Jumat, 12 Desember 2008

Antidepressant; Obat untuk Pengobatan Depresi, Berapa Lama Diperlukan, Jenis, Efek Samping, Bolehkan Di minum Bersamaan Obat lain?

Apakah antidepressant itu?. Antidepressant atau anti depresi adalah jenis obat-obatan yang digunakan untuk membantu orang dengan gangguan depresi. Kebanyakan orang yang mengalami depresi menjadi lebih baik dengan pengobatan menggunakan obat-obatan anti depresi.

Bagaimana obat anti depresi bekerja? Rata-rata obat anti depresi dipercaya bekerja dengan menghilangkan atau memindahkan secara perlahan senyawa atau bahan kimia tertentu dalam otak. Senyawa-senyawa kimia tersebut biasa disebut dengan neurotrasmitter. Neurotransmitter diperlukan agar otak dapat berfungsi normal. Obat Anti depresi membantu orang-orang dengan depresi dengan cara membuat senyawa-senyawa kimia alami tersebut tersedia dalam jumlah cukup untuk fungsi otak.

Berapa lama anda akan mengkonsumsinya?

Obat Anti depresi biasanya di konsumsi 4 sampai 6 bulan. Pada beberapa kasus, penderita dan dokter mungkin memutuskan pemakaian antidepressant dalam waktu yang lama tergantung jenis depresi yang diderita.

Apa saja jenis-jenis obat anti depresi?

Obat anti depresi dikelompokkan berdasarkan pada senyawa kimia mana di dalam otak yang dapat terpengaruh. Ada banyak jenis antidepressant, antara lain:

1. Anti depresi jenis Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), antara lain:
  • Citalopram (Celexa)
  • Fluoxetine (Prozac)
  • Escitalopram (Lexapro)
  • Paroxetine (Paxil, Pexeva)
  • Sertraline (Zoloft)
Obat jenis ini cenderung mempunyai sedikit efek samping dibandingkan dengan obat anti depresi jenis lainnya. Beberapa efek samping dari penggunaan obat jenis SSRIs antara lain: mulut kering, nausea/mual-mual, gemetaran/tremor, insomnia/susah tidur, disfungsi seksual dan sakit kepala.

2. Anti depresi jenis trisiklik, antara lain:
  • Amitriptyline (Elavil)
  • Desipramine (Norpramin)
  • Imipramine (Tofranil)
  • Nortriptyline (Aventyl, Pamelor)
Beberapa efek samping yang biasanya terjadi disebabkan pemakaian obat anti depresi jenis diatas antara lain: mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi/sembelit, susah buang air kecil, memperburuk glaukoma, konsentrasi menurun dan kelelahan. Anti depresi jenis trisiklik juga dapat mempengaruhi tekanan darah dan detak jantung seseorang.

3. Anti depresi jenis Serotonin dan norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), antara lain:
  • Venlafaxine (Effexor)
  • Duloxetine (Cymbalta)
Beberapa efek samping yang umum terjadi karena pemakaian obat jenis ini adalah: mual-mual dan menurunnya nafsu makan, cemas, gugup gemetaran, sakit kepala, insomnia dan kelelahan. Dapat juga terjadi gejala efek samping seperti mulut kering, konstipasi, berat badan bertambah, gangguan seksual, peningkatan detak jantung dan kolesterol.

4. Anti depresi jenis Norepinephrine dan dopamine reuptake inhibitors (NDRIs) yaitu bupropion (Wellbutrin)

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat jenis NDRIs antara lain: perasaan gelisah, mual-mual, sakit kepala, hilang atau menurunnya nafsu makan/anoreksia, dan insomnia. Anti depresi jenis ini dapat juga menyebabkan meningkatnya tekanan darah pada beberapa orang.

5. Anti depresi jenis kombinasi reuptake inhibitors dan receptor blockers, antara lain:
  • Trazodone (Desyrel)
  • Nefazodone (Serzone)
  • Maprotiline
  • Mirtazpine (Remeron)
Efek samping yang mungkin dapat terjadi karena pemakaian anti depresi jenis diatas antara lain: mengantuk, mulut kering, mual-mual, pening. Jika anda mempunyai gangguan atau penyakit pada liver/hati, anda sebaiknya tidak menggunakan nefazodone. Jika anda menderita seizure (gejala penyakit syaraf/neurologi. Seizure juga seringkali disebut sebagai convulsion, konvulsi atau kejang), anda sebaiknya tidak meminum maprotiline.

6. Anti depresi jenis Monamine oxidase inhibitors (MAOIs), antara lain:
  • Isocarboxazid (Marplan)
  • Phenelzine (Nardil)
  • Tranlcypromine (Parnate)
Obat jenis MAOIs paling sedikit digunakan daripada obat depresi jenis lainnya. Obat jenis ini dapat menyebabkan efek samping yang berat, diantaranya: kelemahan berat, kepeningan yang berat, sakit kepala, menggigil. Mengkonsumsi obat jenis MAOI bersamaan dengan mengkonsumsi antidepressant jenis lain atau obat-obat tertentu yang dijual bebas di toko-toko seperti obat flu dapat menyebabkan reaksi yang berbahaya.

Dokter juga akan memberitahukan kepada anda apa saja makanan dan minuman beralkohol yagn sebaiknya anda hindari pada saat anda menggunakan obat antidepressant jenis MAOI. Anda sebaiknya tidak memakai obat jenis MAOI kecuali anda faham betul apa saja makanan, minuman dan obat-obat lain yang harus anda hindari.

Jika anda sedang menggunakan obat jenis MAOI dan dokter menginginkan anda untuk mulai menggunakan salah satu dari jenis antidepressant lain, dokter akan meminta anda menghentikan pemakaian jenis MAOI untuk sementara waktu sebelum anda memulai obat jenis yang baru tersebut. Hal ini bermaksud membersihkan obat jenis MAOI dari tubuh anda.

Akankah antidepressant berpengaruh pada obat lain yang anda konsumsi?

Antidepressant dapat memberikan pengaruh pada banyak jenis obat. Jika anda sedang memakai obat antidepressant, beritahukan kepada dokter tentang obat-obat jenis lain yang anda minum, termasuk obat-obat yang anda beli di toko/warung dan produk atau obat herbal lainnya. Tanyakan pada dokter dan ahli farmasi tentang hal tersebut, jika ada obat-obat lain yang anda gunakan dapat menimbulkan masalah jika digabungkan atau bersamaan dengan obat anti depresi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar