Rabu, 09 September 2009

Ejakulasi Dini (Premature Ejaculation), Apa, Penyebab dan Bagaimana Pengobatannya?

Apa itu ejakulasi dini?

Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mengalami orgasme lebih cepat dari orgasme yang dialami pasangannya. Ejakulasi dini dapat terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).

Tidak ada patokan waktu seberapa kama seorang pria sebaiknya “bertahan” selama hubungan seks. Tapi ketika seorang pria mengalami orgasme sebelum dia menginginkannya, dia akan kehilangan atau tidak bisa ereksi dan tidak dapat melanjutkan atau berlanjut pada intercourse (sampai penetrasi/masuknya penis ke vagina). Ejakulasi dini bisa berakibat frustasi dan membuat malu pada diri seseorang.

Anda mungkin merasa bahwa anda tidak mempunyai cukup waktu untuk menikmati hubungan seksual. Anda mungkin mengalami kesulitan dalam memuaskan pasangan anda. Pada beberapa pria, keadaan, perasaan atau bayangan keadaan memalukan mengenai ejakulasi dini dapat menyebabkan gangguan dengan hubungan intim dan keretakan hubungan diantara mereka (suami-istri).

Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi diantara para pria. Sekitar 30 sampai 40 pensen pria mengalami masalah ini pada suatu masa dalam kehidupan mereka.

Apa penyebab ejakulasi dini?

Sejumlah faktor fisik dan emosional seseorang dapat memicu terjadinya ejakulasi dini. Hal itu mungkin terjadi ketika seorang pria menjadi terlalu bergairah atau terangsang, atau penis orang tersebut sangat sensitif. Ejakulasi dini juga bisa terjadi jika seorang pria nervous/gugup atau tidak nyaman dengan pasangan barunya. Beberapa penyebab umum lainnya antara lain:
  1. Kecemasan akan penampilannya.
  2. Perasaan bersalah
  3. Depresi
  4. Stress
  5. Masalah hubungan dengan pasangan
Seorang pria yang mempunyai kadar rendah dari bahan kimia khusus yang disebut serotonin dalam otak mereka bisa mempunyai gangguan dengan ejakulasi dini.

Apakah ejakulasi dini merupakan suatu tanda dari masalah kesehatan yang seirus?

Pada kebanyakan kasus tidak. Jarang sekali ejakulasi dini merupakan hasil atau akibat dari masalah atau gangguan kesehatn serius, seperti kerusakan sistem syaraf akibat trauma atau tindakan bedah.

Bagaimana ejakulasi dini terobati?

Ejakulasi dini seringkali menghilang tanpa dilakukannya upaya pengobatan. Tapi jika ejakulasi dini sering terjadi, dan hal ini membuat anda dan pasangan anda tidak senang dan bahagia, anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis yang kompeten dengan masalah ejakulasi dini. Ada beberapa metoda yang bisa menunda orgasme/ejakulasi dini, antara lain:

Behavioral methods

Metode ini telah membantu lebih dari 95 % pria yang mengalami ejakulasi dini. Pada jenis pengobatan ini, anda mempraktekkan untuk mengontrol ejakulasi anda, baik sendiri atau dengan pasangan anda.
  1. Pada cara mulai dan metoda berhenti, anda dan pasangan anda akan merangsang penis anda sampai anda merasa seperti akan mengalami orgasme/ejakulasi. Kemudian rangsangan berhenti sekitar 30 detik. Ketika anda memperoleh kembali kontrol respon anda, rangsangan dimulai kembali. Proses ini diulang-ulang 3 atau 4 kali sebelum anda membiarkan diri anda sendiri mengalami orgasme.
  2. Metoda pemerasan atau tekanan dapat berhasil mengatasi ejakulasi dini dengan cara yang sama. Ketika anda merasa seperti ingin ejakulasi, anda atau pasangan anda dapat dengan pelan-pelan menekan kepala penis anda sekitar 30 detik dengan demikian anda mulai kehilangan ereksi anda. Ulang-ulang proses ini beberapa kali sebelum anda membiarkan diri anda mencapai orgasme.
Disamping menggunakan behavioral method, anda mungkin bisa juga mencoba cara pengacauan pikiran. Sebagai contoh, ketika anda secara seksual terangsang, pikirkan tentang nama-nama pemain dari tim olahraga favorit anda.

Bantuan psikologis

Kecemasan, depresi dan masalah emosional dapat mengarah dan memicu ejakulasi dini. Untuk masalah-masalah seperti ini, carilah bantuan seorang ahli psikolog, psikiater atau ahli terapi seks yang bisa sangat membantu anda. Jika masalah ejakulasi dini dikarenakan adanya gangguan dalam hubungan pasangan suami-istri, terapi pasangan (kedua belah pihak) bisa juga membantu.

Pengobatan medis (Medical treatment)

Beberapa pengobatan medis bisa membantu para pria yang mengalami ejakulasi dini. Beberapa obat anti depresi (antidepressants) nampaknya membantu menunda ejakulasi, antara lain anti depresi yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Anti depresi jenis ini bisa anda dapatkan dengan resep dokter.

Meskipun demikian, badan administrsi obat dan makanan amerika serikat (U.S. Food and Drug Administration - FDA) tidak menyetujui penggunaan dari obat SSRIs untuk mengobati ejakulasi dini. Anti depresi juga bisa menyebabkan efek samping seperti mual-mual (nausea), mulut kering dan mengantuk (drowsiness). Antidepressants bisa juga menurunkan hasrat/libido, dorongan, nafsu seksual. Berkonsultasilah dengan dokter untuk membantu anda dalam menentukan anti depresi yang tepat untuk anda.

Obat anestesi bentuk cream bisa juga digunakan untuk mencegah ejakulasi dini. Anestesi bentuk cream ini dipakaikan pada kepala penis untuk membuatnya tidak sensitif pada rangsangan. Biasanya, cream anestesi dikenakan pada kepala penis sekitar 30 menit sebelum melakukan hubungan seks dan kemudian dicuci bersih setelah mengalami penurunan rasa pada penis anda. Cream anestetik harus dicuci bersih sebelum melakukan hubungan seksual. Jika cream ini masih ada pada penis anda, hal ini bisa menyebabkan hilangnya ereksi dan mati rasa pada vagina.

Bagi berberapa pria, hanya dengan mengenakan kondom dapat membantu mereka menunda terjadinya ejakulasi dikarenakan kondom bisa membuat penis sedikit kurang sensitif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar