Sabtu, 07 Februari 2009

Bahan Irritants dan Kualitas Udara Pada Kolam Renang Indoor

Para penjaga atau pengelola kolam renang mungkin sering mendapat keluhan seperti mata perih, iritasi hidung atau susah bernafas setelah berenang atau menghirup udara di kolam renang, khususnya pada kolam renang indoor (dalam ruangan). Penelitian baru menunjukkan bahwa gejala-gejala tersebut mungkin menjadi sebuah indikasi yang menunjukkan bahwa kondisi air dan kualitas udara dalam ruangan pada kolam renang indoor yang buruk yang disebabkan oleh terbentukknya bahan-bahan irritans di dalam air dan udara, yang disebut dengan chloramine.

Bahan-bahan irritants di udara pada kolam renang biasanya merupakan campuran dari hasil samping chlorine dari desinfektan. Hasil samping adalah hasil dari ikatan chlorine dengan keringat dan air seni para perenang yang menggunakan kolam renang. Semakin meningkatnya konsentrasi hasil samping di dalam air, maka konsentrasi tersebut akan menyebar ke lingkungan udara di sekitar ruangan. Menghirup udara yang mengandung banyak bahan-bahan irritants dapat menyebabkan gejala-gejala gangguan yang bervariasi yang tergantung pada konsentrasi dari bahan irritant yang ada di dalam udara dan jumlah udara yang dihirup. Tanda dan gejala karena kontak dengan bahan-bahan irritant dapat meliputi gejala ringan seperti bunyi wheezing, hingga gejala berat seperti penyakit paru-paru dan bisa terjadi asma tipe 1-3. Juga diketahui bahwa menghirup udara yang mengandung bahan irritant secara terus menerus bisa meningkatkan sensitifitas jenis terhadap bahan iritant lainnya seperti jamur dan bakteri sehingga lebih mudah atau rentan terhadap jamur dan bakteri.

Pembentukan bahan-bahan iritants tersebut di udara adalah merupakan bagian yang berhubungan dengan pergantian udara. Pergerakan yang buruk dari udara segar diatas permukaan kolam renang, bercampur dengan penggunaan peralatan daur ulang udara untuk mengontrol pemanas, menjadikan pertukaran udara yang buruk. Peralatan daur ulang udara atau Recycler mengeluarkan uap dari udara, tapi peralatan ini tidak mengambil banyak udara segar dari luar. Hal ini akan lebih efisien dan hemat biaya untuk pemanas, tapi resiko atau bahaya kesehatan bagi pelanggan dan staff atau karyawan yang bekerja di ruangan tersebut yang berhubungan dengan penggunaan yang berlebihan dari alat ini lebih penting ketimbang unsur keuntungan finansial yang didapatkan.

Tanpa udara segar yang cukup, daur ulang udara yang mengalir melalui kolam renang menjadi larut dengan hasil samping khlorinasi (desinfeksi dengan khlor) sehingga tidak bisa lagi menyerap hasil samping baru yang berasal dari air kolam renang. Dikarenakan peralatan daur ulang tidak mengeluarkan semua hasil samping yang ada di udara, mereka membiarkan bahan-bahan irritant terakumulasi sehingga dapat mencapai tingkat yang tidak sehat. Sebagai tambahan, apabila udara tercampur dengan bahan-bahan irritant, bahan irritants baru dalam air kolam renang akan tetap berada dalam kolam renang yang dapat menyebabkan iritasi yang lebih parah, seperti mata perih, mata kemerahan pada para perenang. Udara segar amat penting, klorinasi dapat menjadi sebuah cara yang efektif untuk membersihkan kolam air renang dari hasil samping, tapi hal ini tidak berlaku apabila udara sudah tercampur dengan bahan-bahan irritant.

Masalah kualitas udara yang jelek pada kolam renang dapat diatasi melalui kombinasi langkah-langkah pencegahan. Memperbaiki dan meningkatkan pergerakan udara diatas kolam renang dan meningkatkan tingkat perputaran udara akan dapat mengurangi tingkat bahan irritants di udara. Salah satu pilihan adalah dengan membuka semua pintu dan jendela di ruangan kolam renang atau gunakan kipas angin untuk meningkatkan aliran udara melalui permukaan kolam renang pada saat para perenang menggunakan kolam renang. Pada saat chlorinasi tingkat tinggi, lakukan hal yang sama. Pastikan juga bahwa sistem daur ulang udara selalu membawa cukup udara segar. Tingkat desinfektan yang cukup dan selalu memonitor kualitas air juga dapat membantu mengurangi tingkat irritants dengan menurunkan campuran chlorin dalam air.

Tingkat campuran chlorine di dalam air bisa dikurangi dengan menambahkan bahan-bahan system penambah desinfektan seperti sinar ultraviolet atau ozone (udara murni). Sebagai tambahan dalam mengatasi masalah kualitas udara yang buruk di kolam renang diperlukan hygiene atau kebersihan yang baik. Memberikan para perenang fasilitas shower sebelum masuk ke kolam renang dan memperkenalkan serta mempromosikan dengan teratur kepada para perenang untuk menggunakan kamar mandi untuk mengurangi jumlah urine di dalam kolam renang yang akan menurunkan pembentukan bahan-bahan irritants

Untuk kesehatan staf dan pelanggan, ingatlah bahwa semua kolam renang indoor membutuhkan pertukaran udara segar yang cukup dan semua kolam renang membutuhkan kualitas air yang baik. Hal ini akan membantu membuat semua kolam renang lebih sehat dan tempat yang lebih menyenangkan untuk tempat bermain bagi pelanggan dan tempat bekerja bagi staff atau karyawan kolam renang.

Sumber: Division of Parasitic Diseases, National Center for Zoonotic, Vector-borne, and Enteric Diseases.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar