Senin, 04 Januari 2010

Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)

DEFINISI
Fensiklidin (PCP, debu malaikat), ditemukan pada akhir tahun 1950 sebagai suatu obat bius, yang betul-betul mengurangi rasa nyeri. Pemakaian resmi dalam bidang kedokteran dihentikan pada tahun 1962 karena pasien yang menerima PCP sering mengalami kecemasan berat dan delusi, dan beberapa diantaranya menderita psikosa sementara.

PCP mulai menjadi obat jalanan pada tahun 1967 dan secara keliru diperjualbelikan sebagai marijuana. Semua PCP yang ditemukan di jalanan dibuat secara ilegal.at ilegal.

Setelah ditaburkan diatas tanaman (misalnya peterseli, daun mint, tembakau atau marijuana), PCP kemudian dihisap. PCP kadang dipakai dalam sediaan per-oral (ditelan) atau disuntikkan.


GEJALA
PCP menekan otak dan pemakainya biasanya akan menjadi bingung dan mengalami disorientasi, segera setelah obat digunakan. Mereka tidak tahu dimana mereka berada, siapa mereka atau jam berapa dan hari apa. Mereka bisa masuk ke dalam keadaan mabuk (kesurupan, trance), seperti dihipnotis.

Pembentukan air ludah dan keringat bisa meningkat. Mereka menjadi suka berkelahi dan karena mereka tidak meresakan nyeri, mereka akan terus menerus berkelahi meskipun dipukul dengan keras.

Tekanan darah dan denyut jantung juga meningkat. Sering terjadi tremor otot (gemetar).

Dosis PCP yang sangat tinggi bisa menyebabkan:
- tekanan darah tinggi, yang selanjutnya bisa menyebabkan stroke
- halusinasi dengar (mendengar suara-suara)
- kejang
- hipertermia (demam yang sangat tinggi)
- koma
- kematian.

Penyalahgunaan PCP jangka panjang bisa merusak otak, ginjal dan otot.

Pemakai PCP yang skizofrenik kemungkinan besar akan menderita psikosa selama beberapa hari atau beberapa minggu setelah pemakaian PCP.


PENGOBATAN
Pengobatan terhadap reaksi yang merugikan dari PCP ditujukan pada efek khususnya. Sebagai contoh, diberikan obat-obat untuk menurunkan tekanan darah atau untuk menghentikan kejang.

Jika pemakai PCP mengalami agitasi, mereka dimasukkan ke dalam ruangan yang tenang, disertai pengawasan terhadap tekanan darah, denyut jantung dan pernafasannya. Jika masih saja gelisah, diberikan obat penenang (misalnya diazepam).

Dilakukan pengurasan lambung dan obat-obat diberikan untuk mempercepat pembuangan PCP dari tubuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar