Kamis, 14 Mei 2009

Prasangka, Asumsi Ajakan Seks, Sering Hubungan Seks dan Sistem Kekebalan

Apakah kita mengerti dengan sadar atau tidak, kita semua mempunyai pikiran tentang sex/seks yang kita yakini secara tidak langsung-meskipun kita tidak mengetahui secara definitif apakah asumsi-asumsi itu mempunyai dasar yang nyata. Sebagai contoh, sebuah asumsi umum adalah bahwa laki-laki/pria mempunyai keinginan seks lebih besar dari perempuan/wanita. Sekarang, sementara ini mungkin benar bagi beberapa laki-laki dan wanita, dorongan seksual seorang wanita bisa sama kuatnya seperti pada laki-laki. Perbedaan antara jenis kelamin lebih terletak pada bagaimana kebutuhan seksual kita terpuaskan (menggunakan analogi yang mengatakan bahwa pria itu seperti gelombang mikro, sementara wanita itu seperti oven/perapian tetap yang membutuhkan waktu untuk pemanasan.

Perhatikan prasangka, asumsi umum lain berikut ini dan lihatlah yang manakah yang menjadi langganan anda. Kemudian cari tahu masing-masing prasangka, kenyataannya, kebenaran ataukah sebuah mitos.

Titik tertingi kinerja seksual wanita pada usia empat puluhan, sementara pada laki-laki pada usia 50 tahunan.

Mitos. Sementara perencana masa usia lanjut mengatakan bahwa seksual yang terbaik pada laki-laki terjadi sekitar usia 17 tahun, dan pada perempuan pada usia sekitar 30 tahun. Umur tersebut sebenarnya menunjukkan kondisi genital terbaik, pada saat hormon-hormon seks (testosteron pada laki-laki dan estrogen pada wanita) berada pada level tertinggi. Tapi pada umumnya, baik laki-laki ataupun wanita peningkatan seksual akan mencapai puncak ketika mereka merasa paling nyaman dengan diri mereka sendiri dan seksuaitasnya. Meskipun kecenderungan ini terjadi antara usia 40 dan 60 tahun baik pada wanita dan juga pria, hal ini dapat terjadi pada usia berapapun, tergantung pada pribadi masing-masing.

Melakukan hubungan seksual lebih sering dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan anda dan mencegah penyakit.

Benar! Para peneliti pada Wilkes University di Wilkes-Barre, Pa., menemukan bahwa seks bisa membantu memperkuat sistem kekebalan. Berdasarkan pada penelitian mereka, pasangan yang melakukan hubungan seksual satu atau dua kali dalam seminggu mempunyai kadar immunoglobulin A 25 % lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan yang melakukan hubungan seksual kurang dari satu kali dalam seminggu. Immunoglobulin A adalah suatu protein sistem immune (kekebalan) yang menjaga, melindungi mulut dan saluran pernafasan bagian atas melawan virus-virus influensa dan pilek. Jadi, sesering mungkinlah anda bersama dengan suami-suami atau istri anda.ehehehehhe.......

Orang tua lebih sedikit berhubungan seks atau hubungan seks yang kurang nikmat/menyenangkan.

Mitos. Berdasarkan pada sebuah study terkini yang melibatkan 27.000 orang dilaksanakan di 29 negara, kebanyakan wanita dan pria yang diteliti meiliki kehidupan seks yang aktif setelah mereka berusia 40 tahun hingga mereka berusia 80 tahunan!. Pasangan-pasangan di eropa barat yang berbagi kesetaraan yang lebih besar lebih mungkin untuk menikmati kehidupan seks mereka dari pasangan yang lebih berorientasi pada kaum laki-laki, seperti yang ditemukan di Asia dan Timur Tengah.

Sebagian besar perempuan Amerika yang berusia 45 atau lebih telah menikah.

Mitos. Sekitar 25 juta dari 75 juta perempuan amerika yang berusia 45 tahun keatas tidak menikah. Berdasarkan pada penelitian terbaru oleh institusi yang terkenal dengan sebutan AARP. Kepala peneliti mennunjukkan bahwa hal ini mungkin dikarenakan penduduk wanita amerika akan menikah belakangan, tingkat perceraian yang tinggi dan cenderung berjodoh lebih lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar