Minggu, 26 April 2009

Olahraga Selama Kehamilan, Bisakah Membantu Bayi/Janin?

Menurut sebuah study penelitian di Amerika Serikat, berolahraga selama kehamilan memperlihatkan peningkatan pesat pada perkembangan janin. Penelitian itu melibatkan para wanita hamil dengan usia 20 sampai 35 tahun, yang dikelompokkan dalam 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang melakukan olahraga aerobic dengan intensitas ringan selama sedikitnya 30 menit 3 kali latihan tiap minggunya. Kelompok kedua adalah kelompok kontrol yang tidak mendapatkan olahraga secara teratur.

Sebuah tim dari Kansas City University of Medicine and Biosciences and the University of Kansas Medical Center menggunakan test non-invasive (tanpa pembedahan) untuk memonitor, mengamati perkembangan janin, pernafasan dan pergerakan tubuh, dan juga detak jantung janin dan kontrol sistem syaraf autonomic janin (bagian sistem syaraf periferal yang bertindak sebagai suatu sistem kontrol yang beperan besar di bawah tingkat kesadaran dan mengontrol fungsi kelenjar dan otot lembut organ dalam.

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakan olahraga pada masa kehamilan berakibat manfaat pada sistem kardiovaskuler janin. Tujuan kedua dari studi ini adalah untuk menentukan apabila olahraga pada masa hamil meningkatkan gerakan pernafasan janin, sebuah tanda kesehatan dan perkembangan fungsional sistem respiratory/pernafasan janin.

Penelitian tersebut menemukan bahwa:
  1. Detak jantung janin secara signifikan menurun dalam kelompok yang melakukan olahraga baik saat bernafas dan masa pergerakan tanpa bernafas.
  2. Detak jantung jangka pendek dan detak jantung keseluruhan secara bervariasi lebh tinggi pada kelompok yang berolahraga selama pergerakan nafas.
  3. Janin dengan paparan oloahraga memiliki ukuran kontrol kardiovaskuler lebih tinggi pada saat/selama gerakan nafas.
  4. Tidak ada perbedaan yang signifikan dapam pengukuran kontrol kardiovaskuler antara 2 kelompok yang diperhatikan pada saat/periode janin tidak bernafas, dan tidak ada kelompok atau perbedaan nafas dalam kontrol detak jantung simpatik.
Penemuan-penemuan tersebut menyarankan sebuah potensi keuntungan dari olahraga maternal/masa hamil pada perkembangan janin karena hubungan antara pergerakan nafas janin dan pengembangan sistem saraf autonomik, begitulah kesimpulan dari para peneliti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar