Kamis, 18 Maret 2010

Gigi Susu juga Perlu Dirawat

Gigi SuSu pada anak sama pentingnya dengan gigi permanen pada orang dewasa. Gigi susu membantu anak untuk mengunyah makanan, berbicara, dan berbagai fungsi lainnya. Jika rusak, fungsi gigi susu tidak akan optimal. Dengan melakukan perawatan gigi susu pada anak maka terjadinya kerusakan gigi secara dini dapat dikurangi.


GiGi SuSu
baby teethUmumnya pertumbuhan gigi susu muncul sewaktu bayi berusia 6 sampai 24 bulan. Jumlah gigi susu ini sebanyak 20 buah, yaitu 8 buah gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 buah gigi geraham. Jumlah gigi antara rahang atas dengan rahang bawah adalah sama. Umumnya, gigi seri bagian bawah yang pertama kali muncul pada anak.

Saat mengalami pertumbuhan gigi, biasanya anak merasa tidak nyaman dan agak rewel. Berikan mainan bayi yang aman untuk digigit. Atau gunakan handuk bersih yang dingin untuk digigit.

Gigi susu berukuran lebih kecil dan memiliki jarak yang lebih renggang dibandingkan gigi orang dewasa (gigi tetap), sehingga gigi permanen dapat menempati rahang dengan ‘pas’. Selain mengunyah makanan, gigi susu juga berfungsi untuk membantu anak berbicara dan mempersiapkan tempat bagi gigi permanen.


Struktur GiGi
struktur gigiBerikut merupakan lapisan gigi dari luar ke dalam.
  • Enamel; merupakan lapisan terkeras, berwarna putih, berada di bagian luar gigi yang membentuk mahkota gigi.
  • Dentin; yaitu lapisan gigi yang berada dibawah enamel. Dentin berwarna lebih kekuningan dan lebih lunak, sehingga lebih rentan rusak karena berlubang.
  • Pulpa; merupakan jaringan lunak yang berada pada pusat gigi. Terbentuk dari pembuluh darah dan jaringan syaraf.

Pentingnya Perawatan GiGi SuSu
Perawatan gigi susu penting agar bayi maupun anak dapat mengolah makanan dengan baik. Selain itu, gigi susu juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rahang, memberikan bentuk dan rupa wajah. Peranan gigi susu juga penting dalam membantu anak berbicara, dan yang paling penting sebagai ‘penunjuk jalan’ bagi gigi tetap.

Gigi susu yang tidak terawat dan menyebabkan pembusukan maupunpun lubang sehingga dapat menyebabkan rasa sakit pada anak, infeksi, bahkan malnutrisi. Selain itu, gigi susu yang rusak juga bisa menyebabkan anak memiliki berat badan rendah dan kehilangan gigi sebelum waktunya sehingga berpengaruh pada perkembangan rahang tempat gigi permanen.

Selain itu, permasalahan mulut pada bayi dan anak-anak seperti perdarahan gusi dan gigi berlubang (cavities), yang dapat mneyebabkan peningkatan terjadinya permasalahan ini pada gigi permanen.


Rawat GiGi SuSu, Yuk!
Merawat gigi anak atau bayi lebih baik dimulai sejak dini. Bahkan sebelum gigi bayi mulai tumbuh. Anda dapat membersihkan gusi bayi (sebelum gigi susu mulai tumbuh) menggunakan kain. Dengan lembut, bersihkan rahang atas dan bawah bayi. Pastikan gigi baru memperoleh perawatan terbaik.
    finge
  • Mulai dengan membersihkan mulut anak, bahkan meskipun gigi belum tumbuh. bersihkan gusi sehabis makan dengan menggunakan handuk lembut yang hangat, atau dengan menggunakan kain kassa yang dililitkan pada jari tangan. Sikat gigi karet khusus bayi dapat juga dipergunakan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan.
  • Ketika gigi mulai tumbuh, lakukan perawatan. Banyak orang uta yang berfikir bahwa gigi susu kurang penting untuk dirawat karena akan digantikan oleh gigi tetap. Namun, gigi pertama ini berfungsi untuk membentuk rahang dan menyediakan tempat untuk gigi tetap. Jika tidak dirawat, gigi susu akan berlubang, dapat menyebabkan infeksi gusi dan mempengaruhi letak gigi permanen.
  • Perhatikan adanya gigi berlubang (cavities) pada si kecil
  • Tanda awal bahwa gigi anak berlubang yaitu adanya perubahan warna pada gigi dan adanya lubang kecil. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu (maupun jus) merupakan penyebab gigi berlubang. Jangan membiarkan buah hati anda dengan botol untuk waktu yang lama, terutama ketika botol telah kosong dan ia hanya menggunakan botol untuk kenyamanannya saja.
  • Berikan minum setelah makan. Umumnya makanan bayi mudah dibersihkan, cukup dengan memberikannya air minum. Namun, penting untuk mengenalkan sikat gigi (gunakan yang paling lembut) sedini mungkin sehingga bayi dapat terbiasa.
  • Gunakan pasta gigi yang tidak mengandung fluoride sebesar biji jagung sampai anak berusia sekitar 2 tahun. Tunggu sampai anak berusia sekitar 3 tahun hingga ia tidak menelan pasta gigi, sebelum anda memberikannya pasta gigi yang mengandung flouride.
  • tooth brush/tooth paste
  • Atur fluoride yang masuk pada anak. Meskipun anak tidak menggunakan pasta gigi yang mengandung flour, anak membutuhkan cukup flouride untuk mencegah gigi berlubang dengan memberikan minum dari air tanah (yang sudah diolah).
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Bila gigi anak sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan beberapa tips berikut:
  • Jadikan suasana menyikat gigi adalah suasana yang menyebabgkan. Anda dapat menggunakan sikat gigi dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam. Selain itu, pilihlah sikat gigi yang kecil sesuai dengan bentuk mulut anak dan bulu sikat yang lembut.
  • cute tooth brush
  • Ingatkan anak untuk menyikat giginya setidaknya sehari dua kali. Temani dan ajarkan anak jika perlu.
  • Bantu anak untuk menggosok giginya sebelum tidur. Posisi yang paling mudah dalam membantu anak menyikat gigi adalah dengan berdiri di belakang atau di samping anak. Tangan orang tua melingkari leher anak. Pegang sikat gigi dengan posisi yang paling nyaman. Selesai menyikat gigi, jangan lupa untuk memberikan apresiasi pada anak dengan cara memujinya.
  • brushing teeth
  • Batasi makanan dan minuman ringan, terutama yang manis seperti permen dan minuman bersoda.
  • Periksa kesehatan gigi secara berkala ke dokter gigi.
Perawatan gigi susu yang hanya membutuhkan waktu yang pendek, akan berpengaruh terhadap perkembangan gigi tetap di kemudian hari. Kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi, yang dimulai secara dini di rumah, dapat meningkatkan peluang sehat mulut pada kehidupan anak sampai dewasa. Perawatan gigi susu diperlukan bagi anak sejak dini agar gigi nampak rapi dan indah. Selain itu, untuk mencegah timbulnya permasalahan pada gigi permanen, seperti gigi yang berjejal, maupun gigi berlubang serta membiasakan anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Anak-anak dapat tersenyum indah sampai ia dewasa kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar