Kamis, 03 September 2009

Stress dan Kesehatan Pencernaan Bagian 2: Mengontrol Stress untuk Membantu Sistem penceraan

Salah satu cara terbaik untuk mengelola dan mengontrol stress dam menjaga kesehatan pencernaan adalah dengan olahraga (intensitas ringan-sedang), dikutip dari perkataan Kenneth Koch, MD, seorang professor doktor, bagian gastroenterology dan medical director dari the Digestive Health Center pada Wake Forrest University Baptist Medical Center di Winston-Salem. Aktifitas fisik bisa mengurangi atau meringankan ketegangan dan merangsang pelepasan bahan kimia otak yang disebut endorphins yang mengurangi stress dan ketegangan serta memperbaiki perasaan seseorang. Beberapa jenis lain pengurang stres antara lain:

Terapi relaksasi (Relaxation therapy)
Orang-orang yang mengalami stress terkait dengan masalah pencernaan bisa memanfaatkan dan memperoleh keuntungan dari terapi relaksasi seperti yoga, meditasi, hipnotis, relaksasi otot progresif, mental imaging, biofeedback dan bahkan musik. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang dengan sindrome iritasi bowel (irritable bowel syndrome), mengalami pengurangan rasa nyeri, kembung, dan diare dengan bantuan terapi relaksasi yang disebut dengan Relaxation Response, yang dikembangkan para peneliti di Harvard Medical School.

Terapi bicara (Talk Therapy)
Membicarakan kepada teman-teman atau orang terkasih tentang stress yang anda rasakan bisa sangat membantu anda, dan terapi bicara yang aktual adalah yang melibatkan seorang therapis sehingga benar-benar berbobot. Seorang therapis terlatih bisa membantu anda menemukan cara-cara yang lebih baik dalam menghadapi stress yang anda alami. Seorang ahli kesehatan mental yang profesional menggunakan cognitive behavioral therapy (terapi perilaku kognitif) untuk mengajarkan ketrampilan-ketrampilan baru dalam menghadapi stress. Dalam sebuah studi penelitian pada orang-orang dengan irritable bowel syndrome, 70 % memperlihatkan perbaikan-perbaikan gejala sindroma setelah 12 minggu menjalani cognitive behavioral therapy.

Pengaturan makan/Diet
Makan makanan yang tidak baik untuk pencernaan anda bisa menjadi salah satu penyebab stress. Jangan hadapi stress dengan makan makanan secara berlebihan atau overeating atau memakan secara berlebihan makanan junk food. “Sistem pencernaan anda sadar dan memahami akan kesehatan, diet sehat yang seimbang. Hindari gula, lemak dan alkohol yang berlebihan, saran dari Kenneth Koch, MD. “Pertimbangkan makan malam/dining dengan lingkungan lampu lilin (candle-light diner) adalah suasana yang bagus untuk pencernaan..”

Usahakan membatasi stressor (penyebab stress).
Tolak cara mengurangi stress dengan merokok atau minum alkohol. mengandalkan pada obat-obatan (medication) untuk menghadapi stress bisa juga berakibat buruk pada pencernaan. Kenneth Koch, MD, memperingatkan: “Orang-orang yang secara konstan dan terus-menerus mengkonsumsi obat non-steroidal anti-inflammatory yang dijual ditoko-toko obat untuk menghadapi stress sakit kepala bisa merusak saluran pencernaan mereka”. Hindari terlalu banyak minum kopi dan minuman ringan (soft drinks) yang memberikan kepada anda sentakan kafein atau gula.

Sejumlah tipe stress tertentu mungkin tidak bisa anda hindari. Dan kita semua harus menghadapinya. Yang penting untuk diketahui adalah bahwa stress dapat menggangu kesehatan pencernaan dan membuat penyakit-penyakit pada saluran pencernaan bertambah berat. Apabila anda mempunyai atau mengalami gejala-gejala stress yang mengganggu pencernaan, segera konsultasikan dan periksakan ke dokter. Anda mungkin dan bisa mempunyai masalah atau gangguan pencernaan yang memerlukan pengobatan. Apabila manajemen/pengelolaan stress adalah masalahnya, dokter anda bisa merujuk anda ke seorang ahli dan profesional dalam bidang kesehatan mental yang bisa membantu anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar