Minggu, 12 April 2009

Kesehatan Otak dan Berpikir Positif, Pentingnya Berpikir Positif, Penelitian Terkait

Masih menyinggung hal ihwal tentang tips otak sehat, pada kesempatan kali ini akan di bahas tentang berpikir positif dan otak sehat serta kesehatan tubuh. Pernahkah anda mendengar pepatah ini “ anda adalah apa yang anda makan” Tapi apakah anda tahu bahwa apa yang anda pikirkan juga sama pentingnya?

Pada kenyataannya, pandangan yang positif pada kehidupan adalah salah satu hal yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan otak dan selalu siap menggunakannya. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri, bagaimana kita merasakan dunia di sekitar kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dapat berpengaruh besar pada kesehatan kita secara menyeluruh dan tentu saja otak kita.

Kabar baik adalah bahwa semua hal-hal diatas dapat dengan sempurna dalam kendali kita. Tidak penting apa tantangan yang kita hadapai, kita dapat memilih untuk memulai tiap hari dengan melihat gelas yang terisi setengah penuh, daripada gelas separuh kosong.

Pentingnya berpikir positif.

Penelitian yang berkelanjutan faktor-faktor gaya hidup dari orang-orang yang tajam/baik secara kejiwaan atau mental dalam usia tua menunjukkan bahwa perasaan enak, baik tentang diri kita sendiri dan memiliki rasa harga diri dan kefektifan dalam hidupnya- yang dalam istilah para ahli terkadang disebut dengan self-efficacy (keberhasilan diri), adalah pilar-pilar keberhasilan usia lanjut.

Menurut Marilyn Albert, PhD, anggota dari dana aliansi untuk inisiatif otak dan ahli neuron pada universitas Johns Hopkins, Baltimore, Maryland, mengatakan bahwa Self-efficacy mengharuskan seseorang untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan tantangan hidup yang mereka hadapi. Disamping itu juga mengharuskan bahwa perlu juga menjaga kontrol atas kehidupan kita dan merasa seakan-akan kita berkontribusi dan berperan kepada keluarga dan dalam masyarakat kita.

Penelitian tentang berpikir positif

Peneltian menunjukkan bahwa orang dewasa tua mungkin secara alami menyesuaikan dengan aspek-aspek positif dalam hidupnya. Hal ini mungkin dikarenakan mereka ingin membuat tahun-tahun kedepan dalam menghadapi sisa akhir hidup mereka dan memilih tidak memfokuskan pada hal-hal atau pikiran negatif.

Pada kenyataannya, sebuah penelitian pada universitas Stanford, yang menggunakan teknologi penggambaran otak yang disebut dengan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk melacak pola aktifitas di dalam orak, menemukan bahwa orang dewasa tua lebih responsif pada gambaran positif daripada hal yang sebaliknya/negatif.

Dibandingkan dengan orang yang lebih muda, orang-orang dengan usia 70-90 tahun menunjukkan aktifitas yang lebih besar Di dalam Amygdala ( daerah pusat otak yang memproses emosional seseorang)-pada saat mereka melihat gambar orang-orang berekspresi dengan emosi positif versi negatif.

Hal ini menyimpulkan suatu demonstrasi psikologis dan sosiologis telah lama diketahui: seperti kita menjadi tua kita cenderung mengalami lebih sedikit emosi negatif, dan kita lebih mungkin mengingat rangsangan emosi positif. Dengan kata lain, orang-orang yang lebih tua sering meninggalkan hal negatif, sembari memfokuskan pada hal positif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar