Minggu, 10 Januari 2010

Kesehatan Dan Kesejahteraan Profesi Guru

Profesi Guru
Hasil survey yang dilakukan di Florida - AS mengatakan, profesi guru lebih baik dari segi kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, dari pada pekerjaan lain dalam 11 kategori, termasuk diantaranya pengacara, dokter, dan pengusaha. Karena profesi guru lebih merupakan sebuah panggilan daripada pekerjaan. Meskipun dengan gaji yang tidak besar, para guru mengatakan apa yang mereka lakukan adalah memuaskan karena secara langsung mempengaruhi perilaku masyarakat, dimana banyak orang yang tidak mengerti dimana letak kepuasan menjalani sebuah profesi.

Pada Gallup-Healthways Well-Being Index dilaporkan bahwa walaupun lingkungan kerja sering tidak memuaskan, namun kesejahteraan guru lebih tinggi daripada profesi lain ketika dievaluasi. Survei ini adalah yang pertama dan terbesar, ukuran dari apa yang orang percaya tentang kehidupan yang baik, dengan menggunakan definisi Kesehatan dari World Health Organization (WHO), yang meliputi keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial.

Dari Juni 2008 sampai Juli 2009, peneliti melibatkan sekitar 180.000 orang dari seluruh profesi untuk dievaluasi kehidupan mereka, termasuk makanan, perumahan dan perawatan kesehatan, kesehatan emosional dan kesehatan perilaku, olahraga dan diet, lingkungan kerja dan kesehatan fisik. Profesi guru memiliki skor yang paling tinggi, dengan skor komposit 71,7%; dengan rating emosional dan perilaku kesehatan tertinggi, walaupun kurang dalam hal kesehatan fisik dan lingkungan kerja.

Banyak alasan yang membuat para guru mencintai profesinya. Namun ada juga yang terpaksa beralih profesi,  dan mengatakan "Saya mencintai profesi guru. Mengajar memberikan kepuasan tersendiri bagi saya, tetapi gaji yang kecil yang menghalangi saya. Bahkan tukang sampah memiliki pendapatan yang lebih besar dari kami."

Lalu, bagaimana profesi guru di Indonesia?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar