Rabu, 13 Januari 2010

Fibroid

DEFINISI
Fibroid (Leiomioma, Fibromioma, Mioma) adalah tumor jinak pada dinding rahim yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa. Fibroid terjadi pada 20% wanita berusia 35 tahun dan lebih sering ditemukan pada wanita berkulit hitam. Ukurannya bervariasi, mulai dari yang tak terlihat sampai sebesar buah semangka.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya dipengaruhi oleh kadar estrogen. Fibroid seringkali bertambah besar selama kehamilan dan mengecil setelah menopause. Selama penderita masih mengalami siklus menstruasi, kemungkinan fibroid akan terus tumbuh meskipun pertumbuhannya sangat lambat. Bisa hanya ditemukan 1 fibroid, tetapi bisa juga tumbuh beberapa buah fibroid.


GEJALA
Meskipun ukurannya besar, fibroid mungkin tidak menimbulkan gejala. Gejalanya tergantung kepada jumlah fibroid, ukuran, dan lokasinya, di rahim.

Gejala bisa berupa:
  • Perdarahan menstruasi yang banyak atau lama
  • Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi
  • Nyeri panggul, tekanan atau perasaan berat di daerah panggul selama atau diantara 2 siklus menstruasi
  • Sering berkemih
  • Perut membengkak
  • Kemandulan akibat penyumbatan tuba falopii atau distorsi rongga rahim.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan panggul, rahim teraba membesar atau teraba adanya massa padat dengan bentuk yang tidak beraturan.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah:
  • Biopsi jaringan endometrium
  • Histeroskopi
  • USG transvagina atau USG panggul
  • Laparoskopi panggul.

PENGOBATAN
Kebanyakan kasus fibroid tidak memerlukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan rutin setiap 6-12 bulan. Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada beratnya gejala, usia penderita, status kehamilan, rencana kehamilan pada masa yang akan datang, kesehatan menyeluruh, dan karakteristik fibroid.

Obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen atau naproxen) diberikan untuk mengatasi kram perut bagian bawah atau nyeri selama menstruasi.

Pada penderita yang mengalami perdarahan menstruasi yang hebat bisa diberikan zat besi untuk membantu mencegah terjadinya anemia. Cara tersebut biasanya diterapkan pada wanita yang belum masuk masa menopause.

Miomektomi (pengangkatan mioma) biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum mengalami menopause dan memiliki rencana untuk hamil lagi karena biasanya kesuburan tetap terjaga. Miomektomi dilakukan jika ukurannya terus membesar atau menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.

Keuntungan lain dari miomektomi adalah bisa mengurangi nyeri atau perdarahan hebat. Beberapa bulan sebelum menjalani pembedahan, diberikan hormon untuk memperkecil ukuran fibroid. Pembedahan tidak boleh dilakukan selama kehamilan karena bisa menyebabkan keguguran dan kehilangan darah yang banyak.

Histerektomi (pengangkatan seluruh rahim) dilakukan jika:
- perdarahan menstruasi sangat berat,
- nyeri hebat,
- pertumbuhan fibroid sangat cepat, dan
- fibroid yang besar mengalami infeksi atau terpuntir.

Embolisasi arteri rahim merupakan prosedur baru, dimana sebuah selang kecil dimasukkan melalui vena di selangkangan lalu ke dalam arteri yang menuju ke rahim. Melalui selang ini disuntikkan zat untuk menyumbat arteri secara permanen. Berkurangnya aliran darah ke rahim diharapkan bisa mencegah pertumbuhan tumor lebih lanjut dan akhirnya tumor mengecil. Efek jangka panjang dan keamanan kehamilan setelah prosedur ini masih belum diketahui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar