Rabu, 05 Agustus 2009

Bagaimana Olahraga Bisa Meringankan Kecemasan

Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu dalam menangani dan memanajemen kecemasan/kegelisahan. kecemasan dan rasa gelisah dapat menjadi sangat berlebihan dan berpengauh banyak pada sisi emosional serta fisik.

Ketika anda tidak bisa menghentikan perasaan gelisah, khawatir, cemas, sehingga anda tidak dapat tidur dan mungkin anda bisa merasa tidak enak atau sakit pada perut anda. Selagi gangguan kecemasan (anxiety disorder) diawasi dan dilakukan pengobatan dengan tepat oleh ahli professional dibidangnya, olahraga juga bisa menjadi bagian dari rencana pengobatan yang efektif guna membantu menangani dan mengelola gejala-gejala kecemasan pada diri anda.

Olahraga dan kecemasan serta penelitian

Penjelasan dari Sally R. Connolly, LCSW, seorang terapis dari the Couples Clinic of Louisville di Kentucky, menjelaskan bahwa “Olahraga tidak akan mengobati kecemasan atau depresi, tapi bermanfaat secara psikologis dan fisik dimana mampu memperbaiki gejala-gejala kecemasan (anxiety) dan depresi”.

“Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga sedikitnya selama30 menit selama 3 hingga 5 hari dalam seminggu dapat dengan signifikan membuat kecemasan menjadi berbeda”. Beberapa studi mengaskan bahwa olahraga teratur dapat membantu mengurangi dan meringankan kecemasan sama besar pengaruhnya dengan pengobatan medis (medications), dan pengaruh atau efek pengurangan atau peringanan kecemasan yang terjadi karena olahraga bisa bertahan lebih lama dari pada pengaruh pengurangan karena obat-obatan.

Siapa yang paling maksimal memperoleh keuntungan?

Setiap orang dapat memperoleh keuntungan psikologis dari olahraga, penelitian menegaskan bahwa orang-orang yang terlihat mengalami perbaikan maksimal dari gejala-gejala kecemasan dari olahraga adalah mereka yang:
  1. Olahraga dengan konsisten sedikitnya dalam beberapa minggu.
  2. Sudah tidak aktif secara fisik.
  3. Mengalami gangguan kecemasan tingkat berat.
  4. Melakukan olahraga aerobik, seperti jogging, berenang (swimming) atau menari (dancing).
Pada penelitian juga menujukkan bahwa olahraga juga efektif dalam menangani dan mengelola gejala-gejala depresi, yang seringkali mempengaruhi orang-orang dengan gangguan kecemasan.

Bagaimana peran olahraga dalam membantu kecemasan?

Catatan Sally R. Connolly, LCSW mengatakan bahwa “Kecemasan biasanya berhubungan dengan peningkatan denyut jantung (heart rate). “Olahraga bisa sangat membantu dengan menenangkan denyut jantung seseorang.

Selama olahraga, maka denyut jantung anda akan melonjak naik, tapi lama kelamaan, seiring tingkat kebugaran anda membaik, jantung anda mulai bekerja dengan lebih efektif. Akibatnya, denyut jantung istiraharat diantara sesi latihan olahraga alhasil menjadi lebih lambat. Peningkatan fungsi jantung dan paru-paru pada kaitannya dengan aktifitas aerobik secara teratur seringkali dihubungkan dengan kesehatan secara keseluruhan, yang dapat membantu mengimbangi perasaan cemas.

Bahkan hanya olahraga dalam waktu singkat tapi intensitas tinggi/keras, hanya 10 sampai 15 menit, dapat meningkatkan kebugaran dan perasaan anda. Sally R. Connolly, LCSW, menyarankan pada pasiennya agar melakukan olahraga dalam waktu 30 menit sehari, dan dilakukan antara 6 sampai 7 hari dalam seminggu.

Olahraga bahkan dapat membantu mencegah gangguan kecemasan dari mulai sebelum terjadinya kecemasan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa para olahragawan yang berolahraga secara teratur terjadi pengurangan resiko mengalami kecemasan dan depersi sebesar 25 % selama masa lima tahun.

Tidak mengherankan lagi, ditemukan bahwa, olahraga juga meningkatkan kejernihan mental serta konsentrasi, dimana keduanya berpengaruh negatif dengan kecemasan. Pelepasan bahan-bahan kimia di dalam otak selama berolahraga bisa membantu meningkatkan kemampuan untuk fokus dan berhadapan dengan situasi yang menekan (stressfull), sehingga dapat mengurangi resiko kecemasan dan depresi.

Tipe Olahraga anti kecemasan?

Apapun jenis olahraga bisa membantu mengurangi kecemasan, tapi Sally R. Connolly, LCSW berkata, olahraga aerobik yang benar-benar membuat denyut jantung anda naik akan menjadi olahraga yang paling menguntungkan untuk mengurangi kecemasan. Beberapa olahraga aerobik yang dapat membantu dalam memanaj kecemasan antara lain:
  1. Berenang.
  2. Bersepeda.
  3. Berlari.
  4. Jalan cepat.
  5. Tennis.
  6. Menari/dancing.
Catatan dari Sally R. Connolly yang mengatakan “Dancing merupakan olahraga yang bagus, dan mempunyai banyak efek samping yang menguntungkan. Dan akan lebih bagus lagi jika anda melakukan dancing dengan orang lain” karena bersosialisasi bisa juga meningkatkan mood seseorang.

Meskipun bukan olahraga aerobik, yoga dapat membantu mengurangi gejala-gejala kecemasan (anxiety symptoms). Yoga merupakan kombinasi atau gabungan dari gerakan fisik dengan meditasi dan pernafasan dalam yang berguna membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.

Sedangkan latihan beban dan olahraga lain yang bersifat menguatkan (strengthening exercises/kekuatan) juga penting untuk kesehatan secara menyeluruh, olahraga tipe ini sepertinya tidak memberikan banyak pengurangan kecemasan seperti aktifitas-aktifitas yang membuat denyut jantung terpacu naik.

Kita semua mengetahui bahwa olahraga itu baik untuk tubuh kita, dan sekarang penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga juga baik untuk pikiran. Selain menangani dan memanajemen kecemasan dengan bantuan dokter, olahraga merupakan alat yang serbaguna yang dapat anda gunakan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mentak anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar