Sabtu, 22 Agustus 2009

Stress dan Kesehatan Pencernaan Bagian 1

stress kesehatan pencernaanStress berpengaruh pada sistem pencernaan anda dengan berbagai cara. Pada artikel berikut akan membahas tentang bagaimana mengelola stress dan mempertahankan kesehatan sistem pencernaan. Pernahkah anda terkecik dibawah tekanan atau stress? Apakah anda pernah mengalami kesulitan dalam menoleransi keputusan dibawah tekanan? Jika benar demikian, maka anda tahu bagaimana stress berpengaruh pada pencernaan.

Stress dapat berpengaruh pada setiap bagian dari sistem pencernaan, demikian perkataan dari Kenneth Koch, MD, seorang professor doktor, bagian gastroenterology dan medical director dari the Digestive Health Center at Wake Forrest University Baptist Medical Center di Winston-Salem. Sementara N.C. "Johann Wolfgang von Goethe, seorang penulis hebat dan ahli filsafat, percaya bahwa usus adalah pangkal dari semua emosi manusia.

Apa yang terjadi pada pencernaan ketika dibawah tekanan?

Pencernaan (Digestion) dikendalikan oleh system syaraf perut, sebuah sistem yang terdiri dari ratusan dari jutaan syaraf yang menghubungkan dengan sistem syaraf pusat kita. Ketika stress mengaktifkan respon perlawanan atau isyarat di dalam sistem syaraf pusat, pencernaan dapat menutup dikarenakan sistem syaraf pusat anda mematikan aliran darah, mempengaruhi kontraksi otot-otot pencernaan anda, dan menurunkan sekresi cairan yang diperlukan untuk perncernaan. Stress dapat menyebabkan inflamasi pada sistem gastrointestinal, dan membuat anda lebih mungkin dan lebih berpotensi terkena infeksi.

Stress dapat menyebabkan terjadinya spasme (kejang) pada kerongkongan anda. Kejadian tersebut dapat meningkatkan kadar asam pada perut anda dan menyebabkan ketidaksanggupan atau gangguan atau kesulitan dalam mencerna makanan. Di bawah kondisi stres, penggilingan di dalam perut anda bisa metutup dan membuat anda merasa mual-mual. Stress atau tekanan bisa membuat usus besar anda bereaksi dengan c ara membuat anda menjadi diarrhea/diare/buang air besar konsistensi cair atau sembelit/konstipasi.

Kita semua tahu benar dengan para atlet atau para pelajar/mahasiswa yang harus buru-buru ke kamar mandi sebelum menjalani pertandingan besar dan penting atau ujian semseter yang sangat menentukan, seperti yang dijelaskan oleh Kenneth Koch, MD. Walaupun stress mungkin tidak menyebabkan ulcerasi/perlukaan pada perut, celiac disease (penyakit saluran pencernaan yang akan merusak usus kecil dan mengganggu absorbsi/penyerapan zat gizi/ nutrisi dari makanan), atau penyakit inflamasi pada bowel (sisa metabolisme makanan), stress bisa membuat kondisi-kondisi tersebut dan penyakit-penyakit pencernaan lain bertambah berat.

Pada artikel berikutnya akan dibahas mengenai bagiamana mengendalikan stress guna pertolongan pada pencernaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar