Minggu, 28 Juni 2009

Apakah Bahan-Bahan Tambahan Makanan Berbahaya dan Buruk Bagi Anda?

Bahan-bahan tambahan adalah substansi atau bahan-bahan yang ditambahkan pada makanan yang di hasilkan atau diproduksi. Cakupan ini mencakup berbagai unsure antara lain: vitamin dan mineral pada makanan yang melalui proses fortifikasi, preservatives (bahan-bahan pengawet) yang menjaga makanan dari terjadinya spoiling (membusuk), gula dan makanan lainnya yang dibumbui (bumbu alam dan buatan/artificial), dan pewarna tambahan untuk membuat makanan terlihat menggoda, lezat atau enak.

Fortifikasi adalah upaya meningkatkan mutu gizi makanan dengan menambahkan zat gizi tertentu pada makanan. Zat gizi tersebut tidak terdapat dalam makanan itu sendiri.

Beberapa bahan tambahan ada yang bagus untuk kita, terutama vitamin dan mineral. Tapi Anda mungkin bertanya-tanya tentang keamanan dari bahan-bahan tambahan lainnya, khususnya bahan-bahan tambahan dengan nama yang lebih sering terdengar di rumah kimia dari golongan bahan kimia dari piring anda.

Menurut undang-undang federal, sebagian besar bahan tambahan makanan harus terbukti aman sebelum produsen makanan dapat memasukkan bahan tambahan tersebut ke dalam makanan yag mereka produksi. Dengan pengecualian bahwa bahan-bahan tambahan tersebut telah digunakan dalam waktu yang lama dengan tanpa adanya atau timbul masalah yang nyata. Bahan-bahan tambahan yang lama ini berkisar antara gula dan garam sampai sodium nitrite dan potassium nitrite, bahan-bahan pengawet dalam hot dogs dan daging makan siang (hamemwors/ luncheon meats).

Beberapa bahan tambahan diantaranya dapat menimbulkan kekhawatiran. Sodium nitrat dan sodium nitrite di dalam hot dogs, luncheon meats, dan ikan yang di proses dengan pengasapan meskipun hanya berpotensi kecil bisa menjadi penyebab kanker karena bahan-bahan kimia yang disebut nitrosamines yang dihasilkan selama proses memasak.

Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa bahan-bahan tambahan lainnya dapat menyebabkan kanker. Termasuk enam pewarna makanan buatan (biru # 1, biru # 2, dan biru # 3, hijau # 3, merah # 3, kuning # 6), dua pemanis buatan (sakarin ata saccharine and acesulfame K, atau acesulfame potassium/kalium), dan potassium bromate dalam produk tepung terigu (gandum) putih.

Beberapa bahan tambahan makanan lainnya bisa menyebabkan alergi atau reaksi buruk lainnya. Monosodium glutamate (MSG), suatu penambah cita rasa, dapat mengakibatkan sakit kepala, mual dan sesak nafas pada beberapa orang. Cochineal (zat pewarna merah masakan) dan carmine (pewarna merah tua), adalah warna-warna artificial yang dibuat dari serangga yang di lumat, menyebabkan berbagai reaksi alergi, dari hanya penyakit gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak sampai shock anaphylactic.

Meskipun bahan-bahan tambahan lainnya aman dikonsumsi, adanya daftar panjang bahan tambahan makanan dalam bahan-bahan makanan yang dibungkus (bentuk bungkusan dari pabrik) adalah sebuah tanda merah yang perlu diperhatikan. Sebaiknya pilihlah makanan-makanan yang mengandung lebih sedikit bahan-bahan tambahan makanan untuk mengurangi risiko yang merugikan kesehatan anda.

Sumber: the Harvard Health Publications Special Health Report, Healthy Eating: A Guide to the New Nutrition.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar