Minggu, 27 Desember 2009

Limpa Pecah

DEFINISI
Limpa terletak di perut kiri bagian atas, sehingga pukulan hebat di daerah lambung bisa memecahkan limpa, merobek pembungkusnya dan jaringan di dalamnya.
Jika limpa pecah, sejumlah besar darah akan masuk dalam rongga perut.
Kapsul limpa bagian luar yang kuat untuk sementara waktu bisa menahan perdarahan, tetapi diperlukan pembedahan segera untuk mencegah kehilangan darah yang bisa berakibat fatal.

PENYEBAB
Limpa yang pecah merupakan komplikasi yang paling serius dari cedera bagian perut karena kecelakaan mobil, kecelakaan pada olahragawan atau karena pemukulan.

GEJALA
Limpa yang pecah menyebabkan perut terasa nyeri.
Darah di dalam perut merupakan iritan dan menyebabkan nyeri; otot-otot perut berkontraksi secara refleks dan teraba kaku.

Jika secara berangsur-angsur darah mengalir keluar, bisa tidak timbul gejala-gejala sampai pasokan darah tubuh benar-benar habis dan menyebabkan tekanan darah menurun atau oksigen tidak dapat diantarkan ke otak dan jantung.
Keadaan ini memerlukan transfusi darah segera untuk mempertahankan sirkulasi yang baik dan memerlukan pembedahan segera untuk menghentikan kebocoran; tanpa tindakan tersebut, penderita bisa masuk ke dalam keadaan syok dan meninggal.

DIAGNOSA
Dilalukan pengambilan foto rontgen perut untuk menentukan penyebab lain (selain limpa yang pecah) dari gejala-gejala tersebut.

Mungkin perlu dilakukan skening dengan bahan radioaktif untuk menelusuri aliran darah dan menemukan kebocoran.
Atau bisa dilakukan pengambilan sedikit cairan perut dengan jarum untuk melihat kandungan darah di dalamnya.

PENGOBATAN
Jika diduga suatu limpa yang pecah, segera dilakukan pembedahan untuk menghentikan perdarahan.
Biasanya seluruh limpa diangkat, tetapi kadang ahli bedah bisa menutup pecahan yang kecil dan menyelamatkan limpa.

Sebelum dan sesudah dilakukan pengangkatan limpa, diperlukan tindakan tertentu untuk mencegah infeksi.
Misalnya dilakukan vaksinasi pneumokokus sebelum pembedahan splenektomi dan sesudah pembedahan dianjurkan untuk menjalani vaksinasi influenza setiap tahun.
Banyak juga dokter yang menganjurkan pemberian antibiotik sebagai pencegahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar