Sabtu, 16 Januari 2010

Depresi Setelah Melahirkan

DEFINISI
Depresi setelah melahirkan adalah perasaan sangat sedih dan berhubungan dengan gangguan psikologi selama beberapa minggu pertama atau satu bulan setelah melahirkan.

Baby blues – merasa sedih atau tidak karuan dalam tiga hari melahirkan-hal yang biasa setelah melahirkan. Ibu baru seharusnya tidak memikirkan secara berlebihan perasaan ini karena biasanya akan hilang dalam 2 minggu. Depresi setelah melahirkan adalah perubahan mood serius. Itu bertahan berminggu-mingu atau berbulan-bulan. Bentuk ini mempengaruhi sekitar 1 % wanita. Bahkan lebih parah, bentuk yang jarang, disebut psychosis postpartum, termasuk psychotic behavior.


PENYEBAB
Penyebab kesedihan atau depresi sehabis melahirkan tidak jelas. Penurunan tingkat hormon yang tiba-tiba, terutama sekali estrogen dan progesterone, dapat berperan. Depresi yang hadir sebelum kehamilan lebih mungkin berkembang ke dalam depresi postpartum. Wanita yang telah memiliki depresi sebelum hamil harus memberitahukan kepada dokter atau bidan mengenai hal tersebut selama kehamilan. Stress karena memiliki dan menjaga bayi bisa juga berpengaruh. Beberapa stress termasuk kesulitan selama persalinan dan melahirkan, kurang tidur, dan merasa terasing dan tidak mampu. Wanita yang mengalami depresi postpartum bisa mengalami depresi atau gangguan psikologi lainnya sebelum kehamilan, atau mereka bisa mempunyai hubungan erat dengan depresi. Kekurangan dukungan sosial dan perselisihan perkawinan meningkatkan kemungkinan terbentuknya depresi postpartum.


GEJALA
Gejala-gejalanya termasuk sering menangis, mood yang berubah-ubah, dan lekas marah sebagaimana merasakan kesedihan. Gejala-gejala yang jarang termasuk sangat lelah, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, kehilangan minat pada seks, gelisah, nafsu makan berubah, dan merasa tidak puas atau putus asa. Gejala-gejala ini berhubungan dengan kegiatan sehari-hari wanita tersebut. Seorang wanita dengan depresi postpartum bisa terlihat tidak tertarik dengan bayinya.

Pada psychosis postpartum, depresi kemungkinan dikombinasi dengan berpikir bunuh diri atau melakukan kekerasan, halusinasi, atau berkelakuan aneh. Kadangkala postpartum psychosis termasuk sebuah hasrat untuk melukai bayi.


PENGOBATAN
Jika wanita tersebut sedang sedih, dukungan dari anggota keluarga dan teman-teman biasanya semuanya itu dibutuhkan. Tetapi bila depresi terdiagnosa, bantuan professional juga diperlukan. Biasanya, kombinasi konseling dan antidepresan dianjurkan. Seorang wanita yang mengalami postpartum psychosis bisa memerlukan rawat inap, terutama di ruangan yang memperbolehkan bayi tersebut tinggal bersama ibunya. Wanita tersebut membutuhkan obat-obatan antipsychotic sebaik antidepresan. Seorang wanita yang menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan berbagai obat-obatan ini untuk memastikan kapan saatnya dia bisa melanjutkan untuk menyusui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar