Sabtu, 16 Januari 2010

Ibu Melahirkan Menginap di Rumah Sakit

DEFINISI
Segera setelah melahirkan seorang bayi, sang ibu dipantau. Anggota staff rumah sakit melakukan semua upaya untuk memperkecil rasa sakit dan resiko pendarahan dan infeksi. Setelah mengeluarkan plasenta (setelah melahirkan), seorang perawat bisa memijat secara periodik perut ibu untuk membantu kontraksi rahim. Bila diperlukan, oxytocin diberikan untuk merangsang kontraksi pada rahim. Obat tersebut diberikan secara intravena dengan infus yang terus-menerus untuk 1 sampai 2 jam setelah melahirkan. Langkah ini membantu memastikan kontraksi rahim dan tetap berkontraksi untuk mencegah pendarahan berlebihan.

Ketika bius total(jarang digunakan) digunakan selama melahirkan, ibu dapat dipantau untuk 2 sampai 3 jam setelah melahirkan, biasanya di dalam ruang pemulihan dengan peralatan lengkap dengan akses ke oksigen, darah yang sesuai dengan ibu tersebut, dan cairan infus.

Dalam 24 jam pertama, denyut ibu drop, suhu tubuh bisa sedikit naik, dan jumlah sel darah untuk sementara bertambah. Keluarnya pendarahan vagina, terjadi selama 3 atau 4 hari. Selama 10 sampai 12 hari berikutnya, pengeluaran menjadi kecoklatan, kemudian putih kekuningan. Pengeluaran bisa berlanjut sampai sekitar 6 minggu setelah melahirkan. Pembalut bersih, sering diganti, dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Produksi urin seringkali bertambah banyak setelah melahirkan, tetapi sementara. Karena keinginan berkemih kemungkinan menurun setelah melahirkan, seorang ibu baru harus berusaha untuk berkemih secara teratur, setidaknya setiap 4 jam. Dilakukan hal tersebut sehingga menghindari terlalu penuh kandung kencing dan membantu mencegah infeksi kandung kemih. Ibu baru juga dianjurkan untuk buang air besar sebelum meninggalkan rumah sakit. Dia bisa menggunakan pencahar, bila diperlukan, untuk menghindari sembelit, yang bisa menyebabkan atau memperparah wasir. Mengoleskan kompres air hangat dan gel mengandung anestesi lokal untuk wasir, jika ada, bisa menghilangkan rasa sakit.

Selama produksi air susu tahap awal (laktasi), payudara menjadi penuh dengan susu. Kadangkala menjadi keras dan sakit. Jika seorang ibu tidak mulai menyusui, gunakan BH yang ketat, kompres dengan ice pack, dan minum analgesik seperti aspirin atau asetaminofen bisa membantu menghilangkan rasa tidak nyaman.

Bagi ibu yang menyusui, memberi makan bayi secara teratur membantu mengurangi kepenuhan susu. Menggunakan BH menyusui yang nyaman selama 24 jam setiap hari bisa membantu menghilangkan rasa tidak nyaman. Jika payudara sangat bengkak, ibu bisa memeras susunya secara manual hanya sebelum menyusui untuk memudahkan mulut bayi tepat mengelilingi aerola (daerah berpigmen pada kulit sekitar putting). Jika ibu tersebut merasa tidak nyaman sewaktu menyusui, dia bisa memeras susu dengan tangan di dalam shower air hangat untuk menghilangkan tekanan. Meskipun begitu, memeras susu di antara waktu menyusui cenderung mengakibatkan berlanjutnya kepenuhan dan harus dilakukan hanya ketika diperlukan untuk melegakan.

Sesudah 24 jam pertama, pemulihan sangat cepat. Ibu tersebut menjalankan diet teratur secepat yang dia inginkan, kadangkala setelah melahirkan. Dia harus berdiri dan berjalan secepat mungkin. Jika melahirkan secara normal, seorang ibu baru bisa mulai olahraga untuk menguatkan otot perut, seringkali setelah 1 hari. Sit-up dengan lutut dibengkokkan, dilakukan di tempat tidur, adalah efektif. Meskipun begitu, kebanyakan ibu baru terlalu lelah untuk mulai berolahraga segera setelah melahirkan.

Sebelum ibu tersebut meninggalkan rumah sakit, dia diperiksa. Jika dia pernah menderita campak jerman (rubella) atau vaksin campak jerman, dia divaksinasi. Jika dia memiliki Rh darah negatif dan bayi Rh darah positif, dia diberikan Rh0 (D) immune globulin dalam 3 hari setelah melahirkan. Obat ini menghancurkan semua sel darah merah bayi yang bisa lolos ke ibu dan bisa mencetuskan produksi antibodi oleh si ibu/ beberapa antibodi bisa membahayakan kehamilan berikutnya. Ibu yang baru diteliti kembali 6 minggu kemudian. Juga sebelum meninggalkan rumah sakit, dia diberikan informasi mengenai perubahan untuk dilakukan di dalam tubuhnya dan jenis kontrasepsi yang bisa digunakan sewaktu tubuhnya telah pulih setelah melahirkan seorang bayi.

Jika ibu dan bayi dalam keadaan sehat, mereka biasanya meninggalkan rumah sakit dalam waktu 48 jam setelah melahirkan secara normal dan dalam 96 jam setelah operasi sessar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar