Rabu, 02 Juni 2010

Pusing (Pening)

DEFINISI
  • Pusing/pening bisa dihasilkan dari gangguan yang mempengaruhi bagian tubuh manapun yang mempengaruhi keseimbangan (seperti telinga bagian dalam dan mata) atau dari obat-obatan tertentu.
  • Deskripsi tentang masalah oleh penderita dan hasil pada pemeriksaan fisik bisa menduga penyebab, dimana bisa memerlukan tes tambahan.
  • Pengobatan tergantung pada penyebabnya dan bisa termasuk pengobatan untuk menghilangkan gejala-gejala yang menyertainya.
Pening/pusing tercatat sekitar 5 sampai 6% dari kunjungan ke dokter. Hal itu bisa terjadi pada usia berapapun tetapi menjadi lebih sering sebagaimana bertambahnya usia orang. Hal itu mempengaruhi sekitar 40% orang yang lebih tua dari 40 tahun kadang-kadang. Pada usia berapa pun, pening bisa menyebabkan masalah, terutama sekali ketika melakukan penghitungan atau tugas yang berbahaya, seperti berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Orang yang mengalami pening yang berlangsung lama atau berhubungan dengan kegiatan sehari-hari harus mengunjungi dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pening sebagai:
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Vertigo.
  • Campuran jenis di atas.
  • Bukan jenis di atas.
Tahukah Anda
  • Sekitar 95% waktu, pening, bahkan jika tidak berdaya, tidak dihasilkan dari gangguan yang serius.
  • Pada orang yang lebih tua, pening seringkali terjadi tetapi tidak mempunyai penyebab tunggal dan nyata.
Pening kemungkinan sementara atau kronis. Pening dipertimbangkan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Pening kronis lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Pening kronis seringkali sulit untuk dikelompokkan karena seringkali melibatkan lebih dari satu sebab dan karena hal ini terlihat berbeda pada waktu yang berbeda-misal, seperti seperti sakit kepala ringan suatu waktu dan seperti vertigo kemudian.


PENYEBAB
Meskipun pening kemungkinan mengganggu dan bahkan membuat tidak mampu, hanya sekitar 5% kasus dihasilkan dari gangguan serius. Pening memiliki banyak penyebab karena banyak bagian tubuh bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan. Mereka termasuk telinga bagian dalam, mata (yang menyediakan isyarat penglihatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan), otot dan persendian, otak (terutama batang otak dan cerebelum), dan syaraf yang menghubungkan semua bagian.

Setiap jenis pada pening cenderung mengalami penyebab khas. Misal, pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada tekanan darah atau dari gangguan lain yang diakibatkan suplai darah menuju otak yang tidak tercukupi. Pada gangguan ini, jantung kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak kemungkinan tersumbat atau menyempit.

Kehilangan keseimbangan bisa diakibatkan dari gangguan penglihatan karena tubuh bergantung kepada isyarat penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Kehilangan keseimbangan bisa juga diakibatkan gangguan musculoskeletal, yang menyebabkan kelemahan otot dan dengan demikian berhubungan dengan sulvant dan sedative) dan gangguan pada bagian dalam telinga. Penyebab lain termasuk penggunaan obat-obatan tertentu (seperti antikonvulsan dan sedative) dan gangguan dalam telinga.


GEJALA
Penggolongan Pusing/Pening
Jenis
Uraian
Beberapa Penyebab yang Mungkin
Pingsan Orang tersebut merasa gelap ketika berdiri. Tekanan darah jatuh ketika berdiri (orthostatic hypotension) Dehidrasi
Kehilangan darah parah
Penyumbatan aliran dari jantung (aortic valve stenosis)
Ritme jantung tidak normal
Kelebihan pengobatan (khususnya dengan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah).
Gangguan sistem saraf (diabetic auronomic neuropathy, multisystem atrophy)
Hilangnya keseimbangan Orang tersebut merasa goyah dan hampir jatuh bahkan ketika kekuatan otot adalah normal. Gangguan telinga dalam (vertigo).
Gangguan cerebellar (ataksia yang berhubungan dengan stroke, alcoholism kronis).
Gangguan basal ganglia (penyakit Parkinson, demensia tubuh Lewy, kelumpuhan supranuclear progressive).
Hilangnya perasa posisi pada kaki.
Penyakit neuropati atau tali tulang belakang.
Gangguan penglihatan (disebabkan oleh kacamata baru, penglihatan ganda, operasi katarak).
Pengobatan berlebihan dengan obat penenang, anticonsulvant, atau obat-obatan lain.
Keracunan alkohol.
Vertigo Orang tersebut atau orang di sekitarnya tampak bergerak atau berputar. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Vestibular neuritis.
Penyakit Meniere.
Infeksi bagian Tengah Telinga.
Migren.
Mabuk perjalanan.
Suplai darah yang berkurang menuju batang otak dan cerebellum (vertebrobasilar insufficiency), seperti terjadi selama stroke atau serangan ischemic transient (TIA transient ischemic attack).
Racun obat-obatan menuju telinga bagian dalam (antibiotik aminoglycoside, aspirin, cisplatin (obat kemoterapi), furosemide (diuretik), dan kuinin).
Vaguely “lightheaded” Pusing, lepas dari dunia atau dengan kata lain terperangkap dalam serangan panik. Bernafas dalam dan cepat yang tidak normal (hyperventilation dengan serangan panik
Gangguan kegelisahan.
Depresi dengan perasaan disassociation dari dunia.


DIAGNOSA
Sebelum pening bisa diobati, dokter harus memastikan penyebab dan asalnya. Dokter menanyakan orang tersebut untuk menjelaskan secara rinci sensasi yang dirasakan: apakah perasaan selama peristiwa tersebut adalah pusing, sakit kepala ringan, kehilangan keseimbangan, berputar atau bergerak sendiri atau sekitarnya (vertigo), atau rasa lainnya. Orang tersebut ditanyakan ketika pening mulai, berapa lama telah berlangsung, apa yang memicu atau menghilangkannya, dan apa gejala-gejala lain-sakit kepala, tuli, suara gaduh pada telinga (tinnitus), penglihatan terganggu, kelemahan, atau kesulitan berjalan-telah ada. Beberapa rincian membantu menunjuk dengan tepat secara alami pada pening dan bisa memberi perkiraan penyebab.

Salah satu tujuan seorang dokter ketika melakukan pemeriksaan fisik adalah untuk mereproduksi (menimbulkan) gejala-gejala tersebut. Penurunan tekanan darah pada saat berdiri (hipotensi orthostatic) adalah salah satu penyebab paling umum pada pusing/pening. Oleh karena itu, dokter berusaha untuk menimbulkan penurunan tekanan darah dengan mengubah posisi orang tersebut dan melihat apakah gejala-gejala tersebut terjadi ketika tekanan darah diubah. Dokter mengukur tekanan darah dan denyut ketika orang tersebut telah berbaring selama 5 sampai 10 menit, kemudian setelah duduk, dan lagi setelah berdiri. Meja pembaringan memudahkan dokter tersebut untuk melakukan tes lebih teliti. Perubahan pada tekanan darah kemungkinan disebabkan oleh dehidrasi, sehingga dokter melihat tanda dehidrasi dan meminta tes laboratorium.

Orang tersebut kemungkinan diminta untuk melakukan gerakan valsalva (mengeluarkan nafas dengan kuat bersamaan mulut tertutup seperti jika bersusah payah ketika buang air besar). Beberapa gerakan memperlambat denyut jantung sementara waktu, yang bisa menghasilkan pening. Electrocardiography (ECG), Holter monitoring untuk kelainan irama jantung, echocardiography, dan olahraga uji stress bisa juga dilakukan untuk meneliti fungsi jantung.

Beberapa tes bisa dipergunakan untuk menilai keseimbangan dan gaya berjalan, seperti tes Romberg. Tes keseimbangan lain, orang yang menapaki garis lurus dengan satu kaki di belkang yang lain.

Tes penglihatan dilakukan, dan mata kemungkinan diperiksa untuk gerakan yang tidak normal (seperti nystagmus). Jika dokter menduga vertigo, mereka melakukan tes khusus untuk menimbulkan gejala-gejala. Sebagai tambahan, tes pendengaran bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan telinga dalam yang mempengaruhi baik keseimbangan dan pendengaran.

Prosedur diagnosa tambahan bisa termasuk computed tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada kepala. Prosedur ini biasanya sangat berguna jika dokter menduga bahwa suplai darah menuju otak tidak mencukupi dan menyebabkan gejala-gejala seperti stroke. Sebagai tambahan, CT angiography, magnetic resonance angiographyv (MRA), atau cerebral angiography (juga disebut kateter angiography karena sebuah kateter dimasukkan ke dalam arteri) bisa menunjukkan apakah arteri menuju otak menyempit atau tersumbat. CT angiography dan MRA tidak menyakitkan dan biasanya lebih dianjurkan daripada cerebral angiography.

Diagnosa lainnya dijalankan jika tidak muncul atau tidak nyata penyebab pening ditemukan, dokter tersebut bisa menanyakan kira-kira kemungkinan penyebab psikologi. Beberapa tes bisa membantu dokter mengidentifikasi depresi, gangguan somatization, dan masalah psikologi lain yang bisa mempengaruhi orang tersebut untuk pusing atau merasa tidak menyatu dengan dunia. Jika tidak ada penyebab yang teridentifikasi, dokter meneliti ulang orang tersebut secara bertahap.


PENGOBATAN
Pengobatan khusus bergantung pada penyebab yang dikenali. Mendapatkan cairan yang cukup sering memperbaiki tekanan darah rendah arthostatic yang diakibatkan dari dehidrasi. Obat-obatan (seperti mineralocorticoid dan midodrine) kemungkinan diperlukan untuk orang dengan hipotensi arthostatic yang disebabkan disfungsi pada sistem syaraf autonomi. Jika penyebab pening adalah sebuah obat, obat tersebut dihentikan atau dosisnya dikurangi. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat diringankan dengan gerakan memutar kepala (gerakan epley) dilakukan di ruangan dokter. Jika dokter menduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, kemudian faktor resiko diobati, beberapa obat-obatan antiplatelet diberikan dan kemungkinan dengan membypass atau menempatkan stent pada arteri yang tersumbat.

Tanpa memperhatikan apakah sebuah penyebab dikenali, obat-obatan kemungkinan diberikan untuk mengurangi gejala-gejala yang menyertai (seperti mual) atau untuk mencegah tekanan darah turun.

Pengaruh Usia
Sesuai usia orang, beberapa bagian tubuh yang berhubungan dengan fungsi keseimbangan kurang baik. Misal, melihat dalam cahaya yang samar menjadi lebih sulit, dan struktur pada telinga bagian dalam memburuk. Mekanisme yang mengendalikan tekanan darah menjadi kurang responsive terhadap perubahan pada kebutuhan tubuh untuk darah. Akibatnya, tekanan darah bisa turun ketika seseorang berdiri (menyebabkan hipotensi orthotastic) atau setelah makanan dimakan (menyebabkan hipotensi postprandial), dan orang tersebut merasa pusing. Biasanya, pusing tidak diakibatkan dari perubahan usia yang berhubungan sendiri. Hal ini lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang menyebabkan pusing.

Gangguan yang menyebabkan pusing (seperti gangguan jantung dan stroke) lebih sering terjadi pada orang tua. Sehingga nyeri radang sendi yang mempengaruhi punggung bawah, paha, dan lutut dan membatasi berjalan. Orang tua bisa merasa atau takut ditinggalkan hanya ketika mereka juga kehilangan kebebasan mereka. Depresi bisa menyebabkan apatis dan merasa terbuang dari dunia. Juga, orang yang depresi seringkali kehilangan minat pada banyak kegiatan. Ketidakaktifan dari berbagai penyebab bisa mempercepat tulang keropos dan kelemahan otot yang tidak dipakai lagi. Orang bisa merasa lemah, goyah, pusing, dan cemas ketika berusaha untuk berjalan, takut jatuh dan patah paha.

Orang yang lebih tua lebih mungkin menggunakan obat-obatan yang bisa menyebabkan pening. Obat-obatan ini termasukyang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, rasa sakit dada (angina), gagal jantung, serangan, atau gelisah, seperti antibiotik tertentu, antihistamin, dan obat tidur. Beberapa antihistamin (seperti meclizine) digunakan untuk mengobati vertigo. Mereka lebih mungkin mengalami efek samping pada orang tua. Dengan demikian, orang tua harus menghindari menggunakan obat-obatan ini sebisa mungkin. Hal yang sama bisa dikatakan untuk antihistamin dan obat tidur OTC.

Dua gangguan pada telinga bagian dalam adalah penyebab pening pada orang tua: benign paroxysmal positional vertigo dan penyakit Meniere.

Pada orang tua, pening kronis meningkatkan resiko terjatuh dan patah dan mengurangi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pening kronis seringkali memiliki banyak penyebab dan dengan demikian sulit untuk diobati. Ketika penelitian tidak menduga penyebab tunggal, dokter berusaha untuk memperbaiki banyak faktor yang bisa menyebabkan pening sebisa mungkin.

Jika pening berlangsung lama meskipun diobati, orang bisa mempelajari strategi untuk membantu mereka lebih berfungsi, seperti berikut di bawah ini:
  • Menghindari gerakan yang memicu pening untuk mereka, seperti melihat ke atas atau membungkuk ke bawah.
  • Menyimpan benda pada tingkat yang mudah diraih.
  • Berdiri pelan-pelan setelah duduk atau berbaring.
  • Mengepalkan tangan mereka dan melenturkan kaki mereka sebelum berdiri.
  • Mempelajari olahraga yang dikombinasi dengan mata, kepala, gerakan tubuh untuk membantu mencegah pening.
  • Terapi fisik dan olahraga untuk menguatkan otot dan memelihara gaya berjalan bebas selama mungkin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar