Jumat, 17 Juli 2009

Pembesihan kolon dengan Colon Cleansing: Perlukah?

Meskipun prosedur ini populer dilakukan pada kebanyakan orang untuk tujuan kesehatan dan tujuan tertentu lainnya, akan tetapi colon cleansing tidak perlu dilakukan. Dan ada yang lebih aman, cara-cara yang lebih alami untuk membersihkan colon dengan pola dan kebiasaan diet sehat dengan buah-buahan dan sayuran.

Apabila anda mengalami masalah kesehatan pada gangguan pencernaan (digestive) seperti konstipasi, diarrhea (diare), gas (kentut-kembung), atau rasa panas dalam perut, anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk dilakukannya prosedur pembersihan kolon (colon cleansing). Tapi pastikan terlebih dahulu untuk memperoleh fakta-fakta sebelum anda menyetujui dilakukannya prosedur ini. Dengan demikian anda dapat memutuskan apakah keuntungannya benar-benar lebih besar dibanding resiko dan komplikasi yang bisa terjadi.

Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa anda tidak harus melakukan colon cleansing untuk meningkatkan atau memperbaiki kesehatan anda.

Colon cleansing; apa saja yang terkait?

Teori di belakang colon cleansing mengarah pada semacam hal berikut ini; “toxin/racun” yang masuk ke dalam tubuh dari makanan yang anda makan, air yang anda minum, dan dari lingkungan tempat anda tinggal dan bekerja. Beberapa orang percaya bahwa mengeluarkan toxin tersebut, demikian juga bakteri normal dan stool (bakal tinja/feces) lewat kolon (bagian dari usus), dapat membantu anda merasa lebih baik dan membuat tubuh anda berfungsi dengan lebih baik.

Colon cleansing juga disebut dengan colonic irrigation atau colonic hydrotherapy, dan terkadang dikenal dengan sebutan “high colonic”. Colon cleansing dilakukan dengan memasukkan sejumlah cairan (beberapa jenis cairan, obat dan bahan tambahan lain) ke dalam kolon melalui pipa atau selang tertentu yang dimasukkan ke dalam rectum.

Banyak orang yang memakai colon cleansing karena mereka berpikir bahwa hal ini bisa mengurangi resiko timbulnya kanker kolon. Akan tetapi, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa colon cleansing memiliki semua keuntungan seperti yang disebutkan.

Seorang ahli saluran pencernaan (gastroenterologist) bernama Francisco J. Marrero, MD dengan sebuah institut bernama Digestive Disease Institute at the Cleveland Clinic in Cleveland, Ohio, dalam sebuah study Dr. Marroro mencatat bahwa colon cleansing tidaklah benar, pembersihan penuh (complete cleansing) yang banyak orang pikirkan karena prosedurnya hanya membilas kolon, bukan small bowel (calon tinja yang kecil). “ Satu-satunya cara membersihkan small bowel adalah kebiasaan makan dengan diet sehat buah-buahan dan syuran.

Namun, sementara beliau tidak pernah menyarankan colon cleansing pada pasiennya, Dr, marroro mengatakan bahwa ada kesuksesan pada beberapa individu tertentu yang menjalani colon cleansing, dan beliau tidak mencegah prosedur ini dilakukan apabila hal ini membuat pasien merasa lebih baik dengan prosedur ini.

Faktor dan Resiko Colon Cleansing

Dr. Marrero mengatakan bahwa pada prosedur ini dapat terjadi komplikasi ketika menanamkan/menyuling air dalam volume yang berlebihan ke dalam kolon, termasuk diantarnya hemorroid yang sudah ada bisa bertambah berat atau terjadi luka robek hingga perforasi atau bocor pada rektum.

Jumlah cairan yang berlebihan ini bisa berpotensi mengarah pada:
  1. Mual dan muntah.
  2. Gangguan keseimbangan elektrolit (garam).
  3. Cairan di dalam paru-paru.
  4. Gangguan pada jantung, termasuk tidak normalnya ritme atau irama jantung dan kematian.
  5. Koma.
Perhatian besar lainnya adalah bahwa banyak praktek colon cleansing tidak memakai aturan dan tidak dalam pengawasan dan tidak semua pelaksana/praktisi colon cleansing berpengetahuan dan terlatih dengan baik, yang tentunya bisa meningkatakan resiko terjadinya komplikasi. Kecuali semua peralatan dalam keadaan bersih dan steril, colonic irrigation dapat memasukkan infeksi baru ke dalam tubuh penerima.

Kecuali dokter mengatakan hal yang sebaliknya, jangan lakukan colon cleansing jika anda mempunyai beberapa kondisi dibawah ini:
  1. Crohn’s disease (peradangan kronik pada usus (illeum dan colon)
  2. Hemorroid internal (di dalam) yang berat
  3. Diverticulitis (Diverticulitis adalah peradangan atau infeksi pada kantung yang terbentuk pada dinding usus besar)
  4. Peradangan kolon yang sudah ada luka (Ulcerative colitis)
  5. Tumor pada kolon atau rektal.
  6. Penyakit jantung
  7. Penyakit ginjal
Kolon cleansing dan alternatif lain yang lebih sehat.

Makan makanan yang tepat dan mengikuti gaya dan pola hidup sehat mungkin dapat mencapai tujuan yang sama seperti colon cleansing.

Dr. Marrero berpendapat bahwa alasan orang-orang menjalani colon cleansing adalah upaya lebih lanjut detoksifikasi, “akan tetapi apabila ada tidak keracunan (toxify), maka anda tidak perlu detoksifikasi.

Apabila anda mau membersihkan tubuh anda dari diet bertoksin (dietary toxin) dan memulai pembersihan, mungkin akan lebih baik hanya mengganti pola dietary atau kebiasaan makan anda. Tubuh anda secara alami akan menyusun makanan-makanan yang jelek, khususnya dengan pertolongan buah-buahan dan sayur untuk membersihkan bowel pada usus besar anda.

Hanya dengan memastikan bahwa makanan-makanan tersebut adalah pencuci yang baik, sehingga anda terhindar memasukkan jenis toksin lain ke dalam tubuh — bahan-bahan kimia seperti pestisida dan sisa-sisa pupuk. Fokuskan untuk makan makanan sehat yang tidak beresiko dan terbukti membantu pencernaan dan kesehatan anda secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar