Rabu, 27 Januari 2010

Rinitis Non-Alergika

DEFINISI
Rinitis Non-Alergika adalah suatu peradangan pada selaput lendir hidung tanpa latar belakang alergi.


PENYEBAB
Jenis-jenis rinitis non-alergika:
  1. Rinitis Infeksiosa
    Rinitis infeksiosa biasanya disebabkan oleh infeksi pada saluran pernafasan bagian atas, baik oleh bakteri maupun virus.

  2. Rinitis Non-Alergika Dengan Sindroma Eosinofilia
    Penyakit ini diduga berhubungan dengan kelainan metabolisme prostaglandin. Pada hasil pemeriksaan apus hidung penderitanya, ditemukan eosinofil sebanyak 10-20%. Gejalanya berupa hidung tersumbat, bersin, hidung meler, hidung terasa gatal dan penurunan fungsi indera penciuman (hiposmia).

  3. Rinitis Okupasional
    Gejala-gejala rinitis hanya timbul di tempat penderita bekerja. Gejala-gejala rinitis biasanya terjadi akibat menghirup bahan-bahan iritan (misalnya debu kayu, bahan kimia). Penderita juga sering mengalami asma karena pekerjaan.

  4. Rinitis Hormonal
    Beberapa penderita mengalami gejala rinitis pada saat terjadi gangguan keseimbangan hormon (misalnya selama kehamilan, hipotiroid, pubertas, pemakaian pil KB). Estrogen diduga menyebabkan peningkatan kadar asam hialuronat di selaput hidung. Gejala rinitis pada kehamilan biasanya mulai timbul pada bulan kedua, terus berlangsung selama kehamilan dan akan menghilang pada saat persalinan tiba. Gejala utamanya adalah hidung tersumbat dan hidung meler.

  5. Rinitis Karena Obat-obatan
    Obat-obatan yang berhubungan dengan terjadinya rinitis adalah:
    - ACE inhibitor
    - reserpin
    - guanetidin
    - fentolamin
    - metildopa
    - beta-bloker
    - klorpromazin
    - gabapentin
    - penisilamin
    - aspirin
    - obat anti peradangan non-steroid
    - kokain
    - estrogen eksogen
    - pil KB.

  6. Rinitis Gustatorius
    Rinitis gustatorius terjadi setelah mengkonsumsi makanan tertentu, terutama makanan yang panas dan pedas.

  7. Rinitis Vasomotor
    Rinitis vasomotor diyakini merupakan akibat dari terganggunya keseimbangan sistem parasimpatis dan simpatis. Parasimpatis menjadi lebih dominan sehingga terjadi pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah di hidung. Gejala yang timbul berupa hidung tersumbat, bersin-bersin dan hidung meler. Gejala biasanya dipicu oleh:
    - cuaca dingin
    - bau yang menyengat
    - stres
    - bahan iritan.

GEJALA
Gejala yang khas untuk rinitis adalah:
- hidung terasa gatal
- hidung meler
- hidung tersumbat.

Ciri khas dari rinitis infeksiosa adalah lendir hidung yang bernanah, yang disertai dengan nyeri dan tekanan pada wajah, penurunan fungsi indera penciuman serta batuk.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil tes kulit alergen yang negatif (tidak ditemukan IgE).


PENGOBATAN
Pengobatan rinitis non-alergika berdasarkan penyebabnya:
  • Infeksi karena virus biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari; sedangkan infeksi bakteri memerlukan terapi antibiotik.
  • Untuk status hipotiroid perbatasan, bisa diberikan ekstrak tiroid.
  • Rinitis karena kehamilan biasanya akan berakhir pada saat persalinan tiba.
  • Untuk mengatasi rinitis akibat pil KB sebaiknya pemakaian pil KB dikurangi atau diganti dengan kontrasepsi lainnya.
Obat-obatan yang bisa diberikan untuk meringankan gejala rinitis:
  • Obat tetes hidung yang mengandung corticosteroid (untuk mengurangi peradangan)
  • Obat tetes hidung yang mengandung simpatomimetik (untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan hidung).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar