Jumat, 02 April 2010

Tidak Mampu Menahan Berkemih/Incontinence Pada Anak

DEFINISI
  • Pola incontinence (tidak mampu menahan berkemih) membantu dokter memastikan penyebab yang mungkin.
  • Riwayat anak tersebut dan hasil penelitian fisik, tes laboratorium, dan tes imaging membantu dokter memastikan penyebab spesifik.
  • Pengobatan termasuk perubahan tingkah laku, perubahan makanan, dan kadangkala obat-obatan.
Incontinence pada anak memiliki penyebab yang berbeda dan pengobatan dibandingkan pada orang dewasa. Incontinence bisa terjadi pada malam hari (mengompol, juga disebut nocturnal enuresis). Noctural enuresis lebih umum pada anak laki-laki, dan anak biasanya mengatasi jenis incontinence ini di usia 9 tahun. Incontinence selama siang hari disebut diurnal enuresis. Diurnal enuresis cenderung lebih umum pada anak perempuan dan memiliki jumlah penyebab berbeda.


PENYEBAB
Pola incontinence membantu dokter memastikan penyebab yang mungkin. Jika anak tersebut tidak pernah mengalami celana kering terus-menerus selama seharian, dokter mempertimbangkan kemungkinan cacat lahir, kelainan anatomi, atau tingkah laku tertentu yang bisa menyebabkan incontinence. Cacat tulang belakang seperti spina bifida bisa menyebabkan gangguan syaraf menuju kandung kemih dan menyebabkan incontinence, tetapi beberapa kerusakan biasanya nyata.

Beberapa bayi mengalami cacat lahir yang mencegah kandung kemih atau urethra terbentuk sempurna, menyebabkan kehilangan urin hampir konstan (total incontinence). Jenis cacat lahir lainnya menyebabkan ureter ke ujung bagian luar kandung kemih, menyebabkan incontinence. Beberapa anak mengalami kandung kemih yang terlalu aktif yang mudah kejang, atau mereka mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih mereka.

Tingkah laku tertentu bisa menyebabkan incontinence siang hari, khususnya pada anak perempuan. Beberapa tingkah laku termasuk sering berkemih dan berkemih menggunakan posisi yang tidak benar, yang bisa menyebabkan kebocoran urin ke dalam vagina, kemudian menetes keluar setelah berdiri. Beberapa anak perempuan mengalami kejang kandung kemih ketika tertawa, menghasilkan ‘giggle incontinence’.

Jika anak tersebut tidak mengompol untuk jangka waktu yang lama dan incontinence adalah baru, dokter mempertimbangkan keadaan sementara yang menyebabkan kesulitan. Hal ini termasuk sembelit, makanan, stress emosi, infeksi, dan kekerasan seks. Infeksi saluran kemih karena bakteri dan infeksi virus yang menyebabkan iritasi kandung kemih (viral cystitis) penyebab infeksi umum.

Untuk mencegah urin bocor, banyak anak dengan incontinence melintangi kaki mereka atau menggunakan sikap badan lain, yang bisa meningkatkan kesempatan terjadinya infeksi saluran kemih. Remaja yang aktif secara seksual bisa mengalami kesulitan berkemih dari penyakit kelamin menular tertentu.

Kafein dan jus asam, seperti jeruk dan jus tomat, bisa melukai kandung kemih dan menyebabkan kebocoran urin. Anak dengan diabetes mellitus atau diabetes insipidus (gangguan yang mengakibatkan urin encer dalam jumlah berlebihan) bisa terjadi incontinence karena gangguan ini menghasilkan produksi urin dalam jumlah berlebihan.


DIAGNOSA
Kadangkala dokter bisa mendiagnosa penyebab dengan gejala anak tersebut dan hasil penelitian. Untuk memeriksa infeksi, analisa urin dan kadangkala kultur urin dilakukan. Untuk memeriksa diabetes mellitus dan diabetes insipidus, dokter menggunakan tes darah dan urin untuk memeriksa gula dan kadar elektrolit.

Jika cacat lahir diduga, penelitian ultrasonik pada ginjal dan saluran kemih dan sinar X pada usus kemungkinan diperlukan. Sinar X khusus pada kandung kemih dan ginjal, disebut voiding cystourethrogram, bisa juga diperlukan. Dengan tes ini, pewarna disuntikkan ke dalam kandung kemih menggunakan kateter, yang memperlihatkan anatomi saluran kemih, seperti perintah pada aliran urin.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung pada penyebab incontinence. Infeksi biasanya diobati dengan antibiotik. membebaskan dan mencegah sembelit, berkemih dengan jangka waktu 2-3 jam, menggunakan cara disebut biofeedback untuk kandung kemih yang terlalu aktif, dan merubah tingkah laku lain kemungkinan efektif tergantung pada penyebab.

Mengubah makanan bisa membantu mengurangi iritan kandung kemih. Jika intervensi tingkah laku tidak efektif, obat-obatan tertentu (seperti oxybutynin) bisa membantu jika penyebab tersebut adalah kejang kandung kemih. Anak dengan cacat lahir atau kelainan anatomi bisa memerlukan operasi, obat-obatan, atau kateter sementara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar