Minggu, 09 Agustus 2009

Ketika Kecemasan Mengarah Pada Kepanikan

Serangan panik yang berulang-ulang dan ketakutan yang disertai dengan gejala-gejala fisik merupakan tanda-tanda gangguan kepanikan (panic disorder).

Semua orang tahu bahwa perasaan panik yang mengguncang datang kepada anda ketika anda sadar bahwa anda melupakan sesuatu atau berbuat kesalahan, misalnya, dan telapak tangan anda basah, denyut jantung anda berdegup kencang dan cepat, dan anda tidak dapat atau kesusahan untuk bernafas. Tapi kebanyakan orang dapat dengan biasa merasionalisasi dalam pikiran mereka bahwa hal-hal itu biasa saja dan bukan masalah, bisa menenangkan diri mereka sendiri, dan bernafas lega kembali.

Pada orang-orang dengan gangguan kepanikan, rupanya berpikir rasional tidak memberikan respon seperti kondisi diatas. Orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan seperti gangguan kepanikan hanya tidak dapat menghadapi kecemasan yang mereka rasakan, dan kondisi ini bertambah parah hingga timbul kepanikan.

Gangguan Kepanikan: Kecemasan Ekstrim.

“Beberapa orang akan berkata bahwa gangguan kepanikan memiliki sebuah dasar fisiologis yang benar. Saya akan berkata bahwa gangguan kepanikan merupakan representasi atau pencerminan bentuk ekstrim dari apa yang saya sebut kecemasan universal (universal anxiety) yang orang-orang alami”, kata Charles Goodstein, MD, dia adalah seorang profesor klinis ahli penyakit jiwa di New York University Langone Medical Center. “Gangguan kepanikan merupakan pencerminan secara umum ketidakmampuan yang sebenarnya untuk mempertahankan diri sendiri melawan macam-macam universal anxiety. Itu adalah kecemasan sampai pada suatu tingkat kesekian.”

Dr. Goodstein mengatakan, “Gangguan kepanikan biasanya merupakan gambaran ketika orang-orang mempunyai respon-respon tertentu terhadap berbagai kejadian tertentu atau keadaan-keadaan yang mereka rasa sangat mencemaskan (extreme anxiety) dan gejala-gejala fisik”.

Orang-orang yang mengalami gangguan kepanikan seringkali berpikir bahwa mereka akan mati, menglami serangan jantung, atau akan menjadi gila. Dan gejala-gejala fisik seringkali terlihat seperti suatu masalah atau gangguan kesehatan serius dan harus di evaluasi, dan mereka seperti mengalami serangan jantung.

Goodstein mengatakan bahwa, “gambaran gangguan kepanikan klasik adalah pasien yang datang ke ruang gawat darurat dengan nyeri dada”. Seseorang yang mengalami atau memiliki serangan kepanikan akan mengalami sesak nafas atau susah bernafas, berkeringat, dan mereka terlihat seperti sedang mengalami serangan jantung. Dan Goodstein, menambahkan, hal ini mungkin hanya awal dari sejumlah episod kepanikan.

Gejala-gejala lain dari serangan kepanikan antara lain jantung berdegup kencang (seperti balapan), bergetar, sesenggukan (terkecik), pusing/pening, mati rasa atau merasakan sensasi geli/aneh, mual-mual dan rasa tersiksa.

Penyebab panic disorder

Mungkin ada dasar genetik pada gangguan kepanikan yang membuat orang-orang cenderung mudah atau rawan terserang kepanikan. Hampir semua hal bisa memicu serangan kepanikan. Kepanikan hebat, ketakutan yang berlebihan atau teror dapat ditemukan dan menyerang dirumah, ditempat kerja dan bahkan ketika tidur. Cukup banyak kejadian orang-orang dengan gangguan kepanikan seringkali menjadi sangat ketakutan mengalami serangan panik yang dapat berkembang menjadi agoraphobia, jenis lain ganguan kepanikan yang membuat mereka takut pergi dari rumah mereka.

Diagnosa dan pengobatan gangguan kepanikan.

Gangguan kepanikan terdiagnosa melalui penilaian fisik dan psikologis secara lengkap. Gangguan atau masalah serta kondisi kesehatan lainnya seperti penyalahgunaan bahan-bahan berbahaya tertentu harus dikesampingkan sebelum diagnosis gangguan kepanikan ditegakkan.

Pengobatan gangguan panik biasanya menggunakan berbagai kombinasi pendekatan, biasanya dengan kombinasi obat anti depresi dan obat-obat anti kecemasan (anti-anxiety drugs) serta therapi. Orang-orang dengan gangguan kepanikan dapat bekerja sama dengan psychiatrist (ahli kejiwaan) dan ahli terapi untuk membicarakan tentang kecemasan dan ketakutan yang mereka rasakan, menentukan yang manakah ketakutan yang realistik dan yang mana yang tidak realistik, serta mencari cara-cara menghadapi kecemasan serta situasi-situasi yang menakutkan.

Serangan panik itu menakutkan. Dan siapa saja yang mengalami serangan panik ulangan tidaklah semudah seperti menghadapi ketakutan yang ringan. Tapi dengan bantuan diagnosis yang kuat dan konseling bisa menjadi cara untuk mengendalikan ketakutan, kecemasan, kepanikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar