Sabtu, 18 April 2009

5 Cara Menjauhkan polusi dari akibat yang merugikan jantung kita.

jantung sehat polusi
Pada saat dia berumur 10 tahun, John O’Conner terdiagnosa menderita mitral valve prolapsed (kelainan pada katup jantung), suatu kondisi yang dapat memperngaruhi aliran darah dari dan menuju jantung bagian kiri. Pada saat dia berusia 23 tahun, dia makan makanan dengan diet tanpa daging, berolahraga teratur, dan bermeditasi/relaksasi pikiran guna menurunkan stress/tekanan yang terjadi padanya dan menjaga jantungnya agar tetap sehat. Tapi ada sebuah faktor kesehatan jantung tersembunyi yang menurutnya dia tidak tahu banyak tentang hal itu yaitu tentang polusi udara.

O’Connor tinggal di Philadelphia yaitu kota yang mendapat peringkat no 11 dari daftar kota-kota di amerika serikat yang paling tercemar dalam istilah tingkat ozon yang tidak sehat berdasarkan pada lembaga assoisasi paru amerika serikat (American Lung Association’s). Muncul penelitian yang memberi kesan bahwa hanya menghirup udara di kota-kota besar seperti Philadelphia akan meningkatkan resiko O’Connor mengalami gangguan jantung tambahan dan berpotensi membahayakan pemulihan kesehatannya bila dia mengalami serangan jantung.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University epidemiologists menemukan bahwa partikel-partikel kecil/microskopik dalam polusi udara dapat menurunkan fungsi elektrik jantung pada orang-orang dengan penyakit arteri koroner yang serius.

Menurut Diane R. Gold, MD, pimpinan senior penelitian dan seorang professor dibidang kesehatan masyarakat dan kedokteran di Havard, bahwa menghindari udara yang berpolusi dapat mengurangi resiko serangan jantung, gagal jantung dan komplikasi lain, khususnya pada pasien yang sedang dalam pemulihan setelah perawatan dari rumah sakit.

Faktanya, polusi udara berperan besar dalam kesehatan jantung. Merokok adalah sebuah kesalahan yang terdokumentasi dengan baik dalam penyakit jantung, tapi sebuah study pada tahun 2003 yang dilakukan oleh para peneliti New York University menemukan bahwa seseorang yang bukan perokok dan tinggal di kota dengan polusi hampir mempunyai resiko kematian karena penyakit jantung yang sama seperti pada para perokok.
Beberapa alasan menghindari stress, tekanan atau kotornya lalu lintas jalan

Assosiasi jantung amerika dan universitas kardiologi amerika menyarankan bahwa para pasien penderita penyakit jantung sebaiknya tidak menyetir selama 2 sampai 3 minggu setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Yang diharapakan dari saran tersebut adalah para pasien lebih dari sekedar bebas dari stress/tekanan dari kotornya lalu lintas jalan yang multi polusi.

Penelitian di jerman tahun 2004 yang menelusuri pengaruh polusi udara terhadap jantung, menemukan bahwa resiko serangan jantung hampir tiga kali lipat pada paparan trafik atau alur polusi udara berat, tidak perdulu apakah korban atau yang terpapar polusi berada di dalam mobil, dengan sepeda atau berada di angkutan transportasi umum. Pada tahun 2007, penelitian jerman lainnya menemukan bahwa orang-orang yang tinggal dekat dengan jalan-jalan utama hampir lebih mungkin 2 kali lipat meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan jantung.
5 tips dan c ara melindungi jantung dari polusi.

Para pasien dengan gangguan jantung perlu mengambil langkah-langkah sederhana untuk mengurangi paparan polusi yang setiap hari mengancam. Seorang profesor bidang ilmu kesehatan masyarakat dari University of Minnesota benama Russell V. Luepker, MD, menyarankan 5 cara sebagai berikut:

1. Berlibur

Apabila anda tinggal di sebuah kota berpolusi, anda mungkin perlu merencanakan liburan setelah prosedur dan perawatan rumah sakit selesai sehingga anda dapat memulihkan kondisi anda di lokasi tempat liburan yang udaranya lebih sehat.

2. Staycation

Apabila anda tidak dapat pergi berlibur ke tempat dengan udara yang lebih sehat dengan berlibur, cobalah habiskan waktu di rumah dengan menutup rumah pada musim dingin atau menggunakan ac di musim panas, sehingga beberapa udara polusi dapat tersaring sebelum masuk ke dalam ruangan anda.

3. Hindari daerah berpolusi tinggi

Bahkan jika anda harus pergi ke tempat berpolusi berat, cobalah untuk hindari area-area yang sepertinya berpolusi tinggi, seperti jalan dengan lalu lintas ramai atau garasi.

4. Pertimbangkan tempat dimana anda tinggal

Pindah tempat tinggal dapat jadi sebuah tekanan/stress, oleh sebab itu dokter tidak menyarankan pindah rumah setelah rawat inap dari rumah sakit. Tapi kota-kota tertentu dan daerah tertentu mungkin merupakan tempat-tempat yang lebih baik kondisi udaranya dari kota atau daerah lainnya.

5. Pertimbangkan tempat dimana anda bekerja.

Seperti pindah rumah, mendapatkan pekerjaan baru bisa juga menjadi tekanan, pekerjaan berbeda berkaitan dengan tingkat paparan polusi yang berbeda pula, sebagai contoh pada suatu study pada pekerja sopir truk ditemukan bahwa mereka mempunyai resiko lebih tinggi terkena serangan jantung, karena mereka secara konstan dna terus menerus dikelilingi asap polusi diesel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar