Senin, 25 Januari 2010

Pseudogout

DEFINISI
Pseudogout (penyakit pengendapan kristal kalsium pirofosfat dihidrat) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan artritis yang menimbulkan nyeri dan hilang timbul, yang disebabkan oleh endapan kristal kalsium pirofosfat. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia lanjut, baik pria maupun wanita. Pada akhirnya penyakit ini menyebabkan kemunduran pada sendi yang terkena.


PENYEBAB
Penyebab pseudogout tidak diketahui. Penyakit ini bisa terjadi pada orang yang memiliki penyakit lain, seperti:
- tingginya kadar kalsium dalam darah karena tingginya kadar hormon paratiroid (hiperparatiroidisme)
- tingginya kadar zat besi dalam jaringan (hemokromatosis)
- rendahnya kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).


GEJALA
Gejalanya bervariasi. Beberapa penderita mengalami serangan artritis yang menimbulkan nyeri, biasanya di lutut, pergelangan tangan atau sendi-sendi lainnya yang relatif besar. Penderita lainnya mengalami nyeri menetap dan menahun, serta kekakuan pada sendi lengan dan tungkai, yang bisa dikelirukan sebagai artritis rematoid.

Serangan akut biasanya tidak sehebat gout. Diantara serangan, beberapa penderita tidak merasakan nyeri, bahkan beberapa orang yang memiliki sejumlah besar endapan kristal tidak merasakan nyeri.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan cairan sendi, yang menunjukkan adanya kristal kalsium pirofosfat. Pada foto rontgen akan tampak endapan berwarna putih dari kristal kalsium pirofosfat.


PENGOBATAN
Biasanya pengobatan dapat menghentikan serangan akut dan mencegah serangan baru tetapi tidak dapat mencegah kerusakan sendi yang terkena. Obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen) banyak digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Untuk mengurangi peradangan dan nyeri selama serangan kadang disuntikkan kolkisin secara intravena dan untuk mencegah serangan diberikan kolkisin dosis rendah dalam bentuk tablet.

Kadang cairan sendi yang berlebihan dibuang dan suatu larutan kristal kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi untuk mengurangi peradangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar