Jumat, 24 Juli 2009

Chlamydia

PENJABARAN
Seks bebas mungkin saat ini bukan menjadi hal tabu untuk dibicarakan. Bahkan terlalu bebasnya, hasil penelitian menunjukkan 22,6% remaja di Indonesia dekat dengan kehidupan seks bebas. Minimnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi bisa berakibat fatal. Hamil di luar nikah dan terjangkit penyakit berbahaya seperti AIDS atau penyakit kelamin bisa menjadi hal yang disesali di kemudian hari.

Chlamydia termasuk satu di antara penyakit kelamin yang sangat mudah ditularkan melalui seks bebas. Penyakit yang disebabkan oleh kuman ini bisa menjangkiti pria dan wanita. Uniknya, seorang yang terkena kuman ini, tidak sadar telah terjangkiti. Bahkan meskipun belum terinfeksi, penderita dapat menularkan penyakit ini pada pasangannya.

Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran seni (urethra), leher rahim (cervix), jalur pelepasan dubur, tenggorokan, dan mata. Meskipun mengakibatkan banyak kerumitan, namun dapat dicegah.

Klamidia — dalam bahasa Indonesia-nya, kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga beraksi tanpa gejala. Di Amerika, Klamidia termasuk yang paling dapat diobati, tetapi telah menginfeksi sekitar empat juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.


Bagaimanakah penularannya?
Seks bebas tentu saja. Chlamydia tersebar melalui hubungan intim dengan penderitanya, akan lebih rentan lagi jika Anda giat berganti pasangan. Penyakit ini timbul 2-14 hari setelah terinfeksi. Jika sudah demikian penderita bisa mengidap penyakit ini selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tanpa mengetahuinya.

Bagi wanita, akan mengalami kejang di perut bagian bawah, perubahan jadwal haid, sakit saat buang air kecil, pendarahan dan perubahan lendir pada alat kelamin. Sedangkan pada pria, akan mengeluarkan lendir pada kemaluan, sakit saat buang air kecil, sakit dan bengkak pada buah zakar.

Bahkan pada wanita dan pria, infeksi pada dubur bisa terjadi tanpa sepengetahuan penderita. Penderita hanya akan merasakan sakit dan lendir pada dubur.


PENCEGAHAN
Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak melakukan aktifitas seks sebelum menikah, setialah pada pasangan, jauhi perilaku seks menyimpang dan beresiko, dekatkan diri kepada Tuhan dan ajaran agama, filtrasi ajakan, dorongan, atau pun himbauan yang mengajak langsung ataupun tidak langsung kepada perbuatan amoral, seperti melalui media-media informasi seperti televisi, radio, majalah, koran, internet, dan sebagainya, itulah yang perlu dilakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar