Kamis, 21 Januari 2010

Masalah Tuba Falopi

DEFINISI
Tuba falopi kemungkinan tidak normal pada struktur atau fungsi. Jika mereka tersumbat, sel telur tidak dapat bergerak dari ovarium menuju rahim. Penyebab masalah tuba falopi termasuk infeksi sebelumnya (seperti penyakit peradangan panggul), endometriosis, usus pecah, dan operasi pada panggul. Kehamilan tidak pada tempatnya (ectopic) di tuba falopi bisa juga menyebabkan kerusakan.

Gangguan struktur bisa menyumbat tuba falopi. Gangguan ini termasuk cacat lahir pada rahim dan tuba falopi, fibroid dalam rahim, dan ikatan pada jaringan luka diantara struktur yang tidak berhubungan secara normal (adhesions) di dalam rahim atau panggul.


DIAGNOSA
Untuk memastikan apakah tuba falopi tersumbat, dokter bisa menggunakan hysterosalpingography. Pada prosedur ini, sinar X dilakukan setelah radiopaque dye disuntikkan melalui servik. Pewarna tersebut menyebar secara cepat ke dalam rongga rahim dan tuba falopi. Prosedur ini dilakukan dengan singkat setelah periode menstruasi seorang wanita berakhir. Prosedur ini bisa mendeteksi gangguan struktur yang bisa menyumbat tuba falopi. Meskipun begitu, sekitar 15% kasus, hysterosalpingography mengindikasi bahwa tuba falopi tersumbat padahal tidak- disebut hasil positif palsu. Setelah hysterosalpingography dengan hasil normal, kesuburan tampak sedikit meningkat, kemungkinan karena prosedur tersebut sementara waktu memperlebar pembuluh (dilate) atau menjernihkan pembuluh pada lendir. Oleh karena itu, dokter bisa menunggu jika seorang wanita menjadi hamil setelah prosedur ini sebelum tes tambahan pada fungsi tuba falopi dilakukan.

Prosedur lain (disebut sonohysterography) kadangkala digunakan untuk memastikan apakah tuba falopi tersumbat. Cairan garam (saline) disuntikkan ke dalam interior rahim melalui servik selama ultrasonografi sehingga ruang dalam tersebut digelembungkan dan kelainan bisa terlihat. Jika cairan mengalir ke dalam tuba falopi, pembuluh tersebut tidak tersumbat. Prosedur ini cepat dan tidak memerlukan anestesi. Hal ini dipertimbangkan lebih aman dibandingkan hysterosalpingography karena hal ini tidak membutuhkan radiasi atau suntikan pewarna. Meskipun begitu, hal ini tidak akurat.

Jika kelainan di dalam rahim terdeteksi, dokter meneliti rahim dengan pipa pelihat disebut hyteroscope, yang dimasukkan ke dalam servik ke dalam rahim. Jika adhesion, polip, atau fibroid kecil terdeteksi, hyteroscope kemungkinan digunakan untuk mengeluarkan atau mengangkat jaringan tidak normal, meningkatkan kesempatan bahwa wanita tersebut menjadi hamil.

Jika bukti menduga bahwa tuba falopi tersumbat atau bahwa seorang wanita bisa mengalami endometriosis, pipa pelihat kecil disebut laparoscope dimasukkan ke rongga panggul melalui sayatan kecil persis di bawah pusar. Biasanya, anestesi umum dilakukan. Prosedur ini memudahkan dokter untuk melihat rahim secara langsung, tuba falopi, dan ovarium. Laparoscope bisa juga digunakan untuk mengeluarkan atau mengangkat jaringan tidak normal di dalam panggul.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung pada penyebab. Operasi bisa dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tuba falopi dengan kehamilan ectopic atau infeksi. Meskipun begitu, setelah beberapa operasi, kesempatan kehamilan normal adalah kecil, dan kehamilan ectopic adalah besar. Konsekwensinya, operasi tidak sering dianjurkan. Bayi tabung dianjurkan untuk beberapa pasangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar