Sabtu, 30 Mei 2009

Waktu Peregangan/Melenturkan

Peregangan atau Stretching adalah kunci ketiga dari program olahraga yang seimbang. Otot-otot cenderung memendek dan melemah seiring dengan usia/penuaan. Lebih pendek, serat otot lebih kaku yang membuat anda lebih mungkin mengalami cedera, nyeri punggung dan tegang. Selain itu, sekresi yang berfungsi melumasi otot yang menjaga otot-otot bergerak secara efektif pada saat anda muda mengering ketika anda sudah tua.

Namun berolahraga secara teratur yang memisahkan dan meregangkan serat-serat elastis sekitar daerah otot-otot dan tendon anda dapat menetralkan proses tersebut. Sebagai tambahan, peningkatan aliran darah ke otot-otot yang digunakan untuk olahraga membantu menjaga otot-otot lebih lentur. Dan streching dapat memperbaiki bentuk tubuh dan keseimbangan anda. Pada akhirnya, dengan peregangan yang baik, benar dan tepat, gerakan menjadi lebih mudah pada semua rentang gerakan, menghasilkan pencapaian olahraga yang lebih baik dan maksimal.

Otot-otot yang hangat lebih tidak mungkin untuk mengalami cedera dengan peregangan daripada otot-otot yang dingin, maka inilah waktu terbaik melakukan peregangan setelah melakukan pemanasan 5-10 menit, selama itu anda bisa berjalan-jalan atau berdansa sampai beberapa lagu sambil mendengarkan radio. Peregangan juga baik dan dapat anda lakukan setelah mandi air hangat atau pada bagian waktu pendinginan setelah berolahraga.

Aktifitas-aktifitas seperti yoga dan pilates menggabungkan peregangan dengan relaksasi dan meningkatkan keseimbangan. Untuk mencapai efek akhir dari peregangan, anda perlu melakukan peregangan tiap hari atau sedikitnya beberapa kali dalam seminggu setelah otot-otot anda secara penuh terhangatkan.

Pada awalnya, tahan setiap peregangan sekitar 10-15 detik . ketika anda merasa menjadi lebih fleksibel/luwes/lentur, cobalah menahan peregangan selama 30 detik. Pastikan untuk melakukan tiap peregangan dengan benar untuk menghindari cedera.


Sumber: Harvard Health Publications Special Health Report, Exercise: A Program You Can Live With.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar