Minggu, 04 April 2010

Kejang Kerongkongan Yang Tersebar

DEFINISI
Kejang Kerongkongan Yang Tersebar (Spasme Esofageal Difusa, Rosary Bead, Corckscrew Esophagus) adalah kelainan gerakan mendorong (gerakan peristaltik) pada kerongkongan, yang disebabkan oleh kegagalan pemakaian (malfungsi) saraf-sarafnya.


PENYEBAB
Gerakan mendorong normal yang menggerakkan makanan melewati kerongkongan, bergantian secara berkala dengan kontraksi tanpa dorongan. Pada 30% penderita, katup kerongkongan bawah membuka dan menutup secara abnormal.


GEJALA
Kejang otot di sepanjang kerongkongan dirasakan sebagai nyeri dada di bawah tulang dada, yang disertai dengan kesulitan menelan cairan maupun makanan padat. Nyeri juga timbul pada malam hari dan bisa terasa sangat hebat sehingga membangunkan penderita dari tidurnya. Carian yang sangat panas atau dingin dapat memperburuk rasa nyeri. Setelah beberapa tahun, kelainan ini bisa berkembang menjadi akalasia.

Kejang kerongkongan yang tersebar juga dapat menyebabkan nyeri yang hebat tanpa disertai kesulitan menelan. Nyeri ini, sering digambarkan sebagai nyeri yang memeras di bawah tulang dada, dapat terjadi sewaktu berolah raga atau beraktivitas, sehingga sulit untuk membedakannya dengan angina (nyeri dada yang disebabkan penyakit jantung).


DIAGNOSA
Pemeriksaan rontgen yang diambil ketika penderita menelan barium, dapat memperlihatkan bahwa makanan tidak bergerak secara normal di sepanjang kerongkongan dan kontraksi dinding kerongkongan tidak teratur. Pemeriksaan skintigrafi kerongkongan (pemeriksaan untuk menunjukkan pergerakan makanan yang sudah diberi label zat radioaktif), digunakan untuk mendeteksi gerakan abnormal dari makanan yang melewati kerongkongan.

Pengukuran tekanan (manometri) merupakan pemeriksaan yang paling sensitif dan paling terperinci untuk kejang kerongkongan. Jika pemeriksaan ini tidak meyakinkan, manometri bisa digunakan setelah penderita makan atau menelan edrofonium untuk merangsang kejang yang disertai nyeri.


PENGOBATAN
Nitrogliserin (nitrat yang masa kerjanya lama), anti cholinergik (misalnya disiklomin) atau penghambat saluran kalsium (contohnya nifedipin), dapat meringankan gejala-gejalanya. Kadang-kadang diperlukan obat pereda nyeri (analgetik) yang kuat.

Menggelembungkan sebuah balon di dalam kerongkongan atau memasukan alat pelebar yang terbuat dari logam (untuk melebarkan kerongkongan) bisa membantu meringankan gejala. Jika pengobatan-pengobatan tersebut tidak efektif, mungkin lapisan otot sepanjang kerongkongan harus dipotong melalui pembedahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar