Sabtu, 23 Oktober 2010

Obesitas Abdominal pada Peningkatan Resiko Penyakit Diabetes dan Kardiovaskuler

Sebuah studi baru yang publikasikan dalam Medical Journal of Australia telah menunjukkan bahwa para warga Australia yang mengalami kegemukan (obesitas) abdominal (perut) obesitas (lingkar pinggang besar) berisiko tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2, sindrom metabolik dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Study penelitian ini telah melakukan survey pada penduduk australia sejumlah 11.247 orang dewasa pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun 2004, dan 2005 dengan jumlah 6.537 peserta kembali untuk melakukan tindak lanjut pemeriksaan fisik.

Studi ini menemukan bahwa pria dan wanita yang mengalami kegemukan/obesitas lebih dari dua kali lebih mungkin berkembang penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang abnormal dan sindrom metabolik pada 5 tahun ke depan dibandingkan dengan mereka yang memiliki lingkar pinggang normal.

Berdasarkan pada hal diatas menunjukkan bahwa risiko untuk masing-masing kondisi tersebut mulai meningkat pada apa yang disebut tingkat normal lingkar pinggang.

Mr Adrian Cameron (Seorang pakar epiodemiolog dari the Baker IDI Heart and Diabetes Institute in Melbourne) menyatakan bahwa "Penelitian kami menegaskan bahwa obesitas perut (Abdominal obesity) berdampak pada peningkatan risiko sangat tinggi pada penyakit diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan penyakit jantung.

Mr. Cameron mengatakan bahwa studi ini menilai empat dari lima risiko utama kesehatan berhubungan dengan obesitas, tetapi tidak termasuk beberapa kondisi lain yang berhubungan dengan obesitas, diantaranya osteoarthritis, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit kandung empedu, gangguan tidur dan depresi.

Mr. Cameron juga mengatakn untuk "Menangani, menanggulangi permasalah epidemi obesitas akan membutuhkan lingkungan dan kebijakan yang memberikan peluang realistis dan dapat dicapai bagi manusia untuk lebih aktif, menghindari terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk dan menghindari makanan yang tidak sehat,"

Mr. Cameron mengatakan, data dari penelitian ini akan digunakan untuk membuat perkiraan yang lebih tepat dari total financial dan beban kesehatan terkait dengan obesitas di Australia. Hal ini juga dapat digunakan untuk menilai kemungkinan dampak dari tindakan-tindakan pencegahan obesitas.

Profesor Paul Zimmet, Direktur dari "Emeritus of Baker IDI Heart and Diabetes Institute" mengatakan bahwa temuan ini sekali lagi menggarisbawahi peran penting penelitian tersebut telah aplikasikan dalam membantu untuk menentukan kepentingan dan strategi untuk pencegahan penyakit jantung (heart disease) dan diabetes di Australia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar