Kamis, 16 April 2009

Tanaman Obat Indonesia Ginjean


(Leonurus sibiricus L.)

Sinonim :
= L. artemisia (Lour.) S.YHU. = L. heterophyllus, Sweet.

Familia :
Labiatae .

Uraian :
Herba ini tumbuh liar di pinggiran kota, sepanjang aliran air, di semak-semak, kadang ditanam di kebun. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpi. Terna semusim, tumbuh tegak, berambut, tinggi 60-100 cm. Batang berongga, beralur, beruas, bercabang, warnanya hijau. Daun tunggal, bentuk menjari, tepi bergerigi, ujung dan pangkalnya runcing, panjang 4-12 cm, lebar 5-14 cm, letak berhadapan bersilang, warnanya hijau. Bunga tersusun dalam karangan semu yang terdapat pada ketiak daun. Kelopak bergigi tajam, warnanya putih atau lembayung. Buahnya buah kotak, beruang 2- 4, coklat kehitaman. Biji berbentuk segitiga, kecil, warnanya hitam. Akarnya akar tunggang. Yang dimaksud dengan herba leonuri atau I mu cao dan dikenal juga dengan nama chongwei adalah tanaman yang berkhasiat sama dari tanaman yang bernama L.sibiricus, L.heterophyllus, L.artemisia atau L. turkestanicus V.Krecz.et Kuprian.

Nama Lokal :
Padang derman, dendereman (Sunda), seranting (Sumatera). ; Ginjean, ginjeran (Jawa). gofu hairan roriha (Ternate), ; Laranga kohori (Tidore).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Haid tidak teratur, radang ginjal, bengkak, kencing berdarah; Rabun senja, radang mata, hipertensi, keputihan, terlambat haid;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman atau buah, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Seluruh herba:
- Haid tidak teratur (Menstrual irregularities).
- Tidak datang haid (amenorrhea).
- Nyeri sewaktu haid (dysmenorrhea), Haid terlalu banyak.
- Menghilangkan gumpalan darah setelah melahirkan (Post-parturn
haematoma)
- Radang ginjal (nephritis).
- Bengkak (edema).
- Kencing sedikit (oliguria), kencing berdarah (hematuria).
- Badan terasa lemah (General weakness).
- Tidak subur (infertility) pada wanita.
- Rabun senja, radang mata (conjunctivitis).
- Darah tinggi. Pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis).

Biji:
- Tekanan darah tinggi.
- Keputihan.
- Terlambat haid.

PEMAKAIAN:
Untuk minum:
Seluruh tanaman: 1-30 g,
biji: 5-15 g, rebus.
Pemakaian luar: Herba segar setelah dicuci bersih 1alu digiling halus, atau yang telah dijadikan bubuk, dibubuhkan pada borok dan radang kulit bernanah.

CARA PEMAKAIAN:
1. Haid tidak teratur, nyeri sewaktu haid, Peranakan (uterus) tidak
mengecil sempurna setelah malahirkan atau setelah dikuret
(currattage):
Ginjean dan Millettia reticulata masing-masing 60 g, dicuci dan
dipotong-potong seperlunya. Tambahkan gula merah secukupnya
lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas.
Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas.

2. Haid tidak teratur, darah haid berlebihan, perdarahan setelah
melahirkan, Peranakan tidak mengecil sempurna setelah melahirkan:
15-20 g ginjean dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai
tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 2 x
3/4 gelas.

3. Nyeri haid:
20 g ginlean kering dan 10 g Corydalis ambigua (yen hu so) kering
direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas.Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas. Minum selama haid.

4. Radang ginjal akut (Glomerulonephritis akut) dan bengkak:
180-240 g ginjean segar setelah dicuci bersih lalu direbus dengan
700 cc air bersih sampai tersisa 300 cc. Setelah dingin disaring,
minum. Sehari 2 x 1 1/2 gelas.

5. Badan terasa lemah dan tidak subur pada wanita:
30-60 g ginjean segar dicuci bersih, rebus dengan telur atau ayam.
Setelah dingin dimakan.

6. Peluruh haid:
10 g serbuk biji ginjean diseduh dengan 1 cangkir air panas,
tambahkan 1 sendok makan madu lalu diaduk sampai merata.
Setelah dingin diminum sekaligus.

CATATAN :
- Herba leonuri tidak beracun, pemakaian lama lidak menimbulkan efek
samping.
- Buah beracun. Pemakaian sebanyak 30 gram dapat menyebabkan
keracunan dalam 4-6 jam. Tanda-tanda keracunan akan timbul dalam
12-48 jam setelah total pemakaian sebanyak 60-140 gram.
- Gejala keracunan buah: Rasa lemah seluruh badan, kaki sukar
digerakkan, rasa kering dan rasa sesak di dada. Pada kasus yang
sangat berat tampak keringat sangat banyak dan lemah tak berdaya.
- Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba: Pahit, pedas, sejuk. Melancarkan sirkulasi, membuat haid menjadi teratur, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan dan menciutkan rahim. Buah : Manis, sejuk, beracun. Biji: Manis, pedas. Memperbaiki penglihatan, peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), melebarkan pembuluh darah (vasodilator). KANDUNGAN KIMIA: 1. L.sibiricus: Leonurine, stachydrine, leonuridine, leonurinine, rutin, benzoic acid, lauric acid, linolenic acid, oleic acid, arginine, 4-guanidino-1-butanol, 4-guanidinobutytic acid, sterol, stachyose, vitamin A dan potassium chloride. 2. L.heterophyllus: Leonurine A, leonurine B, stachydrine, lauric acid, oleic acid. Buah (Leonuri fructus): Mengandung leonurinine C10 HI4 O3 N2, alkaloid I,II dan Ill, oleic acid, linoleic acid dan vitamin A.
sumber http://www.iptek.net.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar