Tampilkan postingan dengan label sinusitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinusitis. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

Penyebab Penyakit Sinusitis

Penyebab Penyakit Sinusitis.
1.  Infeksi / peradangan, baik di daerah rongga hidung maupun tenggorokkan (peradangan amandel – tonsil dan adenoid).  Lihat Gambar Di bawah ini

Penyebab Penyakit Sinusitis

2.  Adanya sumbatan di daerah rongga hidung, seperti :
-  polip (Lihat Gambar)

Penyebab Penyakit Sinusitis
-  tumor
-  benda asing
-  pembesaran tulang konka hidung (istilah medis: konka inferior dan media)
-  tulang hidung bengkok (pada tulang tengah pemisah antara lubang hidung kiri dan kanan – istilah medis : septum deviasi) (Lihat Gambar)
Penyebab Penyakit Sinusitis
3.  Adanya alergi pada hidung, sehingga menyebabkan sumbatan.
4.  Pengaruh lingkungan, seperti udara dingin, udara panas, asap polusi, bau-bauan.
5.  Pada perenang, air sering masuk ke rongga hidung.
6.  Trauma (fisik maupun tekanan / barotrauma), menyebabkan perdarahan pada sinus.
7.  Infeksi pada gigi geraham (1,2,3) atas kiri dan kanan, infeksi yang berat dan lama dapat menembus sampai rongga sinus maksilaris (pipi)

Secara sederhanan, apapun penyebab sumbatan atau gangguan yang berkepanjangan pada rongga hidung, dapat menyebabkan gangguan juga pada daerah / rongga sinus.


-------------------------------------------------------

Penyebab Penyakit Sinusitis

Penyakit sinus dan polip yang sudah kronis bisa membuat penderita menjadi sulit bernapas dan mengganggu aktivitasnya. Kini peneliti dari Amerika telah berhasil mengidentifikasi protein yang menyebabkan seseorang terkena polip dan sinus.

Protein yang berhasil diidentifikasi ini telah menyebabkan 15 sampai 30 persen orang terkena polip dan sinus kronis. Kondisi yang ditimbulkan ini merupakan salah satu kasus sinusitis yang paling serius karena menyebabkan iritasi yang terus menerus serta terjadinya pembengkakan di saluran pernapasan.

Polip biasanya terbentuk akibat pertumbuhan jaringan sinus yang tidak sehat di dalam hidung, sehingga bisa menghambat bagian-bagian tertentu dan membuat seseorang sulit bernapas melalui hidung. Sedangkan sinus terjadi akibat adanya infeksi atau peradangan pada salah satu saluran sinus di hidung. Penyakit ini sering menyebabkan rasa sakit, bengkak dan infeksi.

"Tipe penyakit ini biasanya tidak halus, sehingga seseorang bisa dengan mudah mengenalinya. Umumnya penderita bernapas dengan mulut, berbicara dengan suara sengau, sering kali terkena flu dan terkadang wajahnya membengkak," ujar Dr Jean Kim, seorang asisten profesor di departemen THT dan alergi di Johns Hopkins University School of Medicine, seperti dikutip dari Health, Selasa (24/11/2009).

Kim dan rekannya menganalisis jaringan-jaringan sinus dari pasien yang memiliki penyakit sinus dan polip. Hasil dari analisis ini didapatkan bahwa terdapat sebuah protein yang dikenal dengan nama vascular endothelial growth factor (VEGF).

Protein VEGF ini diketahui bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah sehingga menyebabkan sel tumbuh secara berlebihan (overgrowth) yang nantinya bisa memicu timbulnya polip atau sinus di saluran hidung tersebut.

Pembedahan atau operasi sampai saat ini masih menjadi pengobatan yang umum dilakukan, tapi terkadang polip bisa tumbuh kembali meskipun operasi sudah dilakukan. Sementara itu pengobatan steroid oral hanya membantu mengatasi masalah dalam waktu sementara saja dan diketahui memiliki beberapa efek samping.

"Dengan ditemukannya protein ini, diharapkan pada masa mendatang ditemukan cara pengobatan dengan menggunakan semprot hidung yang mengandung anti-VEGF di dalamnya dan mengurangi efek samping yang ada," ungkap Kim.

Sumber: detikhealth.com, http://d132a.wordpress.com/2008/08/23/penyebab-sinusitis/

Semoga Artikel Tentang Kesehatan - Penyebab Penyakit Sinusitis ini bermanfaat

Gejala Sinusitis

Gejala Sinusitis.  Sebelumnya saya sudah memposting tentang Penyakit Sinusitis kali ini saya menjabarkan sedikit tentang gejala sinusitis, walau pada posting sebelumnya tentang Penyakit Sinusist telah ditulis tentang Gejala Sinusitis.  Berikut adalah gejala-gejala senusitis:

Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.

Gejala Sinusitis

    Gejala Sinusitis
    1. Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa. 
    2. Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk. 
    3. Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir. 
    4. Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah.
    Sumber:
    www.bupa.co.uk, http://www.mail-archive.com/kolom@yahoogroups.com/msg02254.html, blogdokter.net

    Semoga Artikel Tentang Kesehatan - Gejala Sinusitis ini Bermanfaat.

    Penyakit Sinusitis

    Definisi Penyakit Sinusitis

    Sinusitis adalah radang selaput permukaan sinus paranasal, sesuai dengan rongga yang terkena sinusitis dibagi menjadi sinusitis maksila, sinusitis etmoid, sinusistis frontal dan sinusitis sphenoid. Bila mengenai beberapa sinus disebut sebagai multisinusitis sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksila dan sinusitis etmoid.

    Istilah Sinusitis berasal dari bahasa Latin, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu; sinus maksilaris yang terletak dipipi, sinus etmoidalis yang terletak dikedua mata, sinus frontalis yang terletak di dahi, dan sinus sfenoidalis yang terletak di belakang dahi. Apakah sinus itu?

    Apakah sinus itu

    Penyakit SinusitisSinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

    Penyebab penyakit sinusitis

    Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam, flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri. Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.

    Tipe penyakit sinusitis

    Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.

    Gejala penyakit sinusitis

    Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.

    Diagnosa penyakit sinusitis

    Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

    Bagaimana mengobati penyakit sinusitis

    Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes.

    Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

    Komplikasi dari penyakit sinusitis

    Komplikasi yang serius jarang terjadi, namun kemungkinan yang paling gawat adalah penyebaran infeksi ke otak yang dapat membahayakan kehidupan.

    Kesimpulan

    Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat akan mampu sembuh dengan baik. Segeralah ke dokter jika anda menjumpai gejala gejala sinusitis.
    Sumber: blogdokter.net, infokedokteran.com

    Kamis, 12 Agustus 2010

    Back to Nature - Garlic

    GarlicImage via Wikipedia
    Garlic is one of the world's oldest medicines which have been used throughout history for the treatment of a wide variety of ailments. Its use can be traced back to ancient times and there are reports of its therapeutic properties in medical texts from ancient Rome, Greece, Egypt, India, and China. Egyptian and Indian cultures referred to garlic 5000 years ago and there is clear historical evidence for its use by the Babylonians 4500 years ago and by the Chinese 2000 years ago.

    It is a "wonder" food and one of the herbs to have been extensively researched. Using modern analytical methods it has been possible to find out why this remedy is so effective in resolving many common ailments. It has anti-viral, anti-bacterial, anti-fungal and anti-cancer properties. It is a good source of fibre, protein, iron and zinc. Contains sulphur compounds; amino acids; minerals, such as germanium, magnesium, manganese, selenium and rich in vitamins A, B6, and C. It is also rich in a variety of powerful phytochemicals including allicin, allin and diallyl sulphide.

    Garlic stimulates the immune system, improves circulation, kills intestinal parasites, and is a powerful antioxidant and antibiotic, in addition to many other health benefits. It is a good cold medicine, acts as a decongestant, expectorant, antispasmodic, and anti-inflammatory agent. It is also active against yeasts, removes toxic metals such as lead, copper and mercury from the body. It is the closest thing to a herbal wonder drug for treating infections, considered one of the safest herbs and can be found in almost all kitchens. As a natural antibiotic it can be taken in all types of infection, particularly those affecting the nose, throat and chest. It is effective against bacterial, fungal, viral, and parasitic infections. The volatile oil is excreted by way of the lungs (hence garlic breath) and fight infections in the upper airway.

    Garlic is good for virtually any disease or infection. It prevents and heals arthritis, asthma, circulatory problems, colds and flu, digestive disorders, insomnia, liver disease, sinusitis, and ulcers. It is rich in sulphur which i.e. essential for healthy skin and hair (raw garlic is used by some to treat the symptoms of acne), and contains bioflavonoid components such as quercetin which retards inflammatory reactions. Quercetin stabilises mast cells (which contain histamine) and inactivates many inflammatory enzymes, which makes garlic a useful anti-inflammatory tool.

    It is valuable in the treatment and prevention of heart disease. The constituent, allicin, decreases blood fats (triglycerides), reduces clot formation, lowers cholesterol and some studies even show a lowering of blood pressure - all major risk factors in heart disease. This heart-friendly herb can help reduce the risk of acute myocardial infarction and slow progression of coronary artery calcification.
    Additionally, many studies have been done to show the value of garlic when used to prevent certain forms of cancer. Studies in animals have shown garlic has chemical properties that may help with disease prevention, such as scavenging free radicals that can harm cells and have found garlic may help against colon, skin, liver, breast, and other cancers.

    Garlic is a hardy perennial plant belonging to the lily family, the same family as onions, asparagus, leeks, shallots, and chives. It is propagated from individual cloves which are planted from mid-autumn to mid-winter. Softneck bulbs, such as Artichoke and Silverskin varieties, tend to be larger, have more cloves and store longer than hardneck varieties. Artichokes often are mild-flavoured, but can become pungent when grown in cold climates. Softneck cultivars prefer milder climates, tend to more irregular in individual clove sizes, and lack the strong flavours of hardneck types.

    Cooked prepared garlic is less powerful but still reputedly of benefit to the cardiovascular system. Garlic cloves cooked whole have very little medicinal value. Adding fresh garlic to food (raw and crushed), or crushing and swallowing raw clove is a cheap and powerful anti-fungal treatment. Dried garlic has a longer shelf life than fresh or minced/pureed garlic. There is also strong evidence that healthful benefits derive only from the natural product, not pills or extracts.

    It is one of the two best-selling herbal dietary supplement products in the mass market in the United States, and is the second-best-selling herbal dietary supplement in the health food market (second to Echinacea). In 1995, the United States imported more than 5.3 million kilograms of dehydrated garlic valued at over $2.9 million.
    It has been incorporated into many traditional diets for its flavour enhancing effects, and is a common ingredient in modern cooking today. It is available as an herbal supplement and largely used in gravies, tomato sauces, soups, stews, pickles, salads, salad dressing and breads. Many cooks find it indispensable in the kitchen. As someone observes, making a dish that has a plentiful portion of garlic will bring out a reaction, and be it good or bad is what making something worthwhile is all about.

    Garlic is a natural bio-stimulant for plants, encouraging healthier growth and plants that are more resistant to attack from insects, slugs and snails. The granules also form a physical barrier. It can even be effective as a natural mosquito repellent. I used garlic paste to get rid of moles in my garden.
    Garlic is no magic bullet, unless you’re a vampire hunter, but with its strong chemical profile, it’s bound to have some beneficial effects!

    Niche Article Directory: http://www.thatsmyniche.com

    Electronics Technician married to Elena. Started web design, turned blogger, turned writer. Our Sites: www.kapriz-enterprises.com/blog/ or www.kapriz-enterprises.com

    Enhanced by Zemanta

    Rabu, 04 Agustus 2010

    Daun Senggugu untuk sinusitis

    Sinusitis adalah peradangan pada selaput sinus-sinus  (rongga berisi udara di dalam tulang-tulang sekeliling hidung). Peradangan ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, serta asbes gigi.  Gejala yang biasa menyertai adalah rasa tegang atau sesak di bagian yang sakit, demam, hidung tersumbat, pusing, ingus bercampur nanah dan lendir.

    Di daerah Imogiri, Yogyakarta, senggugu digunakan oleh pengobat tradisional Gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung untuk menjernihkan suara, mengeluarkan lendir dari tenggorokan, dan pengobatan sinusitis.

    Khasiat tumbuhan senggugu ini :
    Menjernihkan suara, batuk, sesak naps (asma), memar, rematik,; Radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, ; Perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan,; Digigit ular;

    Seluruh bagian tumbuhan senggugu dapat digunakan sebagai obat
    Tumbuhan ini berkhasiat untuk:
    - menjernihkan suara,
    - batuk, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis),
    - tulang patah (fraktur), memar, rematik,
    - perut busung, cacingan,
    - malaria,
    - memulihkan tenaga sehabis melahirkan, dan
    - digigit ular, bisul.

    CARA PEMAKAIAN :
    Seluruh tumbuhan sebanyak 10 - 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Menjemihkan suara
    Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan 1/2
    cangkir air masak sambil diremas merata. Peras dan saring, lalu
    minum sekaligus.

    2. Asma, bronkitis, sukar kencing.
    Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan
    secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

    3. Borok berair
    Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk
    mencuci borok.

    4. Rematik
    Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun
    senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut
    lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

    5. Perut busung, cacingan
    Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan
    secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

    6. Batuk
    Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya
    sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, dan
    telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

    CATATAN:
    Sengugu (Clerodendron serrature [L.] Spr.)
    Sinonim: C. javanicum, Walp.; Familia: Verbenaceae
    Nama Lokal: Singgugu (Sunda). srigunggu, sagunggu (Jawa).; Kertase, pinggir tosek (Madura). senggugu (Melayu).; Sinar baungkudu (Batak Toba), tinjau handak (Lampung),; San tai hong hua (China).;

    Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggir kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendah sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1 - 3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8 - 30 cm, lebar 4 - 14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6 - 40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

    Dari berbagai sumber, iptek.net.id

    Senin, 03 Agustus 2009

    Penyebab Sinusitis

    Penyebab Sinusitis
    Sinuitis adalah peradangan pada daerah / rongga sinus-sinus kita di wajah. (gbr.1)

    Penyebab sinusitis ada beberapa :
    1. Infeksi / peradangan, baik di daerah rongga hidung maupun tenggorokan (peradangan amandel – tonsil dan adenoid) (gbr.2)
    2. Adanya sumbatan di daerah rongga hidung, seperti :
      • Polip (gbr.3)
      • Tumor
      • Benda asing
      • Pembesaran tulang konka hidung (istilah medis: konka inferior dan media)
      • tulang hidung bengkok (pada tulang tengah pemisah antara lubang hidung kiri dan kanan – istilah medis : septum deviasi) (gbr.4)
    3. Adanya alergi pada hidung, sehingga menyebabkan sumbatan.
    4. Pengaruh lingkungan, seperti udara dingin, udara panas, asap polusi, bau-bauan.
    5. Pada perenang, air sering masuk ke rongga hidung.
    6. Trauma (fisik maupun tekanan / barotrauma), menyebabkan perdarahan pada sinus.
    7. Infeksi pada gigi geraham (1,2,3) atas kiri dan kanan, infeksi yang berat dan lama dapat menembus sampai rongga sinus maksilaris (pipi)


    sinus
    Gbr.1

    tonsil-dan-adenoid
    Gbr.2


    nasal-polyp
    Gbr.3

    deviasi-septum
    Gbr.4

    Secara sederhana, apapun penyebab sumbatan atau gangguan yang berkepanjangan pada rongga hidung, dapat menyebabkan gangguan juga pada daerah / rongga sinus.

    Jumat, 09 Januari 2009

    Sehat dengan Delima

    Oleh Prof Hembing Wijayakusuma

    Delima sudah dikenal cukup luas di Indonesia. Tapi tanaman yang satu ini lebih banyak ditanam di pekarangan atau di taman sebagai tanaman hias, terutama karena buahnya yang merah mengkilap. Warna merah yang khas buah delima itu sering dipakai untuk melukiskan kecantikan seseorang gadis atau wanita dengan sebutan pipi atau bibirnya "merah delima". Kendati sebenarnya buah delima tidak hanya berwarna merah, tapi juga ada warna lain.

    Di balik kecantikan buah delima tersebut, ternyata banyak sekali khasiatnya jika diramu dengan tanaman lain. Tapi sebelum ke situ, sebaiknya dikemukakan lebih dulu sosok tanaman delima ini.

    Tumbuhan delima bercabang banyak tapi tidak rimbun, tingginya hanya sekitar 1,5 m. Daunnya bertangkai berbentuk bulat telur memanjang, mengkilat dan berukuran kecil. Bunga 1-5 kuntum, muncul di ujung percabangan dan di ketiak daun teratas, berwarna merah atau putih kekuningan, tapi ada juga berwarna ungu kehitaman. Buahnya berupa buah buni berbentuk bulat, warnanya merah mengkilap, kekuningan, putih, coklat kemerah-merahan atau ungu kehitaman, berbiji banyak, rasanya asam manis segar. Tumbuhan ini berbuah sepanjang tahun.

    Delima berasal dari Persia dan sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Daerah yang baik untuk pertumbuhannya adalah daerah tropika yang musim kemaraunya panjang dan panas dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Akan tetapi dia juga banyak kita jumpai di dataran rendah seperti di Jakarta.

    Delima mempunyai nama berbeda di beberapa daerah. Antara lain disebut delima oleh Melayu di Sumatera, glima (Aceh), glineu mekah (Gayo), dhalima (Madura), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), teliman (Sasak), lele kase dan rumu (Timor).

    Berikut ini adalah khasiat delima untuk kesehatan, tentu saja dengan meramunya bersama tumbuhan lain yang juga berkhasiat obat.

    Khasiat delima antara lain adalah: memperbaiki fungsi hormon wanita, meningkatkan fungsi hormon esterogen, sangat baik dikonsumsi wanita menjelang menopause atau sesudahnya, mengatasi frigiditas, keputihan, awet muda, mimisan, kencing manis, buang air besar mengandung darah, sering buang air kecil, radang tenggorokan, radang amandel, radang telinga, radang usus, radang paru-paru, serak, batuk darah, muntah darah, sinusitis, gangguan pencernaan, sariawan, sakit gigi, bau mulut, wasir, diare, sakit perut, kelebihan berat badan, cacingan dan lain-lain.

    Cara pengolahan delima untuk mencegah dan mengatasi beberapa jenis gangguan kesehatan atau penyakit berikut.

    Keputihan: 15 gr kulit delima kering dan 30 gr sambiloto segar atau 15 gr sambiloto kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum. Muntah darah dan batuk mengandung darah: 30 gr bunga delima berikut 30 gr akar alang-alang direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

    Sinusitis: 15 gr daun delima segar, 30 gr daun jagung segar dan 15 gr daun teh segar, direbus dengan air 500 cc hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat.

    Frigiditas: 10 gr jinten dan 5 lembar daun sirih direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, setelah dingin airnya digunakan untuk membuat jus 1 buah buah delima, kemudian diminum.

    Diare: 15 gr kulit delima kering berikut 10 gr daun teh direbus dengan 500 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum.

    Cacingan: 15 gr kulit delima kering dan 5-10 gr biji pinang kering dijadikan bubuk. Ambil 5 gr bubuk tersebut lalu diseduh dengan 200 cc air panas, kemudian diminum hangat-hangat.

    Sariawan: 1-2 buah delima segar, kemudian isinya ditumbuk sampa hancur. Setelah itu, hasil tumbukan tadi direndam dengan air beberapa saat. Gunakan air rendaman tersebut untuk berkumur-kumur.

    Demikian beberapa resep yang murah meriah ini dan buktikan hasilnya setelah melakukannya secara teratur. Akan tetapi untuk penyakit yang berat atau serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.

    [Prof HM Hembing Wijayakusuma, adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

    Sumber : Suara Karya

    Kamis, 13 November 2008

    Resep Tanaman Obat Sambung nyawa

    Diabetes Melitus
    Siapkan tujuh lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masing-masing tujuh lembar daun.

    Darah tinggi
    Ambil tujuh lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

    Radang pita tenggorokan dan sinusitis
    Siapkan empat lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau tujuh lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

    Tumor
    Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi.
    Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin.

    Lever
    Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. Lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

    Ambeien
    Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan. Lakukan setiap hari dan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambung dan makanan pedas.

    Kolesterol tinggi
    Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.


    Maag
    Cuci bersih tiga lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang pedas dan asam.


    Kena bisa ulat dan semut hitam

    Selembar daun segar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan iar dan hancur. Lakukan dua kali selama dua jam sekali.

    Ambil 20 lembar daun. Cuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya. Ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan, lalu dibalut (1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).

    Eksim
    Siapkan bahan berupa tujuh lembar daun sambung nyawa, asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan diminum sekaligus. Ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut.

    Bisul
    Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

    Tetanus
    Siapkan bahan berupa lima lembar daun sambung nyawa, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan dipotong-potong dan direbis dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.

    Sumber: CBN