Sabtu, 16 Mei 2009

Hiperetensi Ketika Hamil, 5 sampai 8 Persen Wanita Hamil Akan Berkembang Hipertensi-Ketahuilah Tanda-tandanya.

Pre-eklampsia, atau hipertensi pada saat kehamilan, bisa muncul lebih awal dari usia kehamilan pada minggu ke 20 dan terkadang bisa muncul belakangan setelah satu minggu pasca persalinan/melahirkan. Kasus hipertensi pada kehamilan terjadi sekitar 5 sampai 8 % dari semua kehamilan yang ada. Kebanyakan kasus hipertensi yang berkembang dan terjadi pada saat kehamilan akan segera menghilang setelah kelahiran bayi/janin. Hipertensi yang berlangsung lama disebut dengan hipetensi karena pengaruh kehamilan (pregnancy-induced hypertension).

Faktor penyebab pre eklapsia belum diketahui dengan jelas. Tanda-tanda pre eklampsia antara lain oedema atau pembengkakan pada tangan dan wajah, gangguan atau abnormalitas pada penggumpalan darah, adanya protein dalam urine (air seni). Pada kebanyakan wanita, pre eklamsia tidak pernah berkembang melebihi stadium ringan. Bagi beberapa wanita, pre eklampsia berkembang dengan cepat, peralihan dari stadium ringan ke stadium berat pre eklampsia dapat terjadi dalam beberapa minggu dan terkadang beberapa hari.

Para dokter biasanya menyarankan agar penderita menjalani bed rest atau istirahat total. Tapi apabila masalah pre eklampsia cenderung menetap atau bertambah berat, perawatan rumah sakit dan pengobatan dengan obat anti hipertensi sering diperlukan dan penting untuk mencegah berkembangnya pre eklampsia menjadi eklampsia (kondisi kesehatan yang berbahaya dan serius).

Eklampsia dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya, kejang-kejang, koma, dan bahkan kematian ibu, janin atau keduanya. Ketika eklamsia sering menghilang waktu bayi dilahirkan, dokter seringkali melakukan upaya induksi. Induksi adalah upaya untuk mengakhiri kehamilan dengan jalan merangsang terjadinya kontraksi yang teratur untuk mempermudah mengeluarkan bayi dari dalam rahim secara normal. Para dokter mungkin juga memberikan obat-obat anti kejang. Apabila masih mengalami hipertensi setelah melahirkan, mungkin penderita memerlukan obat-obat anti hipertensi. Perlu diketahui juga ada sedikit efek samping obat-obat anti hipertensi pada susu ibu, maka dari itu walau bagaimanapun menyusui bayi harus diawasi dan dimonitor dengan ketat.

Sumber: the Harvard Health Publications Special Health Report, Hypertension: Controlling the "Silent Killer." Copyright 2007 by the President and Fellows of Harvard College.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar