Kamis, 22 Desember 2011

Ikan dan Zat asam Omega-3 dalam Diet

Ikan dan Zat asam Omega-3 dalam Diet Ikan berlemak seperti sejenis ikan air tawar mackerel, ikan air tawar danau, ikan haring, ikan sarden, ikan tuna albacore, dan ikan salem, adalah sumber ikan yang di dalamnya kaya akan (dalam) dua macam zat asam lemak omega-3: asam eicosapentaenoic ( EPA) dan asam docosahexaenoic ( DHA).

Makanan seperti tofu, kacang kedelai, canola, sejenis kenari (walnuts), flaxseed, dan minyak yang terdapat pada makanan tersebut berisi asam alpha-linolenic ( ALA), yang mana asam jenis ini akan mengkonversi menjadi omega-3 di dalam tubuh kita. Meskipun manfaat dan keuntungan asam ALA dipertentangkan/kontroversial, AHA (American Heart Organization, sebuah organisasi kesehatan jantung di amerika serikat) tetap merekomendasikan makanan yang mengandung asam ALA sebagai bagian dari suatu diet yang sehat. 

Menurut Johnson (Pakar Kesehatan dari Amerika Serikat), di samping bermanfaat untuk kesehatan jantung, ada beberapa bukti-bukti bahwa zat asam omega-3 mungkin juga menenangkan suatu sistem kekebalan yang terlalu aktif. Meskipun manfaat yang berhubungan dengan hal tersebut masih dalam suatu penelitian, dia mengatakan, tampaknya ada hubungan antara makin banyak omega-3 dalam diet dan mengurangi alergi, asma, eksim, dan gangguan autoimun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar