Selasa, 16 Juni 2009

Olahraga dan Pengaruhnya Pada Mood/Perasaan, Kegelisahan, Kecemasan, Stress dan Kebugaran

Bisakah dengan hanya beberapa lap/putaran mengelilingi blok mampu menyelesaikan kesulitan emosional/perasaan seseorang? Jawaban pertanyaan tersebut kemungkinannya adalah tidak bisa. Tapi dengan program olahraga teratur bisa membantu mengatasi masalah emosional. Berbagai penelitian telah menemukan dan menunjukkan bahwa berolahraga bisa meningkatkan mood/perasaan seseorang.

Bagaimana olahraga bisa bermanfat bagi pikiran/emosional anda? Untuk memulai dengan, olahraga aerobik yang akan mengeluarkan hormon-hormon yang mengangkat mood/perasaan, yang meringankan stres dan meningkatkan rasa kesegaran (well-being). Selain itu, siklus pelepasan dan pengulangan atau repetitive dari kontraksi otot yang terjadi pada yoga atau pada aerobik seperti berjalan kaki dan berenang akan meningkatkan tingkat kimiawi serotonin dalam otak, yang berfungsi melawan perasaan-perasaan negatif dalam diri anda.

Berbagai penelitian sejak tahun 1980 telah menghasilkan kurang lebih kesimpulan yang sama yaitu: Orang-orang yang mendapatkan perlakuan setidaknya latihan olahraga dalam jumlah ringan sampai sedang menunjukkan bahwa mereka lebih kecil potensinya mengalami gejala-gejala depresi.

Sebuah penelitian yang melibatkan 2,084 pria dan wanita usia 65 ke atas, ditemukan bahwa di antara para peserta (participant) yang awalnya dilaporkan mengalami gejala-gejala depresi, mereka yang sehari-harinya berjalan, mengalami gejala-gejala depresi sepertiga lebih kecil setelah 3 tahun.

Harvard Alumni Health Study juga menegaskan hasil yang serupa dengan penelitian tersebut. Penelitian itu juga menunjukkkan bahwa orang-orang yang membakar 1.000-2.500 kalori per minggu melalui olahraga aerobik berdampak pada penurunan resiko mereka terserang atau mengalami depresi sebesar 17%. Pada participant /peserta yang membakar kalori lebih dari 2,500 kalori per minggu, maka resiko mereka mengalami depresi berkurang sebesar 28%.

Berolahraga tidak hanya dapat membantu menghindari depresi, tapi juga dapat membantu perawatan dan pengobatan berjalan lebih efektif pada beberapa kasus. Sebuah studi penelitian menyimpulkan bahwa latihan olahraga rutin dan teratur dapat meningkatkan atau memperbaiki mood/perasaan pada para penderita atau orang-orang dengan gangguan depresi ringan sampai sedang.

Olahraga juga dapat berperan sebagai pendukung/penyokong pada pengobatan depresi berat. Bahkan, beberapa penelitian telah menemukan bahwa olahraga dapat meringankan gejala depresi ringan sampai depresi sedang yang sama efektifnya dengan pengobatan menggunakan obat(medication).

Olahraga juga dapat meringankan kegelisahan, yang dicirikan dengan rasa takut dan khawatir. Manfaat yang paling besar berasal dari program aktifitas aerobik selama minimal 10 minggu, dan, idealnya, lebih dari 15 minggu. Orang yang mulai dengan tingkat kegelisahan tinggi dan rendahnya tingkat kebugaran menghasilkan keuntungan yang besar. Penelitian ini menunjukkan bahwa program olahraga bisa sama berhasil dan sukses seperti teknik-tekinik yang digunakan untuk mengurangi kecemasan, seperti latihan relaksasi.

Sumber: Harvard Health Publications Special Health Report, Exercise: A Program You Can Live With.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar