Jumat, 02 April 2010

Trombosis Vena Renalis

DEFINISI
Trombosis Vena Renalis adalah penyumbatan vena renalis, yaitu pembuluh darah balik yang mengangkut darah dari ginjal. Penyumbatan ini bisa bersifat akut (tiba-tiba) atau kronik (secara bertahap), menyebabkan sejumlah gejala dan biasanya berakhir sebagai sindroma nefrotik (sejumlah besar protein dibuang melalui air kemih).


PENYEBAB
Pada dewasa, penyakit ini biasanya terjadi dengan kelainan ginjal lainnya yang menyebabkan hilangnya protein ke dalam air kemih. Hal ini terjadi akibat kanker ginjal atau keadaan-keadaan yang menimbulkan penekanan pada vena renalis maupun vena kava inferior. Penyebab lainnya adalah pil KB, cedera atau tromboflebitis migrans (suatu keadaan dimana bekuan darah timbul secara beruturut-turut pada vena yang berlainan di seluruh tubuh).


GEJALA
Penderita biasanya tidak menunjukkan gejala dan penyakit ini tidak terdeteksi. Jika menimbulkan gejala, maka gejalanya akan memiliki 1 dari kedua pola penyakit, tergantung kepada onsetnya, apakah akut atau kronik. Pada dewasa, awal timbulnya penyakit dan perkembangannya biasanya terjadi secara bertahap. Air kemih mengandung protein dan volume air kemih berkurang.

Penyakit akut pada dewasa menyebabkan:
- nyeri yang secara khusus dirasakan di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul
- demam
- darah di dalam air kemih (hematuria)
- volume air kemih berkurang
- penimbunan cairan dan garam menyebabkan pembengkakan jaringan (edema)
- jumlah sel darah putih sangat tinggi
- pada pemeriksaan darah menunjukkan adanya gagal ginjal.

Gejala yang sama terjadi pada anak-anak, tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan diare, dehidrasi dan meningkatnya kecenderungan terjadinya bekuan darah. Jarang terjadi pengrusakan ginjal yang hebat.


DIAGNOSA
Jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba, maka USG akan menunjukkan adanya pembesaran ginjal. Jika penyumbatan terjadi secara bertahap, maka USG akan menunjukkan pengkisutan ginjal. Urografi intravena dan skening radionuklida menunjukkan buruknya fungsi ginjal. Bisa juga dilakukan pemeriksaan CT scan atau rontgen arteri renalis.


PENGOBATAN
Kadang dilakukan pembedahan untuk mengangkat bekuan darah dari dalam vena renalis. Pengangkatan ginjal dilakukan hanya jika jaringan ginjal telah mati karena aliran darahnya tersumbat (infark total). Obat antikoagulan biasanya bisa memperbaiki fungsi ginjal dengan cara mencegah pembentukan bekuan tambahan dan bisa mencegah emboli paru. Pemberian obat trombolitik (penghancur bekuan darah) sebagai tambahan terahadap pemakaian antikoagulan masih dalam taraf percobaan, tetapi memberikan hasil yang menjanjikan.


PROGNOSIS

Prognosis penyakit ini tergantung kepada penyebab, komplikasi dan beratnya kerusakan ginjal. Jarang terjadi kematian dan biasanya kematian terjadi akibat penyebab yang fatal atau karena komplikasi. Salah satu komplikasi yang berbahaya adalah emboli paru, dimana suatu bekuan tersangkut di dalam paru-paru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar