak diangkat. Jika fibroadenoma terus membesar, maka harus dibuang melalui pembedahan.

Penyakit Payudara Fibrokista

DEFINISI
Penyakit Payudara Fibrokista adalah suatu keadaan yang terdiri dari nyeri, kista dan benjolan jinak pada payudara. Sebetulnya pemakaian istilah penyakit disini kurang tepat karena keadaan ini bukan merupakan suatu penyakit. Keadaan tersebut sangat sering ditemukan pada payudara yang normal dan merupakan variasi normal.

Perubahan fibrokista merupakan penyebab tersering dari benjolan payudara pada wanita yang berusia 30-50 tahun. Perubahan fibrokista bukan merupakan keganasan. Minimal 60% wanita selama masa reproduktifnya memiliki benjolan payudara sebagai akibat dari perubahan fibrokista.


PENYEBAB
Penyebabnya berhubungan dengan respon jaringan payudara terhadap perubahan kadar estrogen dan progesteron yang terjadi setiap bulan selama masa reproduktif wanita. Setiap bulan selama 1 siklus menstruasi, jaringan payudara membengkak dan kembali normal. Rangsangan hormon terhadap jaringan payudara menyebabkan payudara menahan air serta kelenjar susu dan salurannya melebar.

Pada saat ini payudara terasa membengkak, nyeri dan memiliki benjolan. Setelah menstruasi, biasanya pembengkakan payudara berkurang adan payudara tidak terlalu nyeri dan tidak memiliki benjolan. Karena itu saat terbaik untuk untuk memeriksa payudara adalah pada 7-10 hari setelah menstruasi (ketika jaringan payudara dalam keadaan normal).

Biasanya perubahan fibrokista terjadi pada kedua payudara dan lebih jarang ditemukan pada wanita yang menggunakan pil KB. Faktor resiko terjadinya perubahan fibrokista adalah riwayat keluarga dengan keadaan serupa dan diet (misalnya asupan lemak dan kafein yang berlebihan).


GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
  • benjolan padat dengan bentuk yang tidak teratur.
  • nyeri payudara yang sifatnya menetap atau hilang-timbul
  • payudara terasa penuh
  • nyeri tumpul dan berat
  • pembengkakan dan nyeri tekan sebelum menstruasi
  • nyeri payudara berkurang setiap selesai menstruasi.
Gejalanya bisa ringan atau berat dan mencapai puncaknya sesaat sebelum menstruasi serta menghilang segera setelah menstruasi.






DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan payudara akan teraba massa yang bisa digerakkan, bentuknya biasanya bundar dengan permukaan yang licin .

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah;
  • Mammografi
  • USG payudara.

PENGOBATAN
Jika benjolan tetap ada, mungkin perlu dilakukan biopsi (pengangkatan jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop). Untuk mengurangi nyeri, sebaiknya penderita tidak mengkonsumsi kopi, teh, coklat dan minuman ringan. Selain itu bisa digunakan obat pereda nyeri. Rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan kompres hangat dan pemakaian BH yang tepat. Kadang diberikan vitamin E.

Untuk mengurangi gejala bisa diberikan pil KB. Pada kasus yang berat kadang diberikan danazol. Kadang benjolan harus diangkat melalui pembedahan.

Kista Payudara

DEFINISI
Kista Payudara adalah kantung berisi cairan yang ditemukan di dalam payudara.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, kemungkinan melibatkan cedera payudara yang ringan. Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang masa menopause. Tetapi kista dapat terjadi pada wanita pasca menopause, terutama jika mereka menjalni terapi sulih hormon.


GEJALA
Kista kadang menyebabkan nyeri payudara.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kista teraba licin, bisa digerakkan, berbatas tegas dan kadang nyeri bila ditekan. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memastikan adanya kista payudara adalah:
  • Mammografi
  • USG payudara.

PENGOBATAN
Untuk mengurangi nyeri, cairan dari dalam kista bisa diambil dengan menggunakan jarum. Jika cairan tersebut mengandung darah, berwarna coklat atau keruh, atau kembali terkumpul dalam waktu 12 minggu setelah cairan diambil, maka seluruh kista harus dibuang melalui pembedahan karena kemungkinan bisa terjadi keganasan pada dinding kista.

Mastalgia (Nyeri Payudara)

DEFINISI
Mastalgia adalah nyeri payudara.

Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok:
  1. Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasi
  2. Mastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian).

PENYEBAB
Jenis mastalgia yang paling sering ditemukan adalah mastalgia siklik yang terjadi akibat perubahan hormonal. Beberapa wanita merasakan nyeri payudara di sekitar masa ovulasi (pelepasan sel telur) yang terus berlanjut sampai masa menstruasi tiba. Nyeri bisa hanya dirasakan di salah satu payudara atau bisa juga menjalar ke ketiak.

Nyeri pada mastalgia non-siklik biasanya terus menerus ada dan hanya pada lokasi tertentu di payudara. Penyebabnya bisa berupa:
  • Cedera atau benturan pada payudara
  • Nyeri artritik di dalam rongga dada dan leher yang menjalar ke payudara
  • Kehamilan
  • Menyusui
  • Menjelang menopause
  • Terapi estrogen
  • Infeksi payudara
  • Menjelang pubertas
  • Obat-obatan (misalnya digitalis, aldomet, aldakton, anadrol dan klorpromazin)
  • Alkoholik disertai kerusakan hati
  • Zat tertentu di dalam makanan atau minuman (misalnya metilsantin yang terkandung di dalam kopi)
  • Kanker payudara (tetapi tidak setiap nyeri pada payudara merupakan pertanda dari kanker payudara).

GEJALA
Payudara terasa nyeri atau nyeri timbul bila payudara ditekan. Nyeri bisa dirasakan pada salah satu ataupun kedua payudara, nyerinya bisa menyebar atau terlokalisir.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Jika pada pemeriksaan payudara ditemukan adanya benjolan, maka dilakukan pemeriksaan berikut:
  • Mammogram
  • USG payudara
  • Biopsi jaringan payudara.

PENGOBATAN
Mastalgia siklik

  • Diuretik
  • EPO (evening primrose oil, dosis 3 gram/hari)
    EPO mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan bisa menormalkan kandungan asam lemak pada penderita mastalgia siklik.
  • Pil KB
  • Progesteron
  • Tamoxifen
    Tamoxifen adalah suatu anti estrogen yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker payudara. Obat ini efektif dalam mengurangi mastalgia.
  • Viteks (Vitex agnus-castus, dosis 40 mg/hari)
    Viteks dapat menyeimbangkan kadar hormon pada penderita mastalgia siklik dan sindroma premenstruasi.
Obat lainnya yang juga digunakan adalah danazol dan bromocriptine.

Pengobatan untuk mastitis non-siklik tergantung kepada penyebabnya. Cedera pada permukaan payudara yang menunjukkan adanya infeksi diobati dengan antibiotik.

Untuk kedua jenis mastitis bisa dilakukan pengobatan berikut:
  • Gunakan BH yang nyaman dan pas. Hal ini sangat penting jika penderita melakukan olah raga berat. BH yang pas bisa mengurangi nyeri secara drastis.
  • Kurangi asupan lemak jenuh dan garam
  • Vitamin E (400-800 unit/hari)
  • Kurangi asupan kopi, teh dan coklat
  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas.
    Kebanyakan nyeri bersifat ringan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan atau tahun.