Jumat, 05 Februari 2010

Nekrolisis Epidermal Toksika

DEFINISI
Nekrolisis Epidermal Toksika adalah sautu penyakit kulit yang bisa berakibat fatal, dimana lapisan kulit paling atas mengelupas lembar demi lembar.


PENYEBAB
Sepertiga kasus nekrolisis epidermal toksika disebabkan oleh suatu reaksi terhadap suatu obat. Obat yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah:
  • Penisilin
  • Antibiotik yang mengandung sulfa
  • Barbiturat
  • Antikonvulsi (anti-kejang)
  • Obat anti peradangan non-steroid
  • Allopurinol.

Sepertiga kasus lainnya terjadi bersamaan dengan penyakit serius lainnya sehingga mempersulit diagnosis. Sepertiga sisa kasus penyebabnya tidak diketahui. Keadaan ini jarang terjadi pada anak-anak.


GEJALA
Penyakit ini berawal sebagai daerah kemerahan yang menimbulkan nyeri dan segera menyebar. Bisa terbentuk lepuhan atau lapisan kulit paling atas mengelupas tanpa pembentukan lepuhan. Sentuhan atau tekanan yang ringan bisa menyebabkan pengelupasan kulit yang luas. Hal ini menyebabkan daerah tersebut tampak seperti terkena luka bakar.

Penderita merasa tidak enak badan, menggigil dan demam. Dalam waktu 3 hari bisa terjadi pengelupasan kulit yang luas dan keadaan ini seringkali menyebar ke selaput lendir mata, mulut dan alat kelamin. Pengelupasan kulit bisa berakibat fatal. Sejumlah besar cairan dan garam menguap. Penderita menjadi peka terhadap infeksi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Penderita dirawat di rumah sakit dan segera menghentikan pemakaian obat yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala tersebut. Penderita diisolasi dan dibungkus dengan perban pelindung. Diberikan cairan dan garam melalui infus. Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Pemberian corticosteroid masih bersifat kontroversial. Beberapa ahli berpendapat sangat menguntungkan jika corticosteroid diberikan; sedangkan ahli lainnya berpendapat sebaiknya tidak diberikan corticosteroid. Corticosteroid menyebabkan penekanan sistem kekebalan sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi yang serius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar