Kamis, 24 September 2009

Tips Sindrom Pramenstruasi (Premenstrual Syndrome)

Sidrom premenstruasi merupakan salah satu dari penuaan dan diketahui merupakan masalah paling umum yang memperngaruhi wanita dan pihak keduanya adalah pria. Sindrom pramenstruasi merupakan suatu kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita.

Pada kebanyakan wanita, gejala dan tandanya biasanya ringan – lelah, mudah tersinggung/marah, cemas dan perut kembung. Tapi pada beberapa wanita lainnya dengan sindroma premenstruasi timbul gejala dan tanda yang tidak ringan, yaitu kelemahan – yang menyebabkan depresi berat, serangan panik/kepanikan, dan bahkan tingkah laku kasar/keras.

Anjuran atau nasehat sebelumnya kurang membantu penderita karena lebar rentang gejala-gejala yang sifatnya nonspesifik. Dokter memberikan resep obat progesterone untuk mengurangi atau meringankan gejala dan tanda yang muncul, tapi penelitian menunjukkan bahwa hormon ini tidak lebih baik dari placebo (merpakan sejenis obat yang berisi gula yang digunakan sebagai uji perbandingan, obat tiruan yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya).

Maka dari itu, apa yang bisa membantu anda?

Salah satu pengobatan yang nampak membantu adalah olahraga. Ketika wanita melakukan olahraga dengan intensitas ringan atau sedang, 5 kali dalam satu minggu dengan durasi waktu sedikitnya 30 menit setiap sesinya, gejala dan tanda sindroma premenstruasi secara signifikan berkurang. Karena lama, olahraga yang terus menerus menyebabkan pelepasan endorphins, dengan pelepasan endorphins secara terus menerus terlihat adanya pengurangan gejala-gejala sindroma premenstruasi.

Makanlah hidangan dengan frekuensi atau jumlah kecil
Telah dibuktikan bahwa terkadang makanan ringan atau snack yang rendah gula adalah makanan yang efektif dalam meringankan gejala sindroma premenstruasi skala sedang. Untuk menghindari terjadinya fluktuasi kadar gula dalam darah, jangan melampaui makan. Makanlah hidangan dalam frekuensi atau jumlah kecil. Makanlah dalam jumlah yang sama seperti layaknya jumlah makanan yang ingin anda makan, tapi buat jarak waktu. Rencanakan 3 hidangan ringan dan snack di tengah-tengah santapan pagi (mid-morning) dan snack di tengah-tengah hidangan sore hari (mid-afternoon).

Batasi konsumsi gula dan sertakan serat dalam diet

Akan lebih baik membatasi konsumsi gula daripada mencoba menghindarinya. Tidak masalah mengkonsumsi sejumlah gula, tapi jangan mengkonsumsinya ketika perut anda kosong, karena bisa menjadi pencetus pesta minuman keras. Sebagai gantinya, rencakan makanan pencuci mulut (dessert) dengan hidangan anda. Kedengarannya aneh, tapi adalah lebih baik untuk memakan makanan pencuci mulut selama hidangan pertengahan daripada di akhir.

Mengkonsusmsi sesuatu yang manis pada akhir santapan mungkin menyebabkan anda lebih banyak mengkonsumsi gula. Apabila anda makan manis di tengah-tengah santapan/hidangan, keinginan anda terpuaskan. Pastikan memasukkan serat (fiber) dan protein pada tiap-tiap santapan untuk memperlambat pencernaan dan penyerapan gula.

Batasi konsumsi kafein/caffeine dan alkohol/alcohol.
Pada beberapa wanita mengalami kejadian alcohol intolerance selama dua minggu terakhir dari siklus mereka; mereka menunjukkan tanda-tanda intoxication/keracunan dengan hanya dua gelas minuman dimana biasanya mereka memerlukan 5 sampai 6 minuman untuk menghasilkan efek yang sama.

Kurangi konsumsi sodium
Yang terakhir, sodium bukan merupakan isu besar seperti yang sudah-sudah, tapi apabila anda ada masalah dengan retensi cairan/ fluid retention (penimbunan cairan) dan pembengkakan payudara atau lembek (tenderness), maka batasi konsumsi sodium dan hindari menambahkan garam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar