Sabtu, 16 Januari 2010

Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan

DEFINISI
Rahim, masih membesar, masih kontraksi untuk beberapa waktu, menjadi semakin kecil selama 2 minggu kemudian. Kontraksi ini tidak terus menerus dan seringkali terasa sakit. Kontraksi semakin diperkuat dengan menyusui. Menyusui menimbulkan produksi hormon oxytocin. Oxytocin merangsang aliran susu (disebut refleks let-down) dan kontraksi kandungan. biasanya, setelah 5 sampai 7 hari, rahim kuat dan tidak lagi lembut tetapi masih sedikit membesar, memanjang ke separuh saluran antara tulang pubis dan pusar. Selama 2 minggu setelah melahirkan, rahim kembali ke ukuran normal. Meskipun begitu, perut ibu baru tersebut tidak manjadi rata seperti sebelum kehamilan untuk beberapa bulan, bahkan jika dia berolahraga. Tanda kerut bisa tidak terlihat untuk setahun.

Seorang ibu baru bisa mandi pancuran atau berendam, tetapi dia harus menahan diri dari pembasuhan vagina setidaknya 2 minggu setelah melahirkan. Mencuci daerah sekitar vagina dengan air hangat 2 atau 3 kali sehari membantu mengurangi perih. Mandi air hangat sambil duduk bisa meringankan rasa sakit yang diakibatkan episiotomi atau wasir. Mandi duduk adalah mengambil posisi duduk dengan air hanya sampai ke pinggang dan pantat.

Ibu yang tidak menyusui bisa menggunakan obat-obatan untuk membantu mereka tidur atau untuk meringankan rasa sakit. Untuk rasa sakit, mereka biasanya diberikan asetaminophen atau obat anti-inflammatory nonsteroidal (NSAID). Ibu yang menyusui diberikan beberapa obat-obatan dengan jumlah tertentu karena kebanyakan obat-obatan masuk di air susu ibu.

Ibu yang menyusui perlu belajar bagaimana meletakkan bayi selama menyusui. Jika letak bayi tidak baik, puting ibu bisa menjadi luka. Kadangkala bayi menarik puting dengan bibir bagian bawah dan menghisapnya, melukai putting. Pada beberapa kasus, ibu bisa menyelipkan ibu jari ke dalam bibir pada mulut bayi tersebut. Setelah menyusui, dia harus membiarkan air susu kering secara alami pada putting dibandingkan menyeka atau mencucinya. Jika dia mau, dia bisa mengeringkan putingnya dengan pengering rambut yang disetel rendah. Pada udara yang sangat kering, hypoallergenic lanolin atau salep bisa dioleskan pada putting. Pinggiran kutang dari plastik harus dihindari.

Selama ibu menyusui, dia membutuhkan tambahan gizi, khususnya kalsium. Produk yang mengandung susu adalah sumber kalsium yang paling baik. Kacang-kacangan dan sayuran berhijau daun kemungkinan sebagai pengganti jika ibu tersebut tidak cocok dengan produk yang mengandung susu. Atau dia bisa menggunakan suplemen kalsium. Suplemen vitamin tidak diperlukan jika diet ibu tersebut telah sangat seimbang, terutama jika terpenuhinya jumlah Vitamin B6, B12, dan C.

Seorang ibu yang baru melahirkan bisa mulai beraktifitas secara normal setiap hari ketika dia merasa telah siap. Dia bisa memulai berhubungan seks secepatnya sebagaimana dia inginkan dan merasa nyaman. Penggunaan kontrasepsi dianjurkan karena kehamilan kemungkinan segera sebagaimana ibu tersebut mulai kembali melepaskan sel telur dari indung telur (ovulasi). Ibu yang tidak menyusui biasanya mulai berovulasi kembali sekitar 4 minggu setelah melahirkan, sebelum jangka waktu pertama mereka. Meskipun begitu, ovulasi dapat terjadi lebih awal. Ibu yang menyusui cenderung mulai berovulasi dan masih menstruasi setelah itu, biasanya 10 sampai 12 minggu setelah melahirkan. Jangka waktunya tergantung pada seberapa banyak makanan dibandingkan air susu yang dikonsumsi oleh bayi. Jika lebih dari seperlima makanan bayi adalah air susu, ovulasi tidak mungkin terjadi. Kadangkala, seorang ibu yang menyusui berovulasi, menstruasi dan menjadi hamil secepat ibu yang tidak menyusui.

Kesembuhan penuh setelah kehamilan memerlukan waktu sekitar 1 sampai 2 tahun. Sehingga dokter biasanya menyarankan ibu baru untuk menunggu sebelum hamil kembali (meskipun dia sudah memilih untuk tidak mengikuti anjuran tersebut). Pada saat perjanjian mengunjungi dokter pertama kali setelah melahirkan, seorang ibu baru bisa membicarakan pilihan kontrasepsi dengan dokter dan memilih salah satu yang sesuai dengan kondisinya. Seorang ibu baru yang baru saja divaksinasi untuk mencegah campak jerman (rubella) harus menunggu setidaknya 1 bulan sebelum mulai hamil lagi untuk menghindari bahaya pada janin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar