Kamis, 03 Desember 2009

Kemampuan Serat Makanan: 5 Manfaat Diet Tinggi Serat (Fiber)

Serat telah lama diketahui meningkatkan kesehatan pencernaan dengan baik dan berfungsi sebagai keteraturan, tapi hal tersebut hanyalah dua bagian dari berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh serat. Berdasarkan sebuah study penelitian yang dipublikasikan di sebuah jurnal nutrisi klinik amerika (American Journal of Clinical Nutrition), menemukan bahwa orang-orang yang makan dengan diet tinggi serat dari jenis gandum (oats), jewawut (barley), terung (eggplant).kacang okra, dan sayur-sayuran lainnya mengalami penurunan kolesterol sampai mendekati 30 persen setelah 4 minggu.

Selain beguna meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan menurunkan tingkat kolesterol, diet tinggi serat juga bisa membantu anda mengurangi resiko penyakit jantung dan diabetes, serta menjaga dan mempertahankan berat badan tetap dalam kontrol. Berikut ini adalah 5 manfaat dan keuntungan yang bisa anda peroleh dari sekian banyak keuntungan dari diet serat atau makanan berserat.

Serat dan pencernaan
Ketika serat melewati perut dan usus, serat menyerap air, menambahkan apa yang disebut bulk (sampah akanan yang tidak terpakai) ke dalam stool (bakal feses/tinja). Hal ini meningkat secara teratur dan mengurangi terjadinya konstipasi/susah buang air besar, kata James Anderson, M.D., Seorang kepala konsultan dari the National Fiber Council, mengatakan serat yang tidak dapat larut, ditemukan dalam bekatul/dedak terigu, padi-padian utuh, beberapa sayuran, mempercepat penerimaan makanan melalui perut dan usus. Dapatkan lebih banyak cara-cara guna memasukkan makanan-makanan tinggi serat (high-fiber foods) dalam diet anda.

Serat dan kolesterol (Cholesterol)
Serat adalah zat tepung yang tak tercerna, kata Dr. Anderson, dan dengan demikian, hal itu akan menangkap dan menyebabkan kolesterol terperangkap serta menariknya keluar dari dalam tubuh melalui sistem pencernaan. Serat pelarut, ditemukan dalam dedak gandum, jewawut, jeruk, apel, wortel, kacang-kacangan kering, yang akan berubah menjadi jel/gel selama proses pencernaan dan mencegah penyerapan kolesterol, lemak, dan gula ke dalam tubuh
Serat dan Penyakit Jantung

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa serat mengurangi risiko penyakit jantung. Selain yang disebutkan di atas, studi mengenai kolesterol pada sebuah jurnal “the American Journal of Clinical Nutrition”, yang dipublikasikan pada sebuah jurnal amerika bernama “Journal of the American College of Cardiology Foundation” yang diikuti oleh sebanyak 39.876 partisipan wanita selama enam tahun menemukan bahwa mereka yang rata-rata dala dietnya mengkonsumsi 26,3 gram serat sehari-hari mempunyai risiko lebih rendah terhadap berkembang penyakit jantung atau terkena serangan jantung daripada mereka yang mnegkonsumsi serat lebih sedikit.

Serat dan diabetes
Diet yang tinggi akan serat bisa menurunkan resiko seseorang terkena diabetes. Serat memperlambat penyerapan gula, yang dapat mengurangi kadar glukosa dalam darah, seperti yang dikatakan oleh Dr. Anderson. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “the Archives of Internal Medicine”menegaskan bahwa serat dari biji-bijian utuh (whole-grain fiber – jenis serat yang bisa ditemui pada sereal untuk sarapan pagi, crackers/kue kering, roti) mungkin bisa lebih bermanfaat dalam mengurangi/menurunkan gula darah daripada buuah-buahan dan sayuran.

Serat dan penurunan berat badan
Serat akan mengembang dalam perut dan usus, yang akan menciptakan perasaan kenyang. Hal ini berarti bahwa setelah makan makanan kaya serat, Anda biasanya akan merasa lebih kenyang dala waktu yang lama dan mungkin makan lebih sedikit sepanjang hari karena perasaan kenyang, perut penuh tersebut. Selain itu, karena serat larut berubah menjadi gel di dalam perut, gel tersebut akan mengikat gula, kolesterol, dan lemak dan membawanya, sebagian besar tidak diserap, melalui saluran pencernaan, kata Dr. Anderson.

Tentang Serat dan kanker kolon (Colon Cancer)
Dapatkah diet tinggi serat membantu mencegah kanker usus besar? Hal ini masih belum diketahui. Penelitian awal mengenai kemampuan serat dalam menurunkan resiko kanker usus besar amat menjanjikan, dan tampaknya logis bagi para peneliti bahwa serat mungkin memiliki sifat protektif terhadap kanker ini, tetapi studi lebih baru telah meyakinkan tentang hal ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar