Tampilkan postingan dengan label Masalah Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2011

Tips Atasi Nyeri Saat Persalinan

persalinanUntuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan ini, coba terapkan tips berikut:
  1. Selama kontraksi, coba ambil posisi seperti merangkak di atas matras.
    Posisi ini mengurangi tekanan kepala bayi terhadap tulang punggung Anda. Dalam posisi merangkak ini, lurukan tangan dan punggung. Saat kontraksi selesai, taruhlah banyak bantal-bantal untuk menyangga kepala Anda.
  2. Saat kontraksi mulai lagi, singkirkan bantal-bantal tersebut agar Anda dapat kembali dalam posisi merangkak lagi.
  3. Mintalah pasangan Anda memijat punggung bawah, atau mengompres punggung Anda dengan air hangat di antara saat-saat kontraksi. Gunakanlah talk atau vaselin sebagai pelicin saat memijat.
  4. Bergeraklah terus di antara tiap kontraksi. Ini akan membantu Anda untuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan. Saat kontraksi, pilihlah posisi yang paling nyaman.
  5. Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun posisi lainnya. Gunanya agar kepala bayi tetap berada di leher rahim dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.
  6. Berkonsentrasilah pada pernafasan Anda, untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit.
  7. Bernyanyilah atau bersuaralah saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa nyeri Anda. Namun, tidak perlu terlalu keras agar tidak membuang energi yang sangat Anda perlukan saat pengeluaran bayi nantinya.
  8. Berkonsentrasilah pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau ketakutan untuk kontraksi yang berikutnya. Cobalah untuk melihat kontraksi sebagai gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat pengeluaran sang bayi.
  9. Buang air kecil sesering mungkin agar kandung kencing tidak menghalangi saat kontraksi.
  10. Jika perlu, Anda bisa minta dibius secara epidural untuk mengurangi nyeri.
    Epidural adalah pembiusan untuk mengurangi rasa sakit dengan membuat kebal sementara saraf-saraf di tubuh bagian bawah. Epidural harus diberikan secukupnya saja, sehingga pada tahap 2 persalinan (yaitu tahap pengeluaran bayi), pembiusan ini sudah menghilang. Apabila pembiusan ini tidak menghilang pada tahap 2 tersebut, maka proses pengeluaran bayi dapat menjadi lebih lama dan mungkin harus dilakukan episiotomi (pengguntingan vagina agar jalan lahir keluar bayi lebih luas) atau harus dipergunakan alat bantu forseps untuk melahirkan bayi.
Sumber: Buklet Prenagen "Mengenal Seluk Beluk Persalinan"

Source: http://www.info-sehat.com/inside_level2.asp?artid=41&secid=&intid=2

Artikel Terkait:
Kehamilan Resiko Tinggi
Komplikasi Persalinan
Tips Kesehatan
Masalah Kesehatan Wanita

Jumat, 10 Desember 2010

Penyakit Toksoplasma

DEFINISI
Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit toksoplasma gondii dan menyebabkan gejala seperti sakit flu. Penyakit ini biasanya menyerang wanita yang sedang hamil.


PENYEBAB
Penyebab utama penyakit ini adalah parasit toksoplasma gondii. Parasit ini biasanya tinggal dalam tubuh kucing yang makan daging atau hewan yang telah terinfeksi. Selama ini bulu atau kotoran kucing dianggap sebagai satu-satunya media penyebaran penyakit toksoplasma, padahal toksoplasma juga terdapat pada bahan makanan seperti daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayur-sayuran yang sudah tercemar tinja hewan yang mengandung parasit toksoplasma.


GEJALA
Gejala toksoplasma hampir menyerupai gejala flu ringan, seperti sakit kepala, agak demam, lemas hingga gangguan kulit dan bengkak pada kelenjar getah bening. Tapi kebanyakan orang tidak merasakan adanya gejala-gejala walaupun sudah terinfeksi.

Untuk ibu hamil yang sudah terinfeksi toksoplasma sebelumnya dapat menyebabkan bayi lahir mati atau keguguran.


PENGOBATAN
Toksoplasma dapat diobati dengan pemberian obat antimalaria seperti Pyrimethamine (Daraprim), tetapi obat ini dapat mencegah tubuh anda melakukan penyerapan vitamin B sehingga harus dibarengi dengan pemberian asam folat. Antibiotik sulfadiazin dikombinasikan dengan pyrimethamine juga dapat membantu penyembuhan toksoplasma.

Untuk ibu hamil pyrimethamine dan sulfadiazin dapat digunakan, tetapi memiliki efek samping sehiingga hanya boleh digunakan pada waktu yang sangat diperlukan.

Rabu, 08 Desember 2010

Gonorea

DEFINISI
Gonorea adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kencing, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).


PENYEBAB
Bakteri neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh bagian tubuh. Terutama kulit dan persendian. Pada kaum wanita, bakteri ini dapat naik ke saluran kelamin dan menginfeksi dalam panggul hingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.


GEJALA
Pada kaum pria, gejala timbul lebih cepat, yakni beberapa hari setelah terinfeksi. Gejala awal berupa rasa tidak enak pada saluran kencing dan nyeri ketika pipis serta keluar nanah dari penis.

Makin lama, penderita akan sering buang air kecil dan merasakan dorongan untuk pipis meski tidak keluar urin. Lubang penis pun tampak merah dan membengkak.

Pada kaum wanita, gejala timbul dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Bahkan penderita seringkali tidak menunjukkan adanya gejala selama berbulan-bulan.

Jika timbul gejala, biasanya ringan. Tapi lama-lama menjadi berat berupa keinginan untuk pipis terus, keluarnya cairan dari vagina, serta demam. Jika infeksi telah menyebar, bisa menyebabkan nyeri di berbagai bagian tubuh seperti panggul hingga mengganggu kenikmatan berhubungan seks.

Penyakit ini bisa juga menginfeksi anus jika penderita adalah pelaku anal seks atau hubungan seksual lewat anus. Penderita akan merasa tidak nyaman dan keluar cairan di sekitar anus. Daerah sekitar anus pun akan tampak merah dan kasar. Tinja si penderita seringkali berlapis lendir dan darah.

Melakukan oral seks atau hubungan seksual lewat mulut dengan seorang penderita gonorea juga bisa mengakibatkan gonorea pada tenggorokan. Infeksi tersebut bisa menyebabkan gangguan makan. Jika cairan penis atau vagina yang terinfeksi kuman gonorea mengenai mata, maka bisa terjadi infeksi pada mata luar. Bayi yang baru lahir bisa terinfeksi gonorea selama proses persalinan hingga terjadi infeksi pada mata si bayi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa berujung pada kebutaan.


KOMPLIKASI
Bakteri bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Infeksi yang menyebar melalui darah bisa menyebabkan bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, dan nyeri sendi atau yang dikenal dengan sindrom artitis dermatis. Tak hanya itu, bisa pula terjadi infeksi pada jantung (endokarditis) dan infeksi pembungkus hati (perihepatitis).


PENANGANAN
Gonorea biasanya ditangani dengan suntikan atau antibiotik melalui mulut selam satu minggu. Jika gonorea terlanjur menyebar lewat aliran darah, biasanya penderita akan diberikan antibiotik melalui pembuluh darah atau infus.

Selasa, 30 November 2010

Nyeri Payudara saat Menyusui (Mastitis)

Nyeri Payudara
Nyeri payudara atau mastitis adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan payudara, sehingga mengakibatkan payudara menjadi bengkak, berwarna merah & terasa nyeri. Kadangkala dapat juga timbul demam. Biasanya mastitis ini dialami oleh ibu yang menyusui, meskipun dapat juga dialami bukan pada saat menyusui (jarang terjadi). Diperkirakan mastitis ini dapat dialami oleh 1 dari 10 orang ibu menyusui.

Pada kebanyakan kasus, mastitis atau nyeri payudara karena menyusui biasanya terjadi pada masa 3 bulan pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah & kesulitan untuk merawat sang bayi. Terkadang, karena mastitis ini juga dapat membuat si ibu berhenti memberikan ASI pada sang bayi, walaupun tidak menghendakinya. Tetapi sebenarnya ibu yang mengalami nyeri payudara atau mastitis masih dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya.

Mastitis biasanya disebabkan karena adanya milk stasis, yaitu dimana ASI masuk kedalam jaringan payudara karena tidak dikeluarkan. Hal ini dapat terjadi ketika bayi tidak mengosongkan ASI ketika meyusui, yang dapat disebabkan karena proses menyusui yang kurang tepat.

Selain hal tersebut, ada juga beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya mastitis seperti yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk, berikut ini:
  • Ukuran payudara yang bertambah besar & tidak kembali ke ukuran normal.
  • Jadwal menyusui yang terlalu ketat.
  • Adanya luka pada payudara.
Kadangkala, mastitis dapat memburuk & menjadi infective mastitis. Hal ini dapat terjadi apabila mempunyai puting payudara yang luka/retak, sehingga infeksi dapat masuk kedalam jaringan lymphatic system didalam payudara.

Berikut adalah gejala mastitis, yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk:
  • Payudara berwarna kemerahan.
  • Payudara terasa keras.
  • Nyeri atau sakit pada payudara.
  • Payudara terasa panas.
  • Bengkak pada payudara.
Dapat juga terasa seperti adanya gumpalan pada payudara, yang sering disebut sebagai kelenjar susu yang tersumbat. Tetapi hal tersebut bukan karena adanya sumbatan, tetapi karena ada ASI yang masuk kedalam jaringan payudara, bukannya ke dalam kelenjar susu.

Selain gejala tersebut diatas, biasanya wanita yang mengalami mastitis juga akan merasakan:
  • Kedinginan.
  • Sakit kepala.
  • Suhu tubuh > 38,5°C.
  • Mudah lelah.

Penanganan Nyeri Payudara
Mengalami mastitis dapat menyiksa, tetapi dengan istirahat yang cukup & penanganan yang tepat, hal tersebut dapat segera diatasi. Sayangnya, mastitis dapat dialami oleh ibu menyusui lebih dari sekali, meskipun jarang terjadi untuk dialami oleh kedua payudara secara bersamaan.

Berikut adalalah penanganan mastitis, yang medicastore ambil dari webmd.com:
  • Antibiotik dapat mengatasi mastitis. Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai anjuran, jangan dihentikan hanya karena merasa sudah lebih baik. Antibiotik yang dipilih tidak akan merugikan sang bayi.
  • Untuk membuat lebih baik, sebaiknya istirahat yang cukup, minum banyak cairan & gunakan kompres hangat atau dingin pada payudara yang sakit.
  • Sebelum menyusui sang bayi, kompreskan handuk hangat pada payudara yang mengalami mastitis selama 15 menit. Lakukan ini setidaknya 3 kali sehari karena hal tersebut dapat melancarkan aliran ASI didalam payudara. Melakukan pemijatan pada payudara yang mengalami mastitis juga dapat melancarkan aliran ASI.
  • Untuk meredakan rasa nyeri dapat mengkonsumsi parasetamol, serta ibuprofen untuk mengurangi peradangan pada payudara.
  • Payudara yang mengalami mastitis, masih aman untuk memberikan ASI kepada sang bayi & hal tersebut juga dapat membantu meredakan mastitis. Jika menyusui dengan payudara yang mengalami mastitis dirasakan terlalu menyakitkan, maka bisa didahulu oleh payudara yang sehat. Kemudian ketika ASI sudah mengalir, maka bisa dilakukan dengan payudara yang mengalami mastitis. Jika puting payudara luka atau lecet, sehingga tidak bisa untuk menyusui, gunakanlah pompa susu untuk memompa ASI dari payudara tersebut.
  • Bila mengalami mastitis, sebaiknya segera ditangani. Menunda penanganan mastitis dapat menyebabkan terjadinya abses pada payudara, yang lebih sulit untuk ditangani.

Mencegah Nyeri Payudara
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mastitis, yang medicastore ambil dari mayoclinic.com:
  • Minimalkan kemungkinan untuk mengalami mastitis dengan mengosongkan ASI pada payudara saat menyusui. Biarkan sang bayi menghabiskan ASI pada satu payudara sebelum berpindah ke payudara yang lainnya saat menyusui. Jika bayi hanya menyusui beberapa menit (atau tidak sama sekali) pada payudara yang kedua, maka mulailah pada payudara tersebut pada saat waktu menyusui berikutnya.
  • Berikan payudara secara bergantian pada saat menyusui pertama & gantilah posisi menyusui setiap kali hendak memberikan ASI. Pastikan bayi menghisap dengan benar selama proses menyusui. Kemudian jangan jadikan payudara sebagai pacifier untuk bayi, hal ini karena bayi senang menghisap & sering merasa nyaman untuk menghisap payudara meskipun tidak merasa lapar.
  • Untuk mendapatkan hubungan menyusui yang tepat dengan bayi & untuk menghindari terjadinya mastitis, dapat juga berkonsultasi dengan konsultan menyusui. Biasanya mereka adalah perawat yang mempunyai spesialisasi membantu wanita mengenai masalah menyusui. Dengan merubah posisi pada saat menyusui & memastikan bayi menyusui dengan benar dapat membuat menyusui menjadi efektif & juga mencegah terjadinya mastitis.
Ayo, Kita Sukseskan Pemberian ASI Eksklusif untuk 6 Bulan Pertama Usia Bayi !

Sumber :
  1. www.mayoclinic.com
  2. www.babycentre.co.uk
  3. www.webmd.com

Selasa, 12 Oktober 2010

Vulvodynia

DEFINISI
Vulvodynia adalah nyeri disertai rasa sakit, terbakar atau iritasi di daerah sekitar pembukaan vagina (vulva). Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan saat duduk atau melakukan hubungan seksual.


PENYEBAB
Belum ada penyebab pasti terjadinya vulvodynia, tapi diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor seperti cedera atau infeksi saraf di daerah sekitar vulva, infeksi vagina, alergi atau hipersensitivitas lokal pada kulit. Kebanyakan wanita yang menderita vulvodynia telah memilii riwayat pengobatan vaginitis.


GEJALA
Vulvodynia ditandai dengan rasa nyeri di sekitar kemaluan. Rasa nyeri itu bisa berupa perasaan terbakar, sakit, gatal, tersengat, berdenyut dan tidak ingin melakukan hubungan seksual. Kondisi seperti ini dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.


PENGOBATAN
Pengobatan vulvodynia dapat dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Medis
    - Trisiklik antidepresan. membantu mengurangi sakit kronis termasuk amitriptyline, desipramine (Norpramin) dan nortriptyline (Aventyl, pamelor).
    - Antikonvulsan seperti carbamazepine (Tegretol) dan gabapentin (Neurontin). dapat mengurangi rasa sakit vulvodynia.
    - Antihistamin seperti Hidroksizin dapat mengurangi gatal.
  2. Biofeedback terapi. Terapi ini membantu mengurangi rasa sakit dengan mengendalikan respon tubuh tertentu. Tujuan biofeedback adalah membuat perasaan santai sehingga mengurangi sensasi rasa sakit.
  3. Lokal anestesi. Obat-obatan seperti salep lidokain dapat memberikan perasaan nyaman sementara dan dapat digunakan 30 menit sebelum berhubungan seksual.
  4. Bedah. pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkan kulit yang terkena dan mengurangi rasa sakit pada jaringan (vestibulectomy).

Senin, 27 September 2010

Mastitis

DEFINISI
Mastitis merupakan infeksi jaringan payudara yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kemerahan dari payudara. Mastitis paling sering menyerang wanita yang menyusui, walaupun jarang terjadi. Namun tak menutup kemungkinan wanita yang tak menyusui terjangkit. Sering kali, mastitis terjadi dalam enam minggu pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat membuat Anda merasa lelah, sehingga sulit
untuk merawat bayi Anda.

Kadang-kadang mastitis menyebabkan seorang ibu menyapih bayinya sebelum sebelum waktunya. Tetapi sebenarnya Anda dapat terus menyusui saat Anda terjangkit mastitis.


PENYEBAB
Mastitis terjadi ketika bakteri memasuki payudara Anda melalui retakan pada kulit puting susu. Bakteri dari permukaan kulit dan dari mulut bayi memasuki saluran susu dan dapat mengakibatkan rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan pada payudara.


GEJALA
Dengan mastitis, tanda-tanda dan gejala dapat muncul tiba-tiba dan bisa mencakup:
  • Payudara hangat bila disembuh
  • Perasaan sakit
  • Pembengkakan payudara
  • Nyeri atau rasa panas terus menerus atau saat menyusui
  • Kulit kemerahan
  • Demam dari 101 F (38,3 C) atau lebih
Mastitis walaupun biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama menyusui, hal ini bisa terjadi setiap saat selama menyusui. Mastitis cenderung hanya menyerang satu payudara bukan kedua payudara.


PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
  • Antibiotik. Mengobati mastitis biasanya memerlukan 10 - sampai 14-hari mengkonsumsi antibiotik. Anda mungkin merasa sehat kembali 24 sampai 48 jam setelah menelan antibiotik, Habiskan seluruh obat, meminimalisir kemungkinan kambuh.
  • Istirahat terus, dan minum air yang banyak.
  • Jika tidak sembuh setelah minum antibiotik, periksakan kembali diri ke dokter, karena kanker payudara memiliki gejala yang sama dengan Mastitis.
Sedangakan sebagai tindak pencegahan Anda bisa melakukan hal sebagai berikut,
  1. Usahakan payudara tetap kering sehabis menyusui
  2. Biarkan bayi menyusui dengan posisi yang benar, lalu susuilah bayi Anda di waktu-waktunya, jangan membiasakan bayi anda menyusu sepanjang waktu.
  3. Jagalah kebersihan diri.

Senin, 16 Agustus 2010

Vagina Kering

menopauseDESKRIPSI
Vagina kering merupakan masalah yang umum bagi perempuan selama dan setelah menopause. Sebanyak empat dari sepuluh perempuan yang mengalami menopause mengalami tanda-tanda dan gejala yang berkaitan dengan kekeringan vagina. Meski vagina kering umumnya terjadi pada perempuan menopause, bukan berarti perempuan yang belum menopause terhindar dari masalah ini.

Perubahan hormon selama siklus menstruasi dan usia mempengaruhi jumlah dan konsistensi dari uap air ini. Pelumasan vagina terdiri dari cairan bening yang merembes melalui dinding pembuluh darah yang mengelilingi vagina. Ketika perempuan terangsang secara seksual, lebih banyak darah mengalir ke organ-organ panggul, menciptakan lebih banyak cairan pelumas vagina.


TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala kekeringan vagina meliputi:
  • Kekeringan vagina
  • Gatal
  • Sensasi panas pada vagina
  • Sakit atau pendarahan ringan saat berhubungan seks

PERAWATAN
Secara umum pengobatan vagina kering dilakukan dengan terapi estrogen. Beberapa pilihan terapi itu antara lain krim estrogen, cincin estrogen, atau tablet estrogen.

Selasa, 20 April 2010

Cedera Lahir

DEFINISI
Jalan lahir dibentuk oleh tulang panggul ibu. Dalam keadaan normal, bayi memiliki ruang yang cukup untuk dilaluinya di sepanjang jalan lahir. Tetapi jika jalan lahir sempit atau janinnya besar (seperti pada ibu penderita diabetes), maka bisa terjadi kesulitan dalam melewati jalan lahir atau bisa terjadi cedera. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi terlalu besar untuk dapat melewati jalan lahir, maka dilakukan operasi sesar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera pada bayi.

Selama proses persalinan berlangsung, hampir setiap bagian dari bayi bisa mengalami cedera. Kebanyakan bersifat ringan dan segera membaik. Yang paling sering terjadi adalah memar. Tulang tengkorak bayi tidak saling berhubungan, sehingga ketika melewati jalan lahir, kepala bayi bisa disesuaikan dengan jalan lahir. Hal ini adalah normal dan dalam beberapa hari, bentuk kepala akan kembali normal. Cedera kepala yang serius dan cedera otak yang hebat, saat ini jarang terjadi.

Pada persalinan yang sulit, bisa terjadi peregangan saraf, terutama saraf yang menuju ke lengan sehingga terjadi kelumpuhan sementara ataupun menetap pada lengan (kelumpuhan Erb). Kadang terjadi patah tulang selangka dan biasanya segera membaik tanpa meninggalkan gejala sisa.

Kamis, 21 Januari 2010

Sindroma Premenstruasi (PMS)

DEFINISI
Sindroma Premenstruasi /PMS=Pre Menstruasi Syndrome (Kelainan Disforik Premenstruasi) merupakan suatu keadaan dimana sejumlah gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi; gejala biasanya timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai.


PENYEBAB
Sindroma premenstruasi mungkin berhubungan dengan naik-turunnya kadar estrogen dan progesteron yang terjadi selama siklus menstruasi. Estrogen menyebabkan penahanan cairan, yang kemungkinan menyebabkan bertambahnya berat badan, pembengkakan jaringan, nyeri payudara dan perut kembung.

Penyebab yang pasti dari sindroma premenstruasi tidak diketahui; tetapi mungkin berhubungan dengan faktor-faktor sosial, budaya, biologi dan psikis. Sindroma premenstruasi terjadi pada sekitar 70-90% wanita pada usia subur. Lebih sering ditemukan pada wanita berusia 20-40 tahun.


GEJALA
Jenis dan beratnya gejala bervariasi pada setiap wanita dan bervariasi pada setiap bulan. Wanita yang menderita epilepsi mungkin akan lebih sering mengalami kejang. Wanita yang menderita penyakit jaringan ikat (misalnya lupus atau artritis rematoid) bisa mengalami kekambuhan.

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan adalah:
  1. Perubahan fisik
    - Sakit punggung
    - Perut kembung
    - Payudara terasa penuh dan nyeri
    - Perubahan nafsu makan
    - Sembelit
    - Pusing
    - Pingsan
    - Sakit kepala
    - Daerah panggul terasa berat atau tertekan
    - Hot flashes (kulit wajah, leher, dada tampak merah dan teraba hangat)
    - Susah tidur
    - Tidak bertenaga
    - Mual dan muntah
    - Kelelahan yang luar biasa
    - Kelainan kulit (misalnya jerawat dan neurodermatitis)
    - Pembengkakan jaringan atau nyeri persendian
    - Penambahan berat badan
  2. Perubahan suasana hati
    - Mudah marah
    - Cemas
    - Depresi
    - Mudah tersinggung
    - Gelisah
    - Sebentar sedih, sebentar gembira
  3. Perubahan mental
    - Kalut
    - Sulit berkonsentrasi
    - Pelupa.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang timbul beberapa hari menjelang menstruasi.


PENGOBATAN
Pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron bisa membantu mengurangi naik-turunnya kadar estrogen dan progesteron.

Untuk mengurangi penahanan cairan dan perut kembung, sebaiknya penderita mengurangi asupan garam dan mengkonsumsi diuretik ringan (misalnya spironolactone). Penderita juga bisa mengurangi asupan gula, cafein dan alkohol; menambah asupan karbohidrat dan lebih sering makan.

Untuk mengurangi sakit kepala, nyeri karena kram rahim dan nyeri persendian, bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid. Rasa cemas dan gelisah bisa dibantu dengan menjalani latihan relaksasi dan meditasi. Fluoxetine bisa mengurangi depresi dan gejala lainnya. Biasanya diberikan vitamin B6, kalsium dan magnesium.

Dismenore

DEFINISI
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi.


PENYEBAB
Disebut dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya dan dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan. Dismenore primer sering terjadi, kemungkinan lebih dari 50% wanita mengalaminya dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama.

Nyeri pada dismenore primer diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin. Nyeri dirasakan semakin hebat ketika bekuan atau potongan jaringan dari lapisan rahim melewati serviks (leher rahim), terutama jika saluran serviksnya sempit. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
- rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
- kurang berolah raga
- stres psikis atau stres sosial.

Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.

Perbedaan beratnya nyeri tergantung kepada kadar prostaglandin. Wanita yang mengalami dismenore memiliki kadar prostaglandin yang 5-13 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami dismenore. Dismenore sangat mirip dengan nyeri yang dirasakan oleh wanita hamil yang mendapatkan suntikan prostaglandin untuk merangsang persalinan.

Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah:

  • Endometriosis
  • Fibroid
  • Adenomiosis
  • Peradangan tuba falopii
  • Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut.
  • Pemakaian IUD.
Dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.


GEJALA
Dismenore menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan:
- istirahat yang cukup,
- olahraga yang teratur (terutama berjalan),
- pemijatan,
- orgasme pada aktivitas seksual, dan
- kompres hangat di daerah perut.

Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi. Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olahraga secara teratur.

Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroxiprogesteron. Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dismenore. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).

Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas. Pengobatan untuk dismenore sekunder tergantung kepada penyebabnya.

Amenore (tidak menstruasi)

DEFINISI
Amenore adalah tidak terjadinya menstruasi. Jika menstruasi tidak pernah terjadi maka disebut amenore primer, jika menstruasi pernah terjadi tetapi kemudian berhenti selama 6 bulan atau lebih maka disebut amenore sekunder.

Amenore yang normal hanya terjadi sebelum masa pubertas, selama kehamilan, selama menyusui dan setelah menopause.




PENYEBAB
Amenore bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya.

Dalam keadaan normal, hipotalamus (bagian dari otak yang terletak diatas kelenjar hipofisa) mengirimkan sinyal kepada kelenjar hipofisa untuk melepaskan hormon-hormon yang merangsang dilepaskannya sel telur oleh ovarium. Pada penyekit tertentu, pembentukan hormon hipofisa yang abnormal bisa menyebabkan terhambatnya pelepasan sel telur dan terganggunya serangkaian proses hormonal yang terlibat dalam terjadinya menstruasi.

Penyebab amenore primer:
  1. Tertundanya menarke (menstruasi pertama)
  2. Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata)
  3. Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dan lain lain)
  4. Kelainan bawaan pada sistem kelamin
  5. Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X)
  6. Obesitas yang ekstrim
  7. Hipoglikemia
  8. Disgenesis gonad
  9. Hipogonadisme hipogonadotropik
  10. Sindroma feminisasi testis
  11. Hermafrodit sejati
  12. Penyakit menahun
  13. Kekurangan gizi
  14. Penyakit Cushing
  15. Fibrosis kistik
  16. Penyakit jantung bawaan (sianotik)
  17. Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal
  18. Hipotiroidisme
  19. Sindroma adrenogenital
  20. Sindroma Prader-Willi
  21. Penyakit ovarium polikista
  22. Hiperplasia adrenal kongenital
Penyebab amenore sekunder:
  1. Kehamilan
  2. Kecemasan akan kehamilan
  3. Penurunan berat badan yang drastis
  4. Olah raga yang berlebihan
  5. Lemak tubuh kurang dari 15-17%extreme
  6. Mengkonsumsi hormon tambahan
  7. Obesitas
  8. Stres emosional
  9. Menopause
  10. Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)
  11. Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)
  12. Prosedur dilatasi dan kuretase
  13. Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan).



GEJALA
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas, maka tidak akan ditemukan tanda-tanda pubertas seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak sert perubahan bentuk tubuh.

Jika penyebabnya adalah kehamilan, akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut. Jika penyebabnya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.

Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat (moon face), perut buncit dan lengan serta tungkai yang kurus.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore:
  • Sakit kepala
  • Galaktore (pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang menyusui)
  • Gangguan penglihatan (pada tumor hipofisa)
  • Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti
  • Vagina yang kering
  • Hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan, yang mengikuti pola pria), perubahan suara dan perubahan ukuran payudara

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan usia penderita.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
  • Biopsi endometrium
  • Progestin withdrawal
  • Kadar prolaktin
  • Kadar hormon (misalnya testosteron)
  • Tes fungsi tiroid
  • Tes kehamilan
  • Kadar FSH (follicle stimulating hormone)< LH (luteinizing hormone), TSH (thyroid stimulating hormone)
  • Kariotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom
  • CT scan kepala (jika diduga ada tumor hipofisa).

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah penurunan berat badan yang drastis atau obesitas, penderita dianjurkan untuk menjalani diet yang tepat. Jika penyebabnya adalah olah raga yang berlebihan, penderita dianjurkan untuk menguranginya.

Jika seorang anak perempuan belum pernah mengalami menstruasi dan semua hasil pemeriksaan normal, maka dilakukan pemeriksaan setiap 3-6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya. Untuk merangsang menstruasi bisa diberikan progesteron. Untuk merangsang perubahan pubertas pada anak perempuan yang payudaranya belum membesar atau rambut kemaluan dan ketiaknya belum tumbuh, bisa diberikan estrogen.

Jika penyebabnya adalah tumor, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tesebut.

Tumor hipofisa yang terletak di dalam otak biasanya diobati dengan bromokriptin untuk mencegah pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor ini. Bila perlu bisa dilakukan pengangkatan tumor. Terapi penyinaran biasanya baru dilakukan jika pemberian obat ataupun pembedahan tidak berhasil.

Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik

DEFINISI
Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik terhitung sebanyak 25% dari seluruh perdarahan abnormal pada wanita.


PENYEBAB
Perdarahan bisa disebabkan oleh:
  • Cedera pada vulva atau vagina
  • Penganiayaan seksual
  • Peradangan vagina
  • Infeksi rahim
  • Kelainan darah yang menyebabkan pembekuan abnormal (misalnya leukemia atau trombositopenia)
  • Tumor jinak maupun tumor ganas (misalnya fibroid, kista, adenomiosis).
Umur merupakan faktor yang penting dalam menentukan kemungkinan penyebab dari perdarahan rahim:
  1. Bercak perdarahan pada bayi perempuan yang baru lahir bisa terjadi karena estrogen yang diserap dari ibunya
  2. Perdarahan pada masa kanak-kanak mungkin disebabkan oleh:
    - Pubertas yang terlalu dini (pubertas prekoks). Pubertas prekoks bisa terjadi akibat obat-obatan, kelainan otak, kadar hormon tiroid yang rendah atau tumor pada kelenjar adrenal maupun tumor ovarium.
    - Adenosis vaginalis (pertumbuhan jaringan kelenjar vagina yang berlebihan), yang seringkali terjadi akibat pemakaian dietilstilbestrol oleh ibunya sebelum anak dilahirkan. Anak perempuan yang menderit adenosis vaginalis memiliki resiko menderita kanker vagina dan kanker serviks (leher rahim).
  3. Perdarahan abnormal pada masa reproduktif bisa disebabkan oleh: - Alat kontrasepsi (misalnya pil KB, progesteron, IUD)
    - Komplikasi dari kehamilan (misalnya plasenta previa, kehamilan ektopik)
    - Mola hidatidosa
    - Endometriosis.
  4. Penyebab perdarahan abnormal setelah menopause yang paling serius adalah kanker (misalnya kanker lapisan rahim, serviks maupun vagina). Sedangkan penyebab lainnya adalah penipisan dinding vagina (vaginitis atrofika), penipisan atau penebalan lapisan rahim dan polip rahim.
GEJALAGejalanya berupa perdarahan yang abnormal (misalnya lebih banyak, lebih encer, lebih sering atau tidak teratur), yang terjadi diluar atau selama siklus menstruasi.DIAGNOSADiagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk mengetahui adanya keganasan, bisa dilakukan pemeriksaan biopsi.PENGOBATANPengobatan tergantung kepada penyebabnya. Adenosis vaginalis tidak memerlukan pengobatan khusus, tetapi penderita sebaiknya menjalani pemeriksaan secara teratur untuk mengetahui perkembangan penyakitnya.Polip rahim, fibroid dan kanker bisa diangkat melalui pembedahan. Histerektomi (pengangkatan rahim) dilakukan pada wanita pasca menopause yang mengalami perdarahan akibat penebalan lapisan rahim dan adanya sel-sel yang abnormal (yang mungkin merupakan sel-sel prekanker).

Perdarahan Rahim Disfungsional

DEFINISI
Perdarahan Rahim Disfungsional adalah perdarahan abnormal akibat perubahan hormonal.

Perdarahan rahim disfungsional paling sering terjadi pada awal dan akhir masa reproduktif; 20% kasus terjadi ada gadis remaja dan lebih dari 50% terjadi pada wanita yang berusia diatas 45 tahun. 75% dari perdarahan rahim yang abnormal merupakan perdarahan rahim disfungsional.


PENYEBAB
Perdarahan rahim disfungsional disebabkan oleh adanya kelainan hormon yang mempengaruhi pengendalian sistem reproduksi oleh hipotalamus dan kelenjar hipofisa.

Pada perdarahan rahim disfungsional biasanya kadar estrogen tetap, sehingga terjadi penebalan lapisan rahim. Selanjutnya lapisan rahim dilepaskan secara tidak lengkap dan tidak teratur, menyebabkan perdarahan.


GEJALA
Perdarahan terjadi secara tidak teratur, lama dan kadang sangat banyak. Terjadi secara tidak teratur, lama dan kadang-kadang sangat banyak.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (pemeriksaan panggul).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan serum HCG (tes kehamilan)
  • Tes fungsi tiroid
  • Pemeriksaan kadar prolaktin, androgen, FSH, LH
  • Biopsi endometrium
  • Prosedur dilatasi dan kuretase
  • USG panggul
  • Histeroskopi

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada usia penderita, keadaan lapisan rahim dan rencana penderita untuk hamil lagi.

Jika lapisan rahim menebal dan mengandung sel-sel abnormal (terutama jika usia penderita lebih dari 35 tahun dan tidak memiliki rencana untuk hamil lagi), seringkali dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim), karena sel-sel yang abnormal tersebut bisa berubah menjadi keganasan.

Jika lapisan rahim menebal tetapi sel-selnya normal dan perdarahannya hebat, diberikan pil KB dosis tinggi yang mengandung estrogen dan progestin atau diberikan estrogen intravena (melalui pembuluh darah) yang diikuti dengan pemberian progestin per-oral (melalui mulut). Jika perdarahannya lebih ringan, diberkan pil KB dosis rendah.

Jika pengobatan dengan pil KB atau estrogen tidak berhasil, diberikan progestin per-oral selama 10-14 hari/bulan.

Jika pemberian hormon tidak efektif, maka dilakukan prosedur dilatasi dan kuretase, dimana jaringan dari lapisan rahim dibuang melalui kureetase. Jika penderita masih ingin hamil, untuk merangsang pelepasan sel telur bisa diberikan clomifene.

Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal)

DEFINISI
Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal) adalah suatu penyakit dimana ovarium (indung telur) membesar dan mengandung banyak kantong yang berisi cairan (kista); kadar hormon pria (androgen) bisa tinggi sehingga kadang menyebabkan maskulinisasi.

Pada sindroma ini kelenjar hipofisa biasanya melepaskan sejumlah besar LH (luteinizing hormone). LH yang berlebihan menyebabkan peningkatan pembentukan androgen dan kadar androgen yang tinggi ini kadang menyebabkan timbulnya jerawat dan rambut yang kasar.

Jika tidak diobati, sebagian androgen bisa diubah menjadi estrogen dan kadar estrogen yang tinggi bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker lapisan rahim (kanker endometrium).


PENYEBAB
Penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan baik ovarium-hipotalamus. Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisa dalam jumlah yang tepat.

Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Ovaium polikista memiliki ukuran 2-5 kali lebih besar daripada ovarium yang normal serta memiliki lapisan luar yang putih, tebal dan sangat kuat. Sindroma ini biasanya muncul segera setelah pubertas.

Penderita seringkali memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga menderita sindroma ovarium polikista.


GEJALA
Gejala biasanya muncul pada masa pubertas, yaitu berupa:
  • Obesitas
  • Hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih yang mengikuti pola pria, misalnya rambut tumbuh di dada dan wajah)
  • Oligomenore (menstruasi abnormal, tidak teratur dan sedikit)
  • Amenore
  • Kemandulan
  • Payudara mengecilecreased breast size
  • Jerawat
  • Virilisasi (maskulinisasi, tanda-tanda kejantanan).



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (pemeriksaan panggul).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Kadar LH dan FSH (rasio LH dan FSH biasanya meningkat)
  • USG vagina
  • Laparoskopi
  • Biopsi ovarium
  • Kadar androgen, estrogen.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada jenis dan beratnya gejala, usia penderita dan rencana kehamilan.

Jika tidak terjadi hirsutisme, bisa diberikan progentin sintetis atau pil KB. Tetapi kedua obat tersebut tidak diberikan jika penderita ingin hamil, telah memasuki masa menopause atau memiliki resiko tinggi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah. Progestin sintetis juga diberikan untuk mengurangi resiko kanker endometrium akibat tingginya kadar estrogen.

Untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan bisa dilakukan pencukuran dengan elektrolisis, pencabutan, pemakaian lilin atau cairan maupun krim perontok rambut (depilatori).

Pertumbuhan rambut berlebih juga bisa diatasi dengan spironolakton (obat yang menghambat pembentukan dan aksi hormon pria).
Efek samping dari spironolakton adalah peningkatan pembentukan air kemih, tekanan darah rendah, nyeri dada dan perdarahan vagina yang tidak teratur. Spironolactone juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, karena itu penderita yang mendapatkan spironolakton sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi.

Jika penderita masih ingin hamil, bisa diberikan clomifene (obat yang merangsang pelepasan sel telur oleh ovarium). Jika clomifene tidak efektif, bisa diberikan sejumlah hormon (misalnya FSH atau GnRH). Jika pemberian obat-obatan tidak efektif, penderita bisa menjalani pembedahan untuk mengangkat sebagian ovarium (reseksi baji) atau kauterisasi kista (menghancurkan kista dengan arus listrik). Pembedahan bisa merangsang pelepasan sel telur tetapi biasanya merupakan pilihan terakhir karena bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan mengurangi kemampuan penderita untuk hamil.

Obat-Obatan yang Dilarang Digunakan Selama Kehamilan

DEFINISI
WHO memperkirakan sebanyak lebih dari 90% wanita hamil yang mengkonsumsi obat yang diresepkan maupun obat bebas, obat sosialisasi (misalnya alkohol atau tembakau) atau obat terlarang. 2-3% dari seluruh cacat bawaan disebabkan oleh obat-obatan.

Obat berpindah dari ibu ke janin terutama melalui plasenta (ari-ari), yaitu melalui jalan yang sama yang dilalui oleh zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Di dalam plasenta, obat dan zat gizi di dalam darah ibu melewati selaput tipis yang memisahkan darah ibu dengan darah janin.

Obat yang diminum oleh wanita hamil bisa mempengaruhi janin melalui beberapa cara:
  • Secara langsung bekerja pada janin, menyebabkan kerusakan, kelainan perkembangan atau kematian
  • Mempengaruhi fungsi plasenta, biasanya dengan cara mengkerutkan pembuluh darah dan mengurangi pertukaran oksigen dan zat gizi diantara janin dan ibu
  • Menyebabkan otot rahim berkontraksi sekuat tenaga, yang secara tidak langsung mencederai janin dengan mengurangi aliran darah ke janin.

Pengaruh obat terhadap janin tergantung kepada tingkat perkembangan janin dan dosis serta kekuatan obat. Obat tertentu yang diminum pada awal kehamilan (sebelum hari ke 17 setelah pembuahan), bisa menyebabkan kematian janin atau tidak mempengaruhi janin sama sekali. Pada saat ini janin sangat kebal terhadap cacat bawaan.

Pada hari ke 17-57 setelah pembuahan (dimana organ tubuh mulai terbentuk), janin sangat rentan terhadap terjadinya cacat bawaan. Obat yang sampai ke janin bisa menyebabkan keguguran, cacat bawaan yang terlihat jelas atau cacat yang baru tampak di kemudian hari.

Obat yang diminum setelah organ tubuh janin terbentuk sempurna, memiliki peluang yang kecil untuk menyebabkan cacat bawaan yang nyata, tetapi bisa menyebabkan perubahan dalam pertumbuhan dan fungsi organ dan jaringan yang telah terbentuk secara normal.


OBAT ANTI-KANKER

Jaringan janin tumbuh dengan kecepatan tinggi, karena itu sel-selnya yang membelah dengan cepat sangat rentan terhadap obat anti-kanker. Banyak obat anti-kanker yang bersifat teratogen, yaitu dapat menyebabkan cacat bawaan seperti:
- IUGR (intra uterine growth retardation, hambatan pertumbuhan di dalam rahim)
- Rahang bawah yang kurang berkembang
- Celah langi-langit mulut
- Kelainan tulang tengkorak
- Kelainan tulang belakang
- Kelainan telinga
- Clubfoot (kelainan bentuk kaki)
- Keterbelakangan mental.


TALIDOMID

Obat ini sudah tidak diberikan lagi kepada wanita hamil karena bisa menyebabkan cacat bawaan. Talidomid pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 di Eropa sebagai obat influenza dan obat penenang. Pada tahun 1962, talidomid yang diminum oleh wanita hamil pada saat organ tubuh janinnya sedang terbentuk, ternyata menyebabkan cacat bawaan berupa lengan dan tungkai yang terbentuk secara tidak sempurna, kelainan usus, jantung dan pembuluh darah.


PENGOBATAN KULIT

Isotretinoin yang digunakan untuk mengobati jerawat yang berat, psoriasis dan kelainan kulit lainnya bisa menyebabkan cacat bawaan. Yang paling sering terjadi adalah kelainan jantung, telinga yang kecil dan hidrosefalus (kepala yang besar). Resiko terjadinya cacat bawaan adalah sebesar 25%.

Etretinat juga bisa menyebabkan cacat bawaan. Obat ini disimpan di dalam lemak dibawah kulit dan dilepaskan secara perlahan, sehingga efeknya masih bertahan sampai 6 bulan atau lebih setelah pemakaian obat dihentikan. Karena itu seorang wanita yang memakai obat ini dan merencanakan untuk hamil, sebaiknya menunggu paling tidak selama 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan.


HORMON SEKSUAL

Hormon androgenik yang digunakan untuk mengobati berbagai kelainan darah dan progestin sintetis yang diminum pada 12 minggu pertama setelah pembuahan, bisa menyebabkan terjadinya maskulinisasi pada kelamin janin perempuan.

Klitoris bisa membesar dan labia minora menutup. Efek tersebut tidak ditemukan pada pemakaian pil KB karena kandungan progestinnya hanya sedikit.

Dietilstilbestrol (DES, suatu estrogen sintetis) bisa menyebabkan kanker pada anak perempuan yang ibunya memakai obat ini selama hamil. Anak perempuan ini di kemudian hari akan:
- memiliki kelainan dalam rongga rahim
- mengalami gangguan menstruasi
- memiliki serviks (leher rahim) yang lemah sehingga bisa mengalami keguguran
- memiliki resiko menderita kehamilan ektopik
- memiliki bayi yang meninggal sesaat sebelum atau sesaat sesudah dilahirkan.

Jika ibu hamil yang memakai DES melahirkan anak laki-laki, maka kelak dia akan memiliki kelainan pada penisnya.


MECLIZIN

Meclizin yang sering digunakan untuk mengatasi mabok perjalanan, mual dan muntah, bisa menyebabkan cacat bawaan pada hewan percobaan. Tetapi efek seperti ini belum ditemukan pada manusia.


OBAT ANTI-KEJANG

Beberapa obat anti-kejang yang diminum oleh penderita epilepsi yang sedang hamil, bisa menyebabkan terjadinya celah langit-langit mulut, kelainan jantung, wajah, tengkorak, tangan dan organ perut pada bayinya. Bayi yang dilahirkan juga bisa mengalami keterbelakangan mental.

2 obat anti-kejang yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah trimetadion (resiko sebesar 70%) dan asam valproat (resiko sebesar 1%). Carbamazepine diduga menyebabkan sejumlah cacat bawaan yang sifatnya ringan.

Bayi baru lahir yang selam dalam kandungan terpapar oleh phenitoin dan phenobarbital, bisa mudah mengalami perdarahan karena obat ini menyebabkan kekurangan vitamin K yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.

Efek ini bisa dicegah bila selama 1 bulan sebelum persalinan, setiap hari ibunya mengkonsumsi vitamin K atau jika segera setelah lahir diberikan suntikan vitamin K kepada bayinya. Selama hamil, kepada penderita epilepsi diberikan obat anti-kejang dengan dosis yang paling kecil tetapi efektif dan dipantau secara ketat.

Wanita yang menderita epilepsi, meskipun tidak memakai obat anti-kejang selam hamil, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Resikonya semakin tinggi jika selama hamil sering terjadi kejang yang berat atau jika terjadi komplikasi kehamilan atau jka berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah (karena perawatan kesehatannya tidak memadai).


VAKSIN

Vaksin yang terbuat dari virus yang hidup tidak diberikan kepada wanita hamil, kecuali jika sangat mendesak. Vaksin rubella (suatu vaksin dengan virus hidup) bisa menyebabkan infeksi pada plasenta dan janin.

Vaksin virus hidup (misalnya campak, gondongan, polio, cacar air dan demam kuning) dan vaksin lainnya (misalnya kolera, hepatitis A dan B, influensa, plag, rabies, tetanus, difteri dan tifoid) diberikan kepada wanita hamil hanya jika dia memiliki resiko tinggi terinfeksi oleh salah satu mikroorganismenya.


OBAT TIROID

Yodium radioaktif yang diberikan kepada wanita hamil untuk mengobati hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif) bisa melewati plasenta dan menghancurkan kelenjar tiroid janin atau menyebabkan hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) yang berat.

Propiltiourasil dan metimazol, yang juga digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme, bisa melewati plasenta dan menyebabkan kelenjar tiroid janin sangat membesar.


OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL

Obat hipoglikemik oral digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, tetapi seringkali gagal mengatasi diabetes pada wanita hamil dan bisa menyebabkan bayi yang baru lahir memiliki kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia). Karena itu untuk mengobati diabetes pada wanita hamil lebih baik digunakan insulin.


NARKOTIKA DAN OBAT ANTI PERADANGAN NON-STEROID

Narkotika dan obat anti peradangan non-steroid (misalnya aspirin), jika diminum oleh wanita hamil bisa sampai ke janin dalam jumlah yang cukup signifikan. Bayi yang lahir dari ibu pecandu narkotika bisa mengalami kecanduan sebelum dilahirkan dan menunjukkan gejala putus obat dalam waktu 6 jam - 8 hari setelah dilahirkan.

Mengkonsumsi aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya dalam dosis tinggi selama hamil, bisa memperlambat saat persalinan dan juga bisa menyebabkan tertutupnya hubungan antara aorta dan arteri pulmoner sebelum lahir.

Dalam keadaan normal, hubungan tersebut menutup sesaat setelah bayi lahir. Penutupan yang terjadi sebelum bayi lahir akan mendorong darah ke paru-paru yang belum berkembang sehingga memberikan beban yang berlebihan pada sistem peredaran darah janin.

Jika digunakan pada akhir kehamilan, obat anti peradangan non-steroid bisa menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Aspirin dosis tinggi bisa menyebabkan perdarahan pada ibu maupun bayinya. Aspirin atau asam salisilat lainnya bisa menyebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah janin sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) dan kadang kerusakan otak.


OBAT ANTI-CEMAS DAN ANTI-DEPRESI

Jika diminum pada trimester pertama, obat anti-cemas bisa menyebabkan cacat bawaan, meskipun efeknya belum terbukti. Jika digunakan selama hamil, obat anti-depresi kebanyakan relatif aman, tetapi litium bisa menyebabkan cacat bawaan (terutama pada jantung). Barbiturat (misalnya phenobarbital) yang diminum oleh wanita hamil cenderung menyebabkan berkurangnya jaundice yang biasa ditemukan pada bayi baru lahir.


ANTIBIOTIK

Tetracyclin bisa melewati plasenta dan disimpan di dalam tulang serta gigi janin, bercampur dengan kalsium. Akibatnya pertumbuhan tulang menjadi lambat, gigi bayi berwarna kuning dan emailnya lunak serta menjadi rentan terhadap karies. Resiko terbesar terjadinya kelainan gigi terjadi jika tetrasiklin diminum pada pertengahan sampai akhir kehamilan.

Streptomycin atau Canamycin bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian tengah janin dan kemungkinan menyebabkan ketulian. Chloramphenicol tidak berbahaya bagi janin tetapi bisa menyebabkan penyakit yang serius pada bayi baru lahir, yaitu sindroma bayi abu-abu.

Ciprofloxacin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil karena bisa menyebabkan kelainan sendi pada hewan percobaan. Penicillin aman diberikan kepada wanita hamil.

Kebanyakan antibiotik golongan sulfa yang diminum di akhir kehamilan bisa menyebabkan jaundice pada bayi baru lahir, yang bisa menyebabkan kerusakan otak.


OBAT ANTIKOAGULAN

Janin sangat rentan terhadap antikoagulan (obat anti pembekuan) warfarin. Cacat bawaan terjadi pada 25% bayi yang terpapar oleh obah ini selama trimester pertama. Selain itu, bisa terjadi perdarahan abnormal pada ibu maupun janin. Jika seorang wanita hamil memiliki resiko membentuk bekuan darah, lebih baik diberikan heparin. Tetapi pemakaian jangka panjang selama kehamilan bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit atau pengeroposan tulang (osteoporosis) pada ibu.


OBAT-OBAT UNTUK PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Beberapa wanita hamil memerlukan obat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah yang sifatnya menahun atau yang baru timbul selama kehamilan (misalnya pre-eklamsi dan eklamsi).

Obat untuk menurunkan tekanan darah seringkali diberikan kepada wanita hamil yang menderita pre-eklamsi atau eklamsi. Obat in bisa mempengaruhi fungsi plasenta dan digunakan secara sangat hati-hati untuk mencegah kelainan pada janin. Biasanya, kelainan timbul karena penurunan tekanan darah ibu berlangsung terlalu cepat dan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta.

ACE inhibitor dan thiazide biasanya tidak digunakan selama kehamilan karena bisa menyebabkan masalah yang serius pada janin. Digoxin (digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan kelainan irama jantung) bisa melewati plasenta tetapi efeknya terhadap bayi sebelum maupun setelah lahir sangat kecil.

Nitrofurantoin, vitamin K, sulfonamid dan Chloramphenicol bisa menyebabkan pemecahan sel darah merah pada wanita hamil dan janin yang menderita kekurangan G6PD. Karena itu, obat-obatan tersebut tidak diberikan kepada wanita yang menderita kekurangan G6PD.


OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN SELAMA PERSALINAN

Obat bius lokal, narkotika dan obat pereda nyeri lainnya biasanya melewati plasenta dan bisa mempengaruhi bayi baru lahir. Karena itu, jika selama proses persalinan diperlukan obat-obatan, maka diberikan efek terkecil yang masih efektif dan diberikan selambat-lambatnya agar tidak sempat sampai ke janin yang masih berada dalam rahim.


OBAT SOSIALISASI DAN OBAT TERLARANG

Merokok selama hamil bisa berbahaya. Berat badan lahir rata-rata dari bayi yang ibunya perokok adalah 170 gram lebih rendah dari bayi yang ibunya tidak merokok. Keguguran, kelahiran mati, lahir prematur dan sindroma kematian bayi mendadak lebih sering ditemukan pada bayi yang ibunya merokok selama hamil.

Meminum alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan. Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa mengalami sindroma alkohol. Bayi ini kecil, seringkali memiliki kepala yang kecil (mikrosefalus), kelainan wajah dan kelainan mental. Kadang terjadi kelainan sendi dan kelainan jantung. Bayi ini tidak berkembang dan kemungkinan akan meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Aspartam adalah pemanis buatan yang tampaknya aman digunakan selama hamil asalkan jumlahnya tidak berlebihan.

Cocain yang digunakan selama hamil bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran, abrupsio plasenta, cacat bawaan pada otak, ginjal dan alat kelamin serta perilaku yang kurang interaktif pada bayi baru lahir.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian marijuana dosis tinggi selama hamil bisa menyebabkan perilaku yang abnormal pada bayi baru lahir.

Kehamilan

DEFINISI
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan.


PEMBUAHAN
Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.

Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong, yang merupakan tempat terjadinya pembuahan.

Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin).

Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur.

Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).


IMPLANTASI DAN PERKEMBANGAN PLASENTA
Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim, yaitu pada tempatnya tertanam.

Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim, pada bagian depan maupun dinding belakang. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel, kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio, sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari).

Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen, zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10.

Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh, yang mengapung di dalamnya.

Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh, memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta, sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20, tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram.


PERKEMBANGAN EMBRIO
Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis, sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 16-17. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Selanjutnya, pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta.

Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah permbuahan), kecuali otak dan medulla spinalis, yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan, yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari.

Pada awalnya, perkembangan embrio terjadi di bawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim, tetapi pada minggu ke 12, janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim).


MENENTUKAN USIA KEHAMILAN
Secara konvensional, kehamilan dihitung dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Ovulasi biasanya terjadi 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan biasanya terjadi segera setelah ovulasi, karena itu secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda daripada jumlah minggu yang secara tradisional dipakai untuk menyatakan usia kehamilan. Dengan kata lain, seorang wanita yang hamil 4 minggu sedang mengandung embrio yang berumur 2 minggu. Jika menstruasinya tidak teratur, maka perbedaan yang pasti bisa lebih atau kurang dari 2 minggu. Untuk praktisnya, jika seorang wanita menstruasinya terlambat 2 minggu, dikatakan telah hamil 6 minggu.

Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan berikut:
- tanggal menstruasi terakhir ditambah 7
- bulan menstruasi terakhir dikurangi 3
- tahun menstruasi terakhir ditambah 1.

Hanya 10% wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal perkiraan persalinan, 50% melahirkan dalam waktu 1 minggu dan hampir 90% yang melahirkan dalam waktu 2 minggu sebelum atau setelah tanggal perkiraan persalinan. Persalinan dalam waktu 2 minggu sebelum maupun sesudah perkiraan persalinan masih dianggap normal.

Kehamilan terbagi menjadi periode 3 bulanan, yang disebut sebagai:
- Trimester pertama (minggu 1-12)
- Trimester kedua (minggu 13-24)
- Trimester ketiga (minggu 25-persalinan).


Masa Kehamilan 6 Minggu


Masa Kehamilan 8 Minggu


Masa Kehamilan 10 Minggu


Masa Kehamilan 12 Minggu


Masa Kehamilan 16 Minggu


Masa Kehamilan 20 Minggu


Masa Kehamilan 24 Minggu


Masa Kehamilan 28 Minggu


Masa Kehamilan 32 Minggu


Masa Kehamilan 36 Minggu


Masa Kehamilan 40 Minggu


MENDETEKSI KEHAMILAN
Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih, mungkin dia hamil. Pada awal kehamilan, wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual, kadang disertai muntah. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen, juga progesteron).

Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung.

Jika seorang wanita hamil, serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu, karena pembuluhnya penuh terisi darah. Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul.

Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin, kadar HCG berlipatganda setiap 2 hari.

Selama kehamilan, rahim terus membesar. Pada kehamilan 12 minggu, rahim membesar keluar panggu, yaitu ke arah perut dan biasanya dapat dirasakan jika dokter memeriksa perut bagian bawah. Rahim terus membesar sampai setinggi pusar pada kehamilan 20 minggu dan sampai ke tulang iga bagian bawah pada usia kehamilan 36 minggu.

Cara lain untuk mendeteksi kehamilan:
  1. Mendengarkan denyut jantung janin
    Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. Dengan bantuan steteoskop khusus, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu; sedangkan jika menggunakan USG Doppler, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu.
  2. Merasakan pergerakan janin
    Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal.
  3. Memeriksa rahim dengan USG
    Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu, demikian juga halnya dengan denyut jantung janin.

PERUBAHAN FISIK SELAMA KEHAMILAN
Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan.
  • Jantung dan Pembuluh Darah
    Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Karena curah jantung meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningka (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit).

    Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darh dari tungkai ke jantung. Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan.

    Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Pada akhir kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu.

    Ketika melakukan aktivitas/olah raga, maka curah jantung, denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus.

    Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. Selama kehamilan, volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Untuk alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan beberapa hari setelah persalinan, agak meningkat.

  • Ginjal
    Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).

    Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur.
    Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.

  • Paru-Paru
    Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Lingkar dada wanita hamil agak membesar.

    Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah.

  • Sistem Pencernaan
    Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron.

    Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

    Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit.

  • Kulit
    Topeng kehamilan (melasma) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kulit kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling puting susu. Sedangkan di perut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap.

    Spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, biasanya di atas pinggang. Sedangkan pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis seringkali tampak di tungkai bawah.

  • Hormon
    Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.

    Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan suasana hati; selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan.

    Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna pingk pada kulit perut.

    Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk.

PERAWATAN SELAMA KEHAMILAN
Pemeriksaan pada usia kehamilan mencapai 6 dan 8 minggu sangat penting untuk memperkirakan umur kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan. Pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan biasanya meliputi berat badan, tinggi badan dan tekanan darah. Kemudian dilakukan pemeriksaan leher, kelenjar tiroid, payudara, perut, lengan dan tungkai.

Dengan bantuan stetoskop, dilakukan pemeriksaan terhadap jantung dan paru-paru; sedangkan pemeriksaan bagian belakang mata dilakukan dengan bantuan oftalmoskop. Juga dilakukan pemeriksaan panggul dan rektum guna mengetahui ukuran danposisi rahim dan kelaian pada panggul.

Dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah untuk sifilis, hepatitis, gonore, infeksi klamidia, dan penyakit menular seksual lainnya. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menentukan golongan darah dan antibodi Rh.

Rontgen dada hanya dilakukan jika diketahui wanita hamil tersebut menderita penyakit paru-paru atau jantung. Jika tidak mendesak, sebaiknya pemeriksaan rontgen dihindari, terutama pada 12 minggu pertama karena janin sangat sensitif terhadap efek radiasi. Jika mendesak, janin harus dilindungi dengan cara menutupi perut bagian bawah dengan bahan yang mengandung timah hitam sehingga rahim terlindungi.

Pemeriksaan penyaringan untuk diabetes harus segera dilakukan setelah kehamilan 12 minggu pada:
- Wanita yang pernah melahirkan bayi yang sangat besar
- Wanita yang pernah mengalami keguguran yang penyebabnya tidak jelas
- Wanita yang memiliki keluarga yang menderita diabetes.

Pada minggu ke 28, semua wanita hamil harus menjalani pemeriksaan penyaringan untuk diabetes. Pada minggu ke 16-18, dilakukan pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein (suatu protein yang dihasilkan oleh janin) di dalam darah ibu. Jika kadarnya tinggi, kemungkinan janin yang dikandung menderita spina bifida atau terdapat lebih dari 1 janin. Jika kadarnya rendah, kemungkinan terdapat kelainan kromosom pada janin.

Dengan USG, kehamilan bisa diketahui mulai dari 4-5 minggu setelah ovulasi. USG juga digunakan untuk:
- Mengikuti perkembangan kehamilan
- Menentukan tanggal perkiraan persalinan
- Menentukan laju pertumbuhan janin
- Merekam denyut jantung atau pernafasan janin
- Mengetahui kehamilan ganda
- Mengetahui sejumlah kelainan (misalnya plasenta previa)
- Mengetahui kelainan posisi janin
- Memandu jarum pada pengambilan contoh cairan ketuban untuk keperluan pemeriksaan genetik atau kematangan paru-paru (amniosentesis).

Pada kehamilan muda, sebelum menjalani pemeriksaan USG, sebaiknya ibu meminum banyak air karena kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar rongga panggul sehingga bisa diperoleh gambaran janin yang lebih jelas.

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap 4 minggu (1 kali/bulan) sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu. Kemudian setiap 2 minggu sampai usia kehamilan mencapai 36 minggu dan sesudah 36 minggu, pemeriksaan dilakukan 1 kali/minggu. Pada setiap pemeriskaan, dilakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah, serta ukuran dan bentuk rahim untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin.
Air kemih diperiksa untuk mengetahui adanya gula dan protein. Adanya gula menunjukkan diabetes dan protein menunjukkan pre-eklamsi (tekanan darah tinggi, protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan).

Jika ibu memiliki darah Rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi Rh. Jika darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki Rh-positif, maka janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin yang memiliki Rh-positif memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan membentuk antibodi Rh yang bisa masuk ke aliran darah janin dan merusak sel darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang bisa menyebabkan kerusakan otak atau kematian janin.

Kenaikan berat badan pada saat hamil, pada wanita yang memiliki ukuran rata-rata biasanya berkisar antara 12,5-15 kg (sekitar 1-1,5 kg/bulan). Kenaikan berat badan yang melebihi 15-17,5 kg menyebabkan penumpukan lemak pada janin dan ibu. Berat badan yang tidak bertambah merupakan pertanda buruk (terutama jika kenaikan berat badan total kurang dari 5 kg) dan hal ini bisa menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang lambat.

Kadang kenaikan berat badan disebabkan oleh penimbunan cairan akibat jeleknya aliran darah tungkai pada saat wanita hamil berdiri. Hal ini bisa diatasi dengan cara berbaring miring ke kiri selama 30-45 menit sebanyak 2-3 kali/hari.

Selama kehamilan, kebutuhan kalori harus ditambah sekitar 250 kalori agar tersedia zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan janin. Wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. Hindari makanan yang terlalu asin atau makanan yang mengandung bahan pengawet.

Seorang wanita hamil tidak boleh minum obat sembarangan. Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat guna memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Biasanya diberikan tambahan zat besi. Pemberian zat besi bisa menyebabkan gangguan lambung yang ringan dan sembelit.

Mual dan muntah bisa dikurangi dengan merubah pola makan, yaitu:
- Minum dan makan dalam porsi kecil tetapi sering
- Makan sebelum lapar
- Makanan lunak.

Untuk mengatasi morning sickness (mual di pagi hari) sebaiknya memakan 1-2 keping biskuit sebelum beranjak dari tempat tidur. Jika mual dan muntahnya sangat berat dan menetap sehingga terjadi dehidrasi, penurunan berat badan atau gangguan lainnya, maka biasanya wanita hamil harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk semantara waktu dan mendapatkan cairan melalui infus.

Edema (pembengkakan) sering terjadi, terutama pada tungkai. Demikian juga halnya dengan varises pada tungkai dan di daerah sekitar lubang vagina. Untuk mengurangi pembengkakan tungkai, bisa digunakan penyangga elastis atau berbaring dengan posisi tungkai lebih tinggi.

Wasir bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat pelunak tinja atau berendam di air hangat. Pada saat hamil biasanya jumlah cairan yang keluar dari vagina bertambah, hal ini adalah normal. Trikomoniasis dan kandidiasis merupakan infeksi vagina yang sering ditemukan selama kehamilan dan mudah diobati. Vaginosis bakterialis (infeksi bakteri pada vagina) bisa menyebabkan kelahiran prematur dan harus diobati secara tuntas.

Wanita hamil bisa tetap melakukan kegiatan sehari-harinya dan berolahraga. Hubungan seksual selama kehamilan tetap boleh dilakukan, kecuali jika terjadi perdarahan, nyeri atau kebocoran air ketuban.

Setiap wanita hamil sebaiknya mengetahui tanda-tanda awal persalinan. Tanda yang utama adalah kontraksi perut bagian bawah dengan selang waktu tertentu dan nyeri punggung. Menjelang akhir kehamilan (setelah 36 minggu), dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mencoba memperkirakan saat persalinan.

Mengurus Diri Sendiri Sewaktu Hamil

DEFINISI
Ada banyak wanita hamil dapat mengurus dirinya sendiri selama hamil. Bila mereka memiliki pertanyaan apa saja mengenai makanan, penggunaan obat-obatan atau gizi tambahan, aktifitas fisik, dan hubungan seksual selama kehamilan, mereka dapat berkonsultasi dengan dokter.
  1. Makanan dan berat badan
    Selama kehamilan, makanan wanita hamil harus tercukupi dan bergizi Jika wanita hamil tidak makan dengan gizi yang cukup untuk dirinya dan janin, pertama nutrisi bergerak untuk memberi nutrisi kepada janin. Namun demikian, menambahkan sekitar 250 kalori pada makanan setiap harinya biasanya mencukupi tuntuk ersedianya nutrisi bagi keduanya. Kebanyakan Kalori tambahan harus berprotein. Makanan harus benar-benar seimbang, termasuk buah-buahan segar, padi-padian, dan sayur-sayuran. Sereal yang kaya akan serat dan rendah gula merupakan pilihan yang baik.

    Kebanyakan wanita di Indonesia cukup garam pada makanannya, tanpa menambah garam pada makanannya pada saat makan. Makanan siap saji seringkali mengandung garam dengan jumlah yang berlebihan dan harus dimakan sedikit mungkin.

    Diet untuk mengurangi berat badan semasa kehamilan tidak dianjurkan, bahkan untuk wanita yang kelebihan berat badan, karena sebagian berat yang dihasilkan berguna bagi janin untuk berkembang secara normal. Diet mengurangi asupan gizi pada janin.

    Berat rata-rata wanita seharusnya bertambah sekitar 25 sampai 30 pon selama kehamilan. Bertambah lebih dari 30 sampai 35 pon memberikan lemak pada wanita dan janinnya. Karena sulitnya mengontrol kelebihan berat badan setelah kehamilan, seorang wanita harus berusaha untuk menghindari kelebihan berat badan selama bulan-bulan pertama sebaliknya, tidak bertambahnya berat badan bisa menghalangi perkembangan dan pertumbuhan janin. Seorang wanita harus berusaha untuk menambah berat badan antara 2 dan 3 pon setiap bulan selama masa kehamilan dimulai.

    Kadangkala seorang wanita hamil bertambah berat badan karena cairan yang tertahan. Cairan dapat tertahan karena, ketika dia berbaring, rahim yang membesar bercampur dengan aliran darah dari kaki menuju ke jantung. Berbaring dengan satu sisi, terutama sisi kiri, untuk 30 sampai 45 menit 2 atau 3 kali sehari bisa membebaskan masalah ini. Menggunakan kaus kaki penyangga dari karet juga bisa membantu.

  2. Obat-obatan dan makanan tambahan

    Umumnya menghindari obat-obatan selama masa kehamilan adalah sangat baik. Bagaimanapun, obat-obatan kadangkala harus digunakan. Seorang wanita hamil harus memeriksakan diri kepada dokter sebelum menggunakan obat apapun-termasuk obat-obatan tanpa resep dokter (melalui toko obat), seperti aspirin, atau pengobatan herbal-umumnya selama 3 bulan pertama.

    Kehamilan melipatgandakan jumlah zat besi yang dibutuhkan. Kebanyakan wanita hamil membutuhkan zat besi tambahan dikarenakan rata-rata wanita tidak cukup menyerap zat besi dari makanan untuk memenuhi syarat kehamilan. Bila seorang wanita menderita anemia atau terjadi anemia selama kehamilan, dia kemungkinan butuh dosis lebih banyak dari zat besi dibandingkan dengan wanita hamil lainnya. Zat besi tambahan dapat menyebabkan perut sedikit melilit dan sembelit.
    Tahukah anda ....
    • Umumnya, olahraga dan hubungan seksual tidak membahayakan kehamilan.
    • Pada saat bepergian, wanita hamil harus selalu menggunakan sabuk pengaman.
    Semua wanita hamil harus mengkonsumsi folat (folic acid) tambahan (biasanya termasuk vitamin sebelum melahirkan) setiap hari. Idealnya, suplemen folat dimulai sebelum kehamilan. Kekurangan folat meningkatkan resiko memiliki seorang bayi yang lahir dengan cacat otak atau urat syaraf tulang belakang, seperti spina bifida. Wanita yang mempunyai bayi dengan spina bifida harus mulai memberi dosis tinggi folat sebelum hamil. Untuk beberapa wanita lainnya yang mungkin menderita kekurangan folat, jumlah folat dalam vitamin prenatal standar mencukupi, bahkan jika resiko menjadi bertambah. Misalnya, wanita yang terus-menerus terkena sinar matahari langsung (UV), umumnya wanita dengan kulit normal, bisa kekurangan kadar folat. Juga, wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dalam beberapa bulan sebelum pembuahan sama juga membentuk kekurangan asam folat, namun tidak ada bukti bahwa mereka lebih mungkin memiliki bayi yang menderita spina bifida.

    Jika makanan tercukupi, vitamin tambahan lainnya tidak diperlukan, meskipun kebanyakan dokter menganjurkan wanita hamil untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung zat besi dan folat sebelum melahirkan setiap harinya.


  3. Aktifitas fisik

    Banyak wanita hamil memperhatikan kelayakan aktifitas mereka. Bagaimanapun, kebanyakan wanita dapat melanjutkan aktifitas dan olahraga seperti biasa selama hamil. Olahraga yang ringan, seperti berenang dan jalan santai, adalah pilihan yang baik. Aktifitas berat, seperti lari dan berkuda, juga mungkin dilakukan dengan hati-hati, untuk menghindari cedera, umumnya pada perut. Olahraga fisik harus dihindari.

  4. Hubungan seksual

    Hasrat seks bisa meningkat atau menurun semasa kehamilan. Hubungan seksual aman pada saat hamil kecuali seorang wanita mengalami pendarahan vagina, rasa sakit, kebocoran cairan amniotic, atau kontraksi rahim. Dalam beberapa kasus hubungan seks harus dihindari.

  5. Persiapan menyusui

    Wanita yang merencanakan untuk menyusui tidak perlu mempersiapkan puting susunya untuk menyusui selama kehamilan. Mempercepat keluarnya cairan dari payudara secara manual sebelum melahirkan dapat menyebabkan infeksi pada payudara (mastitis) atau bahkan tindakan lebih awal. Tubuh mempersiapkan aerola dan putting untuk menyusui dengan mengeluarkan pelicin untuk melindungi permukaan payudara. Pelicin ini harus tidak dilap. Mengamati dan berbicara dengan wanita yang sudah berhasil menyusui dengan baik dapat memberi pelajaran dan memberi harapan.

  6. Berpergian selama masa kehamilan

    Saat yang paling aman untuk bepergia selama masa kehamilan adalah antara 14 dan 28 minggu kehamilan. Lama perjalanan harus tidak melebihi 6 jam per hari. Wanita hamil harus dapat memiliki tips dan informasi yang bermanfaat mengenai perjalanan dari dokter, jadi membicarakan rencana perjalanan mereka dengan dokter adalah ide yang baik.

    Pada saat bepergian dengan mobil, pesawat terbang, atau kendaraan lainnya. Wanita hamil harus selalu menggunakan sabuk pengaman. Menempatkan bagian sabuk melintangi pinggul dan di bawah bagian perut dan menempatkan punggung sabuk di antara payudara dapat menolong pemakaian sabuk pengaman lebih nyaman. Sabuk harus benar tetapi tidak terlalu ketat.

    Perjalanan dengan pesawat terbang aman sampai sekitar 36 minggu kehamilan. Alasan utama dibatasi pada 36 minggu adalah resiko kontraksi dan melahirkan pada lingkungan tidak biasa. Selama perjalanan udara, wanita hamil harus melakukan pencegahan yang serupa dengan bila berkendara, termasuk peregangan dan meluruskan kaki dan pergelangan kaki secara bertahap.