Kamis, 05 Februari 2009

Tips Menyetir/mengemudi Pada Cuaca Buruk

Orang tua anda atau orang lain mungkin mengatakan kepada anda tentang menyetir adalah suatu keistimewaan besar. Akan tetapi, bagi anda menyetir mungkin hanya berarti kebebasan yang ujungnya pergi kemanapun dan kapanpun anda inginkan. Tapi pada waktu-waktu tertentu, faktor eksternal yang tidak dapat anda kendalikan dapat mempengaruhi kondisi menyetir dan bahkan mebahayakan keselamatan anda di jalan. Beberapa faktor tersebut antara lain: hujan, angin, salju, es, kesilauan (pancaran sinar matahari), kabut dan hujan batu. Jadi, apa yang sebaiknya anda lakukan apabila anda terjebak dalam cuaca yang buruk pada saat mengemudi.

Istilah "berkendara dengan nikmat" atau "Joy ride" tidak termasuk pada saat kondisi hujan dan angin berhembus dengan kencang. Strategi terbaik dalam menyetir atau berkendara dalam cuaca buruk adalah dengan menghindari cuaca buruk seperti hujan, hujan lebat dan angin kencang.

Tapi jika memang bepergian keluar rumah dengan mengendarai mobil karena keperluan yang penting atau anda sedang menyetir dalam cuaca yang buruk, ikuti tips-tips aman dalam menyetir berikut ini:
  1. Pastikan lampu utama kendaraan anda menyala.
  2. Jaga atau tambah jarak dengan mobil atau kendaran lain.
  3. Perlambat kecepatan laju kendaraan anda. Lakukan pengereman lebih jauh apabila jalanan licin-Semakin pelan kendaraan anda, semakin mudah kendaraan anda akan berhenti.
  4. Pastikan mobil anda sudah disiapkan untuk menghadapi cuaca buruk yang mungkin terjadi (periksa aki mobil, cairan penyeka kaca depan pada saat kipas pembersih kaca menyala, lampu utama, dan ban)
  5. Gunakan tanda peringatan pada saat di dekat persimpangan. Jangan pernah beranggapan bahwa karena lampu hijau telah menyala atau jalan untuk belok kanan di persimpangan sudah terbuka, jelas atau bebas dan tidak ada halangan-Selalu amati dan perhatikan pada titik-titik yang rawan atau mungkin timbul bahaya.
  6. Usahakan sebisa mungkin untuk tetap berada dalam satu jalur-Hindari merubah jalur yang tidak perlu (jangan pernah masuk dan keluar jalur lalu lintas atau menyalip kendaraan lain, dan lain sebagainya)
  7. Tetap menggunakan dua tangan anda untuk menyetir dan dua mata selalu tetap mengamati jalan.
Cuaca bersalju atau es

Menyetir sebuah mobil tidaklah mudah, khususnya pada saat musim dingin atau musim hujan. Untuk mengasah kemampuan anda, tanyakan pada seseorang yang sudah mempunyai pengalaman dalam menyetir pada musim hujan atau musim dingin dimana terdapat kabut dan kondisi lain yang buruk untuk melatih anda di tempat parkir yang kosong dimana anda dapat berlatih menyetir, berbelok, dan berhenti misalanya pada cuaca bersalju atau es.

Apabila anda harus bepergian dan cuaca bersalju atau es , pertahankan gas mobil anda agar mesin tetap menyala dan tidak membeku yang dapat mengakibatkan mesin mati atau mobil mogok. Bersihkan salju hingga bersih, ingatlah untuk membersihkan lampu belakang dan lampu utama (lampu depan). Waspadai kendaraan-kendaraan yang bergerak lambat seperti truk pasir dan cobalah untuk tidak terlalu dekat. Hindari mendahului kendaraan ini.

Pasanglah pada mobil anda kotak keamanan apabila terjadi keadaan darurat, kotak ini berisi antara lain:
  1. Alat pengerok dan pembersih salju.
  2. Karung pasir, garam atau kotoran kucing (untuk menambah daya cengkeram apabila berada di salju)
  3. Selimut.
  4. Sarung tangan.
  5. Lampu senter dan batterynya.
  6. Kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)
  7. Kabel dorong, untuk berjaga-jaga apabila mobil macet/mogok.
  8. Snack atau makanan ringan yang tidak mudah atau dapat busuk.
  9. Lilin dan korek api.
  10. Cangkir kalaupun anda ingin mencairkan salju menjadi air.
Apabila mobil anda mogok/macet, Tetaplah dengan kendaraan anda dan panggil bantuan. Sekali-kali alirkan panas dengan alat pemanas untuk menjaga kehangatan mesin, tapi hindari potensi terjadinya keracunan karbon monoksida dengan memastikan pipa untuk pembuangan gas tidak terisi atau tertutup salju atau benda lainnya.

Kondisi Hujan

Jalan adalah tempat yang kotor. Diantara roda-roda yang berputar beserta kerikil-kerikil yang mungkin ada di jalan dan mesin yang mengeluarkan oli dan cairan lain, banyaknya oli dan bahan-bahan licin akan terbentuk dijalan. Itulah sebabnya mengapa jalan-jalan menjadi sangat licin dan hal ini akan terjadi setelah hujan mulai turun. Air hujan akan membawa minyak, oli ke permukaan jalan dan membuat jalan menjadi sangat licin.

Apabila anda berada pada kondisi jalan yang licin dan mobil anda mulai meluncur, jangan panik atau mengerem mendadak. Lepaskan tekanan kaki anda dari gas dan secara perlahan lakukan pengereman, jaga agar jangan sampai membalik roda kemudi. Untuk mencegah tergelincir/hidroplaning antara lain:
  1. Pastikan roda-roda anda tidak mulus (botak).
  2. Berhati-hatilah pada daerah belokan.
  3. Jika bisa, kelilingi kubangan atau genangan air.
Di beberapa negara atau kota-kota tertentu meminta para pengemudi untuk menyalakan lampu mobil pada saat hujan. Perhatikan juga apabila ada bahaya hujan badai disertai petir. Apabila hal ini terjadi pada saat anda menyetir/mengemudi dan penglihatan anda kurang jelas atau terganggu yang diakibatkan karena cuaca tersebut, maka menepilah dan tunggu sampai hujan badai tersebut berhenti. Jangan ambil resiko terkena sambaran kilat. Tetaplah berada di dalam mobil dan jauhkan mobil dari jalan seaman mungkin.

Tidak ada matahari dan cuaca berkabut.

Salah satu bagian terpenting dari mengemudi adalah penglihatan. Baik itu pada kondisi matahari cerah yang dapat menyilaukan mata dan kabut tebal dapat membatasi penglihatan pengemudi. Untuk menghilangkan cahaya matahari yang mungkin menyilaukan, pakailah kacamata ultraviolet apabila anda merasa terganggu dengan sinar matahari yang mengganggu penglihatan anda pada saat menyetir. Hal ini juga berfungsi dapat mengurangi cahaya buruk yang menyilaukan mata.

Pada cuaca berkabut agak lebih sulit untuk dikendalikan daripada cahaya matahari yang menyilaukan. Kabut dapat mengurangi penglihatan pengemudi sampai kurang dari 1/4 mil. Maka, tetap turunkan kecepatan laju kendaraan anda. Pada saat anda tidak dapat melihat jalan di depan anda, maka anda akan susah melihat lampu merah mobil lain (tanda mobil berhenti/rem) atau rambu-rambu lalu lintas padahal anda sangat dekat dengan tanda-tanda tersebut.

Dan hanya karena anda tidak dapat melihat tidak berarti bahwa dengan sinar atau cahaya dengan intensitas tinggi akan mampu memperbaiki penglihatan anda. Pada kenyataannya, sinar intensitas tinggi mengurangi penglihatan dalam kondisi cuaca berkabut. Apabila mobil anda memiliki lampu untuk melihat kondisi berkabut, maka lebih dulu gunakan lampu tersebut.

Tidak penting apa yang menjadi sebab situasi atau kondisi mengemudi yang jelek, tapi ingatlah: jangan mengemudi atau berspekulasi keluar rumah dengan mengemudi apabila tidak perlu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar