Selasa, 02 Juni 2009

Penuaan, Nyeri Punggung, dan Stenosis Tulang Belakang: Bukan Sekedar Bayangan Saja – Nyeri Punggung Lebih Umum dan Sering Terjadi Ketika Kita Tua

piringan tulang belakang vertebra
Nyeri punggung secara extrim adalah suatu keadaan yang umum dalam masyarakat. Pada kenyataanya, hampir 80 % orang dewasa di amerika serikat akan menghadapi beberapa bentuk nyeri punggung dalam kehidupan mereka. Ada banyak alasan mengapa begitu banyak orang mengalaminya, termasuk postur atau sikap tubuh yang jelek/salah, mekanis tubuh yang buruk, kegemukan, terlalu banyak memberikan tegangan/beban pada tulang belakang, merokok, diet yang jelek dan salah, seperti halnya penyakit-penyakit pada tulang belakang dan kondisi kesehatan lainnya. Akan tetapi, penyebab yang paling umum dari nyeri/sakit punggung adalah penuaan. Baca lebih lanjut mengapa bisa begitu?

Tulang belakang

Tulang belakang terdiri dari tulang-tulang khusus yang disebut vertebrae, yang menyediakan sokongan/penyokong bagi tubuh. Diantara tiap-tiap vertebra/tulang belakang terdapat sebuah piringan yang memberikan tulang belakang keluwesan/fleksibility dan berfungsi sebagai penyerap goncangan atau tekanan pada tubuh. Piringan-piringan pada vertebrae terdiri dari annulus fibrosus (layaknya sebuah gerombolan ban terluar) dan gel/jel-layaknya bahan dalam utama yang disebut dengan nucleus pulposus. Secara bersama-sama, vertebra dan piringan menyediakan terowongan pelindung (yang disebut dengan spinal canal-saluran tulang belakang) yang melalui untaian tulang belakang dan melintasi saraf tulang belakang.

Apa yang terjadi ketika kita tua?

Pada kebanyakan orang, beberapa hal mulai terjadi pada tulang belakang ketika kita tua. Vertebrae kita mulai menebal dan piringan-piringan vertebrae mulai kehilangan bentuk dan kelembaban. Sebagai hasilnya, sipnal canal menjadi lebih sempit, ringkas, membuat untaian tulang belakang tertekan dan bagian syaraf terakhir dan menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan tubuh. Kondisi ini disebut spinal stenosis. Stenosis dapat terjadi pada orang-orang pada usia 20 dan 30 tahunan, hal ini paling sering terlihat pasien-pasien yang lebih tua. Spinal stenosis adalah suatu kondisi degeratif, artinya gejala-gejalanya cenderung menjadi progresif dan meningkat serta bertambah parah sewktu pasien/penderita bertambah tua.

Gejala-gejala spinal stenosis.

Spinal stenosis dapat terjadi pada semua daerah tulang belakang, paling sering terjadi pada lumbar (punggung bawah) dan daerah-daerah cervical (servik-punggung leher). Pasien-pasien dengan lumbar spinal stenosis mungkin merasakan sakit, lemah atau mati rasa di kaki, betis, atau pantat.

Gejala-gejala sering bertambah dan meningkat ketika berjalan-jalan dalam jarak dekat dan menurun/berkurang ketika duduk, membungkuk kedepan, berbaring. Cervical spinal stenosis mempunyai gejala yang hampir sama yaitu sakit pada bahu, lengan, kaki dan mungkin juga kekakuan tangan dan gangguan keseimbangan dan gaya berjalan.
Pilihan pengobatan Spinal Stenosis

Berita bagus adalah bahwa hampir 90 % kasus spinal stenosis diobati dengan sempurna tanpa pembedahan/surgical treatment. Pilihan pengobatan non-pembedahan paling sering digunakan untuk pasien dengan stenosis termasuk dengan:
  1. Obat-obat seperti anti inflamasi non steroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs-NSAIDs) untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri, dan analgesic/analgetik untuk mengurangi, menghilangkan nyeri.
  2. Injeksi Corticosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan mengobati nyeri akut (acut pain).
  3. Istirahat atau membatasi aktifitas ( hal ini bisa bervariasi tergantung pada tingkat atau luasnya saraf yang terkait.
  4. Terapi fisik (Physical therapy) dan peregangan serta latihan yang bersifat menguatkan untuk membantu menstabilkan tulang belakang, mengembalikan mobilitas dan meningkatkan fleksibiltas/keluesan.
Beberapa kasus spinal stenosis mungkin memerlukan pembedahan sebagai upaya penyembuhannya. Akan tetapi, terapy pembedahan (surgery) sebaiknya tidak dilakukan kecuali back pain/nyeri punggung tidak sembuh dalam beberapa bulan dengan menggunakan pengobatan non bedah. Terapi bedah yang paling umum digunakan dalam mengobati stenosis disebut dengan decompressive laminectomy, yang mana laminae (lempeng tulang yang terletak di belakang vertebra) dihilangkan untuk menciptakan lebih banyak ruang di dalam spinal canal.

Jangan biarkan nyeri/sakit punggung anda!

Dengan semua pilihan pengobatan yang tersedia saat ini, maka anda tidak perlu lagi setuju bahwa sakit/nyeri punggung adalah sebagai bagian yang biasa dari proses penuaan. Nyeri punggung, khususnya apabila bertambah berat, termasuk susah dalam buang air kecil dan besar, atau mengganggu dan mencegah anda dalam berpartisipasi dan beraktifitas sehari-hari, sebaiknya jangan dibiarkan. Periksa dan konsultasikan pada dokter atau ahli spesialis tulang belakang. Dokter dan ahli spesialis tulang belakang akan membantu anda dalam menemukan rencana pengobatan yang dapat mengembalikan anda bebas dari rasa sakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar