Minggu, 24 Januari 2010

Kelumpuhan Berkala

DEFINISI
Kelumpuhan Berkala adalah sekumpulan kelainan yang menyebabkan serangan kelemahan dan kelumpuhan mendadak. Selama suatu serangan kelumpuhan berkala, otot-otot tidak memberikan respon terhadap impuls saraf yang normal atau bahkan terhadap rangsangan buatan dari alat elektronik. Serangan ini berbeda dari kejang, karena penderita tetap sadar dan waspada.


PENYEBAB
Merupakan penyakit keturunan yang bersifat autosom dominan. Bentuk penyakit ini bervariasi pada setiap keluarga:
  • Tipe hiperkalemik, kelumpuhan berhubungan dengan kadar kalium yang tinggi di dalam darah (hiperkalemia)
  • Tipe hipokalemik, kelumpuhan berhubungan dengan rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

GEJALA
Ketika terbangung di pagi hari (setelah sehari sebelumnya melakukan olah raga berat), penderita merasakan kelemahan pada sekelompok otot tertentu atau pada lengan dan tungkai. Kelemahan ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Pada tipe hipokalemik, serangan biasanya muncul pertama kali pada usia 20an atau 30an. Serangan berlangsung lebih lama dan lebih hebat.

Beberapa penderita tipe hipokalemik cenderung mengalami serangan kelumpuhan setelah sehari sebelumnya memakan makanan kaya karbohidrat, tetapi berpuasa juga bisa memicu terjadinya serangan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengetahui kadar kalium. Pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid dan pemeriksaan tambahan lainnya dilakukan untuk meyakinkan bahwa kadar kalium yang abnormal bukan disebabkan oleh penyakit lain.


PENGOBATAN
Untuk mencegah serangan, baik karena hipokalemia ataupun karena hiperkalemia, bisa diberikan asetazolamid (obat yang merubah keasaman darah). Jika selama serangan kadar kaliumnya turun, maka diberikan kalium klorida dalam larutan tanpa pemanis. Biasanya gejala akan mereda dalam waktu 1 jam.


PENCEGAHAN
Penderita tipe hipokalemik sebaiknya menghindari makanan kaya karbohidrat dan olah raga yang terlalu berat. Penderita tipe hiperkalemik bisa mencegah terjadinya serangan dengan sering makan makanan kaya karbohidrat dan rendah kalium.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar