Kamis, 21 Januari 2010

Masalah Waktu Persalinan

DEFINISI
Persalinan bisa mulai lebih cepat (sebelum minggu ke-37 pada kehamilan) atau bisa mulai terlambat (setelah minggu ke-41 sampai ke-42 pada kehamilan). Akibatnya, janin yang sehat dan hidup kemungkinan dalam bahaya. Persalinan yang dimulai terlalu awal atau terlambat ketika wanita atau janin tersebut mengalami masalah kesehatan atau janin di dalam posisi yang tidak normal.

Tidak lebih dari 10 % wanita melahirkan pada tanggal yang telah ditetapkan (biasanya diperkirakan sekitar 40 minggu pada kehamilan). Sekitar 50% wanita melahirkan dalam waktu 1 minggu (sebelum dan sesudah), dan hampir 90% melahirkan dalam waktu 2 minggu pada tanggal yang telah ditetapkan. Memastikan lamanya kehamilan bisa jadi sulit, karena tanggal yang tepat pada pembuahan seringkali tidak dapat dipastikan. Awal kehamilan, pemeriksaan ultrasonik, yang aman dan tidak menyakitkan, bisa membantu memastikan lamanya kehamilan. Pada pertengahan dan akhir kehamilan, pemeriksaan ultrasonik sedikit dapat dipercaya dalam memastikan lamanya kehamilan.

Pecahnya selaput secara premature : pada sekitar 10% kehamilan normal, selaput berisi cairan mengandung janin pecah sebelum persalinan dimulai. Kontraksi biasanya dimulai dalam waktu 12 sampai 48 jam. Pecahnya selaput umumnya dijelaskan sebagai ‘air ketuban’. Cairan di dalam selaput (cairan ketuban) kemudian mengalir keluar dari vagina. Aliran tersebut bervariasi dari menetes sampai menyembur. Segera sebagimana selaput telah pecah, seorang wanita harus menghubungi dokter atau bidan.

Jika persalinan tidak mulai terjadi dalam waktu 24 sampai 48 jam, resiko infeksi pada rahim dan janin meningkat. Oleh karena itu, seorang dokter atau bidan berijazah biasanya memulai persalinan buatan (induksi), tergantung apakah cukup matang atau tidak janin tersebut untuk dilahirkan. Dokter bisa menganalisa cairan ketuban untuk memastikan jika paru-paru janin cukup matang. Jika tidak, persalinan diinduksi dan bayi dilahirkan. Jika tidak, dokter biasanya tidak menginduksi persalinan.

Suhu tubuh wanita tersebut dan denyut nadi biasanya direkam setidaknya dua kali sehari. Peningkatan pada suhu atau denyut kemungkinan tanda awal infeksi. Jika infeksi terjadi, persalinan diinduksi dengan segera dan bayi dilahirkan. Sangat jarang, jika cairan ketuban berhenti merembes dan kontraksi berhenti, wanita tersebut kemungkinan bisa pulang. Pada beberapa kasus, wanita tersebut harus menemui dokternya setidaknya sekali seminggu.

Persalinan preterm : karena bayi dilahirkan secara premature bisa mengalami masalah kesehatan yang signifikan, dokter berupaya untuk mencegah atau menghentikan persalinan yang dimulai sebelum minggu ke-34 kehamilan. Apa yang menyebabkan persalinan preterm tidak dimengerti dengan baik. Meskipun begitu, gaya hidup sehat dan kunjungan rutin ke dokter atau bidan selama persalinan sangat membantu. Persalinan preterm sulit untuk dihentikan. Jika pendarahan vagina tidak terjadi dan selaput tidak membocorkan cairan ketuban, wanita tersebut dianjurkan untuk beristirahat dan mengurangi kegiatan mereka sebanyak mungkin, terhadap orang-orang yang menetap. Wanita tersebut diberikan cairan dan kemungkinan diberikan obat-obatan yang memperlambat persalinan. Cara-cara ini bisa seringkali menunda persalinan untuk waktu yang singkat.

Obat-obatan yang bisa memperlambat persalinan termasuk magnesium sulfate dan terbutaline. Magnesium sulfate diberikan secara infus menghentikan persalinan pada banyak wanita. Meskipun begitu, jika dosis terlalu tinggi, bisa memperlambat denyut jantung dan pernafasan wanita tersebut. Terbutaline diberikan dengan suntikan di bawah kulit juga bisa digunakan untuk menghentikan persalinan preterm. Meskipun begitu, sebagai efek samping, ini meningkatkan denyut jantung pada wanita, janin, atau keduanya. Kadangkala ritodrine digunakan sebagai pengganti terbutaline.

Jika servik membuka (membesar) melebihi 2 inci (5 cm), persalinan biasanya dilanjutkan sampai bayi dilahirkan. Jika dokter berpikir bahwa melahirkan premature tidak dapat dihindari, seorang wanita kemungkinan diberikan kortikosteroid seperti betametason. Kortikosteroid membantu paru-paru janin dan organ lain matang lebih cepat dan mengurangi resiko setelah lahir, bayi akan mengalami kesulitan pernafasan (sindrom pernafasan bayi baru lahir yang mengganggu).

Kehamilan postterm dan postmaturity : pada kebanyakan kehamilan yang berjalan sedikitnya melebihi 41 sampai 42 minggu, tidak mengalami masalah. Meskipun begitu, masalah-masalah bisa terjadi jika plasenta tidak dapat melanjutkan untuk mengatur lingkungan yang sehat untuk janin. Keadaan ini disebut postmaturity.

Biasanya, tes dimulai pada minggu ke-41 untuk meneliti gerakan janin dan denyut jantung dan jumlah cairan ketuban, yang nyata berkurang pada kehamilan postmature. Denyut pernafasan dan detak jantung bisa dipantau. Dokter bisa memeriksa kesehatan janin dengan pemantau jantung janin elektronik. Biasanya, pada minggu ke-42, persalinan diinduksi, atau bayi dilahirkan dengan operasi sessar.

Persalinan yang kemajuannya terlalu lambat : jika persalinan kemajuannya terlalu lambat, janin kemungkinan terlalu besar untuk bergerak melalui saluran lahir (panggul dan vagina). Melahirkan dengan forceps, vacuum extractor, atau operasi sessar kemungkinan diperlukan. Jika saluran lahir cukup besar untuk janin tetapi persalinan tidak ada kemajuan, wanita tersebut diberikan infus oxytocin untu merangsang rahim untuk berkontraksi lebih kuat. Jika oxytocin tidak berhasil, operasi sessar dilakukan. Jika bayi tersebut siap pada posisi untuk dilahirkan, forceps atau vacuum extractor kemungkinan digunakan sebagai pengganti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar