Sehat-Enak.blogspot.com - Tahukah Anda, selain mengotori paru-parunya dengan zat-zat kimia yang berasal dari asap rokok, sebenarnya para perokok juga membuat tubuhnya kekurangan oksigen. Istilah medis untuk kekurangan oksigen ini adalah hipoksia. Dalam jangka panjang, hipoksia bisa merusak organ-organ tubuh.
"Udara yang kita hirup seharusnya adalah udara yang segar. Tetapi saat kita merokok, udara di sekitar jadi tidak seimbang karena lebih banyak karbonnya (CO). Akibatnya oksigen yang dihirup sedikit," kata DR. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RSCM Jakarta.
Kondisi tersebut menurut Ari, banyak tidak disadari oleh perokok. Hipoksia juga dapat memengaruhi nafsu makan sehingga berat badan akan sulit bertambah.
"Saat kekurangan oksigen, tubuh melakukan adaptasi dengan menginduksi faktor molekuler penting, yakni Hypoxia Inducible Factor-1a (HIF-a). Molekul ini ikut berpengaruh pada gen lapar, yakni leptin. Sehingga nafsu makan berkurang," katanya saat ditemui seusai sidang disertasinya di FKUI, Jumat (15/7/2011).
Selain karena merokok, hipoksia juga bisa dialami orang yang berada di dataran tinggi atau menderita penyakit kronik.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan ilmuan dari Universitas Yale, AS, menemukan, nikotin mengaktifkan sel otak tertentu sehingga nafsu makan berkurang.
Sumber: Kompas.com
Tampilkan postingan dengan label Perokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perokok. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 Juli 2011
Selasa, 11 November 2008
"Liquid Island Noni," Dr. Neil Solomon
Dalam publikasinya yang berjudul "Liquid Island Noni," Dr. Neil Solomon mendokumentasikan hasil dari studi klinis yang melibatkan 8000 pasien yang telah diberi mengkudu dibawah pengawasan dokter medis.
Dokter-dokter ini memonitor kefektifan dari mengkudu dalam mengobati pada lebih 20 masalah kesehatan, dari arthritis sampai kanker. Dalam percobaan itu dilaporkan bahwa sebanyak 79% dari pasien mengalami kondisi membaik atau sembuh sebagai hasil setelah mengkonsumsi mengkudu. Sekarang lebih dari 5000 dokter di seluruh dunia menganjurkan pasiennya untuk mengkonsumsi pasien untuk penyembuhan.
Hasil Penelitian terhadap 8000 PASIEN
Kondisi Penyakit dan yang tertolong (%)
Kanker 67%
Sakit Jantung 80%
Stroke 58%
Diabetes, Tipe 1+2 83%
Lesu 91%
Peningkatan Daya Seksualitas 88%
Pembinaan Otot 71%
Kegemukan (obesity) 72%
Tekanan Darah Tinggi 87%
Perokok 58%
Arthritis 80%
Nyeri 87%
Depresi 77%
Alergi 85%
Masalah Pencernaan 89%
Masalah Pernafasan 78%
Masalah Tidur 72%
Lemah Konsentrasi 89%
Peningkatan perasaan sehat fisik & fikiran 79%
Peningkatan kecerdasan dan kecerdasan berfikir 73%
Masalah buah pinggang (ginjal) 66%
Stress 71%
Penggunaan Noni juga dapat bersamaan dengan pengobatan lain karena tidak ditemukannya interaksi negatif. Bahkan pada beberapa kasus Noni dapat membantu kerja obat lain menjadi lebih efektif.
Noni dilaporkan juga aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Kondisi tertolong bagi orang yang mengambil Noni (n=>8000)
Tabel di atas disadur dari buku NATURE'S AMAZING HEALER, NONI ditulis oleh NEIL SOLOMON, MD., Ph.D. hal. 46.
Dokter-dokter ini memonitor kefektifan dari mengkudu dalam mengobati pada lebih 20 masalah kesehatan, dari arthritis sampai kanker. Dalam percobaan itu dilaporkan bahwa sebanyak 79% dari pasien mengalami kondisi membaik atau sembuh sebagai hasil setelah mengkonsumsi mengkudu. Sekarang lebih dari 5000 dokter di seluruh dunia menganjurkan pasiennya untuk mengkonsumsi pasien untuk penyembuhan.
Hasil Penelitian terhadap 8000 PASIEN
Kondisi Penyakit dan yang tertolong (%)
Kanker 67%
Sakit Jantung 80%
Stroke 58%
Diabetes, Tipe 1+2 83%
Lesu 91%
Peningkatan Daya Seksualitas 88%
Pembinaan Otot 71%
Kegemukan (obesity) 72%
Tekanan Darah Tinggi 87%
Perokok 58%
Arthritis 80%
Nyeri 87%
Depresi 77%
Alergi 85%
Masalah Pencernaan 89%
Masalah Pernafasan 78%
Masalah Tidur 72%
Lemah Konsentrasi 89%
Peningkatan perasaan sehat fisik & fikiran 79%
Peningkatan kecerdasan dan kecerdasan berfikir 73%
Masalah buah pinggang (ginjal) 66%
Stress 71%
Penggunaan Noni juga dapat bersamaan dengan pengobatan lain karena tidak ditemukannya interaksi negatif. Bahkan pada beberapa kasus Noni dapat membantu kerja obat lain menjadi lebih efektif.
Noni dilaporkan juga aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Kondisi tertolong bagi orang yang mengambil Noni (n=>8000)
Tabel di atas disadur dari buku NATURE'S AMAZING HEALER, NONI ditulis oleh NEIL SOLOMON, MD., Ph.D. hal. 46.
Langganan:
Postingan (Atom)