Rabu, 13 Januari 2010

Efek Penuaan pada Wanita

DEFINISI
Pada waktu menopause, perubahan pada organ kelamin cepat terjadi. Siklus menstruasi berhenti, dan indung telur berhenti menghasilkan estrogen. Setelah menopause, jaringan labia minora, clitoris, vagina, dan urethra menipis (atrophy). Penipisan bisa terjadi pada iritasi kronis, kekeringan, dan berhenti dari vagina. Infeksi vagina lebih mungkin terjadi. Begitu juga setelah menopause, rahim, tuba palopi, dan ovarium menjadi lebih kecil.

Dengan penuaan, terdapat penurunan jumlah otot dan jaringan pengikat, termasuk otot, ligamen, dan jaringan lain yang menopang kandung kemih, rahim, vagina dan anus. Sebagai akibatnya, organ yang dipengaruhi bisa longgar atau turun (prolapse), kadangkala menyebabkan rasa tertekan atau penuh pada panggul, kesulitan buang air kecil, kehilangan kendali untuk kencing atau buang air besar (incontinence), atau rasa sakit selama berhubungan seksual. Wanita yang memiliki banyak anak lebih mungkin mengalami beberapa masalah.


GEJALA
Karena terdapat sedikit estrogen untuk menstimulasi saluran susu, payudara berkurang ukurannya dan bisa kendor. Jaringan penghubung yang menopang payudara juga berkurang, menimbulkan kekendoran. Jaringan serat pada payudara digantikan dengan lemak, membuat payudara kurang kuat. Di samping perubahan ini, banyak wanita lebih menikmati aktifitas seks setelah menopause, kemungkinannya karena mereka tidak lagi bisa menjadi hamil.

Untuk tambahan, setelah menopause, rahim, dan kelenjar adrenal melanjutkan memproduksi hormon seks pria. Hormon seks pria membantu menjaga gairah seks, memperlambat hilangnya jaringan otot, dan menimbulkan rasa sehat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar