Kamis, 09 April 2009

Kesehatan Otak: Makan dan Diet Seimbang, Obesitas dan Otak, Tips Diet Sehat


Masih berkaitan dengan tips otak sehat, berikut ini salah satu faktor dalam otak sehat yaitu diet seimbang. Bukan rahasia lagi bahwa makan dengan benar dan sehat itu penting bagi kesehatan anda. Pada kenyataannya , pilihan makanan yang kita pilih semasa hidup kita dapat meningkatkan atau menurunkan resiko kita dari berbagai penyakit yang menyebabkan kematian lebih awal atau kecacatan di kemudian hari, termasuk penyakit jantung, kanker, stroke dan diabetes.

Obesitas atau kegemukan adalah penyebab utama dari berbagai penyakit yang dapat merenggut kualitas hidup kita di kemudian hari. Sementara olahraga memainkan peranan penting dalam manajemen dan mempertahankan berat badan, apa yang kita makan dan masukkan ke dalam mulut mungkin menjadi masalah yang paling besar.

Orang-orang amerika terkenal mempunyai diet atau pola makan tinggi lemak, dan rata-rata warga amerika tidak cukup dalam porsi makanan seperti padi-padian (biji-bijian), sayuran dan buah serta susu rendah lemak.

Awasi beberapa hal berikut: kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah dan berat badan.

Ada banyak sekali bukti bahwa pola, gaya hidup yang sama dan faktor konsumsi dan pola makan yang turut andil pada penyakit jantung juga terbukti meningkatkan resiko penyakit Alzheimer dan kemunduran koginitif yang berhubungan dengan usia. Oleh karena itu, pengelolaan atau manajemen beberapa hal seperti kadar kolesterol, manajemen tekanan darah, gula darah dan berat badan telah menjadi jeritan dan himbauan dari para advokat kesehatan otak.

Sam Gandy, seorang kepala advisor ilmiah untuk asosiasi Alzheimer mengatakan “Banyak faktor yang baik dan bagus untuk jantung ternyata juga baik dan bagus untuk kesehatan otak. Ada berbagai alasan mengapa anda sebaiknya memberikan perhatian khusus pada masalah-masalah kesehatan utama tersebut yang mungkin anda punya dan selalu mengontrolnya agar tetap dalam ambang batas normal”

Kelebihan berat badan berkaitan dengan penyakit-penyakit pembuluh darah (seperti penyakit jantung dan stroke) dan diabetes. Dengan bersama-sama, penyakit-penyakit tersebut adalah penyebab utama kematian dan kecacatan.

Obesitas dan otak

Obesitas mungkin menjadi ancaman terbesar pada umur harapan hidup. Laporan terbaru sebuah jurnal inggris (The New England Journal of Medicine), menemukan bahwa menjadi gemuk (obesitas) mengurangi umur harapan hidup kira-kira 4-9 bulan, dan diperkirakan bahwa seluruh warga amerika umur harapan hidupnya akan menurun 2-5 tahun pada 50 tahun ke depan yang berkaitan dengan pengaruh obesitas yang memperpendek kehidupan.

Sebuah faktor resiko yang diketahui untuk penyakit jantung, obesitas akan semakin terimplikasi dalam masalah kognitif dan juga demensia. Sebuah peneltiian di finlandia yang mengikutsertakan 1.449 orang menemukan bahwa BMI (body mass index) dengan ukuran 30 ke atas dimana BMI dengan ukuran ini merupakan indikasi dari obesitas, berkaitan dengan 2 kali resiko terjadinya demensia. Pada orang-orang dengan kadar kolesterol tinggi dalam darah atau dengan tekanan darah tinggi, resikonya adalah 6 kali lebih tinggi.

Para ilmiah juga mempelajari tentang overweight atau kegemukan pada binatang di laboratorium dan telah dihasilkan laporan melemahnya daya ingat dan belajar serta lebih tinggi atau gampang beresiko terjadi stress disfungsi kognitif.

Perlu digaris bawahi: berat badan berarti bagi otak anda. Penumpukan berat badan ekstra dalam tubuh anda dapat anda atasi dengan program diet dan olahraga teratur mungkin bisa menjadi sebuah hal yang terbaik yang bisa anda lakukan untuk otak anda.
Makan dengan baik sesuai usia anda.

Kita membutuhkan tenaga untuk bahan bakar tubuh dan proses-proses dalam otak kita yang tidak berubah banyak saat kita tua. Pada saat kita tua, kita mungkin hanya perlu lebih sedikit kalori, tapi kita hanya perlu banyak nutrisi atau zat gizi esensial lebih banyak, atau pada beberapa kasus, lebih banyak. Sebagai contoh, kemampuan tubuh kita para orang tua dalam memproduksi vitamin D akan menurun seiring usia bertambah, sehingga kita mungkin perlu secara sadar memilih makanan-makanan yang bagus dan sumber vitamin D, seperti kuning telur, produk susu fortifikasi vitmain D, dan hati.

Pada masa tua problem vitalitas fisik dapat bertentangan dengan kemampuan kita untuk makan dengan baik ketika kita tua. Sebagai contoh, gigi yang sudah tanggal/hilang atau penyakit pada gusi dapat membuat para orang tua susah dalam mengunyah. Gangguan pada saluran pencernaan atau masalah gastrointestinal, seperti konstipasi, diare atau sakit pada perut, mungkin membatasi apa saja yang akan kita makan.

Indra perasa dan penciuman kita mungkin berkurang seiring usia kita yang bertambah tua, dan beberapa obat atau resep serta obat-obat yagn dijual di toko obat dapat merubah cita rasa makanan. Dan, apabila kita merasa depresi, murung atau sendirian, kita mungkin tidak merasa seperti makan atau mempersiapkan hidangan.

Apabila anda atau seseorang yang anda ketahui mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam kebiasaan dan nafsu makan, penting sekali untuk menyadari bahwa hal ini mungkin merupakan tanda dari kondisi kesehatan atau efek samping dari pengobatan. Anda sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan apapun dalam pola makan anda.

Kebiasaan makan sehat.

Makan dengan benar tidak harus sulit. Ikutilah petunjuk piramida makanan dari departemen pertanian amerika serikat (food duide pyramid), yang menekankan biji-bijian utuh (misalnya padi) dan buah segar serta sayuran sebagai dasar untuk diet seimbang yang baik, adalah sebuah titik awal yang baik bagi anda.

Berikut ini tips tips lain dalam mekan sehat (healthy eating), antara lain:
  1. Minum 8-10 gelas cairan setiap hari, dan diantara 8-10 gelas tersebut sedikitnya 5 gelasnya dari air. Batasi minuman berkafein dan beralkohol, karena kafein dan alkohol akan bersifat diuretic atau berakibat sering kencing dan mungkin nutrisi atau zat-zat gizi dalam tubuh akan cepat terbuang lewat air kencing anda.
  2. Kurangi intake atau konsumsi lemak dari lemak jenis saturated fat (seperti yang ada dalam produk binatang), dan gantilah dengan lemak jenis monosaturated fat (seperti minyak zaitun, canola (Canola adalah tanaman sub-tropis yang merupakan keturunan dan merupakan variasi genetik dari tanaman Rapeseed. Jenis tanaman ini ditanam untuk diambil bijinya sebagai bahan minyak sayur (vegetable oil), bahan baku pakan ternak, maupun biodiesel.), minyak bunga matahari, dan minyak kedelai.
  3. Hilangkan atau kurangi konsumsi trans fatty acid (Trans-Fatty Acid adalah minyak yang dihasilkan dari proses penyulingan. Trans Fatty Acids tidak mengandung nutrient atau zat gizi yang diperlukan dan bisa menyebabkan diabetes, thrombosis, artherosclerosis, arthritis). Makanan trans fatty acid biasanya ditemukan pada banyak makanan yang diproses dan ditunjukkan dalam daftar bahan-bahan sebagai minyak sayur yagn di hidrogenasi (hydrogenated vegetable oils). Hydrogenated adalah proses untuk membuat oil menjadi padat. Dan hal ini akan merusak metabolisme Anda. Contohnya adalah margarine dan butter.
  4. Tetap pada pilihan sehat pada saat mengkonsumsi snack atau makanan ringan, seperti buah, sayuran, produk susu rendah lemak atau produk biji-bijian utuh seperti beras.
  5. Tanyakan dan ikuti rekomendasi atau anjuran diet khusus oleh dokter atau ahli gizi.
  6. Bergabunglah dengan kelas memasak untuk belajar bagaimana membuat, menyediakan diet rendah lemak, teknik-teknik menyediakan hidangan sehat.
  7. Membuat saat makan menjadi suatu hal yang menyenangkan: makan bersama anggota keluarga, atau bersama teman atau komunitasm, bila mungkin.
  8. Mintalah bantuan apabila anda mempunyai kesulitan dalam menyiapkan makanan, atau mengatur dalam menyiapkan makanan dari ahli gizi atau orang yang kompeten. Atau anda tinggal pergi ke tempat-tempat yang menyediakan dan menawarkan makanan sehat bagi kesehatan anda.
Sumber: National Institute on Aging

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar